Film dokumenter tentang perjuangan suku asli Papua melawan proyek pemerintah yang mengancam hutan dan tanah adat mereka.
Key Takeaways
- Proyek pangan dan energi pemerintah Indonesia mengancam eksistensi suku asli Papua dan hutan adat mereka.
- Simbol salib merah dan palang adat menjadi alat perlawanan budaya dan perlindungan tanah adat.
- Intimidasi dan tekanan hukum digunakan untuk memaksa masyarakat adat melepaskan tanah mereka.
- Kepunahan budaya dan peradaban asli Papua sedang terjadi akibat kolonialisasi dan pembangunan yang tidak berkelanjutan.
- Film ini memberikan suara kepada masyarakat Papua yang selama ini terpinggirkan dan menghadapi ancaman besar.
Summary
- Film ini mengangkat perjuangan suku Auyu, Muyu, Marin, Yi, dan suku asli Papua lainnya dalam mempertahankan tanah dan hutan adat dari proyek pangan dan energi pemerintah Indonesia.
- Proyek pemerintah membuka 2,5 juta hektar hutan Papua untuk sawit, tebu, padi, dan peternakan dengan pengawasan militer dan perusahaan besar.
- Suku Auyu menggunakan salib merah sebagai simbol perlawanan terhadap penguasaan tanah oleh pemerintah dan perusahaan.
- Pesta adat suku Muyu yang langka diadakan sebagai bentuk gerakan sosial dan perlindungan budaya di tengah ancaman kehilangan tanah.
- Film menyoroti dampak negatif proyek terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat asli Papua, termasuk intimidasi aparat dan kesulitan bertahan hidup.
- Lima tokoh utama dari berbagai suku Papua mewakili jutaan orang yang terancam eksistensinya akibat proyek ini.
- Film juga mengangkat isu hilangnya status kewarganegaraan bagi sebagian masyarakat asli Papua di daerah perbatasan.
- Hutan Papua digambarkan sebagai supermarket alam dan lumbung pangan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup suku asli.
- Salib merah dan palang adat bukan hanya simbol agama, tapi juga alat perlindungan terhadap masuknya negara dan perusahaan ke tanah adat.
- Film ini memperingatkan tentang kepunahan budaya dan peradaban asli Papua yang sedang berlangsung akibat kolonialisasi dan proyek pembangunan.











