TUDING PBNU RUSAK DITANGAN GUS YAHYA. CAK IMIN JAMIN PK… — Transcript

Diskusi politik PKB, peran Gus Yahya, dan dinamika pemerintahan serta penanggulangan kemiskinan di Indonesia.

Key Takeaways

  • PKB berkomitmen mendukung calon yang berpotensi menang di Pemilu 2029.
  • NU didorong untuk tidak berpolitik secara langsung, namun konflik internal masih menjadi tantangan.
  • Pemerintah fokus menjaga stabilitas pangan dan energi di tengah krisis global.
  • Penanggulangan kemiskinan kini lebih mengarah pada pemberdayaan masyarakat daripada hanya bantuan sosial.
  • Transparansi dan komunikasi publik masih perlu diperbaiki dalam pemerintahan.

Summary

  • Gus Yahya dianggap mendorong NU agar tidak berpolitik, namun konflik internal tetap terjadi.
  • PKB dipastikan mendukung calon yang pasti menang pada Pemilu 2029, dengan Cak Imin sebagai tokoh utama.
  • Diskusi tentang situasi pemerintahan saat ini, termasuk kritik dan tantangan yang dihadapi kabinet.
  • Pentingnya sektor pangan sebagai penopang stabilitas nasional meski ada masalah di sektor energi.
  • Perdebatan kabinet berjalan intens dengan fokus pada pengendalian subsidi dan stabilitas harga BBM subsidi.
  • Pemerintah menyiapkan skenario terburuk agar Indonesia mandiri dan tidak bergantung pada kondisi global.
  • Menko Pemberdayaan Masyarakat mengkoordinasikan enam kementerian yang fokus pada penanggulangan kemiskinan.
  • Perubahan strategi penanggulangan kemiskinan dari bantuan sosial karitatif ke pemberdayaan melalui capacity building dan akses permodalan.
  • Kritik terhadap kurangnya transparansi informasi publik terkait kejadian penting seperti kecelakaan kereta.
  • Dialog antara tokoh politik dan masyarakat sipil sebagai bagian dari budaya demokrasi yang sehat.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Itu kenapa enggak ada yang berani melawan Anda di PKB? Itu bukan enggak ada yang berani melawan ya, karena jadi gara-gara Gus Yahya ngomong sama Bang Akbar macam-macam itu.
00:11
Speaker A
Heeh. Lalu Ilham muncul. He loh, ini orang ini enggak sadar kalau dia gagal gitu.
00:19
Speaker A
Berarti saya bikin masalah ternyata tanpa saya sadar ya. Jempol besar untuk Gus Yahya yang mendorong NU tidak berpolitik itu terbaik. Hm.
00:31
Speaker A
Tapi secara internal jangan berpolitik internal konflik seperti itu. Ah, saya enggak tahu karena wilayah Tambang ini menurut saya wilayah sumber masalah.
00:40
Speaker A
Ada berkah kok jadi musibah gitu. Itu kemadaratan bagi NU. Sejak kapan sih seperti itu?
00:47
Speaker A
Ya, sejak politisi masuk NU aja sebetulnya. Ini kalau enggak musyawarah, Pak. Ini yang bermain yang mau bermain-main.
00:55
Speaker A
Yes. Ya, kalau Pak Prabowo maju lagi dan kayaknya pasti maju lagi ya, pasti menang.
01:02
Speaker A
Dan Sim ya, kita ikut yang menanglah pasti. Forum ini adalah sebuah forum yang kami sebut berimbang tanpa timpang.
01:32
Speaker A
Kami berbicara dengan banyak orang. Seperti itulah seharusnya sebuah kebudayaan bangsa yang bermartabat. Kadang kami harus berbicara dengan para kritikus.
01:42
Speaker A
Civil society. Tetapi pada saat yang bersamaan juga kami memilih untuk berbicara juga dengan para pengambil kebijakan. Begitulah seharusnya sebuah bangsa yang bertumbuh dengan pikiran-pikiran positif. Saya merasa terhormat karena seorang Menko, Menko Pemberdayaan Masyarakat untuk kedua kalinya datang ke tempat saya yang juga
02:03
Speaker A
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Gus Muhaimin Iskandar. Gus, terima kasih ya. Terima kasih diundang.
02:12
Speaker A
Tapi lama ya, Pat? Iya. Tahun berapa itu? Sibuk kali ya memang jadi menteri ya.
02:16
Speaker A
Enggak ya? Biasalah kita kadang-kadang kan cari aman. Enggak usah jangan banyak bicara. Itu dia. Saya beberapa kali protes para teman-teman di istana ya.
02:27
Speaker A
Heeh. Kenapa begitu? Sulit menemukan orang yang mau berbicara dengan publik di mana seharusnya kan ini hak kita untuk mendapatkan informasi itu. Maka kemudian ketika orang seperti panjenengan datang, Menteri Pertanian, Pak Amran Sulaiman datang, Mutia Hafiz dan masih banyak lagi yang lain,
02:47
Speaker A
Tidak boleh juga saya katakan bahwa tidak ada banyak juga, tapi ada beberapa informasi yang kita sangat butuhkan itu harusnya ada. Contoh misalnya kan pada saat kita ngambil gambar ini semalam terjadi kecelakaan kereta di salah satu di Bekasi kalau saya enggak salah ya,
03:02
Speaker A
Konon kabarnya 14 orang yang meninggal. Kami harus berbicara dengan otoritas siapa kekai gitu ya, tapi enggak ada yang berbicara. Itu satu hal. Tapi apapun namanya, ketua umum, saya ingin memulai pertanyaannya begini.
03:18
Speaker A
Seperti apa sih gerangan situasi pemerintahan sekarang, terutama di meja rapat kabinet itu di mana begitu banyak pertanyaan, gugatan, kemarahan, bahkan yang ter apa ya tercurah. Bagaimana pemerintahan ini bereaksi? Saya pengin tahu dari orang yang pasti hadir di di kursi utama di
03:41
Speaker A
Pemerintahan di rapat kabinet, Gus. Ya sebetulnya kita berjalan tanpa henti untuk terus sesuai dengan target dan tujuan saja.
03:53
Speaker A
Sedangkan reaksi, kemudian kritik, lalu berbagai kondisi yang di luar apa yang dikerjakan itu bagian dari proses biasa. Butuh waktu, butuh proses. Misalnya kalau dulu program MBG misalnya awal-awal kan memang luar biasa ada keracunan apa serangan heak
04:18
Speaker A
Enggak pernah berhenti. Tapi setelah dikerjakan terus-menerus akhirnya ada jalan keluar dan lancar. Begitu juga semua penanggulangan kemiskinan akhirnya juga bisa tercapai target-targetnya.
04:34
Speaker A
Jadi soal reaksi politik itu bagi kita sih itu demokrasi biasa saja sih. Itu satu hal ya. Tetapi kan yang pertanyaan saya adalah kita pengin tahu sebenarnya kalau boleh saya gunakan kata sekeras apa perdebatan tentang seluruh rangkaian kritik dan gugatan warga itu
04:56
Speaker A
Tadi. Sebab tampaknya hari ini begitu banyak masalah. Saya ingin mendeklare barangkali di tempat ini bahwa kita beruntung sebagai sebuah bangsa dari apa yang saya panggil sebagai orang politik ya, Gus adalah ada satu sektor yang tampaknya menjadi penyokong dari seluruh
05:16
Speaker A
Problem kita yaitu adalah amannya sektor pangan kita. He itu membuat kita masih merasa aman ya.
05:23
Speaker A
Tapi coba lihat energi kita bermasalah. Jangan kita katakan kita tidak bermasalah. Nah, saya izin pada bagian ini mengatakan gini, ketua umum kita dengan bangga mengatakan gini, banyak menteri kita aman untuk 26 hari ke depan seakan-akan kita kuat banget.
05:40
Speaker A
Tiba-tiba datang lapor Perdana Menteri Jepang mengatakan Jepang itu untuk sementara aman untuk 268 hari ke depan.
05:48
Speaker A
Berbeda kan cara pandangnya. Nah, pada bagian seperti itu kadang-kadang saya merasa apakah perdebatan di ruang kabinet itu sekeras dengan apa yang kita pikirkan di ruang publik ini? Pasti tidak, tidak ada yang tidak menjadi argumen yang cukup untuk
06:08
Speaker A
Mengambil keputusan. Pasti keputusan diambil berdasarkan berbagai perdebatan dan diskusi. Misalnya ya kita lihat saja Menteri ESDM enggak pernah berhenti kan dia harus mengejar target agar tidak mengurangi subsidi tetapi bisa bertahan dengan baik ketika krisis energi global ini
06:31
Speaker A
Terjadi. Akhirnya hari ini pun kita saksikan bahwa akhirnya subsidi belum dicabut. Harga masih relatif bisa terjangkau.
06:42
Speaker A
Nah, pasti perdebatan itu tidak pernah berhenti. Bahkan rapat-rapat terbatas itu yang saya kadang juga tidak ikut itu perdebatan angka data itu pasti luar biasa seperti itu ya.
06:58
Speaker A
Iya. Tapi kenapa seperti mungkin saja saya atau beberapa orang di antara kami yang tidak mengikutinya, tetapi yang saya baca di ruang publik itu kenapa tampak ada banyak yang tidak tertangani ya. Apa misalnya ruang publik itu misalnya harga BBM enggak naik kan.
07:17
Speaker A
Terus apa yang satu hal harga BBM tidak naik itu kan hanya untuk yang namanya BBM subsidi.
07:23
Speaker A
Subsidi. Tetapi pada non subsidi itu sudah meledak-meletup. Yes. Ya, harga pasar tidak harga pasar gitu kan. Ada karena katakanlah faktor hormus.
07:32
Speaker A
Oke. Presiden mengambil langkah yang menurut saya cerdas nih mengambil ke Rusia gitu ya. Tetapi kan kemudian sebelum itu datang kita sudah terjebak pada problem ini. Maka kita kembali ke problem hulu.
07:45
Speaker A
Apa itu? Bagaimana katakanlah Pertamina bereaksi sejak lama sebelumnya. Nah, hal-hal seperti ini yang kita pengin itu ada penjelasan yang apa namanya itu komplit dari pemerintah. Bagaimana reaksi pemerintah?
07:57
Speaker A
Iya, tentu output ya yang paling penting kan output ya. Output dari semua ini tiga ya. Yang pertama Pak Prabowo ini menghendaki yang paling pertama harus diselamatkan adalah yang gres rout yang bawah.
08:12
Speaker A
Bagaimana agar yang bawah, yang paling miskin, yang menjadi kewajiban utama ini terjaga.
08:20
Speaker A
Iya. Baru kedua stabilitas secara umum, tidak ada guncangan, inflasi terkendali itu misalnya itu stabilitas yang paling pokok kan inflasi terkendali, terutama inflasi bahan pangan itu yang paling pokok. Ini terus yang menjadi pekerjaan yang tidak mudah dan
08:44
Speaker A
Yang target yang kedua ini menjadikan harus mengeluarkan berbagai kekuatan pemerintah termasuk APBN. Nah, yang ketiga bagaimana agar krisis ini kita tetap sudah memiliki skenario terburuk yaitu mandiri, berdiri di atas kaki sendiri. Tiga hal inilah yang
09:08
Speaker A
Kemudian menjadi skala prioritas. Nah, output-nya adalah dalam negeri bisa tidak bergantung kepada konstasi global. Ini output ujungnya itu yang terus dilakukan.
09:25
Speaker A
Soal kemudian hiruk pikuk ramai itu biasa saja saya pikir ya.
09:40
Speaker A
Iya. Oke. Tentu saja saya bisa paham Gus menyangkut ini saya ke pembidangan panjenengan saja ini.
09:52
Speaker A
Menko Pemberdayaan Masyarakat itu koordinasinya dengan kementerian apa saja ya?
10:07
Speaker A
Iya. Menko Pemberdayaan ini Kemenko Pemberdayaan itu ada enam kementerian.
10:30
Speaker A
Oke. Kementerian Sosial, Kementerian UMKM, Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, Kementerian Ekonomi Kreatif. Ini semua tujuan utamanya adalah penanggulangan kemiskinan. Oke.
10:44
Speaker A
Nah, penanggulangan kemiskinan itu dulunya berbasis bantuan sosial, perlindungan sosial karitatif. Nah, sejak ada Kemenko Pemberdayaan ini ada pergeseran APBN yang keluar selain social safety net atau pengamanan jaring perlindungan sosial, ya.
11:09
Speaker A
baru 5 tahun ini. dari itu maka ee ya rentetannya panjang capacity building, akses permodalan, kemudian ee apa akses kepada bantuan sosial yang lebih memberdayakan. Jadi setiap rupiah dari APBN juga harus ada unsur-unsur dicabut subsidi sudah bisa mandil dari total em apa tupoksi dan ke wilayah
11:38
Speaker A
koordinasinya em Ketum itu berapa total APBN yang menjadi cakupan kerjanya ya dari enam kementerian terbesar sih Kemensos ya h karena Kemensos itu ee lebih bersifat subsidian langsung.
11:57
Speaker A
He. Tidak kurang dari hampir 100 ee triliun kalau total bantuan-bantuan yang bersifat langsung baik itu ee iuran untuk kesehatan maupun PBI program penerima ee ee program bantuan iuran itu kesehatan. Kemudian untuk ee PKH ee ee keluarga harapan 100 triliun. ya sekitar itu setiap
12:24
Speaker A
tahunnya ee yang bersifat langsung. He. Ya, kalau yang Kementerian UMKM, Kementerian Desa Kementeriannya enggak enggak terlalu besar karena mereka ee Kementerian Desa besar karena ada berbagai bantuan langsung ke desa-desa.
12:40
Speaker A
Kementerian UMKM ee yang bersifat e perkreditan termasuk besar juga kredit usaha rakyat. Kemudian Kementerian Ecraf masih kecil, tapi ini lebih merajut potensi ee ekonomi kreatif untuk berkontribusi, tapi kontribusinya sangat besar ekonomi kreatif yang dibangun ini. Kemudian Kementerian misalnya ee koperasi ya hari ini
13:09
Speaker A
konsentrasi pada Kementerian ee untuk menghasilkan suksesnya 80.000 Ibu Koperasi Desa Merah Putih itu besar sekali anggarannya. Itu juga saya pernah dan sampai hari ini masih terganggu dengan salah satu yang ee Pak Menko tadi sebutkan menyangkut dengan ee lingkup Kementerian Sosial
13:35
Speaker A
ya. Dalam hal ini adalah bantuan langsung. Mau apa KPKH, mau BLT atau apapun namanya saya enggak ngerti ya.
13:42
Speaker A
pemerintah kita itu kok apa ya mempercaya ini sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan banyak masalah. Ee tapi pada gugatan saya ini menyangkut dengan data.
13:53
Speaker A
Heeh. Karena ini sebenarnya kalau di negara-negara dengan karakter ee modern ini sudah menjadi skandal nih soal data.
14:00
Speaker A
Seorang anggota DPR datang ke tempat saya menggugat itu. Rika dia pinta lokal. I soal ketepatan ee ee sasaran gitu ya.
14:09
Speaker A
Apakah guk anggota DPR ini dan pikiran saya itu juga dipikirkan oleh Pak Wengkel? Iya. Jadi sejarah republik ini baik sebelum reformasi sampai reformasi telah gagal untuk menyusun data yang tepat.
14:26
Speaker A
Sejak Pak Prabowo ini baru 3 bulan pemerintahan Pak Prabowo selesai. Kita sebutnya dengan data tunggal sosial ekonomi DTSN. Hm.
14:35
Speaker A
Ini prestasi sejarah yang selama ini kita dilegislatif bertahun-tahun mendorong agar pemerintah punya data tunggal. Kita bisa selesaikan 3 bulan sudah selesai.
14:46
Speaker A
Selesai. Sekarang ada data yang menjadi rujukan semua pengambil kebijakan. Tapi ke ada masih ada sori saya potong tapi masih ada beberapa ee kontroversi di masyarakat tuh. Misal ada gugatan tentang 11 juta em orang yang kemudian gagal mendapatkan haknya.
15:04
Speaker A
apa itu dalam hal ee apa itu ee kesehatan kesehatan ya itu yang disebut konsekuensi logis dari data tunggal.
15:11
Speaker A
Oke. Karena ada proses verifikasi, ada proses e ground checking yang itu butuh waktu. Dari data tunggal yang sudah ada ini.
15:21
Speaker A
Ada yang tidak berhak mendapatkan bantuan dicoret. Ketika dicoret itulah goncang terjadi. Oh, artinya memang dipastikan bahwa orang yang sekarang kehilangan itu memang tidak berhak untuk iya. Sebagian besar ada kesalah ee ketidaktepatan sasaran. Nah, maka kemudian penyesuaian maka dibuka semua
15:45
Speaker A
yang merasa berhak tetapi dicoret ada ee proses sanggah sehingga dilakukan ground checking. Makanya kemudian ee berbagai ee komplain termasuk yang ee ee warga masyarakat yang sebetulnya berhak kecoret gitu langsung bisa dipulihkan karena memang itu proses yang harus dilalui.
16:12
Speaker A
Data harus diantar kementerian itu data NIK dengan data misalnya bansos yang muncul dari Kementerian ee Sosial.
16:23
Speaker A
Iya. itu memang proses alhamdulillah selesai semua. Yakinkan saya ee Pak Menko karena jujur saya belum yakin bahwa ee apa tadi namanya undang-undang itu atau apapun namanya ee iya itu tidak akan mengulangi kesalahan yang yang pernah terjadi.
16:41
Speaker A
Sebab dalam kenyataannya kita masing-masing tahu bahwa ini kadang-kadang menjadi apa namanya itu em program politik terutama pada saat pemilu.
16:51
Speaker A
Heeh. seperti itu enggak di pikiran Pak Menko? Iya. Jadi ini memang sejarah besar ya karena hampir tidak pernah terjadi kecuali hari ini.
17:01
Speaker A
Semua ego sektoral soal data ditertibkan melalui Inpres nomor 4. Inpres itulah yang menyelamatkan agar tumpang tindih kemudian ee ego masing-masing lembaga BPS, Kemensos, Kementerian Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Daerah. Hm.
17:23
Speaker A
Itu semua bisa kita atasi semua. Nah, tinggal sekarang kayak misalnya 11.000 Ibu yang ee ee masih harus di ground checking. Ground checking itu turun langsung cek rumahnya, lihat foto rumahnya, kemudian ee detail foto rumahnya, listriknya kayak apa, kepemilikannya
17:42
Speaker A
kayak apa. Itu sekarang sangat detail bahkan bisa diketahui. Makanya kemudian sekolah rakyat siapa yang berhak bersekolah di SR? sekolah rakyat.
17:52
Speaker A
He. Tidak pernah ee salah sasaran. Yang berhak duduk dan bersekolah di situ adalah yang desil 1.
18:00
Speaker A
Desil satu itu siapa? Mereka yang paling bawah. Ya. Desil itu apa ya? Ee kluster lah.
18:06
Speaker A
Kluster ukuran h ukuran ee pendapatan masyarakat. Nah, ee 3 bulan selesai. Sekarang pun masih harus karena data begini, Pak. Apa e Akbar? Data itu every day, every time berubah.
18:25
Speaker A
Bahkan tiap detik ada yang mati, ada yang meninggal, ada yang tiba-tiba miskin, ada yang tiba-tiba kaya, ada yang kemudian ee dari menengah menjadi turun. Itu terjadi terus.
18:38
Speaker A
Makanya kemudian ee data bersifat dinamis. setiap 3 bulan dilakukan e ground checking BPS K Mensos Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat terus melakukan itu.
18:51
Speaker A
Ini sekarang siapa yang bertanggung jawab menyangkut dengan data ini? Artinya gini, adakah kementerian atau lembaga khusus yang memang diperintahkan oleh undang-undang negara untuk itu? Apa namanya?
19:00
Speaker A
Inpres 4 itu memerintahkan pertama ee PBS. Oke. Kemudian kedua Kemensos, ketiga, Kemenko, Pemberan Masyarakat bertanggung jawab.
19:11
Speaker A
Dengan itu kemudian pertanyaan berikutnya atau ee gugatan berikutnya ini tidak akan lagi menjadi komoditas politik terutama pada saat pemilu.
19:18
Speaker A
Bahkan kalau ada masyarakat yang merasa berhak mendapatkan bantuan sosial dan tidak mendapatkan bisa langsung komplain hari ini ada ee sanggah baik melalui WA, melalui platform yang dibuat di Kemensus. Ada ada itu ada yang paling detail lagi sekarang yang
19:36
Speaker A
paling selain kan masih manual ya di desa itu sekarang kepala desa kalau menemukan warganya yang berhak menerima bantuan sosial paling menentukan adalah kepala desa itu bisa melakukan sanggah langsung dan langsung ditangani.
19:51
Speaker A
Ada. Oke, saya bersyukur mendengarkan ini. Tapi tidakkah juga potensi untuk em sesuatu yang tidak menyenangkan bisa terjadi? misalnya kepala desanya tidak cukup ee fair untuk menilai warganya.
20:05
Speaker A
Ini bukan Ras itu yang terjadi selama ini. Iya, itu dia. Itu yang terjadi selama ini. Sejak ada di TSN tidak bisa lagi.
20:11
Speaker A
Hm. Bahkan masyarakat pun bisa langsung melalui aplikasi WA dan ada itu ada ee kami minta ya teman-teman ya supaya kami nanti kita tayangkan aja kita nantinya baik nomor teleponnya maupun cara komplainnya. Dan ini ini sudah berlangsung hampir 1 tahun.
20:30
Speaker A
Wow. Jadi misalnya saya nih e kelompok yang termasuk dianggap itu miskin atau apa itu pertama apa syaratnya. Yang kedua apa ada bantuan dari pemerintah?
20:39
Speaker A
Jadi gini ada desil 1 sampai 10. Oke. Yang berhak mendapatkan bantuan desil 1, desil 2 paling tinggi desil 4.
20:48
Speaker A
Desil 4 lepas harus mandiri. Nah desil 1 2 3 ini yang Desil 1 terutama kemiskinan ekstrem.
20:56
Speaker A
Alhamdulillah hari ini kemiskinan ekstrem turun. Kenapa turun? Selain subsidi dan bantuan langsung yang kita turunkan itu ya karena tepat sasaran. Akhirnya yang enggak berhak mulai tidak mendapatkan, yang berhak menjadi mulai mendapatkan.
21:14
Speaker A
Di maksud saya gini ee Pak Mengko, data yang kita bicarakan ini itu sudah data real dan sudah bisa langsung dieksekusi. Jadi katakanlah misalnya saya masuk ke kategori desil 1, miskin ekstrem.
21:26
Speaker A
sudah ada data saya dan ketika saya mengajukannya itu otomatically itu akan terverifikasi. Bukan hanya automatically ee BPS secara rutin melakukan ground checking turun lapangan beserta para petugas PKH, petugas BPS ini ada 3 bulanan evaluasi untuk ground checking itu terhadap data itu.
21:48
Speaker A
Apa yang saya dapatkan? Katakanlah pada posisi saya, kalau misalnya ee ada nomor WA atau apa saya kirim, apa yang saya dapatkan dengan itu dari negara.
21:58
Speaker A
Contoh, ada seorang warga negara ee dia sebagai ee apa pekerjaannya itu tukang tambal ban.
22:10
Speaker A
Oke. Heeh. Tiba-tiba kecoret dia. Hm. karena proses verifikasi dia datang ke ke kepala desa, kepala desa langsung memasukkan ee aplikasi selesai dalam waktu cepat atau kalau dia tidak kepala desa, dia bisa komplain melalui WA ataupun melalui ee aplikasi
22:30
Speaker A
dan itu dikelola oleh dikendalikan oleh Kemensos Kemensos Kemensos. Pertanyaan yang paling mohon maaf ini Pak Mko ya pasti tak pahamlah kenapa sampai saya harus bertanya seperti itu.
22:42
Speaker A
Bagaimana saya bisa meyakinkan diri saya mewakili para penonton saya bahwa ini pasti mendapat respon dari negara dan yang paling penting adalah ini tidak dipolitisasi ketika Heeh. ee peristiwa-peristiwa politik terjadi. Kan itu yang terjadi di masa lalu politisasi maksudnya
22:57
Speaker A
misalnya mau pemilu yang dibantu hanya apalagi namanya itu ee konstituen dari siapa menterinya dari partai mana atau dari calon presiden mana gitu loh.
23:07
Speaker A
Makanya kemudian Inpres 4 2025 itu memastikan bahwa tidak ada data lain selain data ini. Ini yang sudah dirindukan berpuluh-puluh tahun.
23:16
Speaker A
Oh iya ya. Ini yang sudah dikejar-kejar berpuluh tahun gagal. Nah, dengan inpres ini semua tidak akan bisa memungkiri bahkan kemarin ee rapat koordinasi ee INPRES 8 tahun 2025 penanggulangan kemiskinan lebih dari ee 30 menteri yang hadir.
23:37
Speaker A
Semua menteri sekarang dalam memutuskan penyaluran dan lokasi harus berdasarkan data tunggal. semua kita cek satu persatu apakah sudah yang belum kita beri pendampingan apakah sudah menggunakan data tunggal sebagai referensi terus ada monitoring laporan itu memang terus kita belum ada
24:00
Speaker A
yang belum sempurna ada yang belum ya proses biasa tapi su far akan terjadi perbaikan yang sempurna dari data tunggal ini sudah setahun ini ee semakin ee matang data ini dan data ini tidak akan menggoyahkan siapapun ee pada pemerintahan mana pun akan merujuk pada
24:17
Speaker A
sini. Itu belum disinkronize dengan kementerian yang lain. Maksud saya seperti katakanlah di Amerika ya, ada yang single identity number.
24:27
Speaker A
Nah, itu akar masalah di situ. Nah oke. Jadi ee setelah ini selesai data ini, nanti akan ada digitalisasi bantuan sosial.
24:36
Speaker A
Hm. Agenda nasional berikutnya adalah single identity number dalam semua aspek. Nanti pada akhirnya kalau ini sudah digitalisasi sukses ini hanya berdasarkan NIK saja sudah dia bisa ngambil bantuan.
24:53
Speaker A
Hm. Sudah tidak lagi pakai apapun. Iya. Bahkan untuk semua layanan negara lah pasti ke sana. Arahnya ke sana.
25:00
Speaker A
Ee sudah sampai di mana apakah sinkronisasi kebijakan nantinya itu dengan kementerian lain sudah mulai dilakukan?
25:05
Speaker A
Oh iya. Jadi setelah DTSN data tunggal sosial ekonomi nasional ini ee operasional jalan sudah jalan ini maka masudnya adalah ee program digitalisasi.
25:16
Speaker A
Digitalisasi ini yang paling awal adalah digitalisasi ee bantuan sosial. Berikutnya bahkan ee ee apa namanya? ee data-data kependudukan pun harus tunduk sekarang pada DTSN ini.
25:33
Speaker A
Jadi pada akhirnya nanti ujungnya adalah agar semua proses bantuan harus cukup rujukannya adalah NIK. Itu saya senang banget mendengar informasi ini biasa gitu kan perjuangan yang tidak mudah sangat berat.
25:48
Speaker A
Iya. Tetapi lagi-lagi saya katakan bahwa masih ada beberapa kebijakan di kementerian di mana kemudian tampaknya belum terorganize dengan baik dengan sistem data tunggal yang tadi.
25:58
Speaker A
Nah, itulah yang ada di rapat ee rapat ee lintas kementerian itu. Baru kemarin semua kementerian datang kita cross check persatu dan rata-rata yang bersisa bersifat subsidi dan bantuan di semua kementerian tidak boleh dan sudah mulai tidak menggunakan eh hanya menggunakan
26:14
Speaker A
data. Artinya ee Pak Menko ingin menjamin bahwa atas nama undang-undang yang telah disepakati itu negara memastikan bahwa dia hadir pada orang yang tepat.
26:26
Speaker A
Tepat. Itu kan kesimpulannya ya. Ada dua. Yang pertama anggaran negara ini belum sepenuhnya memenuhi seluruh jumlah penduduk.
26:40
Speaker A
Maka anggaran yang kita punya harus tepat sasaran. Nah, gitu. Kira-kira gitu. Dan e isu yang hari ini yang paling jangan ada orang yang tidak berhak menerima bantuan tetapi mendapatkan itu loh maksudnya itu akibat data yang dimainkan. Eh, saya
26:55
Speaker A
bukan orang kaya raya, tapi masa aku pernah dapat bantuan. Itu kan saya merasa tersinggung juga.
27:01
Speaker A
Bukan karena sombong, bukan. Tapi ada orang yang lebih banyak berarti kan negara yang salah di sini.
27:06
Speaker A
Ada kepastian apa? Betul. Sejak Inpres nomor 4 2025 itu tidak lagi. Kenapa informasi seperti ini tidak digalakkan?
27:16
Speaker A
Terus menerus semua sudah tahu enggak tuh? Lah Bang Akbar aja yang kenyataannya saya harus Bang Akbar yang kurang update kenyataannya datang dari hampir hampir tiap hari setahun saya setahun ini saya DTS dari mulut saya everyday DTSN DTSN tiap hari
27:36
Speaker A
sampai di IG saya tiap hari DTSN wis pokoknya sudah dikasih ya anunya ya kita tampilin ya coba menurut saya forum seperti ini itu tanggung jawabnya tanggung jawab moralnya nya itu untuk menyampaikan juga kepada publik, tidak hanya yang miring-miring gitu ya.
27:52
Speaker A
Oke, saya senang sekali nih Gus. Senang sekali. Terima kasih telah mendapatkan informasi. Kita senang sekali Bang Akbar belum tahu akhirnya tahu saya sampai datanglah ciri ke dia Vitalga di sini kita bantu saya, Bang, untuk menggegolkan ini. Oke.
28:08
Speaker A
Maka kita harus masuk pada pembicaraan yang agak asik-asyik sedikitlah. Saya mau bicara tentang PKB. Yes.
28:19
Speaker A
Partai PKB terkhusus pada berapa pemilu di tangannya Cimin itu? Sudah tiga ya? Tiga. Tiga ya. Itu tampaknya em terkonsolidasi dengan baik. kami di sini ee Gus mengembangkan sebuah algoritma ee sebuah platform di mana kemudian kami bisa dengan secara presisi untuk menghitung
28:45
Speaker A
potensi untuk pemilu berikutnya dengan menghitung angka matematika yang rumit empat pemilu pencapaian empat pemilu terakhir. Ini melengkapi metode survei yang dikenal oleh masyarakat politik.
28:57
Speaker A
Kita lihat data sedikit ini ya. Jadi sejak tahun hadir pertama tahun 99 51 kursi PKB waktu itu Gus Dur kemudian turun sedikit menjadi ee 10% tetapi kursinya naik 52 kursi karena pemilihan bertambah tapi kemudian sempat jatuh betul ketika keributan di masa itu ya
29:19
Speaker A
itu 28 kursi ee hanya 4,94% tapi masih lolos. Tapi sejak itu kemudian kita lihat itu menjadi ee apa itu namanya itu stabil kenaikannya dalam kacamata ee politik hitung-hitungannya bahwa ini tampaknya partai ini terkelola dengan baik. Ee coba kita ee apa namanya? lihat
29:40
Speaker A
pada kursi terakhir pada pemilu terakhir itu 68 kursi 10,62%. Ee kita lihat ya e grafiknya seperti ini ya Gus ya. Oke data yang lainnya.
29:52
Speaker A
Nah, yang sedikit ee saya mau kritisi PKB itu dan sebenarnya bukan cuma PKB ini semua partai adalah ee parti idenya PKB itu agak menurun terutama di Jawa sebagai basis ya dari tahun 2000 ee 20 19 29,8% atau seekuivalen dengan 2,8 juta suara
30:15
Speaker A
dan tetapi pada tahun 2024 turun di Pulau Jawa saja itu menjadi 21,57. 7% atau apa ekuivalen dengan 2,3 juta suara. Pada bagian ini saya mau katakan bahwa pemirsa bahwa kami ee menghitung bahwa tampaknya ini menjadi problem para partai politik ya. Rata-rata partai
30:34
Speaker A
ID-nya lebih rendah dibanding ee pencapaian suara calek itu ya. Nah, kita lihat hasilnya seperti apa.
30:42
Speaker A
Nah, ee algoritma kami di sini, Pak Ketua Umum mengatakan bahwa tampaknya stabil nih. Kalau sekarang pemilu ini ee PKB mendapatkan 2 69 ya 68 68. Dari hitungan kami tampaknya ee PKB itu mempertahankan 61 kursi. Kursi bertambahnya dua, kursi barunya dua. Ada
31:04
Speaker A
tujuh kursi hilang. Kemudian ada 24 dapil yang ee ee kosong ya, tanpa kursi. Pada bagian ini saya mau mengatakan ini tampaknya lebih stabil dibanding beberapa partai. Memang terjadi penurunan tetapi lebih relatif stabil.
31:18
Speaker A
Ada partai yang bahkan kehilangan 22 kursi atau sampai kehilangan 13 kursi. Kita apa namanya? Abaikan ee data itu.
31:26
Speaker A
Tapi saya mau mengatakan gini, Gus. ee tampaknya Anda mampu mengkonsolidasikan partai ini memang ee ada beberapa kursi yang hilang dan itu adalah di kantongnya PKB ya. Di Jawa Timur ada dua tetapi secara keseluruhan kita lihat alhamdulillah ya bertahanlah gitu ya. Oke.
31:44
Speaker A
Pada pemilu yang akan datang tampaknya em problemnya pasti akan selalu berbeda ya. Tapi apa yang dihadapi PKB nantinya ketika pemiluan akan datang dengan konstasi yang hari ini salah sangat sulit kita baca ini?
32:01
Speaker A
Iya. Tadi ada grafik soal Partai ID ya. Partai ID itu menurun ada dua faktor. Faktor yang pertama ya mungkin kelalaian partai juga.
32:14
Speaker A
He. Ee kurang mampu membangun solidaritas-soliditas. Tapi yang paling pokok faktor yang kedua pragmatisme politik.
32:24
Speaker A
Swing voters itu betul-betul ee terjadi. He. Ee pemilih itu begitu cepat berpindah karena faktor-faktor pragmatis.
32:36
Speaker A
Jadi milih berdasarkan amplop, milih berdasarkan uang, money politics. Itu yang membuat ee partai ID menurun.
32:45
Speaker A
Jadi dua faktor itulah yang harus kita benahi. Bagaimana publik masyarakat ee terlibat dalam pemilu secara lebih rasional, secara lebih kalkulatif dan ee partisipasi politik bukan karena mone politics. Ee itu pekerjaan dan tanggung jawab partai sebagai ee lembaga yang
33:06
Speaker A
bertanggung jawab melakukan pendidikan politik. Di satu sisi, makanya kita gencot pengkaderan di mana-mana. Di sisi yang lain ee pendidikan politik secara umum harus terus ditingkatkan termasuk sistem politik, sistem pemilu, sistem ee kepartaian itu harus terus dibenahi.
33:25
Speaker A
Kira-kira teman-teman di DPR itu akan menyepakati berapa angka untuk e parlementary threshold? Ya, belum belum, masih belum sampai pembahasan ya. Tapi hari ini kan 4%.
33:38
Speaker A
Jadi kira-kira mungkin tidak jauh dari itulah. Tidak jauh. naik atau turun belum pasti. Belum pasti. masih pertanyaan ini penting saya ajukan karena ee lagi-lagi karena kami mengembangkan ini sudah 3 tahun algoritma ini dengan pendekatan AI di mana kemudian tampaknya ee konstasinya
33:55
Speaker A
akan berbeda. Ada muncul beberapa partai yang setidaknya satu partai yang tampaknya akan saya tidak nyaman menggunakan kata mengkerogoti tetapi itu yang akan terjadi.
34:09
Speaker A
Kemudian ada partai yang tampaknya agak ekstrem juga nih turun gitu ya. Maka kemudian ee kalau begitu situasinya, maka mau tidak mau nanti konstruksi kekuasaannya terutama di DPR itu akan berubah. Saya pengin tahu sebenarnya PKB itu bagaimana menyiapkan skenario ini.
34:25
Speaker A
Katakanlah untuk berhubungan dengan Pilpres 202 ya. ee langkah-langkah tentu harus dilakukan secara sistematis termasuk ee bagaimana perjuangan kita membuat ee sistem pemilu melalui undang-undang yang lebih fair, kontrol yang kuat terhadap mone politics. Kemudian ee ee bagaimana agar e KPU lebih independen di semua
34:50
Speaker A
level. Bagaimana agar ee media juga memiliki peran yang atau lembaga-lembaga sosial atau NGO, non pemerintah juga menjadi pengawas pemilu yang besar. Itu itu sistem.
35:05
Speaker A
Yang kedua, sistem pemilu itu cara menghitung bagaimana agar ee sisa kursi ee sisa suara tidak sia-sia. jumlah kursi yang tersedia dengan ee sisa suara yang terbuang itu ee proporsional.
35:21
Speaker A
Nah, di selain itu tentu tugas ee rutin partai PKB sendiri ee dalam menyiapkan itu kaderisasi tentu kaderisasi mutlak ee setiap hari, setiap minggu, setiap bulan ee kita hanya fokus di situ.
35:39
Speaker A
Karena kaderisasi itulah yang akan menjaga basis konstituen. Satu. Iya. Yang kedua apa memperbanyak ee relawan karena partai ini kan sebetulnya basis utamanya relawan ee sehingga relawan itu harus memiliki terus e kualitas kapasitas untuk ee ee semakin ee update terhadap perkembangan.
36:03
Speaker A
Selain kaderisasi tentu ee regenerasi kepengurusan, refreshing eh upgrade itu terusmenus dilakukan. Dan anggota DPR ee mau tidak mau DPR RI, DPRD mau tidak mau harus menjadi bagian dari pertumbuhan di grass root. Kalau dia mau terpilih lagi enggak ada jalan lain kecuali dia harus
36:24
Speaker A
e tumbuh dan berkembang menyerap aspirasi dengan baik. Ada satu em isu minggu ini yang sejujurnya saya terganggu karena meskipun saya tidak punya partai sekarang, tapi saya masih beranggapan bahwa saya masih menjadi komunitas politik itu karena kami melakukan banyak
36:41
Speaker A
hal di sini di mana saya merasa tampaknya partai ini harus tersinggung nih apa itu KPK Heeh ee memberikan analisis dan bahkan rekomendasi bagi partai politik di mana seharusnya itu dipikirkan oleh partai politik I salah satunya adalah masa jabatan ketua
37:00
Speaker A
umum. He. Dan tampaknya jenengan ee kena ini pada bagian ini karena sudah lebih dari dua kali. KPK menyarankan agar dua kali dua periode dua periode saja.
37:11
Speaker A
Oke. Apa tanggapan ketua umum? Ya, itu sesuatu yang wajar dan ee mungkin seirama dengan konstitusi kita.
37:24
Speaker A
Presiden pun dua periode. He. Logikanya adalah dinamisasi ee dan ee regenerasi atau proses-proses ee memperbanyak kader. Saya kira itu ee baik menurut saya.
37:41
Speaker A
Tinggal dua saja ee ide besar, ide baik ini harus diimplementasikan, diadaptasikan. Yang pertama tentu dengan undang-undang. Oke.
37:52
Speaker A
Undang-undang kayak apa yang harus disiapkan pembatasan-pembatasan? Karena rujukannya kan tentu undang-undang giih. Tapi undang-undang pun ee juga harus mempertimbangkan aspek-aspek realistis di dalam kehidupan partai masing-masing. Begini, partai itu rata-rata yang sehat justru ee kepemimpinannya yang ee berhasil.
38:20
Speaker A
kepemimpinan yang berhasil relatif menginginkan ketua umumnya bertahan. Iya. Ya, bisa dipahami. Bisa dipahami? Betul. Saya susah ngomong gini, Bu. Saya khawatir dianggap sayaah sayaan sendiri gitu kan. Enggak enggak. Jadi saya ngomong realitasnya selain realitas konstitusi aja apa undang-undang
38:42
Speaker A
realitas di partai politik itu saya muktamar PKB terakhir di Bali itu sudah menyerahkan menyerahkan kepada beberapa alternatif.
38:51
Speaker A
Tapi karena ada krisis ee muktamar terakhir kan PKB dihajar ee PBNU sampai habis-habisan waktu itu.
39:01
Speaker A
Semua nyerah. Enggak berani kami, enggak ada yang berani. Ini terpaksa harus bertahan dulu. Nah, itu contoh artinya ada kondisi tertentu yang ee bisa objektif, bisa subjektif di lingkungan masing-masing partai.
39:18
Speaker A
Dinamika apa kompetisi itu sehat secara demokratis tapi belum tentu sehat secara partai. Nah, Bang Akbar tadi sebut PKB kenapa bisa terus bertahan dengan baik? Karena stabil.
39:33
Speaker A
Nah, itu saya enggak bisa ngomong bahwa sayalah faktor stabilitas itu gak bisa. Tapi bahwa orang ee yang paling pokok dari semua pekerjaan politik ini berhasil apabila kepengurusan itu stabil.
39:49
Speaker A
Stabilitas itu makanya ada kepentingan ee bagaimana agar mengkombinasikan atau mengkompromikan proses demokratis dengan proses stabilitas. Spartai kompetisinya tinggi enggak stabil. Gimana?
40:06
Speaker A
Berhasil mungkin iya. He dalam hal capaian pada peristiwa-peristiwa pemilu. Tapi kan keberhasilan yang paripurna juga itu ada keberhasilan kaderisasi.
40:16
Speaker A
Betul. Masa sih seorang Kiai Muhamin Iskandar tidak mampu melahirkan seorang kadar untuk melanjutkan itu? Itulah pertanyaan orang.
40:23
Speaker A
Iya. Seperti yang saya sampaikan tadi sebetulnya ee ada realitas subjektif dan objektif. Objektifnya ya harus gantian dong. Subjektifnya enggak ada yang berani waktu itu loh di Bali ya.
40:39
Speaker A
Semua sudah serahin saya. Saya tuh bahkan udahlah sudah cukuplah. Saya bilang kalau sekarang sudah masih ada belum ada yang berani.
40:46
Speaker A
Enggak tahu nanti kan 2002 2030 kan. Ee tapi kan pemilu sudah selesai. Itu memang kan kita regenerasi setiap habis pemilu. H.
40:55
Speaker A
Jadi kalau pemilu ee itu ee hasilnya apa? Itulah proses ee yang disebut evaluasi kan.
41:03
Speaker A
Nah, itu di situ setelah pemilu rata-rata. Gus, saya mau tanya ini. Saya berharap dijawab ini rahasia antara kita ya kita boleh boleh enggak ada yang dengar?
41:13
Speaker A
Enggak ada yang dengerin. Itu kenapa enggak ada yang berani melawan Anda di PKB? itu bukan enggak ada yang berani melawan ya karena ada apa traumatik di antara teman-teman itu kalau kompetisinya terlampau keras itu sudah kita pernah nyungsep gara-gara
41:31
Speaker A
kompetisi ini iki yo. Iya. 2009 jangan ngomong-ngomong ya. Ini ini aib ini. Ini akibat kompetisi yang uh pasar bebas. Itulah pasar bebas.
41:46
Speaker A
Oh, oke. Tapi kan I oke saya terima itu. Kita jangan teruskan itu. Ini rahasia antara kita ini. Yang aku pengin tahu itu gini. Kenapa kemudian kritikan dan masukan itu harus datang dari KPK atau lembaga di luar nonpol? Harusnya kan
42:01
Speaker A
partai politik itu yang mengambil inisiatif lawang. Mereka adalah organisasi yang paling matang. Bisa membaca pikiran masyarakat, tahu tentang isi dapurnya sendiri. Kenapa harus menunggu dari pihak lain untuk?
42:13
Speaker A
Ya kalau saya partai lain enggak ngerti ya. Kalau dinamika internal PKB ya ini tadi ada trauma-trauma konflik yang itu berkepanjangan.
42:23
Speaker A
Oh, gitu ya. Sehingga ee apalagi muktama terakhir saya sudah nyerah sudahud sudah cukuplah sudah kalah pilpres sudah cukuplah gitu kira-kira gitu nyerah.
42:36
Speaker A
Tapi ya ada kondisi tertentu. Tapi memang Gusimin ini memang canggih ya. Enggak ada canggih.
42:47
Speaker A
Ini rahasia loh. Rahasia. Salah satu kecanggihan itu saya masuk pada poin ketiga. Ini banyak orang menunggu nih.
43:00
Speaker A
Saya nonton di televisi itu Jaimin itu berpidato di depan PMI ya. Iya. E hal behalal internal PMIPMI alumni Ikatan Alumni PMI. Dan dinyatakan di situ ee bahwa ketua umum PB yang sekarang ini sudah tidak layak lagi untuk itu. Tembak
43:22
Speaker A
langsung itu menuju ke jidat gitu kan. Persoalannya adalah Gusay pernah duduk di sini. Iya kan?
43:29
Speaker A
Persoalannya bukan di situ. Persoalannya kalimat itu muncul di acara halal bihalal IKPMI itu gara-gara Gus Yahya di sini.
43:40
Speaker A
Mati awak. Jadi gara-gara Gus Yaya ngomong sama Bang Akbar macam-macam itu. Heeh. Lalu Ilham muncul.
43:51
Speaker A
Heh. Loh, ini orang ini enggak sadar kalau dia gagal gitu. Matang aku. Oh ya. Ya. Aku nonton kan. Masalahnya lagi itu ada kawan-kawan saya juga di situ berpidato pula dengan nada yang sama.
44:10
Speaker A
Nusron Dato Nasarudin sekampung saya nih sekampung beneran Nasaruddin Umar ini Menteri Agama gitu kan. Belum lagi yang lain di pikiran saya.
44:19
Speaker A
Saya saya ngomongnya ee soal teknis politik. Pak Nazar lebih dahsyat loh. Kok ngomong apa sih? De Pak Nazar bilang ini NU ini raksasa.
44:30
Speaker A
H tapi jangan sampai raksasanya tidur gara-gara beberapa orang gitu loh. Itu kan kritik yang tajam sekali. Tapi kok kenapa saya yang jadi lebih tajam dia daripada saya? Saya soal personal kalau saya tidak salah itu akan ada ee ee muktamar ya. Entah kapan
44:49
Speaker A
kapan ee Gus Yaya mengatakan mungkin tahun ini enggak entahlah saya saya tidak tadi malam saya mendapatkan ya seperti kebiasaan forum ini kami kan mencari informasi juga konon kabarnya sudah terbagi tiga kubu nih kubunya Gus Yahya kubunya Gus Sipul dengan kubu Radan
45:09
Speaker A
Saleh kubunya Gusimin itu seperti apa ceritanya Gus? Iya. Sebelum saya ngomong soal NU ini, disklaimer dulu ya, bahwa sekali lagi NU itu kekuatan struktur pengurus dan kekuatan kultur.
45:26
Speaker A
He. Sehingga kadang-kadang apa yang terjadi di di dinamika struktur ini Heeh. kayak apapun yang penting kultur aman dulu.
45:36
Speaker A
Itu dulu. Sehingga kalau saya ngomong soal NU ini jangan ee digeneralisir karena saya bisa kualat ini. Toh NU tetap jalan normal seperti biasa. Salat subuh pakai qunut, tahlilan di mana-mana.
45:51
Speaker A
Iya. Malam Jumat pakai selawatan di mana-mana. Kaderisasi secara kultural. Habib saya tiap malam ee ngomong Bapakku NU, Ibu Muslimat.
46:01
Speaker A
Jadi kaderisasi kultur jalan terus. Ini no problem. saya tidak berani menggeneralisir. Nah, kesalahan terbesar kepemimpinan hari ini itu adalah kepemimpinan struktur ini tidak dengan ee kemampuannya mampu mengikuti yang kultur ini.
46:22
Speaker A
Jalan sendiri, struktur ke mana, kultur ke mana. sehingga terjadilah ee dinamika-dinamika yang kadang membuat NU ini jauh tertinggal pendidikannya, perguruan tingginya, ee ekonomi umatnya.
46:41
Speaker A
NU ini mayoritas desil 1, 2, 3. H paling rendah. Jadi mikirin NU harusnya mikirin masyarakat yang paling bawah ini. Nah, ini enggak diurus, pesantren enggak diurus, dakwah enggak diurus. Meskipun enggak diurus jalan terus sih. Cuman inilah yang harus
47:00
Speaker A
dikritik supaya apa saya berani ngritik? Saya sebetulnya sudah takut juga ngritik ini. Saya diperintah sama beberapa kiai ee sepuh lah untuk kamu jangan diam, kamu harus melakukan ee langkah-langkah. Loh, saya bisa apa?
47:14
Speaker A
ya sudah bisa ngomong aja saya. He. Jadi enggak ada kubu-kubuhan tugas saya cuma ngomong aja. Enggak punya.
47:20
Speaker A
Yang seharusnya sering jadi pertanyaan saya dan kami itu adalah sebenarnya kan tidak perlu ada seperti itu tanda petik.
47:27
Speaker A
Apa maksud saya? NU adalah sebuah organisasi yang telah menyatakan diri itu nonpolitik. Meskipun bahwa dulu di masa lalu ada partai NU tapi kan sudah tidak ada. itu Gusahya di tempat ini mengatakan adalah ee ide dan gagasan yang saya bawa itu
47:45
Speaker A
adalah kira-kira keeklingnya adalah menjauhkan NU dari politik ansih. Betul itu bagus itu. Iya kan? setuju.
47:53
Speaker A
Dan tampaknya kecurigaannya Gus Yahya kepada panjenengan itu tidak disebutkan nama sih, tapi aku sudah tahu kayaknya kaynya ke saya adalah masih beranggapan bahwa NU itu adalah PKB atau sebaliknya kira-kira seperti itu. Dan pada sisinya panjenengan kan Anda kan di pemerintahan
48:13
Speaker A
Anda di tidak bukan di pengurus NU. Kenapa pula mau cwek-cawe dia NU? Kira-kira begitu pertanyaan banyak orang.
48:18
Speaker A
Saya enggak cawek-cawe. Saya enggak punya kewenangan. Saya enggak punya hak apapun. Cuman ada acara PMII tiba-tiba ngobrol soal NU ya saya ngomong kritik kritik aja masa enggak boleh. Warga NU kan boleh ngritik pengurusnya.
48:35
Speaker A
Itu kan begitu kan. Jadi saya hanya mengkritik. Kenapa saya kritik? Kiai-kiai itu bilang ee setidaknya PKB atau kamu itu membantu dong kalau ada masalah di NU. Heeh.
48:52
Speaker A
NU ini ada masalah, kenapa kalian diam? Ya, kita bisa apa ya? Kita enggak punya kewenangan apapun.
48:57
Speaker A
He. He. Makanya kemudian teman-teman diskusi kumpul. Nah, di situlah kritik muncul. Kita enggak banyak kewenangan apapun.
49:04
Speaker A
Kita hanya berabisanya ngomong doang lah. Berarti saya bikin masalah ternyata tanpa saya sadar. Ya, jadi gini. Kenapa saya kritik?
49:16
Speaker A
Sebetulnya itu forum tertutup ya internal. Kenapa saya kritik? Kenapa harus dilontarkan kritik supaya ada pembenahan?
49:25
Speaker A
Udah jempol besar untuk Gus Yahya yang mendorong NU tidak berpolitik itu terbaik. Hm. Tapi secara internal jangan berpolitik internal konflik seperti itu.
49:38
Speaker A
Seperti apa sih? Ya konfliknya keras sesama PBNU kan. Bayangkan sampai hari ini banyak ee pengurus-pengurus yang tidak jelas SK-nya. Siap itu sah atau tidak? enggak jelas liar kan berarti kan itu karena konflik politik internal kenapa harus seperti itu terjadi
49:57
Speaker A
belum lagi ee like and dislike itu yang kita prihatin karena kita tiap hari ketemu di di apa dikomplain kita enggak tahu urusan dikomplain ya itu berpolitiknya terlalu mikro gitu sudahlah urusan umat dakwah itu aja yang paling prioritas salah satu pernyataan Gus Yahya di
50:17
Speaker A
tempat ini yang saya agak kaget sih mendengarnya ah tidak terlalu kaget tapi agak kagetlah kan beda itu ya adalah ketika mengatakan saya saya kejarkan berapa kadernya NU yang menjadi menteri terus kemudian apa ee bantuan dan atau kehadirannya itu yang real itu seperti
50:36
Speaker A
apa Gus mengatakan sejujurnya itu tidak ada ukurannya bahasa lain yang mengatakan gini enggak jelas juga sih ada kadar kader NU itu jadi menteri misalnya apakah berbuat bagi NU atau Tidak. He.
50:49
Speaker A
Maka kemudian ketika beliau mengatakan, "Saya ingin menjauhkan NU dari tentakel-tentakel politik itu, tampaknya bagus.
50:57
Speaker A
Bagus sekali. Saya setuju. Kalau begitu ceritanya dan tujuannya ke situ, satu-satunya kesuksesan khusianya itu apa?
51:04
Speaker A
Menjaga NU dari politik, tapi konflik internalnya terjadi. Itu masalahnya. Oh gitu. saya bagi saya ee NU itu harus harus di atas semua partai itu itu sesuatu yang penting itu bagus supaya khusus ngurusi dakwah, ngurusi ekonomi umat, pendidikan terutama pendidikan. Kalau ini sukses,
51:26
Speaker A
pemerintah senang karena membantu pemerintah. Oh, iya iya betul. Jadi kalau pendidikan NU bagus, pesantren NU bagus, itu pemerintah senang sekali. Makanya kepemimpinan NU harus kepimpinan yang bisa ngurusi ini supaya sebagian pekerjaan itu bisa titip kepada NU.
51:44
Speaker A
Ee Gus, tolong jelaskan ke saya. He saya ini enggak jelas juga sebenarnya saya NU atau Muhammadiyah enggak jelas loh. Pokoknya ukurannya NU ada dua, NU kultural sama NU struktural.
51:56
Speaker A
Ya anggaplah saya ini kalau NU kultural itu yang penting suka ke kuburan. suka menjelang menjelang Idul Fitri ke kuburan. Kalau agak radikal dikit kalau salat subuh pakai qunut itu. Ee kalau apa namanya ada yang meninggal tahlilan selametan itu sudah itu aja ukurannya
52:19
Speaker A
itu NU. He. Nah, kalau yang ee struktural ya mengurus ya ini untung ada kultural itu. Jadi saya itu pokoknya kalau ada acara Muhammadiyah saya datang ya saya kenal semua ke teman-temannya nu juga. Tapi pertanyaan sekarang Muhammadiyah juga ke kuburan
52:34
Speaker A
juga sekarang. Nak pertanyaan saya itu begini. Ee saya jelaskan ke kami. Saya mungkin butuh penjelasan yang agak detail.
52:44
Speaker A
beberapa riset dan itu ditulis dengan sangat gamblang adalah perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah. Iya, Muhammadiyah sangat berhasil di dalam syiar pendidikan katakanlah kehadiran perguruan tinggi, sekolah, kemudian ee rumah sakit ya secara entitas ekonominya itu kuat. Ee NU kuatnya di basis e
53:06
Speaker A
kultural tadi itu jumlah pesantrennya ada begitu puluhan ribu kata Gus Yahya. Tetapi kenapa dalam hal pemberdayaan umat itu tidak cukup related dengan apa yang kita bayangkan di Muhammadiyah itu apa problemnya?
53:20
Speaker A
Ya pengurusnya enggak benar aja sederhana sekali. Kalau pengurusnya benar pasti jalan. pemerintah Pak Prabowo, Pak Jokowi juga kurang apa nu minta apa kasih kokan tanya tanya Pak Pratik cerita Pak Pratik sebagai segdek itu kasih ini tanah kasih ini apa karena
53:40
Speaker A
memang Pak Jokowi waktu itu juga pengin NU membantu pendidikan, membantu e rumah sakit ya pengurusnya aja yang enggak serius gitu loh atau enggak ngerti mengurusin yang kayak gitu-gitu kali ya ya memang harus digantilah begitu aku sih Kalau urusan tambang itu seperti apa?
54:01
Speaker A
Ah, saya enggak tahu karena ee wilayah tambang ini menurut saya wilayah sumber masalah. Sumber masalah itu ee ini ada berkah kok jadi musibah gitu. Yang salah siapa?
54:14
Speaker A
Iya. I ada berkah tapi kok jadi musibah. Jadi musibah. Oke. Itu siapa yang salah? Ya lagi-lagi pengurusnya toh. Berkah kok bisa jadi musibah? Pengurusnya. Nah, tapi gini ada dua hal ya. Yang pertama, pengurus harus direformasi. Yang kedua ee NU juga harus
54:31
Speaker A
transformasi. Apa itu? Sudahlah di NU itu akhiri kompetisi. Akhiri kompetisi. Kompetisi pemilihan pengurus musyawarah tidak ada voting-votingan.
54:46
Speaker A
Sampai di tingkat paling bawah akar masalah utama. Semua pengurus sampai paling bawah voting. Itu akar masalah.
54:53
Speaker A
Sehingga yang terpilih belum tentu yang terbaik. itu bisa dilakukan apa untuk tidak voting tadi itu atau bisa enggak harusnya di dibuat aturan itu enggak ada aturannya enggak ada aturannya jadi ee ee ee ee transformasi NU yang paling mendesak
55:11
Speaker A
tidak ada satuun level kepengurusan yang divoting muktamar nanti ada kubu Muim Desa kasih kepada kita tidak ingin ada voting di pemilihan pimpinan hasilnya seperti ini.
55:26
Speaker A
Voting itu kemadaratan bagi NU. Sejak kapan sih seperti itu? Ya, sejak politisi masuk NU aja sebetulnya.
55:33
Speaker A
Tapi kan jenengan ada di situnya. Saya enggak enggak masuk struktur. Kalau di PKB kan enggak pernah masuk NU. PKB kan enggak boleh merangkap NU.
55:40
Speaker A
Tapi kan orang-orang yang jenengan ada di situ. Enggak ada satu pun enggak ada. Enggak ada ya?
55:43
Speaker A
Enggak ada. Ini full. Enggak ada satu pun orang PKB di PBNU. Nah ee kalau mau berubah transformasi NU kembali kepada NU yang sesungguhnya yaitu musyawarah. No voting sampai ini sekarang sampai bawah pun voting. Jadi, nah yang menang itu belum tentu kekuatan
56:07
Speaker A
kultural. Yang menang itu belum tentu mewakili apa yang menjadi denyut nantas. Yang lebih parah lagi ada yang menang tidak di SK karena tidak selera.
56:18
Speaker A
Padahal yang gitu. Lalu gunanya apa? Lantas siapa kira-kira Gus dengan kriteria yang panjenengan katakan tadi itu? Tidakkah orang di kepala orang itu NU itu ya mohon maaf nih tapi itu yang dipahami banyak orang. Dia telah menjadi sebuah entitas politik tanda petik. Bisa
56:38
Speaker A
enggak dia keluar dari frame yang ee kita bicarakan t? Ya kita harus sadar ini organisasiorganisasi ulama kan. He ulama itu setidaknya yang jadi pengurus itu dekat-dekat wali ya. Wali itu kekasih Tuhan lah gitu.
56:51
Speaker A
He ya. Tentu sejak awal semua yang mau jadi pengurus harus Nataniat. Jangan masuk NU kecuali pengabdian.
57:04
Speaker A
Nah, kalau sudah niatnya begitu, sudah ee kondisinya begitu, karena ini organisasi wali, maka pengurusnya harus wali.
57:17
Speaker A
Hm. Karena sudah enggak ada wali, walinya sudah enggak ada. Ini musyawarah aja lah. Hm.
57:23
Speaker A
Musyawarah. Kalau kemudian ternyata nantinya yang pengin dan ternyata terpilih adalah ya mungkin dia wali tapi dia adalah pejabat negara kan bias lagi Gus.
57:33
Speaker A
Enggak enggak boleh enggak boleh menti. Ketua umum enggak boleh menteri tidak boleh menteri tidak boleh politik praktis ketua umum berarti setuju dengan usia ya sebenarnya ya.
57:43
Speaker A
Iya ya memang itu itu aturannya begitu. Oh ada yang mau mencoba merubah itu enggak bisa.
57:49
Speaker A
Bagaimana dengan teman-teman menteri yang tampaknya agak berancang-ancang ke situ? Yo akan kecilik pasti enggak bisa.
57:58
Speaker A
Jadi sudahlah siapapun kita back up tapi hasil musyawarah. Hasil musyawarah. Hasil musyawarah. Karena kalau enggak aduh ini kalau enggak musyawarah Pak ini yang bermain yang mau bermain-main.
58:13
Speaker A
Yes. Itu yang kita khawatirkan. Sudah ini kita ini sama-sama NU duduk bersama kalau perlu. Kalau enggak sepakat ya setahun sekali gantianlah.
58:24
Speaker A
Kalau perlu. Iya loh, kalau perlu. Wah, repot juga kalau kayak gitu. Iya. Istilahnya ini pengabdian ini bukan bukan mendapatkan dulu para pengurus NU itu berebut tidak mau jadi pengurus dan memaksa orang menjadi pengurus.
58:41
Speaker A
Saiki sekarang orang berebut jadi pengurus dan tidak ada satuun yang bisa berhasil menjadi pengurus. Baik gitu.
58:48
Speaker A
Berebut. Jadi menjadi pengurus NU enggak boleh berebut. pengabdian. Pengabdian ya. Pengabdian. Kalau ee salah satu yang ee khusus saya itu sahabat saya ya. Salah satu kelemahan pengurus NU periode ini adalah justru pengurus itu ee di SK berdasarkan selera bukan berdasarkan
59:11
Speaker A
kultur yang terjadi gitu. Itu bahaya. Terakhir Gus. Heeh. Kemarin dari kita ngambil gambar ini, Presiden melakukan resaple.
59:22
Speaker A
Yes. Artinya disadari oleh Presiden sebagai otoritas tertinggi pengelola negara ini ada yang tidak berjalan seperti yang dipikirkan oleh beliau. Kita enggak tahu apakah akan ada yang lain. Tapi pertanyaan kepada Gusimin itu kan bukan soal itu. Saya langsung ke ujungnya.
59:44
Speaker A
Heeh. 2029. Di mana posisi PKB dan di mana posisi Gus Imin pada saat itu?
59:51
Speaker A
Ya, kalau Pak Prabowo maju lagi dan kayaknya pasti maju lagi ya pasti menang. Dan Gus Simin ya kita ikut yang menang lah pasti kita dukung Pak Prabowo.
60:05
Speaker A
Iya ini pribadi saya ya. Iya. E partai juga saya kira juga begitu. Pak Prabowo pasti menanglah dalam Pilpres yang akan datang. Popularitasnya tiap hari segala macam. kinerjanya itu ee itu begitulah. Jadi kadang-kadang ee masa jabatan presiden adalah ee dua
60:26
Speaker A
periode gitu kan. Itu kayaknya kalau inkamben begitu deh pasti dua kali. Enggak ada jaminan enggak belok lagi seperti kemarin.
60:37
Speaker A
Gimana enggak belok lagi di ujung seperti kemarin? Kemarin kan enggak ada incamben Pak. Oh iya semua punya peluang yang sama. ada incamb tapi incen e enggak maju gitu sebenarnya kenapa sampai saya ungkapkan ini karena menurut saya itu canggih
60:51
Speaker A
banget yang kemarin itu. Jadi soal berani itu soal nyali ya tapi canggih itu. Maaf Pak, jangan libat-libatkan saya Pak.
61:04
Speaker A
Ya sudah kita tutup lagi Pak Bengko. Makasih banyak ya. Terima kasih, Pak Akbar. Ini ee kalau bicara sama Pak Menko dan Ketua Umum ini harusnya kalian siapin waktu 7 hari 7 malam. Sebenarnya penontonnya pasti banyak kadang-kadang lupa waktu juga.
61:21
Speaker A
Sekali lagi Pak Menk. Terima kasih Bang Akbar. Ee pemirsa, itu percakapan saya dengan ee Menko Pemberdayaan Masyarakat yang juga Ketua Umum PKB. Em kami satu generasi dan saya harus mengakui kecanggihan itu. Ee banyak orang bertanya sama saya, "Serti apa sih
61:38
Speaker A
seorang politisi itu?" itu saya bilang, "Nah, tidak tidak jauh-jauh belajar sama Pak Muhammadin Iskandar." Begitulah sebuah perpolitikan modern dikelola dengan baik dalam versi beliau. Saya menghormati Ketua Umum PKB dan juga Pak Menko Pakamin Iskandar. Terima kasih telah menyajikan percakapan ini.
62:32
Speaker A
Yeah.
Topics:PKBGus YahyaGus Muhaimin IskandarNUpolitik Indonesiapenanggulangan kemiskinansubsidi BBMstabilitas pangankabinet Indonesiapemberdayaan masyarakat

Frequently Asked Questions

Mengapa Gus Yahya dianggap merusak PBNU menurut video ini?

Gus Yahya dianggap mendorong NU agar tidak berpolitik, namun hal ini menimbulkan konflik internal yang dianggap merusak dinamika PBNU.

Apa sikap PKB terhadap Pemilu 2029?

PKB, melalui Cak Imin, menjamin akan mendukung calon yang pasti menang pada Pemilu 2029.

Bagaimana pemerintah menangani masalah subsidi BBM dan stabilitas harga?

Pemerintah berupaya menjaga subsidi BBM agar harga tetap terjangkau, terutama untuk BBM subsidi, meskipun harga BBM non subsidi mengalami kenaikan signifikan.

Get More with the Söz AI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →