SAID AQIL SIROJ: “MANIPULASI HABIB, SEJARAH ISLAM EKSTR… — Transcript

Said Aqil Siroj membahas manipulasi politik Habib, sejarah ekstremisme Islam, dan peran Jokowi di NU dalam konteks religiositas dan peradaban Islam.

Key Takeaways

  • Manipulasi politik oleh kelompok Habib dalam NU berpotensi merusak kesatuan dan keaslian sikap politik NU.
  • Islam berkembang pesat karena karakter nomaden Arab dan kontribusi besar bangsa non-Arab dalam peradaban Islam.
  • Ekstremisme dalam Islam berakar dari sejarah dan konteks sosial yang kompleks, bukan hanya dari ajaran agama semata.
  • Peradaban Islam yang maju banyak dibangun oleh ulama dan cendekiawan non-Arab, menegaskan keragaman dalam Islam.
  • Intervensi politik terhadap organisasi keagamaan seperti NU dapat menimbulkan konflik dan ketidakstabilan.

Summary

  • Said Aqil Siroj mengkritik manipulasi keturunan Habib dalam politik NU dan bagaimana kelompok Islam dimanfaatkan untuk kekuasaan.
  • Pembahasan tentang sulitnya menyatukan sikap politik NU karena tidak adanya ulama besar dari kalangan Habib.
  • Penjelasan tentang karakter Arab yang nomaden dan labil sebagai faktor penyebaran Islam yang cepat ke berbagai wilayah.
  • Sejarah perkembangan peradaban Islam yang banyak dibangun oleh non-Arab, terutama bangsa Persia dan ajam lainnya.
  • Peran penting tokoh-tokoh non-Arab dalam pengembangan ilmu bahasa Arab, tajwid, hadis, dan tasawuf dalam Islam.
  • Kejayaan peradaban Islam di Baghdad selama 400 tahun yang dipimpin oleh khalifah dari berbagai latar belakang non-Arab.
  • Kebangkitan kekuasaan Turki Utsmani yang berhasil menaklukkan Bizantium dan menyebarkan Islam hingga ke Balkan dan Eropa.
  • Penekanan bahwa sumber utama peradaban Islam tetap dari Rasulullah dan Al-Qur'an, namun pengembangannya dilakukan oleh bangsa non-Arab.
  • Kritik terhadap manipulasi politik yang melibatkan kelompok Islam dan ulama demi kepentingan kekuasaan, termasuk intervensi Jokowi di NU.
  • Pesan spiritual dan pentingnya memahami Islam secara mendalam untuk menghindari ekstremisme dan manipulasi.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Menyatukan sikap politik NU itu tidak gampang. Sejak dulu tidak ada ulama besar dari Habib. Enggak ada. Enggak ada. Tapi kenapa masyarakat memberikan ruang kepada mereka? Karena mereka memanipulasi keturunan. Apa yang mereka sampaikan ke publik di kita itu, itu tidak benar.
00:21
Speaker A
Berarti terbuka dengan situasi yang seperti ini, terbuka peluang kekuasaan justru memanfaatkan kelompok Islam. Begini, wal hasil Pak Jokowi tidak senang saya kalau saya ingin terpilih lagi di NU. Maka di Lampung semua itu, ee, ya diatur sehingga saya harus kalah dan
00:44
Speaker A
kemudian kalah. H ya enggak apa-apa, enggak apa-apa. Itu caratan-caratan orang yang mempermainkan Naz ulama, insyaallah ada balasannya.
01:02
Speaker A
[Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Selamat hari raya Idul Fitri, minal aidin wal faizin. Di hari yang sungguh suci ini, berbahagia ini, sambil makan ketupat, saya menghadirkan orang yang istimewa. Ya, kita belajarlah tentang bagaimana, ee, hari-hari kita dari sudut
01:34
Speaker A
berbagai sudut pandang, terutama dalam hal bagaimana religiositas kita. Saya telah mengundang mantan kota umum PBNU, Pak K. H. Said Agel Sirat. Pak Kiai, thank you. Makasih. Sama-sama, Pak Kiai. Emm.
01:49
Speaker A
Saya sebenarnya tidak ingin memberatkan pikirannya, ee, saudara-saudara kita yang hari ini sedang menikmati lebaran ya.
01:55
Speaker A
Tapi, ee, alangkah baiknya pertemuan dengan keluarga hari ini diisi dengan sebuah masukan dari seorang yang layak untuk itu tentang kita berislam itu seperti apa sebenarnya. Pertanyaannya pada bagian itu gini. Salah satu ancaman bagi, e, kita itu terutama bagi kita kaum muslim itu
02:18
Speaker A
adalah ekstremisme. Ekstremisme itu, ee, hadir dalam banyak bentuk. Bisa enggak diceritakan kepada kita, Pak Kiai, sebenarnya awal dari ekstremisme di dalam Islam itu lahir di mana? Ceritanya seperti apa? Dan kemudian apa tujuannya?
02:35
Speaker A
Terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. Sebelumnya saya ucapkan kepada semua pemirsa minal aidin wal faizin, amatum bikhair, taqobbalikum ajmain, taqobal ya karim. Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah. Amin.
02:54
Speaker A
Sebelum menjawab secara langsung tentang ekstremisme dalam Islam, saya ingin berbicara tentang karakter Arab dulu. Oh, iya. Oke.
03:06
Speaker A
Arab itu dalam bahasa Arabnya araba artinya apa? Bergerak. Hm. Tidak bisa stabil. Araba. E kalau Bapak kalau Pak, ee, Akbar pernah belajar ilmu bahasa Arab, ilmu nahwu, perubahan kata akhir Muhammadun, Muhammadan, Muhammadin kan gitu kan. Itu namanya rab, berubah. Pak
03:30
Speaker A
atau bahasa sehari-harinya mobil itu Arabiah. Orang Arab itu Arabiah. Kalau bahasa fushanya, bahasa resminya sayarah. Mobil itu saya sayari bilangnya Arabiah. Apa artinya? J Arab itu watak yang mudah berubah, labil. Oh ya. Kenapa?
03:49
Speaker A
Tidak ada keterkaitan dengan tanah air, tidak ada ke apa namanya? Ee kecintaan, keterkaitan, kebanggaan dengan tanah air. Apa yang dibanggakan?
04:01
Speaker A
Yang dibanggakan apa? Tanah tandus kering, yang panas, yang tidak ada menghasilkan apa-apa. Apa yang dibanggakan? Itu dulu. Nah, kemudian terkenal sudah ya kita tahu semua masyarakat jahiliah dalam Quran digambarkan umiyin buta huruf dan dolali mubin sesat.
04:23
Speaker A
Dalam arti mereka menyembah batu tanpa ada basic teologi. Batu itu aja beda dengan agama Hindu Buddha punya filosofi, punya kitab suci ruida mahafad git orang Arab enggak. Di tengah-tengah masyarakat seperti itulah Islam diturunkan dibawa oleh seorang yatim piatu buta huruf namanya Muhammad bin
04:45
Speaker A
Abdullah sallallahu alaihi wasallam. Kenapa? Ternyata hikmah yang paling besar adalah Tuhan mempercayakan agama Islam kepada orang Arab agar segera cepat apa?
04:59
Speaker A
menyebar. Hm. Arab nomaden. Nomaden. Nomaden tidak akan berat. Tidak ada rasa berat meninggalkan tanah lahirnya.
05:07
Speaker A
Enggak akan enggak ada rasa berat sama sekali. Mudah sekali tersebar. Maka coba-coba pikir agama mana yang tersebar baru 40 tahun sudah sampai ke perbatasan Cina. Bahkan masuk ke Cina sudah masuk ke Cina. Asia Tengah semua Islam sudah
05:25
Speaker A
Persi. Iya semuanya hanya semelama 40 tahun. Luar biasa kan? Di samping Afrika Utara sampai ke Maroko paling ujung barat kemudian masuk ke Spanyol. Hanya butuhkan kalau Spanyol tahun '90-an ya.
05:40
Speaker A
90 Hijriah atau sudah berarti sudah 90 tahun. Wal hasil 40 tahun sudah sampai ke Afrika, sudah sampai ke Asia Tengah semuanya itu karena berkat Arab yang nomaden. H akan tapi mukjizat Islam terutama mukjizat Al-Qur'an terutama bahasa Al-Qur'an setelah diikuti Islam itu oleh
06:00
Speaker A
orang-orang yang non Arab terutama bangsa Persutama yang sudah berperadaban ribuan tahun. Maka bahasa Persi diperlakukan kelas du mawali namanya bahasa Arabnya kelas du karena bukan orang Arab. Mereka merebut posisi keilmuan peradaban yang membangun peradaban dalam Islam orang Persi bukan
06:21
Speaker A
orang Arab. Bukan orang Arab. Bayangkan yang menggagas menyempurnakan tulisan Arab supaya supaya sempurna. Dulu enggak ada titiknya, Pak. Tulisan Arab tanpa titik. Mushaf Utsmani. Musaf tulisin Utsman. Saya punya fotokopinya enggak bisa baca saya enggak ada titiknya. Ba tsan nun ya sama yang pertama kali bikin
06:41
Speaker A
titik bukan orang Arab. Namanya Abul Aswad Adduali tahun 9. Kemudian setelah ada titik bikin harakat fathah, domah, kasrah fathaten domaten kasraten tasdid, sukun. Bukan orang Arab, orang Persi namanya Khalil bin Ahmad Alfarahidi tahun 175. Orang Farhad, orang Afghanistan kalau
07:02
Speaker A
sekaranglah. Kemudian lahir ilmu tajwid supaya baca Qurannya benar. Orang Arab baca sahabat bahasa Qurannya benar tapi tanpa teori lahir teori tajwid tajwidi tilawatil Quran memperbaiki baca Quran.
07:15
Speaker A
Bukan orang Arab namanya Imam Abu Ubaid Qasim bin Salam. Orang mana tuh? Orang Persi. Oke. Yang yang meng merawat hadis ada 10 orang. Bukan orang Arab satuun. Tidak ada orang Arab satuun.
07:31
Speaker A
Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, Nasai, Ibnu Majah, Darquutni, Darimi, Ibnu Khuzaimah, Alhakim. Bukan orang Arab. Imam empat yang terkenal itu dua Arab. Dua bukan yang Arab Malik dan Syafi'i. Iya. Hanafi dan Ahmad bin Hambal bukan orang Arab. Imam Ghazali,
07:49
Speaker A
Harumen Baqilani Arrazi Sanusi Adasu bukan orang Arab. Wal hasil hasil. Peradaban dibangun oleh orang ajam bukan orang Arab. Kenapa itu? Menunjukkan bahwa ternyata Islam berkembang bukan di apa? Di tempat kelahirannya.
08:06
Speaker A
Peradabannya loh ya. Peradabannya lahir di Arab tapi berkembangnya perkembangannya mengibarkan bendera peradaban Islam sehingga Baghdad menjadi pusat peradaban dunia waktu itu selama 400 tahun. Khalifah Hanasyid, Makmun, Muktazim, Alwatq, almutawakil 400 tahunlah kira-kira B menjadi pusat peradaban dunia itu ketika dibangun oleh
08:31
Speaker A
orang-orang ajam. Azam non Arabnya pers itu dulu. Nah, sudah jadi Arab menjadi per Islam menjadi peradaban Islam menjadi agama peradaban Islam bawa misi peradaban budaya akhlak itu disumbang andil besar orang-orang yang non Arab.
08:49
Speaker A
Memang semua sumbernya dari Rasulullah. Sumbernya tasawuf spiritual. Abdul Qadir Jailani, Imam Aljunaidi itu apalagi misalkan Alkarhi Sy Asikti, Alghazali bukan orang Arab. Coba yang yang membentuk konsep bagaimana membangun hati, membangun spiritual, kekuatan taurah ruhiah, revolusi spiritual supaya manusia
09:15
Speaker A
menjadi betul-betul manusia yang sempurna, yang perfect dalam sisi spiritual. Bukan orang Arab. Sumber-sumbernya dari Quran.
09:21
Speaker A
Sumber-sumbernya yang membangun itu bukan orang Arab. Nah, itu. Ringkas cerita, ringkas cerita, ee Arab lemah atau Islam lemah setelah ee 400 tahun maju. Begitu lemah kepemimpinan khilafah diambil oleh eh kelompok Turkumistan Turki yaitu turunan Tagralik. yang terkenal dengan Othman
09:49
Speaker A
atau OTAN. Otan, Othman. Utsman ahli perang, jago perang tapi nol dalam peradaban. Kata ulama sedikitlah ya. Ada sih tapi katakan enggak ada sampai bisa mengalahkan Romawi. Jadi yang tadinya bukan musuh ya apa yang berhadapan dengan satu-satunya yang berhadapan
10:09
Speaker A
dengan Romawi. Tapi setelah Otom berkuasa mampu menghkan Bizantium tahun 1450. Bizantium hilang dari peta bumi.
10:21
Speaker A
Muhammad Alfatih bisa mengalahkan Bizantium. Konstantinopel diganti menjadi Istanbul. Iya. Dan Turki menjadi Islam semuanya 100% sampai ke Balkan, Ket Cipres, Malta Islam semua itu sampai Albania hampir Austria Islam semua itu. Itu kehebatannya OTman.
10:41
Speaker A
Sayangnya itu kekurangannya mereka kembali apa tidak mengarab.
11:05
Speaker A
Memang hebat mereka dari sisi mengisi peradaban kualitas Islam. Berhenti di situ. Berhenti. Itulah yang terkenal dengan abad pertengahan. Oke. Para ulama di situ berkutat pada ya mengelaborasi, mensyarahi atau meringkas itu abad pertengahan, abad kegelapan.
11:21
Speaker A
Istilah-istilah sejarahnya begitu. Eh, ternyata semakin merosot, semakin merosot. Yang kita banggakan misalkan Universitas Alazar juga kualitasnya semakin mundur. Anidamiah di Airaq juga semakin merosot. Walhasil datanglah era modern ini. Era modern dari satu sisi luar biasa.
11:44
Speaker A
Bukan berarti agama Islam tidak mampu membangun peradaban, tapi karena kemunduran politik, ekonomi, merosot, maka peradaban pun mundur. Surut Eropa bangkit. Malah malah raja ee sultan sultan Muhammad Ali Mesir itu memanggil Inggris supaya datang ke Mesir untuk membangun masyarakat Inggris. Bukan
12:05
Speaker A
menjajah Inggris itu pertama kali dibangun. Eh, dipanggil, dipanggil, diundang, dipanggil, diundang. Bukan ekspansi, Bu. Bukan ekspansi. Bukan.
12:12
Speaker A
Beda dengan Italia atau atau Perancis bukan? Betul. Berhasil sadar umat Islam dengan kekurangan. Sadar Islam dalam posisi yang sangat mundur, era kebangkitan mulai mulai bangkit ternyata ee wilayah-wilayah Islam sudah dikangkangi oleh seluruh ee seluruh wilayah Islam dikangkangi oleh kolonial.
12:34
Speaker A
Irak, Mesir, Sudan dijajah Inggris, Suriah, e Libanon, Tunis, Aljazair, Prancis Libya Itali Indonesia Belanda dan seterusnyaalah. Kiai Hasyim Asy'ari seorang kiai yang sangat ee arif, sangat ee bijak, mempunyai apa pandangan sangat jauh. tahun belasan apa tahun 12 atau
12:59
Speaker A
tahun 13 14 lah dia sudah beliau sudah tahu ini sistem khilafah akan bubar sistem khilafah akan hancur nanti kalau sudah hancur sudah enggak ada sistem khalifah akan berdiri negara sendiri-sendiri di Jawa kata bukan Indonesia bukan akan berdiri negara di
13:18
Speaker A
Jawa ini. Ketika nanti akan berdiri negara sendiri jauh ini, jangan sampai kita meninggalkan agama atau masyarakat Jawa tidak beragama. Maka pada tahun 1415 Kiai Hasyim Asy'ari sudah mengeluarkan jargon sangat terkenal hubbul watan minal iman. Artinya nasionalisme bagian dari iman. Itu luar
13:41
Speaker A
biasa. Beliau mengintegralkan antara nasionalisme dan apa? Ee teologi. Anda nasionalis harus beragama. Anda beragama harus nasionalis. Itulah pondasi utama NU. NU bahkan mengatakan bahasa Arab bahasa Arab man aj mata syahidan barang siapa mati demi tanah air mati syahid waman
14:05
Speaker A
watani halalun damuh barang siapa berkhianat kepada negerinya boleh bunuh halal darahnya itu boleh bunuh tapi enggak kafir tidak kafir soal itu Tuhanlah kafir betul tahun 1924 khilaf bubar dibubarkan oleh Mustofa Kamal Turk i sistem khilafah sejak zaman Abu
14:26
Speaker A
Bakar sampai tahun 1924 bubar ya dengan segala faktorlah kelemahan di dalam di dalam internal sendiri tu begitu pula ee bagaimana luarlah faktor eksternal juga enggak karun waktu itu. Ini apa artinya?
14:43
Speaker A
Artinya umat Islam terjadi perubahan sejarah yang luar biasa yang dulu sentralistik satu pemimpin khilafah dan di situ ada apa ada ee faktor agama kita harus taat pada ulil amri khilafah maksudnya amri minkum enggak boleh melawan ulil amri itu k kita punya
15:02
Speaker A
teologis dasar teologis setelah khilafah ikut siapa apakah presiden apakah raja itu yang ul amri itu itu ini pembahasan pembahasan. Nah, setelah khilafah tidak ada, masyarakat Arab terutama Arab dan Islam tidak punya pemimpin. Terjadi kekosongan. Kekosongan berkali-kali ulama kumpul dari India ya
15:26
Speaker A
Pakistan barangkali sekarang ya dari India, dari Afrika ingin mengembalikan lagi khilafah gagal. Nah, di di situ terjadi luar biasa keadaan sangat luar biasa. pertama kali tokoh Arab yang mendirikan partai politik untuk melawan penjajah dengan semangat nasionalis semangatnya tapi
15:50
Speaker A
sama sekali tidak beragama tidak tidak semangat agama yaitu partai baat yang didirikan oleh seorang tokoh dari Damaskus beragama Ortodoks Kristen Ortodoks namanya Mitchel Aflq artinya he justru Pai Baat itu bukan di Irak ya kan yang kita kenalnya kan di Irak Iya, Mas.
16:09
Speaker A
Tapi nanti kad-kadnya dari Irak, dari Mesir. Luar biasa memang luar biasa. Mflak luar biasa mengkader pemuda-pemuda Arab agar punya ee patriotik-patriotisme melawan penjajah.
16:24
Speaker A
Hanya ya katakanlah sayang tidak ada dasar teologi, hanya ada nasionalisme karena persis konsepnya mengadopsi dari Ernest Renan i ya yang menulis buku tahun 1895.
16:38
Speaker A
nation. Nah, terjadi situ perpecahan pemikiran dalam umat Islam. Ada yang terbuka okelah nasionalisme tak asal kita tetap beriman pada Tuhan, ada yang menolak ini datang dari luar harus kita tolak ya. Itu itu ringkas ya. Atau kembali ke sejarahnya
16:56
Speaker A
begini. Setelah Baat berkembang, mulai lahir pemimpin-pemimpin Baad Jamal Nasir, Sad Zaglul, Ahmad Uribi itu yang di yang di Mesir, yang di Irak, Hasan Bakar nanti akan punya murid SAM Husein.
17:13
Speaker A
Yang di Suriah, Abdul Karim Qasim nanti akan punya murid apa? anak buah Hawid Asad dan di Sudan dan di Arab-arab semuanya lah. Muhammad Kaddafi, Abdul Salam Jalud, Hafib Burga Ghaibah, para ulama atau aktivis muslim baru sadar, iya ya kita ini juga harus
17:31
Speaker A
bergerak, harus bangkit dong, masa tidur. H ayo kita bikin partai politik. Maka ada seorang ulama keluar alumni Alazar tapi asal dari Maroko namanya Syekh Hasan Albanna.
17:44
Speaker A
Hasan Albann dengan teman-temannya membangun membentuk partai politik namanya Ikhwanul Muslimun. Konsepnya persis ahlusunah wal jamaah moderat berjuang ingin menyebarkan dakwah Islam dengan damai dengan budaya pendekatan budaya akhlakul karimah menjauhi dari kekerasan gitu. Menjauhi kekerasan.
18:07
Speaker A
Gersan ya antiad dalam kitabnya itu wasiat eh tahun 40 ada pemuda ikhwan membunuh perdana menteri Mesir. Hm. Namanya perdana menteri namanya Annajarosi namanya.
18:20
Speaker A
Hasan Ban marah bukan begini yang saya maksud. Bukan ini yang saya maksud bergerak atau bangkit tu bukan. Kamu tuh bukan bunuh perdana menteri bunuh saya kamu itu.
18:30
Speaker A
Betul. Satu seteng 1 seteng tahun kemudian Hasan Ban terbunuh tahun 42. Nah, gantinya penggantinya adalah seorang terkenal namanya Sayid Kutub.
18:44
Speaker A
Bukan ulama, bukan di Alazar, wartawan malah wartawan, jurnalis dari Kairo University. Nah, beliau menulis banyak yang jadi pedoman partai ikhwan adalah kitab Ma'alim Fit Thariq. Ini buku yang beredar di tengah-tengah mahasiswa di kita ini. Di ITB, di IPB, di Undip, di
19:02
Speaker A
ITS. Ee terjemahannya itu apa namanya itu? Petunjuk jalan surga. Ibit Allah macam-macam terjemahnya petunjuk jalan yang benar kebenaran isinya ringkasan isinya kita harus menolak semua ide yang datang dari luar Islam karena yang datang Islam itu namanya jahiliah. Jadi jahiliah itu
19:27
Speaker A
bukan berarti primitif buta huruf bukan. Tapi adalah sistem pemerintahan sistem politik yang tidak berdasarkan Quran dan hadis.
19:36
Speaker A
itu itu namanya jahiliah. Apa itu contohnya? Ringkat cerita komunisme, kapitalisme, sosialisme, nasionalisme juga jahiliah.
19:46
Speaker A
Bahkan nasionalisme pun dianggap jahiliah. Nah, itu di situ luar biasa. Luar biasa. Apa? Akibat pendapatnya Ikhwan seperti itu terjadi apa ya situasi Arab temu Tengah yang sangat luar biasa. Pemuda-pemuda yang punya semangat ingin merubah keadaan ya semua ikut terpengaruh. banyak terpengaruh.
20:05
Speaker A
Maka lahirlah ikhwan di Mesir, Sudan, di Syria, di Irak sedikit tapi di Suria. Kalau di Saudi melarang ikhwan dilarang Saudi. Wal hasil begitulah di Qatar ada di Qatar. Bergerak ayo bergerak.
20:19
Speaker A
Eh, Jamal Nasir bersikap keras pokoknya bersikap memusuhi ikhwan muslimun. Walaupun ketika revolusi tahun 3 itu eh eh Juli Yuli Juli ya Juli Republik itu eh ikhwan mendukung gerakannya Jamal Nasir waktu itu. Wal hasil mereka mencoba mencoba kudeta tahun '5 gagal.
20:41
Speaker A
Tokoh-tokoh ikhwan enam orang digantung di Tahri Square Syid Khutub Zaki Muhadis Al-Asmawi e Husein Hudaibi Umar Timsani dan seterusnya ditonton oleh rakyat. Ah, ikhwan dilarang. Ikhwan dilarang ternyata tidak bubar. Lahir muncul kelompok yang lebih radikal lagi namanya jamaah takfir wal
21:06
Speaker A
hijrah. Kalau kita di sini takfiri namanya kalau di Indonesia itu yang mendirikan namanya Syukri Ahmad Mustofa tahun 9 dari tahun '5 kejadiannya kan.
21:16
Speaker A
Tapi munculnya itu 69. Semua orang kafir. Kulum kafarah. Kulum kum katanya Alazhar kafir semua itu. Kalau yang menerima konsep nasionalisme, yang menerima hidup bersama-sama dengan orang nonmuslim, ee bekerja non muslim kafir semuanya. Waman lam yahkum bima anzal faum kafirun. Barang siapa tidak
21:41
Speaker A
menjalankan hukum Allah kafir. Itu kan Quran. Ini Quran tuh. H barang siapa tidak menjalan hukum Allah kafir kalau kafir kita perangin itu hasil itah doktrinnya lah merekalah yang berhasil membunuh pertama kali membunuh menteri agama menteri aqafnya namanya Dr. Husin
21:59
Speaker A
Azzahabi tidak lama membunuh wartawan senior. Wartawan senior namanya Yusuf Assibai'i al-Ahrham. Kemudian puncaknya membunuh Presiden Anwar Sadad tahun 1 5 Oktober 81. Terang-terangan ketika beliau sedang apa? Upacara. Upacara. Nah itu namanya takfiri. Khus Barus jadi presiden. Mereka dibabad ternyata enggak bisa habis.
22:24
Speaker A
Enggak bisa habis. Masih banyak di gurun Sinai, di padang pasir di Sinai masih sampai sekarang yang pernah ngbom salat Jumat di kota Ismail pernah. Nah, di antara pemimpin takfiri lari karena mereka sudah mau dicari mau mau dihukum mati. Namanya Aiman Azzwahiriwih
22:41
Speaker A
Aswahiri ya lari ke Afghanistan. Sudah dulu ini berhenti dulu ya. Ya, berhenti dulu. Sekarang Afghanistan. Afghanistan dulu namanya Raja Muhammad Daud.
22:54
Speaker A
Kemudian dari revolusi dari republik ternyata didukung oleh Soviet komunis tapi kurang komunisnya. Kurang apa?
23:02
Speaker A
Kurang komunis itu kurang komunisnya. Maka dikudeta oleh siapa itu namanya? Ababrak babrak karmal. Iya. Babar inilah yang paling kejam. Komunis tulen nih.
23:12
Speaker A
Komunis tulen nih. Betul-betul komunis. Komumisnya tebal itu. I memang memang memang mereka orangnya Afghanistan orangnya posturnya tinggi enggak kuat kekar orangnya.
23:23
Speaker A
Hidup padang pasir yang sangat keras ya. Kemudian walhasil sampailah Sovet ee invasi sampai ke Afghanistan targetnya sampai ke Pakistan. Targetnya Sovet.
23:37
Speaker A
Saudi Arabia Raja Faad membuka pendaftaran membuka apalah. Ayo kita jihad kita kita biaya kita danain berapa saja. Pelatihnya dari Amerika pelatihnya bagaimana peranglah. Ee semua pemuda-pemuda Islam daftar dari Pakistan, Saudi, banyak Pakistan Bangladesh India Indonesia, Malaysia. Yang heran dari
23:59
Speaker A
Eropa pun banyak. Muslim Prancis, Muslim Inggris, Muslim Austria, apa ya? Austria. Dari Prancis itu 1500 H dari Inggris ratusan.
24:11
Speaker A
Saya juga heran tuh dari Eropa banyak perempuan juga banyak dari Eropa itu jihad ingin jihad lah jihad jihad jihad ee ringkas cerita Soviet lari kalah menyerah lari meninggalkan Afghanistan Raja Faad memanggil mereka sudah selesai jihadnya saya sudah mujahidin sudah bubar bubar
24:30
Speaker A
ayo pulang-pulang yang pulang banyak kembali dari sana di Saudi banyak yang ke Pakistan juga banyak tapi kalau dari Pakistan mereka kebanyakan tidak pulang pulang ke daerahnya tadi bermarkas di perbatasan utara Pakistan Utara berbatasan dengan Afghanistan sampai sekarang masih sering ada bom ledak
24:47
Speaker A
situ. Sampai sekarang ada yang tidak mau pulang. Yang tidak mau pulang antara lain tokoh namanya Usamah bin Ladin. Jumpa dengan Aiman Zahiri yang lari dari Mesir tadi mendirikan mendirikan Alqaidah. Nah, itu. Nah, itu si Alkaidah kita semua tahu. Jadi, modal yang diterima dari
25:12
Speaker A
Saudi dan ee ee latihan perang di mereka terima dari tentara Amerika dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk melawan Amerika sendiri, mengusir Amerika dari Afghanistan.
25:25
Speaker A
Dah waktu Taliban datang ke kantor PBNU, saya datang pertama kali ee atas undangan Pak Yusuf Kalil Presiden waktu itu wakil presiden. Kata Pak JK datang ke PB ya ke sana 11 orang semuanya jebolan tahanan apa? Guamo ya Guanamo.
25:40
Speaker A
Iyaantanamo. Saya saya bicara tapi waktu itu mereka coba mau ngomong semua 11 orang tu mau ngomong semua. Ee saya jadi bicara c sebentar kesempatan saya bicara di Indonesia ini, Pak. Begitu merdeka kita tidak ribut masalah konstitusi dulu.
25:57
Speaker A
Bahkan di situ waktu itu ada tujuh kata yang artinya berkewajiban mengamalkan syariat Islam itu dicoret dan NU K.
26:07
Speaker A
Wahid Hasyim bapaknya Gus Dur mendukung menerima kata tujuh kata dicoret. Kenapa? Karena perintah atau restu dari bapaknya Hasyim Asy'ari. Hasyim Asari mengatakan, "Indonesia kuat dulu, bersatu dulu, kuat dulu kita ini. Kalau sudah kuat bersatu, maka kita dakwah di
26:25
Speaker A
atas tanah air yang kuat. Ayo kita dakwah di atas tanah air yang sudah kuat. Jangan belum-belum sudah ribut masalah konstitusi dasar negara." "Lah antum di Afghanistan begitu Sovet lari, ayo Islam satu Islam. Islam pun macam-macam. Ada Sunni, Hanafi, ada
26:45
Speaker A
Syiahnya ada." Aduh. sulit disatukan hanya tujuh suku padahal ada nasionalis yang yang nasionalis yang terkenalnya Bharuddin Rabbani. Iya.
26:55
Speaker A
hafal Quran orang itu bulan itu hafal Quran orangnya itu dianggap kafir oleh Taliban dibunuh kan jadi presiden dibunuh kafir itu tentah mereka menerima apa enggak tapi saya saya sayakan begitu kalau di kita ini begitu merdeka yang penting kita
27:13
Speaker A
bersatu dulu hubbul wat iman dulu saya bilang gitu ukh wathaniah dulu baru di atas wataniahan yang kuat it tanah air yang kuat itu kita berjuang Islam h jadi dengan damai perjuangannya dengan pendidikan, peradaban, budaya karena rumahnya sudah tertanya eh antum baru
27:31
Speaker A
merdeka, baru sovet lari sudah ribut perang terjadi perang saudara yang sampai sekarang enggak selesai waktu itu ya waktu belum menang belum belum belum menang belum lah kalau kita urut dari asal muasal radikalisme dalam Islam ringkas cerita ini ringkas cerita tahun 8 Hijriah Nabi
27:50
Speaker A
Muhammad masuk ke kota Makkah dengan kemenangan Fathu Makkah tahun 8 Hijriah. Begitu Nabi Muhammad masuk Makkah dan memberikan amnesti, semua orang Mekah yang dulu menyakiti saya maafkan tidak ada baris dendam. Abu Sufyan tokoh waktu itu masih tokoh Makkah yang ada Abu Jahal sudah mati.
28:07
Speaker A
Abu Jahal buan sudah mati. Sudah tinggal Abu Sufyan Albakhtari masih hidup itu masuk Islam. E sehingga jumlahnya orang Islam setelah Makkah masuk Islam 100.000. 100.000 jumlahnya orang Islam semuanya. Dari situ pergi ke Thaif, kota Thaif 80 km. Belum Islam
28:25
Speaker A
belum. Abu Sufyan berperan itu. Abu Sufyan atau orang-orang baru masuk Islam berperan artinya ingin apa menunjukkan kita juga ya kita Islam. Betulah berperan. Oke. Thaif kalah Islam. Satu lagi satu kota lagi Hunain namanya. Kota Hunain. Ah, sudah selesai
28:41
Speaker A
Islam. Dapat rampasan perang. Ratusan unta, ratusan sapi, ribuan kambing. Rampasan perangnya itu. Oleh Nabi diperintahkan ayo kita ke Ja'ranah, kota Jonah 28 km utara Makkah. Ayo kita kumpul di sana sambil ihram. Sambil ihram sama umrah. Sebelum umrah kita
29:02
Speaker A
bagi-bagi dulu. Bagi-bagi hasil ghanimah tadi. Hasil faid. Eh, bagi-baginya Nabi aneh. Beda sendiri. Beda dari yang lain.
29:11
Speaker A
Lain dari yang lain. Lain dengan yang yang sudah-sudah. Yang mualaf yang baru masuk Islam kemarin waktu Fathu Makkah, orang Makkah walaupun kaya raya dikasih 100 unta. Abu Sufyan Albakhtari 50 unta.
29:26
Speaker A
Orang kaya itu padahal yang senior Abu Bakar Umar Utsman Ali Saad Said Thalha, Zubair tidak dikasih satu ekor pun. Beda sendiri. Beda. Ini baru pembagian. Oke, semua diam. Semua diam.
29:39
Speaker A
Sahabat semua diam. Eh, akhirnya dari belakang dari Badwi namanya Zil Khwaisir. Itu dari suku Bani Tamim. Orangnya kurus, tinggi, kepalanya botak, jenggotnya panjang, jidetnya hitam, gamisnya cingkrang. H menghadap ke depan sambil meteng-teng itu sambil apa?
29:59
Speaker A
Sambil angkat tangan. Addil, ya Muhammad, bagi-bagi adil dong. Kamu enggak adil bagi-bagi ini. Nabi, Nabi menjawab, "Yang saya lakukan ini adalah perintah Allah, bukan dari saya.
30:13
Speaker A
Perintah Allah ini akhirnya orang itu pergi saya jawab itu orang itu pergiah Nabi bersabda dengan dengan tegasakuju minulatlal Quran khiqarq lau minna minhum." Nanti di tengah umat Islam akan muncul orang seperti ini apa? Hafal Quran berdasarkan Quran. Kalau ngomong
30:42
Speaker A
dasarnya Quran, dalilnya Quran tapi tidak paham sebenarnya. Tidak melewati tenggorokannya. Lauzu halaqimahum. Tidak melewat hafalannya tidak melewati tenggorokannya. Apaak paham? Mereka itu sejelek-jeleknya manusia bahkan lebih daripada binatang. Mereka bukan golonganku dan aku bukan golongan mereka. Wow, itu prediksi Nabi Muhammad.
31:05
Speaker A
Ternyata betul tahun 40 Hijriah dari Bani Tam inilah yang merencanakan akan membunuh khalifah Ali Ali bin Abi Thalib di Kufah dan gubernur Syam Muawiyah, gubernur Mesir Amr bin Ash. Terjadi kesepakatan kenapa? Karena kafir. Ini sudah enggak enggak benar
31:26
Speaker A
ini, Saudara. Iya. Ali memimpin ini sudah bukan dengan Quran karena berbeda dengan apa yang mereka yakini. Ya. Ya.
31:32
Speaker A
Begini. Ali itu kalau akan kalau akan memutuskan persoalan musyawarah panggil sahabat, panggil teman tokoh-tokoh musyawarah Ali. Berarti itu hukum manusia dong. I keputusan manusia bukan Quran. Di Quran tadi apa mengatakannya?
31:45
Speaker A
Waman lam yahkum bima anzum kafirun. Barang siapa hukum Islam kafir, hukum Allah kalau enggak hukum Allah kafir.
31:54
Speaker A
Orang itu Ali kafir, Muawiyah kafir, Amrun kafir, Amru bin As kafir. Bunuh, bunuh. Pagi-pagi tanggal 25 Ramadan, tiga orang berangkat. Eh, yang berhasil yang hanya membunuh Ali karena beliau keluar akan ngimami salat subuh.
32:09
Speaker A
Gubernur Syam Muawiyah, Gubernur Mas bin As tidak keluar. Tidak keluar salat subuh. terjadi disegerakan namanya Khawarij yang terdiri dari suku-suku Badwi, ahli bahasa, ahli pidato bahasa Arabnya masih murni kan, masih murni ee ahli ahli ahli debat dengan bahasa Arab
32:26
Speaker A
yang fasih dan mereka menganggap semua orang kafir karena tidak menjalankan hukum Al-Qur'an. Nah, Neo Khawarij sekarang ini lahir di mana-mana. Kenapa? Karena faktor faktor apa? putus asa. Putus asa dalam memahami agama Islam. Putus asa ragu bahwa Islam membawa membawa menjanjikan apa?
32:48
Speaker A
Kemajuan, kesejahteraan atau keadilan. Faktanya, faktanya ini semua kepala negara Timur Tengah enggak ada yang benar kata mereka ini ya. Semua kepala negara ee di ee Timur Tengah bau raja maupun amir maupun sultan maupun presiden enggak ada yang benar.
33:04
Speaker A
Semua zalim semuanya membiarkan Palestina dicaplok oleh Israel sehingga sampai pemimpin Palestina pun bisa disogok, bisa disuap itu kira gitu. Casr Araf bisa disuap, Mahmud Abbas juga bisa disuap itu semuanya. Nah, Hasim macam-macamlah.
33:18
Speaker A
Hafiz As jual dataran tinggi golan itu dijual itu betul hasil apalagi anwar sat mau berdamai terjadi apa ya apa secara masal ini secara masal i generasi muda yang putus asa putus asa dalam memahami agama Islam karena faktor kenyataan yang yang
33:37
Speaker A
nyata Pak Kiai saya selasah sedikit mereka putus asa itu karena faktor politiknya di mana para elitnya ternyata tidak seperti yang mereka bayangkan ini kan kita lihat Iya. Ya. Bahkan di negara-negara di Arab itu kami pernah membahas di forum ini malah berbaikan
33:53
Speaker A
dengan Israel atau mereka putus asa karena nilai-nilai yang dibawa itu kok tidak seperti yang digambarkan, tidak seperti yang mereka pahami. Apakah karena faktor itu? Nah, kata kalau kita lihat ada dua memang ada dua Arab ada yang terbuka membuka
34:10
Speaker A
membuka sebebas kebebasan sebebas-bebasnya seperti Libanon, Tunis, Mesir masih separuh-separ lah ya. bebas pergaulan, budaya bebas ada semakin semakin rapat semakin apa semakin tertutup.
34:22
Speaker A
Libya waktu itu ya Libya atau ya Saudi. Kalau sekarang beda sudah berubah nih waktu itu ya. Iya Saudi malah menjadi sangat dekat sekali. Wal hasil generasi muda putus asa sudah bosan jenuh mengatakan atau mengharapkan bahwa Islam membawa peradaban kesejahteraan melahirkan
34:42
Speaker A
keadilan. Enggak enggak enggak percaya lah. Keputasan ini melahirkan dua. Satu menjadi ekstrem radikal. He. Oh, sudah bunuh aja semua ini pemimpin Arab ini.
34:51
Speaker A
Yang satu lagi menjadi ateisme. Itu maksud saya. Saya pernah membaca sebuah artikel ya di luar gitu bahwa ada kecenderungan remaja-remaja atau anak-anak muda muslim di kawasan Arab sana termasuklah di Iran bahkan. He. Itu malah ee mereka meninggalkan Islam.
35:10
Speaker A
Heeh. Ada yang menjadi Kristen apakah Katolik atau Protes. Ada yang bahkan menjadi agnostik gitu ya. Iya.
35:17
Speaker A
Eh, tidak. Saya tidak mampu membayangkan kalau kemudian ini juga masuk ke kita. Heeh. He. Bagaimana Islam di tempat kita ini itu menjadi bagian dari kebudayaan hidup kita sehari-hari. Saya butuh catatan menyangkut itu, Pak Kiai. Nah, akibat kenapa itu? Kenapa bisa terjadi
35:35
Speaker A
begitu? Karena memahami Islam hanya sebagai akidah dan syariah. Islam dipahami hanya agama, akidah, dan syariah, teologi dan ibadat.
35:45
Speaker A
Seharusnya seharusnya Islam agama peradaban. Islam agama ilmu pengetahuan. Satu yang saya contohkan. Satu yang saya contohkan. Tidak ada kitab suci manapun yang mengatakannya yang mempertegas bahwa kebenaran harus dengan ilmu pengetahuan. Enggak ada. Saya baca Bibel. Saya baca Bibel. Hanya hanya
36:05
Speaker A
Quran yang mengatakan waliyalamalladzina utul ilmaqubik. Alhaq kebenaran dengan utul ilma dengan ilmu pengetahuan. Tapi ada ada dalam Al-Qur'an. Iya dong ya ada.
36:17
Speaker A
Tidak ada kitab suci yang mau mengajarkan apa toleransi apa ee adab, tata krama toleransi yang sangat luar biasa daripada di Al-Qur'an lah. Kalau begitu pertanyaannya, kenapa kemudian kita setidaknya yang di kita ini termasuk di kawasan Arab ya ee Qatar Uni Emirat Arab
36:38
Speaker A
tampaknya lebih maju ya maju. Bahkan Uni Emirat Arab itu bahkan sudah bisa mengirim roket ke luar angkasa. I tapi pada negara-negara dengan karakter seperti kita, kenapa tampaknya seperti mengabaikan ilmu pengetahuan di kita di kita ini? Iya.
36:54
Speaker A
Sebelum saya bicara masalah ilmu dulu, sebelum ilmu dulu sebenarnya kita ini bangsa Nusantara, bangsa berbudaya, berperadaban memparah sudah ribuan tahun sebelum datang Hindu Buddha kita sudah punya agama. Kalau Jawa namanya agama kapitayan. Tuhan Tuhan satu sang yang widi kapayan. Iya. sing tan keno kinoy
37:12
Speaker A
opo yen ono malah dudu yang maha satu yang enggak seperti apa-apa kalau kita umpamakan seperti ini seperti itu bukan dan punya ajaran tata krama hormat orang tua hormat guru hormat ee teman kawan, amanah bisa dipercaya sudah itu ajaran
37:27
Speaker A
itu sudah ada semua tuh dalam kitab-kitab Jawa itu. Tinggal datang teologi Islam mengatakan Tuhan Allah namanya oleh orang Jawa diterima dengan dengan gagal gempit lah ya. Ini yang yang yang saya cari terbuka. Nah, sangat beda sekali orang menerima tauhid
37:46
Speaker A
ini. Orang yang berperadaban dengan orang yang tidak berperadaban. Ketika orang tidak berperadaban menerima agama Islam seakan-akan satu-satunya kebenaran di situ. Dan itu harus kita perjuangkan.
37:59
Speaker A
Apa harus di apa ya? Dibela mati-matian. Yang lain salah semuanya karena tidak punya background background budaya ilmu pengetahuan. H beda orang Persi tadi orang Persi yang ahli yang sudah membangun peradaban. Enggak ada radikalisme dalam Persi. Enggak ada ya
38:15
Speaker A
Pers itu waktu itu ya Afghanistan, Iran, Asia Tengah yang tempatnya ulama-ulama Ghazali Haromen Bakilani Arrazi ulama-ulama besar semua itu. Aljunaidi, Abdul Qadir Jailani, Bukhari, Muslim, Ibnu Sina, Alfarabi Alqindi, Abu Bakar, Jabir bin Hayyan. penemu teori matematik itu semua itu orang-orang ajam enggak
38:37
Speaker A
ada radikalisme agama Islam tapi peradaban sudah mempunyai budaya peradaban Persi karakter sudah persi karakternya begitu orang Jawa atau nusantara ini agama Islam hanya berganti agama lah ya Allah ber tauhid tapi budaya karakter akhlak rohaniah spiritual kita sudah kaya dengan itu
38:58
Speaker A
semuanya maka radikalisme sebenarnya di Jawa ini atau di Nusantara ini asing asing bagi kita sebenarnya radikalisme asing bagi kita bahkan ee dalam bahasa yang sederhananya sebenarnya tidak punya cantolan dengan ee apa namanya itu kebudayaan yang kita berkembang sejak dari awal. Iya. Enggak
39:17
Speaker A
ada itu semua dari dari luar semua itu dengan manipulasi teologi yang tadi khid tadi khid tadi. Iya. Iya, Mas.
39:27
Speaker A
Dikira kebenaran hanya itu. Maka saya saya tahun 2015 muktamar di Jombang, saya terpilih kedua kalinya. Tema besar kita mengangkat tema Islam Nusantara.
39:43
Speaker A
Islam yang berperadaban, Islam berbudaya, Islam yang ramah, yang santun toleran yang seperti dibangun oleh para leluhur kita dan telah diamalkan, dikerjakan, dibangun oleh leluhur kita.
39:56
Speaker A
Ada satu kata tadi yang saya dengar e penonton saya mungkin tertarik untuk mengetahui itu. Manipulasi tadi. He.
40:06
Speaker A
Seperti apakah proses manipulasi yang terjadi dalam proses yang sedang kita bicarakan, Pak Kiai? Semua apa tujuan, agenda program kalau dipoles dengan atas nama agama padahal tidak.
40:22
Speaker A
Itu manipulasi agama sudah Quran sudah tegas. Waman adlamu mimman iftar alallahil kadiba wid ilal islam wallah yahimin. Orang yang punya apa atau punya kehendak perbuatan kadib bohong dengan mengatakan yudal Islam ini demi Islam demi Islam padahal tidak. Mereka sebagai
40:48
Speaker A
orang yang sangat zalim. Tetapi bagaimana kita bisa menetapkan sebuah barikade bahwa ini ee manipulasi atau tidak, lawang literasi kita masih lemah. Itu saya rasa yang perlu dijawab oleh para pemikir Islam kita. Ya.
41:04
Speaker A
Ya. Kalau kita lihat dari pergerakan atau dari pergerakan atau dari kalau mereka ada gerakan monopoli kebenaran yang lain salah hanya kami yang benar.
41:15
Speaker A
Itu tanda-tanda manipulasinya. Oke. Tanda-tanda cara-cara manipulasi di sana pasti seperti NU atau Muhammadiyah tidak kan. Ayo kita mencari kebenaran bersama-sama lah. Kita masih kita terbuka dialog siap untuk berkhiwar dialog diskusi ayo mana yang benar.
41:34
Speaker A
Seperti ee Quran perintah kepada Nabi Muhammad juga gitu. Ketika Nabi kedatangan tamu Kristen pertama kali Nabi bingung gimana caranya ini ada akan ada tamu orang Kristen nih dari Najron.
41:46
Speaker A
Najran itu sekarang Saudi Selatan dulu kerajaan Najran. Eh Quran memberikan guiden. Qul inna a iyakum la hudan fialin mubin. Muhammad terima mereka ketamu dan katakan mereka, "Ayo kita duduk-duduk ngomong-ngomong kami atau anda yang benar atau yang sesat. Inna a
42:05
Speaker A
iyakum kami atau anda laala hudan yang yang benar. A fi doimin atau yang sesat." Ayo kita diskusi. Itu artinya apa? Quran memberikan apa? pelajaran pada kita semua kita menggunakan mengutamakan diskusi dalam mencari kebenaran agar kemudian logika bisa berkembang. Iya. Iya. Iya. Jelas. Jelas.
42:23
Speaker A
Salah satu alasan saya ee ingin membahas ini dengan Pak Kiai itu adalah ee masyarakat kan tidak semuanya ahli agama, Pak Kiai. Heeh. Dalam perbincangan di ruang sosial itu ada narasi begini. Apakah yang terjadi dengan Indonesia, dengan bangsa yang
42:42
Speaker A
besar ini? di mana masyarakatnya dikenal sebagai bangsa yang paling religius sedunia. Jumlah masjid terbesar, organisasi keagamaan hadir di mana-mana. Begitu mudah orang menjadi seorang ee penceramah di sini ya kan. Tetapi kemudian tampaknya peradaban kita, budaya kita, kebudayaan kita, dan peradaban kita itu
43:06
Speaker A
tampaknya semakin merosot. yang kemudian membuat orang berpikir begini, apa benar enggak sih Islam adalah jawab bagi masa depan yang membuat banyak orang kalau di luar negeri di terutama di negara-negara Arab tadi itu mereka berpindah. He.
43:23
Speaker A
Nah menyinggung budaya kita hadis apa tahu semua hafal semualah. I innama buitu liutam makarimal akhl. Tidak sekali-kali aku diutus kecuali untuk memperbaiki akhlak.
43:36
Speaker A
Apa artinya itu? Artinya yang mengangkat martabat budaya bangsa dan akhlaknya. Budayanya bukan agamanya. Bukan agamanya. Kita malu dong dengan RC yang ateis. Hm. Tidak ada korupsi, enggak ada apa? Penyelewengan, penyimpangan. Kita di sini yang hobinya umrah.
43:56
Speaker A
Hobinya umrah. Hobinya bangun masjid malah. Iya. Tapi korupsi di mana-mana. Malu dong. Semakin semakin kita punya dalil, kita punya ayat, kita punya hadis, semakin hancur kita ini. Kenapa? Budaya tadi agama dimaknai hanya dengan akidah dan syariah. Padahal hadis-hadis atau
44:18
Speaker A
Quran dan hadis yang menekankan budaya luar biasa. Alhayau minal iman. Malu itu adalah salah satu bagian dari iman.
44:27
Speaker A
Termasuk anfatun iman. Kebersihan dari iman. Itulah hadis-hadis itu yang harus kita harus kita pahami. Betul. Sampai, Pak Kiai, sampai bagian saya tertarik betul soal ini. Sampai pada bagian ini.
44:40
Speaker A
Apa kira-kira tawaran dari em kita kepada masyarakat yang literasi agamanya itu tidak selengkap, Pak Kiai, agar kemudian kerusakannya tidak menjadi semakin membesar? Yang saya sampaikan tadi bangsa yang luar biasa ee jumlah masjid besar sekali. bagaimana upacara-upacara keagamaan demikian apa
45:01
Speaker A
namanya itu ee ada di mana-mana budaya umrah dan segala macam yang luar biasa. Tapi kok kita tampaknya tidak menjadi lebih baik gitu dalam segala hal.
45:13
Speaker A
Iya. Pertama kehilangan kutwah, kehilangan panutan, kehilangan apa? Figur yang yang layak di diikutin atau yang kita ee bangga menjadi ikutan ya.
45:24
Speaker A
Baik di mana-mana terjadi di mana-mana ini terjadi mana-mana di NU di Muhammadiyah atau di manalah. Tapi bagaimanapun bagaimanapun ya di NU masih punya benteng itu pesantren. Hm.
45:34
Speaker A
Walaupun enggak menjamin, tidak menjamin juga saya keluaran pesantren pasti ee pasti baik. Enggak enggak jamin juga.
45:41
Speaker A
Tapi bagaimanapun pesantren masih dianggap alhusnul Hasin, benteng poral, benteng budaya, benteng akhlakul karimah. Masih itu masih ada anggapan seperti itu masih. Nah, tinggal contoh qudwah hasanah.
45:55
Speaker A
Setiap umat harus ada contoh, harus harus ada apa namanya? Panutan. Setiap umat, setiap generasi. Nabi Muhammad menjadi contoh, Abu Bakar jadi contoh, Umar jadi contoh, Utsman jadi contoh, Ali jadi contoh dan seterusnya dan seterusnya. Dalam Islam itu ee contoh
46:09
Speaker A
itu apakah figur atau sistem? Dua-duanya. Dua-duanya. Sistem baik kalau enggak ada figur yang melaksanakan. Ah, pesnya. Betul. He.
46:18
Speaker A
Tapi yang saya heran itu yang saya heran kenapa RRC yang ateis bisa membangun ee pemerintah yang bersih, pemerintahan yang yang bahasa Arabnya bahasa aganya istikamah. Bahasa Arabnya istikamah dengan undang-undang aturan kita yang bahasa religius yang rajin melanggar undang-undang. Malu malu malu
46:40
Speaker A
kita ini. Kenapa? Karena budaya kita, karakter kita yang belum belum beres. Maka dalam Quran juga dikatakan yatul alim ayati wakihim Muhammad ajarkan mereka Quran mereka atau orang Arab dan karakter bangun dulu baru wuimul kitab baru ilmu karakter dulu baru
47:01
Speaker A
pendidikan urutan Qurannya begitu ya alim ayatih sampaikan Quran pada mereka yuzakihim karakter harus dibangun mereka akhlaknya setelah ituimul kitab ilmu pengetahuan Ada satu hal yang harus saya sampaikan di sini, Pak Kiai, tapi memang sedikit agak sensitif. Enggak apa-apa. Ada
47:20
Speaker A
sekelompok masyarakat ee yang tampaknya memobilisasi persepsi i hingga kemudian seakan-akan bahwa kalau berbeda dengan mereka maka itu bukan Islam. Yang saya maksud itu adalah apa ya? Emm orang menyebutnya dari Yaman, Yaman, Yaman itu gitu.
47:42
Speaker A
Kita butuh penjelasan seperti apa itu. Mohon maaf sebenarnya mereka tidak punya otorita ilmu pengetahuan. Iya iya iya. Silakan kalau ada Munas Munas musyawarah musyawarah alim ulama apa ada dari mereka? Enggak ada. Kalau kalau tetap aja kalau sekarang jago-jagonya yang ahli fik yang
48:02
Speaker A
ahli ilmu agama Gus Baha contohnya Kiai Afifuddin dari Situbondo itu yang kalau musyaar yang Iya. diskusi agama hukumnya kloning gimana hukumnya jumatan t di kantor seperti apa hukumnya bunga bank apa hukumnya keluarga berencana hukum wal hasil hukumnya macam-macam i terukur
48:20
Speaker A
banget ilmu iya iya berdasarkan literatur berdasarkan kalau enggak pakai ee Quran hadis ijmak i kias ijmak konsensus ulama atau kias analogi itu mereka gudangnya kalau yang agenerasi dulu yang tua Kiai Ali Maksum Jogja Kiai Maimun Mbah Mun Kiai Ahmad Siddiq oh itu
48:38
Speaker A
luar biasa itu lebih tinggi lagi Kiai Wahab, Kiai Bis Syamsuri kakeknya Muhaimin itu Kiai Anwar Musaddad Garut itu yang megang otorita agama referensator referensi ya rujukan agama referensinya rujukannya tidak ada satuun keturunan Yaman yang mempunyai kemampuan seperti ini. Hanya
49:01
Speaker A
mereka habib keturunan Rasulullah di tengah masyarakat ngajak selawatan. Iya. Ada ada si dengar enggak Bapak ee dari mereka yang mengeluarkan fatwa fatwa tapi yang artinya punya manfaat masyarakat banyak.
49:19
Speaker A
Tapi kenapa masyarakat memberikan ruang kepada mereka? Karena mereka memanipulasi keturunan. Memang ada di Qurannya. Qulla asalukum alaijill mawaddata filba. Katakan Muhammad, saya tidak meminta imbalan tapi satu aja saya minta. Cintailah keturunanku. Kalau betul-betul keturunan kalau palsu dalam atau satu
49:49
Speaker A
atau itu atau itu ayat secara umum secara khususnya yang baik cintailah keturunanku yang sesuai dengan iya ee yang sesuai dengan Islam jangan dibawa ke wilayah personal. K itu adalah hanya kalian saja gitu kan. Dalam e pemahaman Pak Kiai yang saya percaya betul
50:10
Speaker A
apa yang mereka sampaikan ke publik di kita itu tidak benar. Gimana ya dulu mereka itu sebagai apa ya sebagai dituakan masyarakat dimintai doanya dimintai karam titik. Di situ.
50:27
Speaker A
Tidak sebagai tokoh pemimpin pergerakan. Bukan. Bukan. Dulunya dulunya gitu saya masih kecil masih begitulah mereka itu ya kita hormati sebagai keturunan Nabi Muhammad baca doa baca selawat tapi ee apa namanya kepemimpinan tetap di kiai ulama hukum atau apa kebijakan atau
50:44
Speaker A
keputusan tapi kiai belakangan ini belakangan nih ee ada ada perubahan memang kok bisa ada mereka punya apa anggota yang pengikut yang fanatik iya iya kita kita kita mengumpulkan jumatan di Monas 1 juta lebih itu dahsyat itu.
51:04
Speaker A
Dahsyat. Dahsyat. Kita akui. Dahsyat. Iya. Kita akui. Tapi apakah seperti itu? Hikat ber bukan. Tidak. Kenapa?
51:14
Speaker A
Karena karena tidurnya di masjid, salatnya di lapangan. Mana Islam? Gampang aja. Udah gitu. Gampang aja. Yang gampang. Tidurnya di masjid, salatnya di lapangan. Kebalik-balik nih barang. Iya.
51:28
Speaker A
berangkat dari Cirebon dari Cianjur ke sini ee mau mau salat Jumat kapan? Besok di lapangan salatnya. Malam ini di mana?
51:34
Speaker A
Di masjid tidurnya. Coba saya bawa dalam situasi forum saya ini, Pak Kiai. Iya. Iya. I yang poin yang terakhir tadi ini.
51:44
Speaker A
Apakah mereka tidak sebenarnya mereka itu sedang menerjemahkan pikiran religiusitasnya itu di dalam konteks agama, dalam konteks kekuasaan? Maaf saya. Heeh. Iya.
51:58
Speaker A
Apakah tidak seperti itu? Bahwa yang saya maksud begini, mereka sebenarnya itu mau bicara tentang kekuasaan, mereka mau bicara tentang politik. Tetapi kemudian pendekatannya seperti itu. Itu kan cara satu cara juga itu memanfaatkan masyarakat yang awam. Iya iya iya. Masa
52:17
Speaker A
awam dikira kalau mendengar ya lihat ceramahnya. ceramahnya. Pokoknya kalau ikut Habib saya ikut surga itulah si Habib itu ketika mati muka nakir aja enggak berani tanya habib si fulan itu pernah mikraj 70 kali katanya mikraj salatmu seberap pun banyaknya setiap
52:34
Speaker A
hari tapi kalau tidak mendoakan habib maka itu tidak akan diterima saya tidak perlu menjadi seorang ahli agama untuk mengatakan ini omong kosong ya iya iya i iya iya ya tadi kembali dalam bjarah dalam syarah tadi tidak ada ulama Ulama besar
52:50
Speaker A
dari Habib enggak ada. Enggak ada. Hanafi, Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tmudzi, Nasai, Ibnu Majah, Darquutni, Ghazali Haramain Bakilani Razzi Sanusi, Addimyati, Asuyu Adasuki, Adamhuri, Sayid Badawi, Asyadili. Itu ulama-ul besar nih yang saya sebut ulama mula-ulama besar ini yang saya sebut ini
53:12
Speaker A
satu pun enggak ada yang habib. Wow. Oke, kita masuk pada kajian terakhir dari diskusi kita, Pak Kiai. Ini menyangkut dengan ee politik dan kekuasaan. Sebenarnya Islam itu melihatnya itu kekuasaan seperti apa, Pak Kiai?
53:32
Speaker A
Ketika ada kata Nabi Muhammad secara sederhananya ketika kamu dalam pepergian tiga orang maka kamu harus mengangkat salah jadi pemimpin. Ya, artinya kewajiban agama kita membikin pemerintahan, mewujung pemerintahan. Bahkan Ibnu Taimiyah berpendapat pemimpin yang zalim lebih baik daripada tidak ada pemimpin. Karena
53:54
Speaker A
bagaimanun masih maslahah amah kemaslahatan umum akan terjaga kalau walaupun dia zalim secara itu artinya apa? Sekali lagi kepemimpinan adalah merupakan ee perintah agama membun kepemimpinan. Maka beberapa ulama punya konsep kepemimpinan. Imam Ghazali punya ee risalatul muluk. Imam Mawardi punya
54:13
Speaker A
ahkamus sultaniyah. Secara garis besar pemimpin harus pertama berilmu, punya kapasitas berilmu pengetahuan. Ayakuna aliman. Yang kedua ayakuna adilan.
54:24
Speaker A
Tunjukkan ee sikap yang adil, kebijakannya yang pro rakyatlah yang ketiga. Ayakuna zahidan zuhud tidak rakus. Rakus malah diberi contoh di situ seperti Umar bin Abdul Aziz contohnya.
54:38
Speaker A
Dan kemudian salim jisem sehat fisiknya tidak boleh angkat pemimpin yang tidak sehat. pemimpinnya yang apa fisiknya dan kharijan berani harus berani pemimpin itu enggak boleh orang yang penakut ini secara garis besar kemudian menjadilah sebuah ilmu fikhus siasah fakih politik
54:59
Speaker A
bagaimana caranya membangun pemerintahan yang baik kemudian bagaimana ya kata menggulingkan atau menurunkan seorang pemimpin yang zalim ada semua dalam namanya fiqhus siasah dan pelajaran agama Islam iya Ya. Ee apa konteks kenapa sampai saya tanyakan ini, Pak?
55:16
Speaker A
Kayak karena gini, ini saya bawa dalam sosan Indonesia ya. Di Indonesia itu kan ada dua organisasi agama. He. Ormas agama yang besar, UNU dan Muhammadiyah.
55:27
Speaker A
Eh, adalah tidak berlebihan menurut saya kalau kaum muslimin Indonesia, kaum Islam Indonesia itu menaruh banyak harapan pada dua organisasi agama ini.
55:38
Speaker A
I, terutama dalam hal bagaimana penyikapan mereka kepada pemerintahan, sebuah pemerintahan. Saya tidak berbicara tentang pemerintahan ini saja yang sekarang ini, tapi kita secara keseluruhan.
55:50
Speaker A
ee dalam banyak situasi tampaknya organisasi keagamaan yang ada di kita itu dalam banyak kasus, dalam banyak situasi itu tampaknya terlalu menyesuaikan diri dengan kekuasaan itu. Bagaimana seharusnya kita menyikapi itu? Itu belakangan saja. Itu belakangan. Itu belakangan ya. Itu
56:08
Speaker A
belakangan itu. Dulu kayak apa Gus Dur? Hm. Gusur kayak apa? Gus Dur selalu menyuarakan suara rakyat, menyuarakan keadilan, menyuar kebenaran. Yang dilawan siapa coba?
56:20
Speaker A
Pemerintah yang sangat otoritas yang sangat kuat, tentara sangat kuat. Dictoh itu. Demikian pula Kiasum Asari mempunyai sikap melawan Belanda, melawan penjajah, melawan Jepang. Ketika nikah datang mau Surabaya, Asari mengeluarkan res jihad tanggal 22 Oktober, maka masyarakat Jombang, Mojokerto Pasuruan Sidoarjo Surabaya
56:42
Speaker A
Madura Pasuruan siap melawan kedatangan nikah. Korban sangat banyak maka disebut pahlawan nasional. Tapi kita menang Brigen Malabi mati mobilnya dipasang bom oleh santri.
56:55
Speaker A
Yang masang bom di mobilnya Brigen Malap itu santri Tebu Ireng namanya Harun namanya. Walhasil bagaimana perjuangan para kiai dulu luar biasa sebenarnya.
57:04
Speaker A
Luar biasa. Walaupun dalam sejarah kadang-kadang kurang kurang disinggunglah. Kiai Ilyas Rukyat bapaknya Kiai Rukyat itu penggerak masyarakat Sunda melawan penjajah.
57:13
Speaker A
Zainul Mustofa dipenggal kepalanya, diancol oleh Jepang karena mengajak masyarakat tidak mau menyetorkan hasil panen kepada Jepang. Kiai Rusdi Hamid Rusdi di Malang sekarang menjadi nama jalan, nama pasar, nama nama daerah di Malang walaupun belum nasional itu diberondong oleh Jepang. Kiai Ilias e di
57:33
Speaker A
Lumajang juga dibunuh oleh Jepang, dimutilasi oleh Jepang. Semua itu kiai-kiai yang punya sikap luar biasa. Dan sampai yang yang menjadi batalion tentara banyak sekali. Kiai Munasir bapaknya Pak Rozi Munir, Kiai Yusuf Hasyim e pamannya Gus Durur, Kiai Abdul Abbas Buntet itu
57:51
Speaker A
semua pangkatnya Letnan itu. Letnan. Letnan. Letnan kapten itu. Iya. I iya ya. Saya kalau gitu saya balik ke pertanyaannya, Pak Kiai.
58:00
Speaker A
Ee berarti terbuka dengan situasi yang seperti ini terbuka peluang kekuasaan justru memanfaatkan kelompok Islam?
58:13
Speaker A
Begini, selama Islam ini hanya dijadikan untuk kepentingan politik, jelas itu ada penyimpangan, pasti ada penyimpangan. Sesimpel itu.
58:22
Speaker A
Iya, sesimpel itu. Gampang ini gampangannya gitulah. Maka kewajiban NU dan Muhammadiyah sebagai kuat sifat saiti amar makruf nahi mungkar. Bukan hanya dengan kekerasan, dengan ee apa ee apa namanya ee kudeta bukan. Tapi ayo ayo bagaimana sih? Kita mari bergadikan
58:40
Speaker A
tangan bersama-sama. Seperti apa kau? Seperti ini harus harus kita sikapi seperti apa kau korupsi luar biasa. Kau semakin jahat daripada baru korupsi sekarang ini semakin luar biasa. Harus seperti apa kiai-kiai ini Muhammad enggak boleh diam, enggak boleh diam.
58:55
Speaker A
Minimal ngomong dong atau nulis. Bukan berarti kita angkat senjata. Bukan. Apa solusinya? Kenyataannya sudah seperti ini. Sudah seperti ini. Luar biasa.
59:07
Speaker A
harus bersang kalau ada berita korupsi miliar enggak kaget saya ini triliunan ini ratusan ratusan triliun Pak Kiai mohon maaf saya harus menanyakan ketika Pak Kiai Said sebagai ketua PBNU ee tarikan membawa NU masuk ke kekuasaan dengan berbagai versi dan cara itu
59:26
Speaker A
terjadi ya ah kita punya sayap yaitu PKB itu partai politik yang dibangun oleh NU ee NU oleh PSP waktu itu yang deklaratornya nya lima orang. Gus Dur, Kiai Ilyas, Kiai Munasir, Mustofa Bisri, Kiai Muhid Muzadi. Kakaknya Kiai Hasyim
59:43
Speaker A
Muzadi. Artinya apa? PBNU telah membikin wadah, menyediakan wadah ini loh salun politik warga ini melalui partai PKB.
59:53
Speaker A
Silakan. Maka semua urusan politik kita lewatkan pada PKB. seperti hari santri waktu saya waktu saya jadi ketua undang-undang pesantren coba kita lewat PKB menolak 5 day school kalau sekolah 5 hari anak pulang sore madrasah nganggur itu madrasah suaya masyarakat yang bikin madrasah itu
60:14
Speaker A
yang ngajari alif bata ngajari alfatihah ngajari he ee walhasil alhamdulillah ya waktu saya jadi ketua umum melalui pkb semuanya berhasil undang-undang pesantren yang tadinya ada beberapa poin yang kontroversi versi yang mengatakan bahwa Kementerian Agama harus menjadi apa? Apa itu ya? Emm pelindung apa
60:36
Speaker A
penasihatnya kiai enggak. Wah, saya tolak itu mitra jangan pelindung yang penasihat. Nanti kepala kaua kecamatan bisa perintah kiai pesantren. Artinya kalau ada upaya dan tampaknya pernah terjadi tidak lama dari hari ini mencoba memisahkan NU dengan PKB itu melanggar sejarah ya. Pengkhianatan.
60:57
Speaker A
pengkhianatan itu kita memberi kebebasan NU tidak harus tidak harus PKB enggak tetap NU walaupun tidak milik PKB tetap NU ahli sunah wal jamaah tetap ibadah wa fikron waalan akidahnya pikirannya cara berbuatannya tapi NU menyediakan wadah politik ini loh PKB pikiran kita
61:16
Speaker A
terserah mau masuk ke situ monggo. Tapi sudah disiapin, sudah disiapin ya dalam tapi dalam hal ini memang memang sangat berat enggak enggak gampang menyatukan sikap politik NU itu tidak gampang sejak dulu.
61:32
Speaker A
Dulu Mas Sumi. Kalau dari Mas Sumi ada orang enggak saya enggak keluar Mas Sumi. Ini Mas Sumi bikinannya Hasim Masari kok masa saya keluar.
61:39
Speaker A
Setelah itu masuk P3 e partai kan partai NU ya. Partai NU masuk P3 enggak ah. Saya enggak mau masuk P3 golokar.
61:48
Speaker A
Jadi saya dulu sulit saya ada PKB enggak saya enggak mau PKB enggak apa-apa kan suka politik itu tapi yang sifatnya ijtihadiah. Iya tapi itu tadi bahwa rumahnya sudah kita siapin ya. Ya. Ya. Ya. Ya. Jangan kemudian apa namanya itu bahkan
62:07
Speaker A
mengumumkan ke publik bahwa tidak harus di BKB. Itu kan bisa memecah umat juga. Prinsipnya begini ya. Ajaran Islam seya begini ya. Setiap ada kemungkaratan penyembahan kita harus berbicara ngomong harus berpendapat harus bersikap. Afdolul jihad kalimatu haqqin amama imamin jair. Jihad yang paling
62:29
Speaker A
utama adalah berani mengatakan kebenaran di depan penguasa yang zalim, yang menyimpang, yang melanggar. Nah, sek ya itu kan letternya seperti letternya. lah kita sebagai organisasi besar Islam a sunah wal jamaah ayo kita berikan masukan, rekomendasi, beri peringatan, teguran.
62:47
Speaker A
Nah, kita ambil sikap dengan keadaan seperti ini untuk kemaslahatan, bukan untuk merusak, bukan. Ketika saya mengkritik Pak Jokowi misalkan bukan berarti ingin menggulingkan, tidak enggak enggak ingin tidak ada target yang menggulingkan. Enggak.
63:03
Speaker A
Waktu Pak SB juga saya sering saya kritik Pak SB beliau sangat menerima kalau dia kritik saya saya dipanggil malah karena dia tahu saya itu enggak akan bertujuan jelek tak ada pikiran itu. Nah, ya seperti itu ya. Saya dipanggil kalau
63:18
Speaker A
coba habis ngritik pasti 2 hari 3 hari kemudian panggil minum teh bareng diminta pendapatnya, diminta masukannya beberapa kali Pak SB itu begitu. Tapi ada juga yang menuding waktu Pak Kiai sebagai ketua umum itu malah mesrahnya dengan kekuasaan juga
63:37
Speaker A
agak kental. Enggak juga dong. Enggak juga ya. Beberapa beberapa kritikan juga k yang mana? Yang mana yang PR periode mana periode siapa periode ya? Mungkin periode kedua kali ya. Enggak per presiden siapa? Pak Jokowi. Enggak juga dong. Enggak malah saya enggak d saya
63:51
Speaker A
kritik malah di Lampung ceritanya. Boleh enggak kita dapat cebocoran dikit lagi ya? Wal hasil Pak Jokowi tidak senang saya kalau saya ingin terpilih lagi di NU. Maka di Lampung semua itu ee ya diatur sehingga saya harus kalah.
64:12
Speaker A
Nah, saya tidak sebesar Gus Dur. Gus Dur waktu muktamar Cipasung tahun '94 juga digitukan oleh Pak Harto. Jangan Gusur, jangan sampai Gusur jadi dengan segala kekuatan, segala caranya cara ketika pembukaan naik di panggung mukul beduk, Pak Harto bedung, Gusak dipersilakan
64:29
Speaker A
ikut naik. Ketika selesai pembukaan, minum teh di tempat istirahat, Gusur mau bergabung enggak boleh. Oran yang mendukung Gusur tidak boleh masuk ke Tasik Malaya, Kompas contohnya. Tapi yang menghina e mencelakkan Gusur masuk pelita waktu itu. Pelita waktu itu. Sampai-sampai
64:46
Speaker A
segitunyalah walhasil dengan segala kekuatan ancaman dan tekanan. Tapi Gus Dur kuat tetap menang. Saya tidak sebagai hebat Gus Dur dan kemudian kalah. H ya enggak apa-apa enggak apa-apa. Itu caratan caratan orang yang mempermainkan Naz ulama insyaallah ada balasannya.
65:10
Speaker A
Insyaallah saya yakin itu ya. Tapi ini ini enggak enggak enggak enggak logis sih. Bukan perkataan yang logis bukan.
65:17
Speaker A
Tapi orang mempermainkan N ulama Allah tidak akan membiarkan. Pak Kiai terima kasih. Sama-sama. Terakhir kesimpulannya. Laisal Islam aqidatan wa syariatan faqat. Islam bukan hanya akidah dan syariah saja. Wa innamal Islam dinul ilmiqafah. Agama ilmu dan peradaban.
65:43
Speaker A
Dinut adab wal hadarah agama kemajuan. Welfare dinut tamadun wal insaniah agama kemanusiaan. Kesimpulan terakhir.
65:55
Speaker A
Sekali lagi. Oke terima kasih. Terima kasih. Sama-sama pemirsa, kita 1 jam lebih mendapatkan tausiah. Ee tampaknya ada saya catat dua atau tiga pernyataan, Pak Kiai yang dalam konteks kita itu belum pernah diungkapkan. Saya merasa bersyukur juga ini disampaikan di sini. Ya sudah,
66:17
Speaker A
setidaknya itu adalah catatan sejarah yang dicatat oleh orang yang mengalaminya sendiri. Beliau adalah mantan ketua umum PBNU, sebuah organisasi yang sangat besar. puluhan juta ee warganya, masyarakatnya, rakyatnya. Semoga saja ee informasi dari Pak Kiai Sayit Agil Sirat semakin
66:36
Speaker A
membuat kita menjadi paham seharusnya kita itu dalam konteks berislam di negara yang tercinta ini harus seperti apa. Ada banyak pernyataan yang mungkin sangat keras tapi itu saya yakin betul beliau pahami sebab mereka beliau menjalaninya. Beliau yang menginisiasi banyak hal. kita harus berbangsa dalam
66:56
Speaker A
konteks yang sebenarnya. Sebelum menuju ke akhir, saya ingin ee kembali mengumumkan kepada publik bahwa kita punya program namanya Rakyat Bersikap.
67:08
Speaker A
seperti dengan episode-episode yang lalu, karena ini tampaknya cukup panjang episodenya yang ee tema ini adalah kita mengambil tema ee DPR kapan Anda mau tepati janji mewakili rakyat pemilihmu.
67:22
Speaker A
Ini adalah hari-hari lebaran di mana banyak warga pemilih Anda, wahai para anggota DPR yang mengambil posisi baik pada DPR dari pusat, provinsi, dan kabupaten sebenarnya sedang memikirkan apa gunanya dia memilih Anda. Dalam banyak ee peristiwa mereka merasa ditinggalkan. Mungkin juga saya meskipun
67:43
Speaker A
saya juga adalah mantan anggota DPR. Maka untuk itu mari bersikap tolong kunjungi ee apa namanya itu link kami wwraketbersikapu.id suara suara untuk DPR. Sampaikan pikiran Anda di situ sedapat mungkin. Pernyataan Anda, gugatan Anda, pikiran Anda yang Anda sampaikan di sini akan kami sampaikan
68:03
Speaker A
kepada para pihak yang dituju. Forum ini adalah tempat tentu bercakap-cakap. Terima kasih telah menyaksikan percakapan yang luar biasa ini. Selamat hari raya Idul Fitri minal aidin wal faizin.
68:23
Speaker A
[Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]
Topics:Said Aqil SirojNUHabibekstremisme Islampolitik Islamperadaban IslamJokowiTasawufTurki Utsmanisejarah Islam

Frequently Asked Questions

Apa alasan Said Aqil Siroj mengkritik peran Habib dalam politik NU?

Said Aqil Siroj mengkritik karena tidak ada ulama besar dari kalangan Habib dalam NU, dan mereka memanipulasi keturunan untuk mendapatkan ruang politik, yang dianggap merusak kesatuan NU.

Bagaimana Said Aqil Siroj menjelaskan penyebaran Islam yang cepat?

Ia menjelaskan bahwa karakter nomaden orang Arab yang mudah berpindah tempat membuat Islam cepat tersebar ke berbagai wilayah dalam waktu singkat, didukung oleh kontribusi besar bangsa non-Arab dalam pengembangan peradaban Islam.

Apa peran bangsa non-Arab dalam peradaban Islam menurut video ini?

Bangsa non-Arab, terutama Persia dan ajam lainnya, berperan besar dalam mengembangkan ilmu bahasa Arab, tajwid, hadis, tasawuf, dan membangun pusat peradaban Islam seperti Baghdad selama ratusan tahun.

Get More with the Söz AI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →