Presiden Prabowo soal Serangan Air Keras terhadap Aktiv… — Transcript

Presiden Prabowo menegaskan pengusutan tuntas serangan air keras terhadap aktivis KontraS dan menolak intimidasi terhadap pengkritik pemerintah.

Key Takeaways

  • Presiden Prabowo menegaskan komitmen pengusutan tuntas serangan terhadap aktivis KontraS.
  • Tidak ada toleransi bagi pelaku teror, termasuk aparat negara jika terbukti bersalah.
  • Jaminan perlindungan kebebasan berpendapat tanpa intimidasi dari pemerintah.
  • Kebutuhan membersihkan institusi penegak hukum dan BUMN dari praktik korupsi dan penyalahgunaan.
  • Pentingnya objektivitas dalam mengatasi disinformasi dan spekulasi negatif terhadap pemerintah.

Summary

  • Presiden Prabowo menanggapi serangan air keras terhadap aktivis KontraS Andri Yunus yang mengalami luka serius.
  • Kapolri mendapat instruksi langsung dari Presiden untuk mengusut tuntas kasus ini hingga aktor intelektual di baliknya.
  • Presiden menyebut tindakan tersebut sebagai terorisme dan menegaskan tidak akan ada impunitas, termasuk jika pelaku aparat negara.
  • Presiden menegaskan jaminan tidak boleh ada warga yang diintimidasi atau diteror karena mengkritik pemerintah.
  • Presiden mengakui adanya kekurangan aparat dan berkomitmen membersihkan institusi seperti polisi, jaksa, intelijen, dan BUMN.
  • Presiden terbuka terhadap pembentukan tim independen untuk mendukung pengusutan kasus ini, dengan catatan independensi yang objektif.
  • Presiden menyoroti adanya disinformasi dan provokasi yang dapat memicu spekulasi negatif terhadap pemerintah.
  • Presiden mengajak masyarakat bersabar dan menegaskan dukungan rakyat terhadap pemerintah tetap kuat.
  • Presiden membedakan antara kritik wajar dan tindakan makar yang berpotensi merusak negara.
  • Diskusi juga mencakup isu ruang kebebasan berpendapat dan perbandingan dengan negara lain terkait pembatasan informasi.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Bukan ekonomi, tapi isu yang juga luar biasa penting, Pak. Eh, aktivis Kontras, Pak. Eh, bernama Andri Yunus.
00:09
Speaker A
Iya. Disiram air keras. Iya. Ee mengalami luka serius. Iya. Luka bakar hampir 20%. Iya.
00:16
Speaker A
Kornea matanya sebelah kanan juga rusak. Iya. Em, Kapolri sudah mengatakan mendapatkan instruksi langsung dari Pak Presiden untuk mengusut kasus ini. Dan saya juga ingin mengutip Menteri Koordinator Hukum, Menteri Bapak Pak Yusril, eh Komnas HAM, Komisi 3 DPR semuanya
00:33
Speaker A
menilai ini bukan sekedar tindak kriminal, Pak Presiden, tetapi ini serangan terhadap demokrasi, serangan terhadap pembelaan. Saya ingin tahu posisi Bapak apakah setuju dengan penilaian itu, Pak?
00:44
Speaker A
Ya pastilah. Ini terorisme, iya kan? Tindakan biadab harus kita kejar, harus kita usut, harus kita usut sampai ke bukan hanya pelaku lapangan, tapi apakah siapa yang nyuruh, siapa yang nyuruh, siapa yang bayar?
01:03
Speaker A
Termasuk apabila ternyata yang melakukan itu aparat negara, Pak. Ya, jelas dong yang berseragam tidak akan dilindungi, tidak akan ada impunitas.
01:13
Speaker A
Tidak akan. Bapak menjamin itu, Pak? Saya menjamin, Bu. Tapi sebaliknya kalau ini provokator yang bukan dari pemerintah, bukan dari aparat, jelas kita harus usut kok.
01:25
Speaker A
Iya. Pola yang terjadi selama ini, kasus-kasus teror berulang dan ee tidak pernah terungkap sampai yang memberikan perintah sebatas di pelaku lapangan.
01:38
Speaker A
Spesifik, Pak, saya mau menyebutkan ini yang terjadi selama ee setahun terakhir, Pak. Em ada yang tadi Bapak sebutkan wartawan Tempo, Fransiska Christi Rosana, ada Tio Ardianto, ada Ramon Doni Adam, ada Firindian Aureleo, ada Sheril Anavita, ada Iqbalik Damanik, ada Zainal Arifin
01:58
Speaker A
Mukhtar. Latar belakang mereka, Pak Presiden, semuanya beragam tetapi kesamaannya adalah semuanya kritis menyampaikan pandangan di muka publik.
02:06
Speaker A
Emm, apakah Bapak bisa memahami ada kekhawatiran yang muncul bahwa ruang aman untuk bersuara menjadi semakin menyempit, Pak?
02:16
Speaker A
Anda merasakan apakah dibandingkan dengan banyak negara apa kita batasi enggak? Ada yang merasakan coba lihat kita batasi enggak TikTok, fake news, hoax kebohongan yang disiarkan tiap hari?
02:34
Speaker A
Coba Anda lihat, coba bandingkan sama negara lain. Karena yang terjadi adalah dampaknya yang kita lihat, Pak, mereka yang bersuara kritis.
02:41
Speaker A
Iya. Tapi kadang-kadang ada orang, "Mbak Nana, kita ini bukan anak kecil, kita sudah hidup lama.
02:47
Speaker A
Kadang-kadang kan ada peristiwa yang justru dibuat seolah Anda ngerti ya, itu namanya provokasi." Itu ada di buku mana? Ada di buku intelligence ada itu. Itu namanya false flag operation.
03:02
Speaker A
Iya kan? Melakukan aksi teror seolah yang lakukan orang Palestina. Tapi yang lakukan bukan orang Palestina, yang lakukan Mossad itu terjadi.
03:13
Speaker A
Sebetulnya Anda paham ya? Ee jadi sama juga ini ini mau mengarah bahwa rezim kita otoriter.
03:21
Speaker A
Sebetulnya spekulasi-spekulasi itu muncul karena ketidakadaan jawaban, Pak Presiden. Jadi kerap kali kasus-kasus yang terjadi ini berhenti ee begitu saja, tidak terselesaikan sehingga kemudian ee muncullah begitu persepsi publik bahwa wah kalau ini tidak selesai berarti ini ada unsur negara yang
03:40
Speaker A
bermain dan sebagainya. Karena tidak ada jawaban ini saya ingin menjamin saya ingin membangun Indonesia yang beradab. Ya, itu cita-cita saya. Saya ingin membangun pemerintah yang bersih.
03:56
Speaker A
Saya ingin punya polisi yang bersih, jaksa yang bersih, intelijen yang bersih. Anda tahu? Saya mau tanya sekali lagi ya. Saya ini korban juga, tapi saya itu berpikir yang besar.
04:11
Speaker A
Konsen rakyat, pangan, energi. Benar enggak? Dengan perang harga pangan bisa naik. Tapi saya mau tanya ini bulan Ramadan harga pangan terkendali atau tidak?
04:25
Speaker A
You know I think we are doing a good job. Saya ya. Jadi percayalah saya tidak akan mengizinkan hal-hal seperti itu terjadi.
04:33
Speaker A
Itu yang ingin kami dengar, Pak. Iya. Percayalah saya dipilih oleh rakyat untuk membela rakyat tapi kita waspada. Saya mau, saya minta diusut. Benar ya.
04:46
Speaker A
Diusut sampai aktornya. Iya. Sampai aktornya. Saya rasa pernyataan Pak Presiden sudah bol ya soal yang itu ya.
04:51
Speaker A
Iya. Dan berarti Bapak tadi bicara secara tegas tidak boleh ada warga yang diintimidasi, yang diteror karena mengkritik pemerintah.
05:00
Speaker A
Tidak boleh. Jaminan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Kalau bohong ada itu saya lakukan. Iya.
05:08
Speaker A
Bapak apakah memberikan tenggat waktu ke Kapolri, Pak untuk pengusutan kasus ini? Ya, saya ini orang realistis dan saya seorang yang adil. Dari segi kapasitas kita biarkanlah mereka bekerja ya. Tapi tidak hanya Polri, banyak lembaga lain juga harus bekerja. Iya kan?
05:31
Speaker A
Lembaga lain penegak hukum juga yang di luar polisi hukum ya kan. Apakah Bapak terbuka dengan ide membentuk tim independen untuk me-back up ini, Pak?
05:41
Speaker A
Kita bisa pertimbangkan. Kita bisa pertimbangkan rasa independen ya. Independen. Iya. Jangan semua LSM-LSM yang sudah a priori benci sama ee pemerintah yang dapat uang dari luar negeri ya kan. Nah, I kan kalau Anda mau bicara, Anda mau bicara
06:02
Speaker A
apa adanya, saya juga bicara padanya gitu. Iya kan? Tapi yang jelas malam ini ee kami sudah mendengarkan langsung statement dari Presiden.
06:10
Speaker A
Presiden sangat bot tegas. Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin menegakkan hukum. Bagaimana kita tegakkan hukum kalau kita biarkan seperti ini? Kalau itu dari aparat.
06:23
Speaker A
Dan saya saya ingin kasih tahu bahwa memang aparat kita ya banyak kekurangannya. Kita kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani ngelawan menteri, akhirnya kita pecat kan banyak sekali dirjen-dirjen.
06:39
Speaker A
Ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable, ada lembaga-lembaga yang merasa enggak boleh diaudit. Ini sedang saya ini pekerjaan tidak ringan. Tapi kan saya tidak mau sedikit-sedikit mengeluh atau sedikit-sedikit mencari simpati rakyat.
06:56
Speaker A
Ya, ini pekerjaan saya. Saya dilantik untuk itu saya bersihkan. Iya. BUMN saya sedang bersihkan.
07:07
Speaker A
BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar. Jadi, Saudara dari Banani memang ini masalah Indonesia gitu loh. Di mana-mana. Iya kan?
07:21
Speaker A
Jadi, tapi bahu percayalah bahwa tidak ada niat dari pemerintah apalagi yang saya pimpin untuk lakukan seperti itu.
07:28
Speaker A
Come on. Apa sih benar enggak rakyat kita enggak bodoh. Saya mau ingatkan ya, sampai hari ini rakyat yang di bawah itu dukung saya persis yang disampaikan tadi Pak Dedek Ded Basri.
07:46
Speaker A
Dedek. Iya kan? Kalau memang rakyat tidak suka sama saya bisa turun ke jalan ramai-ramai.
07:52
Speaker A
Tapi mereka tahu kalau rusuh semua negara yang rugi. Mau ganti saya tunggu dong 202 jadi negara yang beradab. Ya sabar ya.
08:05
Speaker A
Iya sabar. Tapi yang saya lihat ya, Mbak Nana harus harus objektif juga ya ee sebagai seorang tokoh bahwa ee destabilisasi, disinformasi itu bagian dari bernegara.
08:28
Speaker A
Jadi ada negara-negara tertentu yang punya keahlian di situ. Regime change, color revolution. Come on. Masa Anda enggak pernah baca, enggak pernah lihat.
08:38
Speaker A
Iya kan? Asia Tengah. Apakah Bapak membaca kritikan-kritikan yang dilontarkan baik oleh pengamat yang Bapak sebut tidak patriotik? Seperti tadi ee pertanyaan Mbak Eno atau dari orang-orang yang memang selama ini kritis terhadap pemerintah itu semuanya bermuara pada keinginan untuk regime
08:53
Speaker A
change, Pak Presiden. Eh, tidak semuanya. Saya tidak pernah mengatakan semuanya sebagai tapi ada.
09:01
Speaker A
Oh, jelas ada. Bagaimana? Bagaimana Bapak membedakan itu, Pak? Mana yang menurut Bapak memang ini sudah keluar jalurnya? Sudah ee saya ingat istilah Bapak makar waktu dulu ee bulan Agustus ada demo dan mana yang memang ya ini sesuatu yang yang
09:16
Speaker A
wajar. I jelas waktu Agustus ya jelas makar dia mau bakar ee apa gedung DPR.
09:24
Speaker A
Kantor gubernur. Kantor gubernur. Institusi pemerintahan mau dibakar makar bikin kerusuhan bawa bom molotov. Iya kan tidak ada LSM yang ribut soal bom molotov.
09:40
Speaker A
Oh banyak yang ada yang protes sampaikan banyak yang protes. Banyak yang protes. Come on. Sudahlah banyak yang protes.
09:46
Speaker A
Jujur buka rekam jejaknya rekam digitalnya. Mungkin tapi dalam round satunya kita cukupkan dulu ya.
09:51
Speaker A
Enggak enggak enggak enggak biar aja biar aja. Ayo silakan kata Bapak Presiden biar biar iya enggak apa-apa ini kesempatan bagi saya jawab.
10:00
Speaker A
Betul Pak. Terima kasih kesempatan. Ada yang ribut enggak soal bom molotov? Bany
10:09
Speaker A
Banyak, Pak. Pemberitaan media juga banyak soal itu. Enggak ada itu, pemberitaan media banyak soal itu.
10:13
Speaker A
Banyak banyak yang mengecam. I saya hormati itu. Silakan. Tapi begitu bakar-bakar itu kriminal. Iya. Tapi ee kenyataannya, Pak, ratusan yang ditangkap kemarin itu kebanyakan justru mahasiswa ee ada satu penelitian yang menyebut terbesar sejak zaman reformasi penangkapan yang terjadi pada
10:38
Speaker A
ee mahasiswa dan aktivis, Pak. Tetapi provokatornya atau siapapun yang bertanggung jawab, aktor yang menyuruh dan sebagainya itu tidak pernah terungkap alih-alih dibawa ke pengadilan, Pak Presiden.
10:50
Speaker A
Ya, itu tantangan kita. Kita harus cari. Saya baru menjabat berapa tahun? 1 seteng tahun.
10:56
Speaker A
1 seteng. Masih ada waktu untuk saya membuktikan. Membuktikan. Kami tunggu pembuktian itu, Pak Presiden. Kami tunggu pembuktian itu.
11:04
Speaker A
Hah? Jumlah koruptor yang saya tangkap berapa? Come on. Ya kan percaya? Saya sumpah untuk membela rakyat saya.
11:14
Speaker A
Saya pertaruhkan jiwa saya berkali-kali. Saya tidak rela saya tinggalkan negara ini nanti pada saat saya dipanggil Tuhan. Saya tidak rela ini jatuh ke tangan maling-maling bandit-bandit.
11:26
Speaker A
Saya tidak rela. Baik Pak. Dari Mbak Nana cukup dulu. Sebetulnya masih ingin panjang, cuma masih round dua ya. Nanti round du ya.
Topics:Presiden Prabowoserangan air kerasaktivis KontraSpengusutan kasusterorismekebebasan berpendapatintimidasipenegakan hukumdisinformasipolitik Indonesia

Frequently Asked Questions

Apa sikap Presiden Prabowo terhadap serangan air keras yang dialami aktivis KontraS?

Presiden Prabowo menganggap serangan tersebut sebagai tindakan terorisme yang biadab dan menegaskan akan mengusut tuntas hingga pelaku intelektual, termasuk jika pelaku adalah aparat negara.

Apakah Presiden menjamin kebebasan berpendapat di Indonesia?

Ya, Presiden Prabowo memberikan jaminan tidak boleh ada warga yang diintimidasi atau diteror karena mengkritik pemerintah, serta berkomitmen menjaga ruang aman untuk bersuara.

Bagaimana Presiden menanggapi isu adanya provokasi dan disinformasi terkait kasus ini?

Presiden menyatakan bahwa disinformasi dan provokasi adalah bagian dari dinamika bernegara dan menekankan perlunya objektivitas serta pengusutan yang transparan untuk menghindari spekulasi negatif.

Get More with the Söz AI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →