Skip to content

Kalau Lo Lagi BURNOUT, Coba Dengerin Ini!

Radit berbagi cara mengatasi burnout dengan menemukan kebahagiaan dan kebanggaan dalam pekerjaan yang dijalani.

Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.

Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.

Key Takeaways

  • Temukan kebahagiaan dan kebanggaan dalam pekerjaan untuk mengatasi burnout.
  • Uang adalah hasil dari nilai dan keahlian yang kita tawarkan, bukan tujuan utama.
  • Terus belajar dan perbaiki diri dari kegagalan demi karya yang lebih baik.
  • Passion dan rasa senang dalam pekerjaan membuat proses bekerja terasa ringan dan menyenangkan.
  • Mindset tidak pernah puas dan selalu ingin berkembang adalah kunci kesuksesan jangka panjang.

What the video covers

  • Radit menjelaskan pentingnya menemukan kebahagiaan dan rasa bangga dalam pekerjaan agar tidak merasa terbebani.
  • Menurut Radit, pekerjaan ideal adalah yang terasa seperti bermain sehingga membuat kita senang melakukannya.
  • Uang dianggap sebagai byproduct dari nilai yang kita tawarkan melalui keahlian dan passion.
  • Radit menekankan pentingnya menguasai satu bidang dengan rasa senang untuk meningkatkan nilai diri.
  • Proses belajar dan perbaikan terus-menerus dari kegagalan dianggap sebagai bagian penting dari perjalanan berkarya.
  • Radit tidak pernah merasa karyanya sudah sempurna, selalu ada ruang untuk perbaikan dan pengembangan.
  • Kebahagiaan dan kebanggaan dalam pekerjaan membuat hidup terasa lebih baik dan tidak membebani.
  • Interaksi dengan audiens dan komunitas, seperti melalui YouTube dan Discord, menjadi bagian dari terapi dan kesenangan Radit.
  • Radit juga membagikan pengalaman pribadi dalam mengelola ekspektasi dan kritik untuk terus berkembang.
  • Mindset untuk selalu mencari perbaikan dan tidak cepat puas menjadi kunci produktivitas dan kualitas karya Radit.

Answers

Questions about this video

Bagaimana Radit mengatasi rasa burnout dalam pekerjaannya?

Radit mengatasi burnout dengan menemukan kebahagiaan dan kebanggaan dalam pekerjaannya, serta melihat pekerjaan sebagai sesuatu yang menyenangkan seperti bermain.

Apa pandangan Radit tentang uang dalam konteks pekerjaan?

Radit memandang uang sebagai byproduct dari nilai dan keahlian yang kita tawarkan, bukan tujuan utama dalam bekerja.

Bagaimana Radit menghadapi kegagalan dalam berkarya?

Radit selalu melihat kegagalan sebagai proses belajar dan perbaikan, dengan membuat karya yang lebih baik setiap kali mengalami kegagalan.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Banyak yang bilang kerja itu beban, ya. Kerja itu beban. H iya. Oke. Ada orang yang hidup untuk kerja, ada orang yang kerja untuk hidup. Heeh. Nah, dari POV Radit nih. Heeh. Sebenarnya lihat kerja tuh gimana, sih? Dan kelihatannya fan-fan aja nih Radit kayaknya kerja santai gitu. Uang masuk terus gitu, ya. Heeh. Karena pegangan gua kan omongannya Naval tuh Naval Ravinat tuh yang dia bilang, ee apa namanya? Carilah pekerjaan di mana orang ngelihatnya lu kayak main-main. Eh, orang ngelihatnya lu kayak kerja tapi rasanya kayak main-main. He. Jadi, buat gua ini semua cara gua bersenang-senang. Kalau buat gue. Makanya ketika orang bilang kerjaannya apa, gua juga enggak tahu karena semuanya gua senang gua ngelakuinnya. Kalau buat gua stand up comedy, kalau gua enggak dibayar pun gua akan ngelakuin karena itu terapi buat gue. Iya. Ketika ada di sebuah ruangan di mana orang ngedengerin gua ya dan handphone pada harus masuk kantong kan, buat gua, gua bisa ngomongin apa aja di situ gitu. Itu terapi, ee bikin YouTube ngobrol sama begitu banyak manusia yang modalnya hanya rasa penasaran gua itu membahagiakan buat gua pulang ke sana. Gua banyak belajar banyak hal gitu. H ee kemarin gua baru live YouTube gua, gua iseng nyobain live YouTube tapi yang bisa komen cuman membership YouTube gua doang. Gitu kan. Oke. Oke. Terus ada gua ngajak ngobrol ee para member YouTube gua lewat Discord gitu-gitu itu ya kan, artinya gua dapat duit dari membership ya. Iya. Iya. Tapi itu menyenangkan buat gua. Gua kan ngelakuin itu kapan aja kalau gua sempat. Iya. Jadi artinya uang itu justru byproduct dari ya kalau teori ya. Uang itu kan adalah alat pertukaran nilai. Semakin tinggi nilai kita, maka semakin gede uangnya karena kita punya value yang kita tawarin. Nah, menurut gua supaya kita punya value, kita punya nilai, kita harus jago di sebuah satu hal. Supaya jago di sebuah satu hal, mengejar keahliannya itu harus diiringi dengan rasa bahagia, kan. Hmm. Harus dengan rasa bersenang-senang, kan. Gua jago banget storytelling menurut gua. Iya, menurut gua juga, Bang. Gua gua senang storytelling, eh storytelling. Gua jago storytelling. Dan orang kan menukar itu dengan uang, ee dalam semua kesempatan yang mereka bisa. Asalkan seleranya sama dengan apa yang gua kasih. Ya kan selera orang juga beda-beda. Nah, untuk nyampai ke jago storytelling ya berarti harus melihat storytelling sebagai hal yang menyenangkan buat diulik kan. Hm. Itulah yang ngebuat gua ee sampai pada titik ini. Karena ketika gua buka buku lupus dan gua garis bawahin kenapa gua ketawa itu bahagia buat gua walaupun tuh belajar kan. Iya. Ee ketika gua buka buku-buku yalah penulis-penulis lain lah yang gua coret-coret terus gua pelajarin gimana cara dia bikin ini, gimana cara gua bisa nulisnya. Gua belajar sama Salman Aristo, gua belajar sama Ais Laksana. Setiap hari pertemuan gua sama mereka adalah kebahagiaan buat diri gua. Gue ee ketika guru nulis gua sama Mas Sulak Ayas Laksana nyoret-nyet pakai bolpen merah dia. He ini perbaikin gitu. Buat gua membahagiakan buat gua. Ah karena gua belajar dari dia gitu. He. Jadi artinya ee kerja untuk hidup lah apa segala macam itu buat gua akarnya harus ada kebahagiaan di dalamnya. Ada rasa senang. Tidak menyesal kalau ngikuti definisi loh. Ada ada rasa kebahagiaan di dalamnya sama yang kedua ada rasa bangga ketika kita ngerjain itu. Jadi pride itu penting juga. Sama kayak teman-teman di sini yang dari tadi syuting dalam gelap ini. Iya. Iya. Kenapa? Ya harus punya kebanggaan itu juga. Harus punya kebanggaan ketika ini kalau cahayanya jatuhnya enggak miring dikit kayaknya harus gua iniin dikit deh supaya feel light-nya itu enggak terlalu keras di sebagian mana gitu artinya atau source light-nya enggak enggak terlalu keras. Jadi artinya ada kebanggaan gitu melihat mukil lu di dalam frame. He he. Itu bagus menurut dia. Iya. Nah, ketika kita kerja dengan ngebawa dua hal itu ada rasa bahagia dan bangga. Rasanya hidup baik-baik aja sih menurut gua. Iya. Enggak perlu bangun hari Senin terus ngerasa kayak kok hidup gua kayak gini? Karena ada kebanggaan dan bahagia di dalamnya gitu sih. Ada bahagia dan ada bangga. Makanya ini karena gelap ya kalau dihidupin lampu nih dada gini semua dari tadi. Wih, luar biasa. Karena bangga jadi videografer kan. Iya. Mau ikut perang lu. Gap gap banget badannya. Iya iya iya iya. Tadi lucu enggak, Bang? Apa? Tadi gua lucu enggak lucu. Enggak perlu dibahas juga sih. Lewat aja. Karena lewat karena gini, Bang. Karena gini, maksudnya dari kecil gua pengin masuk suci kan misalnya, wah dijuriin sama Radit nih. Ini kan juri langsung weh gitu kan. Lu bener mau stand up sekarang nih. Enggak gitu, Bang. Langsung mundurak gitu enggak enggak gitu gitu kita kan aja enggak gitu. Oke. Mungkin dari semua story yang lu jelasin tadi itu menggambarkan kalau lu, eh, lu bahagia, lu bangga sama apa yang lu kerjakan dan terkesan mungkin journal 20 tahun lebih lu jadi storyteller itu kayaknya Radit apa yang dibikin Radit itu terjual terus. Apa yang dibikin Radit itu kayak berhasil terus. He. Lu pernah enggak sih ngerasain kayak gua lost atau gua gagal ngelakuin sesuatu dan kapan itu terakhir gitu? Karena gua selalu ngerasa gagal. Itu persoalan gua. Oke. Setiap hal yang gua lakuin itu gua gagal, tapi gua habis itu gua bikin lagi gua gagal lebih baik. Habis itu gua bikin lagi gua gagal lebih baik lagi. Artinya kayak gimana ya? Gua mikirin malam minggu Miko season episode 1 deh. He itu gambarnya masih burik apa segala macam. Terus pas gua nonton kok enggak bagus ya? Oke, episode 2 gua akan pastiin bahwa kameranya tidak grainy ketika sinsin malam. Bikinlah gua episode 2. Terus gua lihat kameranya memang sudah kira-kira ini apa segala macam. Kok ngambil gambar gua tuh ketika gua ngarahin DP-nya kameranya kok agak kagok-kagok ya. Oke deh nanti kalau jadi dibeli sama Kompas TV episode 1 gua bikin. Jadi gagalnya itu gua cicil. Hm. He. Jadi, gua tuh enggak pernah bikin sesuatu di mana gua bilang ini masterpiece itu enggak pernah gua seumur hidup gue. Karena perjalanan gue adalah mencari magnum opus gua tuh apa gitu ya. Which is gua enggak bakal bisa dapat menurut gua. Tapi itulah kenapa gua bikin mulu. Hm. Karena setiap itu gagal lebih baik, gagal lebih baik, gagal lebih baik. Gua bikin buku Timun Jelita yang pertama gitu kan. Iya. Terus banyak tuh yang bilang kayak halamannya terlalu tipis, terus ee elaborasi plot-plotnya tuh kurang ke karakter yang lain segala macam. Oh ya udah gua bikin buku yang kedua. Gua bikin buku yang kedua dengan catatan yang itu. Jadilah terbitlah Timun Jelita kedua. Gua gua bikin mini album Timun Jelita, which is gua menciptakan empat lagu di dalamnya. Begitu keluar orang-orang bilang, "Ini kok mixingannya agak kurang bagus ya?" Karena ee suara vokalisnya jadi agak mendem. Oke, gua catat. Yang kedua mixingannya gua lebih perbaikin. Artinya enggak pernah gua seumur hidup gua gua ngeluarin sesuatu terus gua bilang sukses nih. Gitu gua enggak pernah. Masalahnya itu mindset itu gua enggak tahu adalah sebuah berkah atau kutukan ya untuk punya perasaan itu ya. Karena kalau lu pernah nonton stand up comedy gua yang sekarang ya maksudnya ya yang kan gua lagi bikin spesial show. Cerita sial, cerita sebel, cerita cinta. Inilah cerita sialku. Tinggal satu kota lagi di Pekanbaru. Pekanbaru ya. 61 show, Pak. Di show kan 60 kemarin di Solo udah 60 show. Pecah pecah ramai orang pada ketawa. Begitu selesai gua biasa aja gua manggil tim gua sini, namanya Winnie. Winnie sini. Tadi yang kurang apa? Kayaknya gua masih ini deh masih ngeraba di bagian ini. Udah 60 show tetap yang gua tanya jeleknya di mana gitu. Heeh. Jadi artinya gua enggak tahu ini ini muncul dari mana rasa ini, tapi ini yang ngebuat gua jalannya jauh banget. Ini yang ngebuat gua produknya banyak. Hmm. Ada film, ada stand up, ada apa, ada ini YouTube hampir tiap hari lagi. Iya. Iya. Iya kan? Kadang-kadang gua kadang-kadang sampai kayak ditelepon adik gua, "Are you ok?" Dia bilang, "Iya." Bukan, "Are you happy" gitu ya. I
00:13
Speaker A
aja nih Rajit kayaknya kerja santai gitu. Uang masuk terus gitu ya. Heeh. Karena pegangan gua kan omongannya Naval tuh Naval Ravinat tuh yang dia bilang ee apa namanya? Carilah pekerjaan di mana orang ngelihatnya lu kayak main-main. Eh, orang ngelihatnya lu
00:28
Speaker A
kayak kerja tapi rasanya kayak main-main. He. Jadi, buat gua ini semua cara gua bersenang-senang. Kalau buat gue. Makanya ketika orang bilang kerjaannya apa, gua juga enggak tahu karena semuanya gua senang gua ngelakuinnya. Kalau buat gua stand up comedy kalau gua enggak dibayar pun gua
00:45
Speaker A
akan ngelakuin karena itu terapi buat gue. Iya. ketika ada di sebuah ruangan di mana orang ngedengerin gua ya dan handphone pada harus masuk kantong kan buat gua, gua bisa ngomongin apa aja di situ gitu. Itu terapi ee bikin YouTube
01:00
Speaker A
ngobrol sama begitu banyak manusia yang modalnya hanya rasa penasaran gua itu membahagiakan buat gua pulang ke sana.
01:08
Speaker A
Gua banyak belajar banyak hal gitu. H ee kemarin gua baru live YouTube gua gua iseng nyobain live YouTube tapi yang bisa komen cuman membership YouTube gua doang. gitu kan. Oke. Oke. Terus ada gua ngajak ngobrol ee para member YouTube
01:23
Speaker A
gua lewat lewat Discord gitu-gitu itu ya kan artinya gua dapat duit dari membership ya. Iya. Iya. Tapi itu menyenangkan buat gua. Gua kan ngelakuin itu kapan aja kalau gua sempat. Iya.
01:34
Speaker A
Jadi artinya uang itu justru byproduct dari ya kalau teori ya. Uang itu kan adalah alat pertukaran nilai. Semakin tinggi nilai kita, maka semakin gede uangnya karena kita punya value yang kita tawarin. Nah, menurut gua supaya kita punya value, kita punya nilai, kita
01:50
Speaker A
harus jago di sebuah satu hal. Supaya jago di sebuah satu hal, mengejar keahliannya itu harus diiringi dengan rasa bahagia, kan. Hmm. Harus dengan rasa bersenang-senang, kan. Gua jago banget storytelling menurut gua. Iya, menurut gua juga, Bang. Gua gua senang
02:03
Speaker A
storytelling eh storytelling. Gua jago storytelling. Dan orang kan menukar itu dengan uang ee dalam semua kesempatan yang mereka bisa. Asalkan seleranya sama dengan apa yang gua kasih. Ya kan selera orang juga beda-beda. Nah, untuk nyampai ke jago storytelling ya berarti harus
02:20
Speaker A
melihat storytelling sebagai hal yang menyenangkan buat diulik kan. Hm. Itulah yang ngebuat gua ee sampai pada titik ini. Karena ketika gua buka buku lupus dan gua garis bawahin kenapa gua ketawa itu bahagia buat gua walaupun tuh belajar kan. Iya.
02:36
Speaker A
Ee ketika gua buka buku-buku yalah penulis-penulis lain lah yang gua coret-coret terus gua pelajarin gimana cara dia bikin ini, gimana cara gua bisa nulisnya. Gua belajar sama Salman Aristo, gua belajar sama Ais Laksana.
02:48
Speaker A
Setiap hari pertemuan gua sama mereka adalah kebahagiaan buat diri gua. Gue ee ketika guru nulis gua sama Mas Sulak Ayas Laksana nyoret-nyet pakai bolpen merah dia. He ini perbaikin gitu. Buat gua membahagiakan buat gua. Ah karena gua belajar dari dia gitu. He. Jadi
03:01
Speaker A
artinya ee kerja untuk hidup lah apa segala macam itu buat gua akarnya harus ada kebahagiaan di dalamnya. Ada rasa senang. Tidak menyesal kalau ngikuti definisi loh. Ada ada rasa kebahagiaan di dalamnya sama yang kedua ada rasa bangga ketika kita ngerjain itu. Jadi
03:19
Speaker A
pride itu penting juga. Sama kayak teman-teman di sini yang dari tadi syuting dalam gelap ini. Iya. Iya.
03:25
Speaker A
Kenapa? Ya harus punya kebanggaan itu juga. harus punya kebanggaan ketika ini kalau kalau cahayanya jatuhnya enggak miring dikit kayaknya harus gua iniin dikit deh supaya feel light-nya itu enggak terlalu keras di sebagian mana gitu artinya atau source light-nya
03:39
Speaker A
enggak enggak terlalu keras. Jadi artinya ada kebanggaan gitu melihat mukil lu di dalam fram. He he. Itu bagus menurut dia. Iya. Nah, ketika kita kerja dengan ngebawa dua hal itu ada rasa bahagia dan bangga. Rasanya hidup baik-baik aja sih menurut gua. Iya.
03:57
Speaker A
Enggak perlu bangun hari Senin terus ngerasa kayak kok hidup gua kayak gini? Karena ada kebanggaan dan bahagia di dalamnya gitu sih. Ada bahagia dan ada bangga. Makanya ini karena gelap ya kalau dihidupin lampu nih dada gini semua dari tadi. Wih, luar biasa. Karena
04:10
Speaker A
bangga jadi videografer kan. Iya. Mau ikut perang lu. Gap gap banget badannya. Iya iya iya iya. Tadi lucu enggak, Bang? Apa? Tadi gua lucu enggak lucu. Enggak perlu dibahas juga sih. Lewat aja. Karena lewat karena gini, Bang. Karena gini,
04:26
Speaker A
maksudnya dari kecil gua pengin masuk suci kan misalnya, wah dijuriin sama Radit nih. Ini kan juri langsung weh gitu kan. Lu bener mau stand up sekarang nih. Enggak gitu, Bang. Langsung mundurak gitu enggak enggak gitu gitu kita kan aja enggak gitu. Oke. Mungkin
04:40
Speaker A
dari semua story yang lu jelasin tadi itu menggambarkan kalau lu eh lu bahagia, lu bangga sama apa yang lu kerjakan dan terkesan mungkin journal 20 tahun lebih lu jadi storyteller itu kayaknya Radit apa yang dibikin Radit itu terjual terus. Apa yang dibikin
04:53
Speaker A
Radit itu kayak berhasil terus. He. Lu pernah enggak sih ngerasain kayak gua lost atau gua gagal ngelakuin sesuatu dan kapan itu terakhir gitu? Karena gua selalu ngerasa gagal. Itu persoalan gua.
05:06
Speaker A
Oke. Setiap hal yang gua lakuin itu gua gagal, tapi gua habis itu gua bikin lagi gua gagal lebih baik. Habis itu gua bikin lagi gua gagal lebih baik lagi.
05:14
Speaker A
Artinya kayak gimana ya? Gua mikirin malam minggu Miko season episode 1 deh. He itu gambarnya masih burik apa segala macam. Terus pas gua nonton kok enggak bagus ya? Oke, episode 2 gua akan pastiin bahwa kameranya tidak grainy ketika sinsin malam. Bikinlah gua
05:31
Speaker A
episode 2. Terus gua lihat kameranya memang sudah kira-kira ini apa segala macam. Kok ngambil gambar gua tuh ketika gua ngarahin DP-nya kameranya kok agak kagok-kagok ya. Oke deh nanti kalau jadi dibeli sama Kompas TV episode 1 gua bikin. Jadi gagalnya itu gua cicil. Hm.
05:46
Speaker A
He. Jadi, gua tuh enggak pernah bikin sesuatu di mana gua bilang ini masterpiece itu enggak pernah gua seumur hidup gue. Karena perjalanan gue adalah mencari magnum opus gua tuh apa gitu ya.
05:55
Speaker A
Which is gua enggak bakal bisa dapat menurut gua. Tapi itulah kenapa gua bikin mulu. Hm. Karena setiap itu gagal lebih baik, gagal lebih baik, gagal lebih baik. Gua bikin buku Timun Jelita yang pertama gitu kan. Iya. Terus banyak
06:08
Speaker A
tuh yang bilang kayak halamannya terlalu tipis, terus ee elaborasi plot plotnya tuh kurang ke karakter yang lain segala macam. Oh ya udah gua bikin buku yang kedua. Gua bikin buku yang kedua dengan catatan yang itu. Jadilah terbitlah timunjelita kedua. Gua gua bikin mini
06:24
Speaker A
album Timun Jelita, which is gua menciptakan empat lagu di dalamnya. Begitu keluar orang-orang bilang, "Ini kok mixingannya agak kurang bagus ya?" Karena ee suara vokalisnya jadi agak mendem. Oke, gua catat.
06:38
Speaker A
Yang kedua mixingannya gua lebih perbaikin. Artinya enggak pernah gua seumur hidup gua gua ngeluarin s sesuatu terus gua bilang sukses nih. Gitu gua enggak pernah. Masalahnya itu mindset itu gua enggak tahu adalah sebuah berkah atau kutukan ya untuk punya perasaan itu
06:55
Speaker A
ya. Karena kalau lu pernah nonton stand up comedy gua yang sekarang ya maksudnya ya yang kan gua lagi bikin spesial show.
07:01
Speaker A
Cerita sial, cerita sebel, cerita cinta. Inilah cerita sialku. Tinggal satu kota lagi di Pekanbaru. Pekanbaru ya. 61 show, Pak. Di show kan 60 kemarin di Solo udah 60 show. Pecah pecah ramai orang pada ketawa. Begitu selesai gua biasa aja gua manggil tim gua sini
07:18
Speaker A
namanya Winnie. Winnie sini. Tadi yang kurang apa? Kayaknya gua masih ini deh masih ngeraba di bagian ini. Udah 60 show tetap yang gua tanya jeleknya di mana gitu. Heeh. Jadi artinya gua enggak tahu ini ini muncul dari mana rasa ini,
07:35
Speaker A
tapi ini yang ngebuat gua jalannya jauh banget. Ini yang ngebuat gua produknya banyak. Hmm. Ada film, ada stand up, ada apa, ada ini YouTube hampir tiap hari lagi. Iya. Iya. Iya kan? Kadang-kadang gua kadang-kadang sampai kayak ditelepon adik gua, "Are you ok?" Dia bilang,
07:50
Speaker A
"Iya." Bukan, "Are you happy" gitu ya. Iya. Bukan, "Bang, are you ok? Lu banyak banget ngeluarin ini itu di salah-selah tour gua ngeluarin mini album dan buku dia juga kayak are you okey you ok oke iya oke oke aja gitu jadi artinya karena
08:05
Speaker A
dorongan itu sih dorongan enggak punya rasa puas itu gitu Yeah.
Topics:burnoutkebahagiaan kerjamotivasi kerjaRaditstand up comedystorytellingpengembangan diripassionkegagalanproduktif

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →