Social Media Akan Berakhir Sebentar Lagi — Transcript

Video membahas bagaimana sosial media kini didominasi bot dan AI, menyebabkan konten spam dan kontrol algoritma demi keuntungan perusahaan.

Key Takeaways

  • Sosial media saat ini didominasi oleh bot dan AI yang mengontrol konten dan interaksi.
  • Algoritma dirancang untuk memaksimalkan waktu tonton dan ketergantungan pengguna, bukan kualitas informasi.
  • Fenomena spam dan doom scrolling menunjukkan bagaimana konten berulang dan berisik menjadi norma.
  • Mayoritas interaksi di platform sosial media bukan berasal dari manusia asli.
  • Tujuan utama perusahaan sosial media adalah keuntungan finansial dan kontrol pengguna melalui algoritma.

Summary

  • Pengguna sosial media sering mengalami konten dan komentar yang repetitif dan tidak manusiawi.
  • Teori Dead Internet menyatakan sebagian besar aktivitas online sudah dikuasai oleh bot dan AI sejak lama.
  • Istilah spam berasal dari sketsa Monty Python tahun 1970 yang menggambarkan kekacauan informasi.
  • Internet berkembang pesat di 2000-an dengan munculnya sosial media awal seperti MySpace dan AOL.
  • Algoritma sosial media dirancang untuk meningkatkan durasi pengguna menatap layar, bukan kualitas konten.
  • Konten spam dan berisik justru lebih menarik dan membuat ketagihan, fenomena ini dikenal sebagai doom scrolling.
  • 51% aktivitas internet dilakukan oleh bot, dengan 37% di antaranya adalah bad bots yang menipu dan meniru manusia.
  • AI kini mampu membuat konten dan komentar otomatis yang sulit dibedakan dari manusia asli.
  • Platform seperti Twitter dan Twitch memiliki persentase pengguna bot yang signifikan, memanipulasi interaksi.
  • Tujuan utama perusahaan sosial media adalah menghasilkan uang dan kontrol melalui algoritma yang mengatur konten.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Sebelum kalian tidur, pasti kalian luangin waktu beberapa menit untuk scroll konten sosial media. Semuanya kelihatannya normal aja, postingannya, komentarnya. Tapi semakin lama scrolling, kontennya semakin repetitif.
00:13
Speaker A
Komentar-komentarnya juga mulai terasa berulang-ulang. Percaya enggak kalau sosial media itu udah bukan manusia lagi yang kendaliin, melainkan perusahaan-perusahaan raksasa dan pemerintah dengan tujuan jahat yang akan gua bahas di video ini.
00:29
Speaker A
Ada teori unik yang dimulai sejak 2021 di forum obrolan Agora Rot. Mereka sebut obrolan ini The Dead Internet Theory, di mana mereka percaya kalau internet yang kita kenal hari ini sebenarnya udah lama mati. Sebagian besar aktivitas online itu udah bukan lagi dilakukan oleh
00:45
Speaker A
manusia, melainkan oleh bot, oleh algoritma, dan oleh kecerdasan buatan alias AI yang perlahan mengambil alih semuanya. Dan anehnya kalau kita teliti lebih dalam ya, jejaknya itu udah dimulai sejak 1970, lebih tepatnya tanggal 15 Desember 1970.
01:03
Speaker A
Ada sketsa komedi Inggris bernama Monty Python Flying Circus yang menayangkan episode berjudul Spam. Di dalam acara itu ada suami istri masuk ke sebuah kafe. Mereka pesan makanan tapi ada hal aneh. Setiap makanan di menunya itu spam semua. Tahu kan makanan kaleng dari
01:22
Speaker A
daging olahan? Ketika si istri menolak karena enggak suka spam, ada Viking di kafe itu mulai nyanyi lagu spam. Spam, spam, spam, spam. Semakin lama mereka nyanyi makin keras sampai semua percakapan tenggelam dalam suara yang kacau. Enggak lagi bisa bedain mana yang
01:39
Speaker A
nyata. Di tahun 1993 mulailah era komputer awal. Ada satu forum tertua di dunia bahkan sebelum Reddit atau Kaskus.
01:48
Speaker A
Usenet namanya. Orang mulai ngetik kata spam berulang-ulang kali di salah satu chat room mereka karena iseng pengen menenggelamkan pesan orang lain. Lucunya dari film jadul tadi sampai ke forum Usenet lahir istilah spamming yang punya definisi segala bentuk pesan
02:05
Speaker A
berlebihan yang enggak relevan dan bersifat mengganggu. Ironisnya sketsa spam tadi ternyata kasih ramalan yang sempurna tentang masa depan internet kita. Kata spam udah bukan jadi lelucon lagi dan juga bukan berarti daging olahan kalengan melainkan berubah menjadi simbol dari kekacauan informasi.
02:26
Speaker A
Masuk ke tahun 2000-an, internet meledak. Ratusan ribu komputer tersambung. Jutaan situs baru lahir. Dan untuk pertama kalinya manusia bisa saling bertukaran informasi menggunakan sosial media awal kayak Fster, MySpace, AOL tanpa harus dibatasin tukang surat atau burung merpati kayak zaman purba.
02:46
Speaker A
Tapi dalam perkembangan teknologi, setiap berkah pasti datang bersama kutukan. Karena adanya sosial media, internet sekarang jadi lautan konten tanpa batas.
03:00
Speaker A
Dan tahulah semua yang gerakin platform-platform ini adalah algoritma. Awalnya emang diciptakan untuk bantu kita menemukan hal yang informatif kayak video masak, sepak bola, atau belajar coding. Tapi seiring berjalannya waktu, perusahaan-perusahaan pembuat hosm ini belajar satu hal. Semakin bagus
03:20
Speaker A
algoritmanya berarti semakin lama manusia menatap layar. Dan algoritma yang bagus bukan berarti konten yang bagus loh, justru kebalikannya. Gua kasih contoh, konten ASMR bisa dapat views puluhan juta meskipun gak ada informasi yang bisa kita serap. Konten dari yang edukatif lama-lama jadi
03:38
Speaker A
kosong, berisik, dan algoritma yang dicap bagus itu kalau dia bisa memunculkan konten yang enggak jelas.
03:44
Speaker A
Pokoknya yang gampang menarik perhatian user untuk bisa scroll berjam-jam. Kita balik ke konsep spam tadi. Jadi, apa bedanya orang yang berpikir kalau spam itu mengganggu? Sekarang konten yang kita konsumsi juga punya karakteristik yang mirip. Kosong, berisik, berulang-ulang. Malahan konten begituan
04:04
Speaker A
lebih bikin ketagihan. Istilah yang paling sering dipakai itu doom scrolling. Di mana banyak kasus orang jadi malas karena cuman mau berjam-jam scrolling di TikTok setiap hari. Heran ya, sekarang user YouTube atau Instagram itu mulai nyaman dengan konten spam
04:20
Speaker A
begini dibanding konten yang informatif. Dan algoritma jelas mendukung lah demi user yang semakin sering pakai aplikasinya.
04:29
Speaker A
Ada perusahaan cyber security bernama Imperva yang bikin laporan lumayan seram. 51% aktivitas di internet itu dilakukan oleh bot bukan manusia.
04:40
Speaker A
Sebanyak 14% itu good bots yang tujuannya untuk menjaga internet lebih aman. Dan 37%-nya itu bad bots yang tujuannya itu untuk mencari data, menipu user, atau meniru manusia agar aplikasinya terlihat ramai. Dengan kata lain, tiga dari 10 orang yang kalian
04:58
Speaker A
lihat secara online kemungkinan besar bukan manusia. Sekarang bayangin di era yang akan mendatang di mana AI udah bisa menulis, berbicara, bahkan bisa mengimitasi sosok yang mirip seseorang, botalan lebih banyak dan semakin manusia. Tahun 2024, Jack Conte, CEO Patreon, pernah bilang sesuatu yang
05:19
Speaker A
menampar realita. Dia bilang, "Sekarang itu algoritma dioptimasi untuk fokus ke watch time, bukan lagi fokus ke siapa yang di-follow. Lama-lama jadi follow akun-akun random yang kontennya itu lebih gampang ditonton. Algoritmalah yang atur kalian mau nonton apa, bukan kalian lagi yang menentukan. Dan
05:39
Speaker A
perusahaan-perusahaan pembuat algoritma ini juga sadar kalau kita itu gampang dipengaruhi. Konten sekarang aja ya udah banyak dibuat sama AI. Misalnya memandai bla bla bla di suatu negara atau interview AI dengan AI yang semuanya digenerate AI. Bahkan kemarin suara dua
06:00
Speaker A
keluarin video generator yang bisa bikin skenario di luar nalar dengan akurasi tinggi. Belum lagi kalau kalian masuk ke kolom komentar, banyak yang cuman kirim emoji dan banyak yang repetitif. Percaya enggak kalau semua komentar ini dibuat sama akun bot? Kasus paling gampang itu
06:16
Speaker A
kita lihat Twitter atau X deh. Di mana 11,5 juta penggunanya itu bot. Gila berarti 5% dari pengguna aplikasinya itu bukan manusia. Ini terjadi di tahun 2022 loh. Sekarang mungkin lebih banyak.
06:30
Speaker A
Kasus lain itu Twitch. Mungkin di Indonesia jarang yang pakai. Platform ini biasa dipakai tuh sama live streamer luar dan 41.000 live streamer yang punya viewers 50 ke atas, mereka itu memasukkan jumlah views biar seolah-olah kelihatannya rame. YouTube pun juga
06:47
Speaker A
mulai ikutin. Banyak user komplain kalau komentarnya itu udah mulai bersifat promosi atau repetitif. Bahkan ada laporan di tahun 2022 kalau YouTube penghapus 737 juta komentar karena bersifat spam atau menipu. Kirain rame ngobrol sama orang-orang di internet, tapi ternyata bot doang. Lama-lama
07:07
Speaker A
YouTube dan platform sosem lainnya bakal jadi kuburan digital. Sosial media itu tempat nomor satu di dunia sekarang.
07:14
Speaker A
Pusing hidup nge-scroll, lagi patah hati nge-scroll, gabut di kantor nge-scroll. Tapi kita sebenarnya sebagai user enggak pernah tahu kan motif di belakang algoritma itu apa?
07:29
Speaker A
Kenapa perusahaan-perusahaan mau ngelakuin semua ini? Jawabannya sederhana, uang dan kontrol. Di dunia digital, interaksi itu segalanya. Selama platformnya kelihatan hidup, user bakal semakin berdatangan. Selama ada user, investor semakin percaya. Dan selama ada angka, iklan tetap berjalan. Enggak masalah kalau setengah ataupun lebih
07:51
Speaker A
dari interaksi itu dibuat bukan sama manusia. Yang penting kan enggak ketahuan kan. Misalnya kalian lihat restoran yang ramai dari depan jadinya pengen makan di situ juga. Tapi semakin dilihat keramaian itu ternyata cuman patung manekin. Nah, bedanya manekin di
08:07
Speaker A
sosial media itu adalah AI yang semakin pintar dan semakin enggak bisa dibedain dengan manusia. Balik lagi tujuan perusahaan itu untuk mencetak duit platform rame meskipun mayoritasnya bot.
08:19
Speaker A
Tapi iklan dan sponsor bakal tetap berdatangan. Kalau kita sebagai user enggak senang, ya tinggal keluar aja uninstall aplikasinya kan. Tapi sekarang masalahnya ketergantungan kita yang enggak bisa hidup kalau enggak buka YouTube atau TikTok atau Instagram.
08:34
Speaker A
Jadilah motivasi kedua mereka. Kontrol. Algoritma belajar dari user. Tiru cara kita berkomentar, like postingan, membuat konten, bahkan cara kita berempati. Semua kuadriliun data interaksi ini bakal dipakai untuk melatih bot biar bisa secara otomatis bisa membuat konten, berinteraksi, bahkan berdebat di kolom komentar. Dan
08:57
Speaker A
lama-kelamaan in...
09:10
Speaker A
Contohnya ada figur politik yang enggak disukai sama para elit pengendali sosmat. Bisa aja ada hoaks atau opini-opini yang menjatuhkan figur-figur tersebut dikendalikan oleh bot. Contoh lainnya menciptakan tren dari nol sampai akhirnya seluruh dunia ikutan. Jangan salah, ini campaign marketing yang luar
09:29
Speaker A
biasa. Bayangin bikin satu brand baju dan tiba-tiba meledak karena manipulasi algoritma. Tapi kan jelas melanggar etika. Inilah bentuk kontrol modern.
09:39
Speaker A
bukan dengan kekerasan, tapi dengan infiltrasi. Dan saat manusia enggak bisa lagi membedakan mana yang nyata dan mana yang simulasi, suara yang menang itu tuh bukan kebenaran, melainkan suara yang dibentuk algoritma. Udah terjadi loh di Cina sejak 2011-an pemerintah mereka tuh
09:56
Speaker A
mulai pakai internet untuk sebarkan propaganda. Pokoknya yang jelek-jelekin tentang Cina itu langsung diblokir dari luar dan dalam. Enggak perlu jauh-jauh, tanggal 30 Agustus kemarin Indonesia pas lagi demo pemerintah gampang banget matiin TikTok Live. Ini kan salah satu mekanisme kontrol juga ya. Ada quote
10:15
Speaker A
dari Malcom X nih. Siapa yang menguasai media bisa membuat yang tidak bersalah menjadi salah dan yang salah menjadi tidak bersalah. Dengan kata lain, di dunia sekarang yang mengontrol sosial media akan berkuasa. Makanya si Donald Trump bikin sosial media dia sendiri
10:30
Speaker A
trosal dengan tujuan untuk membawa influence. melalui narasi dia. Kalian mau enggak pakai platform dia?
10:38
Speaker A
Sebenarnya death internet theory ini udah bukan sekedar teori lagi loh, karena udah dipraktikin meskipun dalam bentuk skala kecil. Koneksi manusia perlahan digantikan oleh sistem AI yang kita bantu latih dengan menggunakan sosial media berjam-jam. Hal yang harus kita takutkan itu bukan kuasa EAI yang
10:55
Speaker A
bertambah besar, tapi seharusnya takut akan ketidakpedulian orang-orang yang enggak menyadari kalau lama-lama kita ini digantikan. Video ini cocok banget untuk teman kalian yang terlalu sering scrolling sosem. Coba siapa boleh share ke mereka. Subscribe channel ini untuk selalu diingatkan betapa seramnya dunia
11:14
Speaker A
digital kita ini. Sampai jumpa di video berikutnya. Yeah.
Topics:sosial mediabotalgoritmaAIspamdoom scrollingkonten digitalinternetkontrol sosial mediateori Dead Internet

Frequently Asked Questions

Apa itu teori Dead Internet yang dibahas dalam video ini?

Teori Dead Internet menyatakan bahwa sebagian besar aktivitas online saat ini bukan dilakukan oleh manusia, melainkan oleh bot, algoritma, dan AI yang mengontrol konten dan interaksi di internet.

Mengapa konten spam dan berulang menjadi dominan di sosial media?

Karena algoritma sosial media dirancang untuk memaksimalkan durasi pengguna menatap layar, konten yang mudah menarik perhatian seperti spam dan konten berulang lebih diutamakan daripada konten informatif.

Berapa persentase aktivitas internet yang dilakukan oleh bot menurut video ini?

Menurut laporan perusahaan cyber security Imperva yang disebutkan dalam video, sekitar 51% aktivitas di internet dilakukan oleh bot, dengan 37% di antaranya adalah bad bots yang berfungsi menipu dan meniru manusia.

Get More with the Söz AI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →