FLOTILLA‼️ Dan mereka meny1k5a kami untuk senang2 Om!! … — Transcript

Podcast Deddy Corbuzier membahas pengalaman brutal partisipan Global Sumut Flotilla yang disiksa saat misi kemanusiaan ke Palestina.

Key Takeaways

  • Misi kemanusiaan Global Sumut Flotilla menghadapi risiko kekerasan serius dari aparat yang menahan mereka.
  • Solidaritas dan dukungan antar partisipan sangat penting untuk menjaga semangat dan kewarasan selama penahanan.
  • Pengalaman ini menyoroti kondisi kemanusiaan yang sulit di Palestina dan pentingnya bantuan internasional.
  • Pemerintah Indonesia dan tokoh seperti Deddy Corbuzier memberikan dukungan dan apresiasi terhadap misi ini.
  • Kekerasan fisik dan verbal yang dialami partisipan menunjukkan brutalitas yang dihadapi aktivis kemanusiaan di zona konflik.

Summary

  • Partisipan Global Sumut Flotilla mengalami penyiksaan fisik dan psikis saat ditangkap, termasuk disetrum dan dipukul.
  • Misi ini murni kemanusiaan tanpa membawa senjata, dengan tujuan memberikan bantuan kepada Palestina.
  • Meski mengalami kekerasan, para partisipan tetap optimis dan saling menguatkan selama penahanan.
  • Ada 9 orang dari Indonesia yang sudah kembali dalam keadaan utuh setelah insiden tersebut.
  • Perlakuan buruk yang dialami termasuk penghinaan verbal dan kekerasan fisik oleh aparat Israel.
  • Partisipan berasal dari berbagai negara dan membangun ikatan kekeluargaan yang kuat selama misi.
  • Deddy Corbuzier mengapresiasi keberanian para partisipan dan peran pemerintah dalam mendukung misi kemanusiaan.
  • Diskusi juga menyinggung kondisi anak-anak di Gaza yang jauh lebih menderita dibandingkan pengalaman partisipan.
  • Para partisipan tetap menjaga kewarasan dan tidak menunjukkan rasa takut agar tidak memberi kemenangan pada penyiksa.
  • Narasi yang disampaikan para partisipan konsisten meskipun tidak ada debriefing resmi.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Ada yang disetrum, ada yang dipukul. Jadi alasannya apa? Mungkin random aja dia. Dan setrumnya gak cuma sekali ya. Bisa ada 8 titik setruman gitu. Tunggu, tunggu, tunggu. Kalau bicaranya begitu. So this is for fun. Itu ada yang ditembak dengan jarak dekat. Itu perempuan berarti. Jadi perempuan itu ditembak point blank. Kan ini banyak orang bilang nih. Kalian ngapain sih? Makanya kalian itu pergi, udah tau orang-orang kayak gitu masih pergi. Ujung-ujungnya nyusain pemerintah, nyusain orang-orang.
00:18
Speaker A
Ini adalah sebuah podcast yang bisa jadi gak kejadian, Ustaz. Iya. Iya kan? Karena belum tentu mereka balik kan? Belum tentu mereka balik. Iya benar. Nah tadi itu saya, pertanyaan pertama adalah, saya harus menyebut kalian ini apa ya?
00:40
Speaker A
Partisipan mungkin ya. Partisipan? Ya harusnya suka relawan, participate sih, kejadiannya sih nggak partisipasi ya. Mereka awalnya partisipan, terus kemudian setelah berlayar mereka jadi korban penculikan kayaknya. Jadi korban penculikan, oke. Tapi ada beberapa hal yang saya mau ngomong nih, Stahid.
00:57
Speaker A
Jadi mungkin yang awalnya biar gimana pun kita harus terima kasih sama pemerintah juga. Apresiasi Pak Menteri Sugiono. Harusnya datang ya? Ya walaupun beliau sempat diserang juga ya sama orang-orangnya. Tapi kita tahu lah beliau kerjanya seperti apa juga membantu juga. Terus yang kedua adalah kita bersyukur juga. Bahwa sekarang sudah 9
01:14
Speaker A
orang. Yang dari Indonesia sudah kembali dalam keadaan utuh ya. Dalam keadaan utuh. Dan yang ketiga saya mau minta maaf sama Abeng. Karena tadi waktu terlalu bersemangat ya kalau anda gak tau tadi waktu Abeng dateng ketemu saya saya pegang.
01:37
Speaker A
saya peluk Abeng begitu saya peluk Abeng Abeng bilang masih sakit yang di injek ya di injek dan di kunci nih tangan di borgol di kunci terus di injek oke jadi kita kedatangan Abeng Angga dan Todi. Kalau Todi sama
01:55
Speaker A
Abeng ini jurnalis Republika, berarti yang aktivis cuma satu. Enggak. Enggak doang. Nah, mungkin selanjutnya, Ustad lebih paham ya Ustadz ya. Lagi kan kita bicara tentang Palestina ya. Betul. Karena Anda yang selalu ngomongin Palestina terus ya Ustadz.
02:20
Speaker A
Masya Allah. Masih aman, Tad. Aman Alhamdulillah. Aman Tad. Dan kalau aku pertama-tama aku justru mau mengucapkan terima kasih pada Om Deddy. Masya Allah ini Om Deddy memberikan podcastnya dengan berbagai macam resiko tentu saja untuk teman-teman menyuarakannya. Yang kedua Om, aku juga pengen
02:37
Speaker A
untuk benar-benar mengapresiasi, respect banget pada seluruh partisipan daripada Global Sumut Flotilla. Itu semua orangnya itu aku benar-benar terharu ketika diwawancarai semuanya ngomongnya sama. Mereka bilang ini bukan tentang kami, sekaligus aku mau disclaimer pada hari ini ya. Ini bukan tentang kami,
02:53
Speaker A
ini bukan tentang apa yang kami alami, dan apa yang kami alami ini tidak seberapa yang dialami oleh anak-anak di Gaza setiap hari. Nah itu aku lihat itu semua narasinya sama. Walaupun ternyata, ternyata nggak debriefing ya, tapi semuanya sama narasinya seperti itu. Karena mereka
03:10
Speaker A
melihat keadaan sebenarnya yang ada di sana seperti apa. Cuman mungkin saya mau buka dengan satu pertanyaan nih. Sebelum nanti mungkin Ustadz lebih paham dari hal ini. Dari teman-teman ini, ada tidak sih pada saat berada dalam keadaan itu ya? Ada
03:25
Speaker A
nggak kepikiran tidak akan pulang? Sebelum perangkat? Bukan, setelah. Pas lagi dalam keadaan dintasep. Iya, iya. enggak karena kami lagi makan ya maksudnya pas proses intercept itu kami sedang makan jadi enggak kepikiran mati sih pas lagi di Borgo alhamdulillah
03:42
Speaker A
tidak masih tetap berharap ya masih tetap berharap pulang ya karena apa ya pas dalam misi global sumut fatila ini kan kita udah dikasih tau bahwa ini bukan misi kekerasan. Bukan misi yang membawa senjata dan lain-lain. Ini pure misi humanitarian aid. Bukan juga misi bunuh diri. Dan kami selama
04:06
Speaker A
misi itu ya... Dikuatkan oleh... Partisipan yang lain dari berbagai macam negara ya. Mereka optimis. Mereka lebih fokus terhadap kemanusiaan. Mereka selalu brainstorming tentang bagaimana Palestina... Pada saat ini kenyataannya seperti apa. Jadi ketika di intercept apapun yang terjadi... Kita masih tetap... Santai gitu berusaha untuk menjaga kewarasan lah. Tapi kan
04:31
Speaker A
dengan keadaan situasi yang sangat mencengangkan pada saat itu kan. Betul. Tidak bisa dipungkir ya. Karena mereka tuh. Israel ini tuh ya.
04:54
Speaker A
Menghajar kita tuh bukan hanya sekedar fisik. Tapi psikis gitu. Tapi untuk kalau misalkan kita.
05:07
Speaker A
Merasakan bahwa khawatir. Terlihat mimik khawatir. Terlihat mimik. trauma itu mungkin senang bagi mereka. Nala feeding ya? Iya, karena tuh kan, ini mereka merasa berhasil bahwa udah bikin partisipannya ngedown lah gitu. Jadi, selama ditahan tuh kita aman gitu, santai aja gitu. Nggak kepikiran sampe, ah
05:14
Speaker A
ini kayaknya mati ini disini nih, kayaknya nggak keluar nih. Nggak ada pikiran sama sekali.
05:36
Speaker A
Nggak ada. Jadi, selama ditawan tuh ya kayak gitu. Walaupun saat itu punggung ditendang, diinjak?
05:41
Speaker A
Kalau... Yakin gak pulang, pasti pulang. Cuman dalam keadaan apa pulangnya? Prosesnya mungkin lebih lama. Kemudian mungkin kondisinya benar. Mungkin kita setahan apa. Disitu menerima keadaan begitu. Tapi kalau pertanyaannya yakin pulang, yakin pasti pulang. Saya tertarik dengan ini Ustadz. Kalau tadi kan
05:47
Speaker A
dikatakan bahwa karena kita datang dengan unsur kemanusiaan maka kita yakin. Tapi kan di dalam dunia ini tidak semua hal yang mendukung kemanusiaan akan menang. Betul.
06:10
Speaker A
Jadi saya gak bisa membayangkan kalau saya berada di posisi seperti itu. Apakah masih bisa berpikir apa? Ngeliat anak, ngeliat keluarga. Ada yang punya anak keluarganya? Saya keluarga.
06:21
Speaker A
Belum punya anak, belum menikah. Saya istri-istri. Istri ada. Kan pasti pikirannya gitu. Apalagi katanya ada yang disetrum lah. Tapi kuat ya berarti. Ini saling mendukung? Saling menguatkan.
06:33
Speaker A
Energi paling baik di GSF itu salah satunya itu kita baru kenal gitu dari 45 negara sekitar 480 orang ya 482, 500 lah gitu itu belum kru darat gitu ya kita disana itu energi yang paling penting itu ya kita kayak berkeluarga aja gitu saling pelukan, salam, pelukan udah gak
06:47
Speaker A
memikirkan hal-hal yang ya kita tau semua pasti tau kok bahwasanya ini pasti brutal, kita menghadapi brutalisme pasti. Semua pada tau itu, resikonya gitu. Cuman yang menguatkannya itu, kita baru kenal berapa lama bercanda, ngobrol, brainstorming, menganalisa, saling memberitahu keadaan, ya berpelukan dan sebagainya, saling menguatkan, itu aja sih yang membuat
07:11
Speaker A
kita yakin bahwasanya. Enggak, ini walaupun beresiko, tapi kita pasti worst aid gitu ya. Ini kan ada, kalau nggak salah ada adiknya Presiden Irlandia juga di situ ya. Mungkin Ustadz, setelah ini silahkan Ustadz lanjut. Tapi saya masih penasaran, perlakuan
07:34
Speaker A
terburuk yang kalian lihat di situ apa ya? Semuanya buruk. Tidak ada baik verbal maupun fisik. Verbal apa aja misalnya? Verbal mungkin you like a monkey. Todi bahasanya namanya Todi diganti dogi. Itu bener tuh. Ya bener jadi pas mau masuk ke sel gitu kan dibawa sama polisi itu nanya
07:52
Speaker A
nama lu siapa gitu. Nama saya Todi. Oke gue ganti ya nama kamu dogi katanya. Saya gak iain kan yaudah karena di misi ini kita jangan melawan terus jangan memperlihatkan mimik yang takut, lemah jadi siap, santai aja gitu kan terus dia
08:17
Speaker A
bilang, doggy sit down terus saya nggak sit down gitu, diam aja gitu karena kan bukan nama saya juga gitu terus tiba-tiba dipukul dipukul? Iya dipukul, ini bagian perut, bagian ini terus masih bertahan diintervensi lagi, dipukul lagi, baru duduk nah setelah itu.. ini dipukul lu bener-bener dipukul? Baru
08:33
Speaker A
dipukul baru dipukul setelah itu baru duduk lah jadi setelah kayak gitu, jadi dia manggil temen-temennya, eh sini sini sini, ini gua punya peliharaan baru nih jadi memang.. mental, eh iya lah mereka ya memang seperti itu sih tapi saya
08:57
Speaker A
nggak.. nggak jadi gimana gitu ya udah tegar aja tegar gitu memang ini.. inilah tempatnya dia gitu kalau kita berontak, makanan berbahaya gitu berbahaya buat saya, berbahaya buat teman-teman yang lain gitu kalau yang kalian lihat selain itu ada yang lebih parah? Ada, lebih banyak, kalau yang kita alamin ini masih kecil lah.
09:12
Speaker A
Itu ada yang ditembak dengan jarak dekat itu pakai peluru ka.
09:33
Speaker A
itu ada yang ditembak dengan jarak dekat itu pakai peluru karet ya kita nggak tahu ya itu peluru karet atau nggak, yang pasti itu ditembak poin blank katanya iya, itu yang pahanya ya? pahanya, hanya kena sandar di pintu aja
09:50
Speaker A
Kena? Antum ya kena? Enggak, kebetulan kami satu sel. Sepanyol itu ya, perempuan. Jadi dia sandar di pintu masuk, kemudian langsung. Oh karena gak boleh nyender.
10:03
Speaker A
Boleh aja sebenarnya, cuman dia... Miseng aja. Random, tahan. Random, toh. Nyiksa orang out of nowhere gitu ya. Bukannya kalau tentara pun harusnya ada aturan, kalau tentara pun kan tidak boleh sipil dan... kayaknya gak berlaku kayaknya bagi mereka ini bukan
10:19
Speaker A
kesana lagi maksudnya itu perempuan berarti jadi perempuan itu ditembak point blank iya di paha kanan ya kiri-kiri dan itu sempat hampir terjadi keributan karena di penjara itu kan kita punya tim medis juga ya karena yang selain partisipan banyak dokter dokter bu Gaza itu banyak termasuk yang
10:43
Speaker A
adiknya presiden Ilan dia dokter kan Jadi kalau kita totalnya ada 56 kapal Kalau nggak salah kemarin Dari masing-masing kapal itu juga ada dokter Kemudian ada kapal semacam kapal bisa dibilang satu kapal khusus namanya Kapan Mili itu memang dokter semua pada 30-50an dokter dokter tugasnya dokter dan
11:06
Speaker A
bantuan obat-obatan di medis dan itu dipisah kan? tapi tetap di masing-masing kapal ada dokter medisnya satu-satu jadi kapal saya, kapal Boralais ada dokter satu josep satu kalau kalian di telanjang itu bener? bener di telanjang?
11:25
Speaker A
minimal tiga kali saya tiga kali empat kali proses telanjang indah Allah itu itu dipastikan paling malam-malam sampai pagi itu ya itu waktu pas di asdod ya asdod ya pas sudah di penjara asdod sampai ke sekali penjara dua kali terus katanya
11:42
Speaker A
ada yang ini aku dengar juga ada pelajaran seksual katanya itu belum terkonfirmasi berapa jumlahnya tapi berdasarkan BAP kan kita setelah deported ke Turki itu kan kita langsung dikumpulkan di satu tempat di Visum di Checkmedis, di Medical Checkup kemudian BAP mungkin berdasarkan
12:08
Speaker A
BAP itu saya kontak terakhir dengan Ibu Maimun ya dia steering committee dia juga koordinator Global Peace Convoy Kalau komunikasi terakhir, membicarakan soal itu, itu hari Kamis Karena saya butuh itu untuk pemberitaan ya Itu waktu hari Kamis masih di Turki
12:25
Speaker A
ketika itu Ibu itu sampaikan itu sih, udah 40an lebih Laporannya ya? Iya, itu laki-laki dan perempuan ya Klasifikasinya itu beragam, mulai dari Pemasukan benda Dan bleeding, berdarah gitu Dan yang lain-lain, termasuk juga touching ya, sentuhan gitu Iya, pemasukan
12:44
Speaker A
benda ini ke alat lamin Ada yang ke anus dan segala macem. Kayak gitu. Itu ada juga UN reportnya. Apa ini? Aku gak tau sih, tapi UN report itu udah memastikan itu. Jadi ada, bahkan dikasih tau kayak besi panas dimasukin.
13:02
Speaker A
Seperti itu. Jadi kayak, ya ngeri banget. Bahkan ada yang melibatkan dalam beberapa laporan, kalau yang di Palestine ya, tahanan Palestine itu melibatkan animal. Jadi abusifnya berasal itu. Tapi kalau disitu nggak ada cuman... Kalau itu memang ada informasinya yang...
13:21
Speaker A
Tapi kalian nggak ngeliat ya? Nggak. Oke, jadi konteksnya nanti kita harus lihat beritanya secara benar. Karena kalian tidak melihat hal itu ya. Kalau yang di Indonesia yang paling parah ada yang di apa? Di setrum. Taser ya? Iya. Karena? Dan
13:37
Speaker A
satu itu masih ada yang masih di rumah sakit sampai sekarang. siapa? dari wartawan Mas Heru Mas Heru itu sampai sekarang masih di rumah sakit di Jati Negara ya di Jati Negara Primer karena dia ini retak mungkin dan dia punya riwayat ginjal jadi
13:53
Speaker A
mungkin ketika dihajar kena kalau di setrum karena apa? kalau di setrum saya nggak ngalamin mungkin Todi nggak ngalamin di random aja sih saya pun nggak ngalamin ya tapi itu di setrum itu karena kan ketika mau masuk di tahanan kapal saya itu kan kebetulan
14:08
Speaker A
ada Satu ruangan eksekusi gitu ya Itu random-random, ada yang di-strum, ada yang dipukul Jadi alasannya apa mungkin random aja dia Pengen aja ya? Iya, dan strumnya gak cuma sekali ya Bisa ada 8 titik struman gitu Terus bentuknya tuh bulat gitu, ada kayak panas gitu, besi panas ditempelin, tempelin gitu
14:33
Speaker A
Itu ya random aja gitu Betul-betul kalau bicaranya begitu, jadi ini untuk menyenangkan. Iya. Memang untuk menyenangkan. Kan kita lihat beberapa orang-orang yang di sana ya, mereka kayak misalnya kayak ketika Idul Fitri itu mereka nembakin senjata cuma untuk menyenangkan saja.
14:57
Speaker A
Jadi ngeboom bikin konten. Jadi lihat belakang gue, ini gue lagi mau ngeboom, itu yang terjadi pada mereka. Tapi kalau mungkin teman-teman yang ngalamin ngeliat orang-orangnya ya, aku kan ngeliat beberapa jurnalis dari negeri lain mereka bilang, orang-orang ini soules katanya, ini orang-orang tanpa
15:13
Speaker A
jiwa gitu maksudnya. Memang apa, teman-teman ngerasain gak sih kayak gitu atau apa yang teman-teman rasain ketika ketemu orang-orang kayak gini? Ya emang betul gitu, jadi kita psikisnya diganggu. Iya.
15:26
Speaker A
dibiarkan kedinginan terus di udah dingin disiram lagi gitu selama di penjalan saya mau tanya mungkin pertanyaannya agak nyeleneh gini kan kalau kita nonton zaman dulu Jerman ya Hitler ya itu kan ada film Schindler List Schindler List itu kan baik banget ya nah dari mereka semua gitu
15:49
Speaker A
ya ada nggak kira-kira satu orang yang mungkin bukan paling baik ya yang apa yang agak mungkin menghindar atau nggak nyentuh atau apa ada atau semuanya pada saat itu sama nggak ketemu ya kita ya hahaha itu ya ya kan saya nanya ya maksudnya kalau ketemu sih mungkin jadi Jadi berberita ya?
16:13
Speaker A
Jadi dulu dulu dulu dulu Tapi kan kalau ada tuh Maksudnya kan Cinderlis kan begitu kan? Tapi ketika mereka melawan kebaikan juga merupakan bagian daripada mental tadi kan sebenarnya Jadi ada yang nanya itu dikasih makan atau enggak? Ada dikasih makan, apakah itu baik atau
16:30
Speaker A
enggak? Dikasih makan kok Makanan roti apa kita enggak tahu namanya itu Mungkin sudah lebih paham itu yang roti maaf Roti Yahudi itu Tapi memang karena memang kita memilih untuk mau gue makan, tidak makan gitu yang mau makan pun ternyata memang
16:48
Speaker A
itu tidak bisa dimakan keras, dingin mau gak mau ya memang gak makan banyak kan itu, saya gak makan itu 4 hari lah gue bilang lebih gak makan 4 hari?
16:57
Speaker A
iya, cuman kalo minum, minum tapi 2 teguk, 2 teguk gitu selama di penjara kapal gitu sama-sampai yang di kiat ziot juga itu gak makan gitu kembali ke situ kalau Mas Nadi tadi bilang ada gak yang kayak The Liss and
17:12
Speaker A
the Liss itu? belum ketemu tapi mereka ngasih makan tuh dan ngasih makannya itu kalau di kapal penjara kita itu ya air mineral itu dilempar ke kepala kita itu dilempar gitu dari atas? dari atas karena penjara kapal itu dia bentuknya
17:29
Speaker A
peti kemas ya jadi dia dijaga disini disini disana jadi dia kalau ngasih air itu dilempar Memang sengaja mengenai kepala gitu. Kemudian kalau makanan juga begitu. Tapi memang gak ada yang mau makan. Kalau air memang itu kita. Iya mau gak mau. Karena itu dipakein tu wudu juga ya. Masih bisa sholat
17:51
Speaker A
Bas. Masih bisa sholat. Gimana caranya? Di situ aja gitu. Di dalam kontenernya Sat. Walaupun kontenernya udah bau kotoran. Pas diikat. Keluar nanti kita pasang pedas dot itu baru diikat. Kalian ke WC aja digebukin nih. Di beating gitu Kalau mau ke
18:08
Speaker A
WSI itu kan harus protes dulu ya Jadi harus butuh toilet-toilet gitu Baru ada beberapa orang yang bisa ke sana Tapi ya itu dibatasin Terus di toiletnya pun gak ada airnya gitu Terus bahkan Kalau pas di Penjara itu ya Jadi kan satu-satu minta protes Minta dokter butuh obat
18:29
Speaker A
Terus disamperin I don't care katanya Yaudah balik lagi Langsung itu pada protes gitu Jadi memang sekejitu gitu Bahkan di kapal tahanan saya itu kan Roti itu kan dingin, beku gitu ya Keras Sementara orang-orang yang habis dipukulin, habis disiksa Itu kan banyak yang rusuknya tuh
18:52
Speaker A
Reta-retak, jadi gak bisa gerak, patah harus digip Nah, digipnya pake itu Karena kerasnya? Iya, digipnya pake roti karena gak ada alat-alat lagi kan pake roti terus dikompresnya pake itu juga karena kan dingin kan dikompres terus ada yang punya baju pada ngelepas baju di
19:09
Speaker A
sobek-sobekin buat diikat-ikat gitu yaudah ada yang cuma pake kaos doang kaos apa? kaos yang led doang dan ini dalam keadaan dingin ya tentunya dingin dingin banget karena itu kita penjarannya di tengah laut gak tau kita mau dibawa kemana gitu kan yaudah di tengah
19:24
Speaker A
laut aja ini dimana gitu kita gak tau ya makanya dengan keadaan seperti itu masa tidak ada yang buat pikir dari teman-teman ini gua gak pulang sih enggak mungkin karena dari awal pengennya memang hidup ya pengennya hidup nganterin bantuan gitu ya dan
19:41
Speaker A
mereka menyebutkan kemampuan yang paling moral di dunia dan kita yakin mereka juga takut sebenarnya kalau ada yang mati karena mereka akan di ini lagi ya akan justru berita lagi ya tekanannya akan lebih besar Nah kalau aku mau nanya gini Menurut teman-teman kan gini
19:56
Speaker A
Mereka kan tau kan Bakal dibebasin nih teman-teman Iya Dan mereka masih nyiksa kan Iya Kenapa tuh kira-kira menurut teman-teman sekalian Kok berani banget Ya Nah itulah orang gila kan Enggak kalau kita selalu diskusi tuh Tentang masalah itu tadi bener Ini cuman
20:14
Speaker A
hanya Israel tuh pasti tau Mereka tuh pasti tau Kita pasti dibebaskan Dan gak akan dimatiin kan Gak akan dimatiin Cuman mereka Gak mau menyianyiakan kesempatan untuk melakukan penyiksaan itu jadi kalau menurut saya ya berarti sakit memang ya? iya jadi sekedar sorry, Bronten tuh sakit dong, mungkin gak ada mesej yang
20:35
Speaker A
mau dikasih memberikan rasa trauma kepada teman-teman yang mau melakukan aksi seperti itu lagi sebelum kita, kita lihat tuh ada Tiago, ada Saif, mereka lebih populer ya dibandingkan kita dan mereka leader gitu Kita mengukur kan kalau Tiago atau Saif aja. Digituin?
20:51
Speaker A
Digitukan dan bebas. Ya berarti kita ada di bawahnya lah. Dan pasti bebas juga. Cuman apakah kita mampu tahan untuk mengalami penyiksaan itu? Itu masing-masing. Tapi kalau pertanyaannya yakin bebas? Yakin bebas. Dan yang kita mendapatkan itu cuma hanya semacam. Ini saya beri rasa trauma aja buat kalian semua. Tapi kita...
21:16
Speaker A
Kalau saya menolak itu, saya menolak untuk trauma Karena kalau misalkan saya trauma, mereka menang dong Jadi ini kayak mungkin ada yang pernah main game Iya ada yang pernah ngalamin Auspek mungkin 90-an, 2000-an awal Ini levelnya lebih tinggi aja gitu Mas De
21:33
Speaker A
Atau ada yang pernah ikut diksar mapala gitu Itu cuman yang panitianya ini Jahanam aja semua Jadi aku jadi ngerti, itu berarti gunanya di Indonesia ada OSPEC Itu sebenarnya pengenalan atas Zionisme Masuk tentara tanpa daftar Nah, berarti kita coba masuk yang lebih penting ya Kan ini banyak orang bilang nih, kalian
21:57
Speaker A
ngapain sih? Itu komennya banyak di sosial media om Jadi mereka bilang, makanya kalian itu pergi, udah tau orang-orang kayak gitu masih pergi aja Ujung-ujungnya nyusahin pemerintah, nyusahin orang-orang Nah ini coba jelasin gimana sih, apa yang menjadi motivasi ini Karena kan kita
22:12
Speaker A
tahu ini semua kan karena teman-teman pergi kesana pengen nganterin bantuan Nah motivasinya apa nih?
22:17
Speaker A
Kalau ada yang komen begitu Kalau... Jawaban template nya karena panggilan hati Oke Tetapi kalau kita Lebih dalam lagi kalau saya melihat Ini tuh kejahatan yang tidak bisa kita jadi penonton saja Itu yang pertama Kedua ya bentuk pertanggung jawaban kita sebagai manusia Oke Dan
22:42
Speaker A
kepada Allah nanti Di akhir-akhir Kedepannya nanti Kalau saya dituntut sama Rakyat Palestina Di akhirat saya sudah bisa Sedikit membela bahwa saya sudah pernah Sedikit berjuang untuk kalian Iya Kalau dari Mas Todi atau Mas Abeng Ya mungkin ada yang beda ya Antara Pak
23:04
Speaker A
niatnya dari temen-temen yang basically dia relawan atau aktivis sama yang memang mereka gabung dalam misi ini gabung jadi partisipan mungkin backgroundnya jurnalis atau waskawan atau apa gitu tadi Ustadz bilang ada yang bilang gitu nyusain aja gitu ya sebenernya sama gitu, Israel juga nyusain orang juga kenapa lu gak
23:28
Speaker A
protes ya? iya kemudian ini kan kita GSF itu gak akan pernah ada kalo umpamanya otoritas internasional semua negara mampu untuk untuk mengatasi masalah di Gaza itu bagus lah gitu jadi gak bakal pernah ada yang namanya GSF itu kalo umpamanya bantuan kemanusiaan masuk genosida dihentikan
23:50
Speaker A
Palestina baik-baik saja gitu jadi Masalahnya bukan di kita sebenernya, masalah itu minimal ada di dua pihak ya Israel sendiri sama komunitas internasional Karena kita udah sepakat bahwa segala sesuatunya itu kan diselesaikan secara internasional Hukum internasional Ya selesain dong itu Dan
24:09
Speaker A
kalau itu gak selesai, ya kita juga akan tetap berlayar Dan tahun ini kan lebih masif, gitu Ada political impact di Brussels, ada land convoy via Libya, dan kita di laut dan kalau bagi saya sama Todi mungkin ini misi yang kedua ya, karena waktu
24:23
Speaker A
pas di Tunisia juga kita ikut ya oh pas darat? enggak pas laut juga global slotila yang pertama kita ikut juga tapi ada kendala teknis dan keterbatasan kapal gitu delegasi Indonesia menarik sendiri nggak bisa naik kapal jadi nah kalau itu mungkin bisa ditanya secara pribadi, kalau misi ini saya ya Ya
24:45
Speaker A
nyelesain PR aja tahun lalu. Tahun lalu. Karena kalau kita bicaranya media kan juga sebenarnya bisa dibilang untuk memberitakan kebenaran. Karena menjadi saksi hidup. Apalagi ada di sana jadi saksi hidup. Salah satu alasan saya sih kenapa misi ini harus terus berjalan. Dari
25:02
Speaker A
kacamata saya sebagai seorang jurnalis kan. Ya tentu untuk mengabarkan gitu. Kita mengabarkan, kita dapat kesempatan untuk mengawal bantuan sampai ke Gaza. Di tengah jalan kita di intercept. Kita diperlakukan tidak manusiawi, artinya itu kan sebuah laporan yang fakta yang
25:19
Speaker A
mungkin masih diragukan oleh sebagian orang gitu. Bahwa emang di Israel itu melakukan apa aja sih gitu, emang itu bener ya penyiksaan kayak gitu-gitu. Nah ketika saya ada di situ dan saya merasakan, artinya kan itu fakta yang sudah tidak bisa
25:36
Speaker A
dibantah gitu. Kalau misalkan masih tidak percaya terhadap jurnalis, terus mau percaya ke siapa gitu.
25:42
Speaker A
Iya. Dan saya disitu ada Saya disitu mengalaminya gitu Nah itu yang jadi dasar bahwa Saya perlu berangkat kesana untuk Mengetahui bagaimana fakta sebenarnya disana Dan ternyata benar gitu Tapi kan lucunya anda kesana mau memberitakan ya Bukan mau jadi berita ya Tapi jadi karena gini kan Saya tuh kan backgroundnya fotografer ya
26:06
Speaker A
Terus berusaha untuk Di misi ini tuh Semua alat Yang kita bawa... Itu akan dibuang gitu... Kamera dan lain-lain lah... Ketika alat itu dibuang... Otomatis kan... Yang hanya... Yang kita... Bisa andalkan itu indera ya...
26:25
Speaker A
Saya mencoba mengamati... Bagaimana... Kondisi penjara... Bagaimana pelakuan... Bagaimana kondisi... Peserta gitu... Istilahnya apa? Partisipan... Itu kan jadi bahan laporan... Kami untuk... Kita kerjakan di Jakarta gitu... Nah itu mungkin bisa jadi...
26:43
Speaker A
fakta-fakta yang sebenernya harus bisa menyadarkan orang-orang yang punya anggapan seperti itu. Sebenernya lebih faktual dibandingkan foto dan tulisan. Karena langsung di alam. Tapi Mas tau gak sih yang berkembang di luar, yang berkembang di Israel misalnya, itu mereka bilang apa? Mereka bilang
27:00
Speaker A
GSF itu adalah antek-antek teroris. Iya itu waktu pas kita di IPS itu, saya gak paham apa IPS itu. Itu di Ashdod itu mungkin immigration police station kan ya. Iya. Ya kita ditanya gitu, are you Hamas?
27:17
Speaker A
Iya Karena beritanya sudah dipublis semua bahwasannya GSF ini adalah bagian daripada teroris Iya Tapi ya itu kan sepihak aja sih Gak peduli juga gitu atas penilaian itu Ya intinya Semua orang juga sudah sangat paham bisa membedakan antara Ini misi apa, ini misi apa gitu Dan Dan yang memang, yang memang gak ada
27:42
Speaker A
afiliasi politik apapun di USF ini. Ya ini memang pure aksi sipil. Mungkin ini aksi sipil terbesar di dunia ya untuk Palestina ya. Dari banyak negara gitu.
27:54
Speaker A
Tidak ada membawa partisipan partai politik, tidak ada membawa partisipan Ada memang beberapa tokoh politik, tapi mungkin itu veteran kali ya Yang masih punya kekuatan eksposur lah ya Iya gitu, kemudian juga beberapa kru kapal itu juga ada Saya kenal tuh dari beberapa
28:13
Speaker A
mantan angkatan laut, ada Navy Navy dari Malaysia ada, tapi udah Sudah purna gitu Ya memang dari kalangan sipil, pure sipil semua Dan yang paling menarik itu ada legenda banget ini namanya Zohar ya, Zohar Egev ya Beliau itu kakinya cuma satu, perempuan dan ibu Dan dia, maaf itu orang
28:35
Speaker A
Palestina, Yahudi Dan dia selalu ikut misi ini Selalu ikut misi ini, kakinya tinggal satu dan baru mualef berapa tahun? Dia sekitar 4 tahun, 4 tahun, 5 tahun Sama kayak Omdet Tapi bukannya saya dengar bahwa Votila ini awalnya juga
28:53
Speaker A
bukan Bicara tentang keislaman ya Betul Votila ini awalnya kalau gak salah itu kan di tahun 2011 atau 2008 Kalau pelayarannya 2008 2008 Tapi yang paling masif itu 2010 Mahfim Marmara Jadi awalnya justru bukan muslim om Jadi mereka cuma kesel aja ngeliat orang-orang ini Terus mereka mau untuk berbuat sesuatu Nah akhirnya sekarang
29:15
Speaker A
ini Jadi tambah masif setelah kasus yang kemarin Yang ada Greta Tanbaknya itu Nah yang 2008 itu Menamanya Greta juga Greta Berlin Oh gitu Yang sampai ya Iya Dan Unright Unright itu kolonel marinir Mantan Pentagon Satu-satunya Flottila yang sampai ya Perempuan semua Perempuan
29:40
Speaker A
semua Ya berarti artinya kan ini konteksnya bukan konteks agama ya Sebenarnya bukan Kementeksnya kemanusiaan ya Agama apapun konteksnya Tapi itu juga yang mereka serang om. Jadi mereka serang dari Israel itu berita-berita yang beredar. Yang aku pantau mereka bilang itu isinya bukan bantuan. Isinya
29:55
Speaker A
adalah kondom sama apa gitu. Kita ikut-ikut. Masukin tuh bantuan. Ada dokumentasinya, ada fotonya. Karena mereka memfitnahnya itu adalah di kapal itu ada orang justru nge-seks dan segala macem. Ya mungkin kalau kondom mungkin ada satu bawa.
30:12
Speaker A
Mungkin maksudnya begitu. Jadi untuk memfitnahnya itu justru yang dipakai bukan isu agama aja. Bukan hanya isu agama. Tapi semua isunya dipakai untuk meruntukannya itu. Itu tagline-nya itu Global Somod Flotilla, no drug, no alcohol, no gossip. Hmm berarti banyak itu yang semua
30:30
Speaker A
di tuduh itu tadi ya drugs, alkohol dan gosip ya Tapi kalau tadi teman-teman mengatakan waktu kita tanya, oke lah tujuan mereka apa ketika melakukan ini kan pesannya adalah menebar ketakutan ya trauma Tadi mental tadi ya Tadi kan bilang mental trauma oke
30:48
Speaker A
dengan adanya trauma seperti ini nih kalau ada pilihan lagi pergi lagi gak? Berang gak?
30:55
Speaker A
berangkat, kalau bukan pilihan sih kalau diizinkan kalau boleh tapi kebiasaan di Global Kotila itu sudah sekali mungkin Dapat giliran nih, yang lain-lain Mas Deddy mungkin sama Ustadz Pelik, yang mau gabung, karena butuh nih, butuh tuh, kayak Mas Deddy ini kan butuh
31:13
Speaker A
buat pantau layar gitu kan, karena narik tali layar itu berat banget ya Iya juga sih, saya, iya ya Om Deddy biasanya megang ini dia, megang navigasi Dan kita selama pelayaran tetap sholat itu kan, walaupun jemaahnya susah, karena kecil Iya, nggak mungkin jemaah lah Meskipun ombaknya gini-gini, kegirannya yang coba Masalahnya, masalahnya
31:34
Speaker A
imamnya itu-itu aja Gitu ya, berarti gak kapok ya? Maksudnya gini, di luar bercanda kita ya, di luar kita bercanda Kalau seorang aktivis kan memang mungkin misi hidupnya itu Nah kalau wartawan, itu kan memang misi hidupnya memberitahkan Tapi kan kalau
31:57
Speaker A
memberitahkan kan Bisa beritain gosip ya. Maksudnya. Bener ada pilihan ya. Kalau aktivis itu kan udah jiwa raganya disitu. Kalau wartawan kan sebenarnya. Kalian bisa menolak dong. Sebenarnya.
32:09
Speaker A
Harusnya. Apalagi dengan keadaan seperti ini. Nah apakah melihat keadaan seperti ini. Malah tergugah untuk lebih. Atau. Malah jadi mikir-mikir. Ya.
32:21
Speaker A
Kalau saya ya. Terlepas dari profesi saya sebagai jurnalis. Tapi saya juga manusia gitu. Oke. Artinya. Saya punya platform, saya punya profesi. Dan saya manusia.
32:32
Speaker A
Jadi isu-isu yang saya angkat itu yaitu isu-isu yang... Membuat saya resah gitu. Secara personal. Yang... Kita... Kabarkan, beritakan terhadap publik. Jadi... Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang atau setiap...
32:50
Speaker A
Apapun profesinya punya sisi kemanusiaannya gitu. Nah sisi kemanusiaan itu yang... Saya munculkan dari karya saya. Dari... Tugas-tugas saya gitu Kenapa saya tidak Fokus di satu isu Tapi fokus di isu ini ya karena Sisi kemanusiaan itu yang tergugah Yang membuat
33:07
Speaker A
saya untuk terus konsisten Untuk memanisakan Kalau keresahan kan dolar naik aja Jadi berita tuh ya kalau keresahan Kita juga liput itu Maksud saya kan gini Setelah pergi kali ini Tahu nih bahwa resikonya adalah nyawa Apakah itu tidak Merubah Konsep berpikir atau mungkin istri gak
33:30
Speaker A
marah-marah gitu Belum punya ya Belum punya sih, paling orang tua ya Orang tua, istri Sampai saat ini tuh mungkin saya agak gak hafal ya Berapa jumlah wartawan yang sahib di Gaja itu? Tiga ratusan 260an ya? Tiga ratus ya Dan sampai saat ini pun
33:48
Speaker A
belum ada satu wartawan internasional yang berasa masuk Untuk meliput Saya yakin bukan hanya saya, bukan hanya Todi, pasti banyak wartawan lainnya juga yang menginginkan untuk masuk. Atas motivasi apapun lah. Apakah motivasi karir, motivasi kemanusiaan, motivasi apa. Tapi profesi wartawan memang tidak bisa menghindari bahaya.
34:13
Speaker A
Dan ketika saya mendapatkan kesempatan ini dan ini yang kedua, ya go jalan. Apalagi wartawan kan adalah profesi yang paling ngeri tuh disana tuh. Karena mereka kan bunuh wartawan paling banyak Iya makanya waktu pas kita di Asdod juga kita gak berani nyebut
34:28
Speaker A
wartawan Kita partisipan dari Indonesia Kenapa wartawan Ustadz? Jadi Pierce Morgan itu pernah diadu sama beberapa orang-orang Israel Terus dia bilang gini Orang Israel bilang enggak ini tau gak sih Sekolah, rumah sakit itu dipakai semua untuk pangkalan militernya Hamas gitu Atau pejuang-pejuang lah disana Nah terus kemudian Pierce Morgan bilang lah
34:52
Speaker A
Kalau misalnya kalian cuma ngomong klaim dari kalian, siapa yang tahu? Ayo datangin jurnalis ke sana. Sedangkan setiap jurnalis mereka bunuh gara-gara mereka bilang itu bagian daripada pejuang juga. Jadi siapa yang verifikasi omongan kamu sendiri nih? Ada satu pepatah yang bagus, mereka bilang gini,
35:06
Speaker A
kalau wartawan sudah menjadi musuh kalian, berarti musuh kalian sebenarnya bukan siapapun kecuali kebenaran. Iya karena wartawan musuhnya. Iya karena wartawan memberitakan kebenaran. Kan gitu maksudnya. Jadi musuh mereka bukan manusia, tapi musuh mereka kebenaran. Karena mereka takut ini semua keluar.
35:25
Speaker A
Ini dulu intermezzo dulu Istri punya kan? Istri? Komentarnya gimana? Iya itu Istri saya Kebetulan wartawan juga Oh Sama aja Terus dia bilang kok pulang gitu Orang tua Orang tua Belum punya istri juga ya? Iya belum Orang tua Kalau orang tua awalnya gak Gak begitu yakin ya Cuma kita beri
35:48
Speaker A
pemahaman Dan Ya beliau bilang ya saya doakan Masya Allah Orang tua saya tuh ada statement yang bagus bahwa Ya hidup kamu tidak hanya untuk orang tua Silahkan kamu tentukan sendiri Entah itu untuk orang lain, untuk siapapun Atau untuk jadi kamu sendiri Saya cuma bisa
36:10
Speaker A
mendoakan dan mendukung Satu lagi pertanyaan saya boleh ya Saya penasaran gini Tapi ada gak teman-teman kalian atau siapa? Tadi balik ke pertanyaan Ustadz kan di luar banyak yang bilang yusahin. Ada gak teman-teman kalian yang ngomong beblok banget sih? Enggak, lebih ke...
36:26
Speaker A
Ngapain sih lu buang-buang duit? Sama aja ya. Sama aja cuma halus ya. Iya, bakar-bakar apa? Bakar-bakar uang. Kapalnya di ini, dirusak. Ini apa segala macam. Terus dijawabnya apa? Saya jawab, mereka itu bakar uang. Saya bilang untuk kuasai Palestina.
36:45
Speaker A
Masa kita gak boleh bakar uang Lebih bakar lebih banyak Biar mereka bisa kalah Sama-sama bakar Cuma tujuannya untuk apa? Saya sampaikan bahwa Lebih bakar uang Tidak ada sekarang orang yang tidak bakar uang Untuk melakukan sebuah perjuangan Kalau tujuan yang ingin kita
37:09
Speaker A
capai itu tinggi, besar Kita harus bakar lebih banyak Korban kan lebih banyak. Nah itulah saya sampaikan kembali. Saya tidak bakar ruang. Kapal dihancurin ya?
37:22
Speaker A
Dibiarin terombang ambing, ada yang ditenggelamkan. Ada tiga treatment mungkin. Yang ditenggelamkan, yang dibiarkan terombang ambing, dan dirusak. Tapi setelah kita kemarin itu di deportet ke Turki juga itu masih ada tim lain yang bersedia untuk ngambil lagi. Dan kemungkinan di intercept lagi itu Nampil kapalnya
37:45
Speaker A
Nampil sisa kapalnya Yang masih bisa di Mahal kapalnya Karena untuk misi-misi selanjutnya juga Jadi aku kepikir sih Kemarin aku tiba-tiba baca Quran Terus dapet satu ayat Itu ketika perang Uhud selesai Jadi ketika perang Uhud selesai Rasulullah dan para sahabatnya menerita kerugian besar banget ya Sampai Rasul punya luka
38:07
Speaker A
Sampai gigi gerah punya luka dan seterusnya agak luka bolong di sini nya, di pipinya.
38:12
Speaker A
Pada saat itu Allah nurunin adalah, Allah katakan jangan merasa terhina, jangan merasa wahan, dan jangan merasa sedih. Sesungguhnya kalau anda beriman, anda lebih tinggi daripada apapun. Dan Allah ngasih satu POV yang bagus banget. Allah bilang begini, kalau kalian merasa kalian terluka, mereka lebih
38:27
Speaker A
terluka. Itu yang kemudian Allah sampaikan. Dan ternyata bagi orang-orang Israel, luka yang bersifat non fisik atau opini itu lebih besar bagi mereka lukanya daripada yang teman-teman terima. Karena kemarin itu ada sesuatu yang spesial Om. Tiba-tiba Netanyahu marahin Ben
38:44
Speaker A
Gavir itu yang munjukin. Yang bikin video itu ya. Iya bikin video di upload dengan sangat bangga terus dibilang bahwasannya ini bukan standarnya Israel. Walaupun orang bales emang Israel punya standar. Standarnya apa dong. Standarnya apa dong. Dan itu parahnya adalah karena Ben Gavir itu
38:59
Speaker A
kayak Semua propaganda yang sudah dibuat oleh Hasbara dan berapa pun banyak duit yang mereka keluarkan habis gara-gara orang-orang ini. Nah tapi ketika dibilang ini bukan Sada Israel dan Pak Netanyahu marah, pelanjutannya apa? Nah, kelanjutannya nggak ada. Ya tetap aja mereka melakukan itu
39:16
Speaker A
kan sebenarnya. Nggak maksudnya kan ada sanksi gitu misalnya. Nah, itulah yang tidak pernah ada pada orang-orang yang ada di sana tuh. Jadi, Ben Gevier itu, ada Ben Gevier, Smotry kemarin juga sama, dia mendapatkan semacam kayak apa ya, penangkapan kalau dia keluar dari Israel
39:31
Speaker A
di negeri-negeri tertentu, dia bilang, kami ini tidak peduli. Jadi, itu membuktikan bahwasannya Netanyahu cuma ya lip service aja di depan media. Sebenarnya nggak ada hukuman apapun buat mereka. Oke, oke. Wah... Berat ya ini podcastnya. Nah mungkin sedikit kita mungkin pengen tau ya. Tadi
39:51
Speaker A
saya kan juga dengar katanya Pak Sugiono itu menghubungi Turki ya. Menghubungi Turki untuk karena kita gak punya hubungan dengan Israel. Bilateral dengan Israel makanya menghubungi Turki. Nah ini cerita penyelamatannya kayak apa ya? Kalau kita itu ya, kita sembilan itu partisipan itu dari Indonesia itu. Atau mungkin nanti masing-masing lah. Kalau
40:15
Speaker A
saya pribadi tuh, saya tuh gak pernah tau proses pemulangan itu seperti apa, apakah memang, memang banyak yang nanya gitu, ada gak sih peran pemerintah dan sebagainya Saya selalu katakan itu, kita tuh gak pernah tau urusan seperti itu, tapi yang kita
40:32
Speaker A
tau bahwasannya sejak awal memang Global Summit Flotilla itu punya tim pendamping hukum dan itu namanya adalah Dan memang sampai sejauh ini adalah itu memang sebagai lembaga bantuan hukum yang cukup punya reputasi bagus ya. Di Israel sendiri juga itu cukup lembaga prominent. Memang lembaga hukum yang
40:56
Speaker A
punya reputasi baik gitu. Jadi memang setau kita gitu yang pemulangan itu Memang dari GSF-nya sendiri lewat perbantuan adalah.
41:09
Speaker A
Apakah di situ ada komunikasi diplomatik antara pemerintah Indonesia dalam hal ini mungkin Pak Menlu atau siapapun atau dari KJRI atau dari KBRI. Mungkin kita nggak tahu apakah itu memang dilakukan atau nggak. Karena itu terlalu jauh kita mendapatkan informasi
41:26
Speaker A
tentang itu. Kita nggak punya akses informasi. Karena handphone udah hilang semua. Tapi yang kita yakini bahwasannya... ya ini bukan hanya bantuan pemerintah A atau pemerintah B 45 negara yang ikut. 45 negara gitu. Jadi kalau misalkan, oke Malaysia bisa pulang. Malaysia jelas galak ya terhadapnya. Kemudian
41:50
Speaker A
Vietnam juga ada satu perempuan. Kalau misalkan dari semua negara ini mampu memulangkan Yang alangkah nggak mungkin juga kalau umpamanya tidak semuanya bisa dipulangkan. Jadi mungkin aja ada komunikasi lintas negara, lintas kepala negara, lintas menlu di 45 negara ini. Mungkin aja, tapi
42:07
Speaker A
kita nggak tahu informasi itu. Setahu kita ya, ini cuma hanya urusannya ya, dalam hal ini Global Sumut Flotila adalah, dan kita delegasi Indonesia dari Global Peace Convoy Indonesia. Tapi kan artinya dengan begini, apapun yang terjadi, berarti tekanan dari berbagai negara semakin berat. Itu
42:23
Speaker A
yang bergain. Betul. Aku gak pernah melihat sih, kecuali di kali ini keberhasilan diantara teman-teman dari Global Sumut Flotila ini, ini makin parah banget orang-orang dari pemimpin-pemimpin negara yang react terhadap kasus-kasus ini. Yang aku gak pernah lihat sebelumnya sih. Misalnya contoh ya, sebelum itu kejadian, Lamin Yammal bikin
42:48
Speaker A
berita kan. Dia bawa bendera Palestina. Presiden Spanyol. Ini bahkan yang kali ini yang bikin aku cukup kaget adalah Presiden Korea Selatan. Presiden Corsair. Ada juga orang Corsair yang... Presidennya. Padahal kalau orang-orangnya selama ini yang muncul di media adalah dukungin Israel.
43:05
Speaker A
Sekarang presidennya itu berhasil atas global sumut flotila. Dan mengatakan benar-benar ini tindakan yang tidak manusiawi dan penculikan. Artinya senjata makan Tuhan dong. Betul. Makanya artinya Israel semakin kehilangan pamor sih dan itu yang paling mereka takutin kan. Nah jadi ini keberhasilan
43:22
Speaker A
yang luar biasa dan yang aku liat banget yang bener-bener kayak pasang badan itu Turki.
43:28
Speaker A
Bukan karena aku sering ke Turki ya, tapi aku liat pasang badan banget sih mereka.
43:32
Speaker A
Mereka nyediain pesawat, lalu sebenarnya menelunya bener-bener apa, Kita bukan menyalakan menu juga sih, karena memang Indonesia tidak punya hubungan diplomatik. Jadi cara satu-satunya Indonesia pun kalau mau ikut bareng bantu adalah meminta saudara-saudaranya punya hubungan diplomatik. Untuk membantu. Maka Turki yang pasang badan banget, yang benar-benar menyiapkan pesawat dan segala
43:55
Speaker A
macam. Erdogan juga menyiapkan secara terbuka banget. Nah itu yang sebenarnya kita kemarin juga bilang.
44:00
Speaker A
Ketika Menlu sudah kasih sambutan walaupun ada beberapa yang perlu diperbaiki tentang peculikan itu. Yang kita harapkan kan Pak Prabowo terus ngomong juga sebenarnya. Bahwa ini adalah sebuah tindakan yang inhuman ataupun apa. Yang intinya mendesak walaupun tidak punya hubungan diplomasi. Itu sih sebenarnya.
44:16
Speaker A
Tapi menurutku sih ya ini. Yang paling bagus adalah dukungan daripada seluruh dunia dan tekanan dari mereka itu. Ini...
44:28
Speaker A
Berat banget, saya intermesol lagi ya. Karena udah berat nih. Sebagai teman-teman media dan wartawan. Kalau kejadian kayak gini. Pertanyaan saya dapat bonus gak sih? Oh iya penting loh. Iya kan?
44:45
Speaker A
Maksudnya. Jalanin tugas kan. Kalau orang lembur aja kan. Dikasih kayaknya. Doang. Harusnya ada. Ini bentar lagi. Atau mungkin dari pemerintah. Ada bantuan apa. Atau apa gitu mungkin.
45:04
Speaker A
Dari pemerintah kemana itu. Atas nama KJRI. Beliin kita. Tiket pulang. baju juga ya, karena waktu pas kita deponten itu kan kita pakai baju tahanan udah kayak gembel banget pulang ya sendal jepit, baju tahanan dan itu najis semua itu karena di
45:21
Speaker A
penjara Kiyazirth ya kita tahu disitu ada K-9 mungkin terlatih ya suka ngendus-ngendus ya dan memang kita gak tahu juga itu banyak bercak disitu kita gak tahu itu bercak apa dan aromanya memang aroma najis oke Disiapkan begitu ya? Disiapkan begitu dan
45:40
Speaker A
waktu pas kita naik di pesawat Turkish Island itu teman-teman Turki itu ngasih tau kita jangan pernah pakai baju itu karena masyarakat Turki mungkin marah ya karena itu ada tulisan Hebrewnya, kita disuruh balik dan membuka labelnya disini dan ketika udah sampai kan kita nggak punya baju dari
46:02
Speaker A
KJRI yang fasilitasi sama dari GSF juga ada ya dari GSF juga ngasih baju sama IHH lembaga kemanusiaan disana jadi GSF pun ketika kita nyampe tuh karena udah tahu situasinya akan seperti apa temen-temen pasti nggak akan punya baju gitu akhirnya mereka beli satu paket gitu jadi baju celana sampai celana dalam dibeliin
46:25
Speaker A
random aja jadi begitu nyampe di satu pas setelah BAP silahkan ambil aja ini yang butuh gitu jadi udah pada ngambil satu dua baju gitu kan tapi tinggal nunggu dari Republika ya tapi kalau aktivis gak dapet gak gak aktivis kan iya
46:41
Speaker A
dapet doa aja ya mungkin tadi yang saya belum dapet adalah kisah penyelamatannya seperti apa ya Kisah penyelamat? Gak ada, jadi memang kita di proses terakhir itu di, jadi kan ada 3 fase ya Pasca intercept itu 3 fase Intercept, di penjara kapal selama 3 hari 2 malam Baru di asdot? Baru
47:04
Speaker A
di asdot dan disiksa di EPS gitu, di pelanjangi, di apa segala macam interokasi Dan itu sangat lama sampai seharian lah Kemudian dinaikkan ke kendaraan lapis baja, ke mobil tahanan Kemudian dibawa ke Kiat Jod. Kiat Jod itu mungkin kita
47:22
Speaker A
nginap semalam ya. Nginap semalam. Enggak semalam. Karena saya di kantor jaksanya itu. Saya lihat jamnya udah jam 2-3 lewat. Tapi sempat nginap kan. Ya sempat tidur. Tapi enggak nyampang. Dan ketika itu ya sudah. Naik pesawat langsung. Dibawa lagi ke Eliad. Di
47:39
Speaker A
bandara Eliad di dekat Jordan. Baru di... Say goodbye. Jadi kalau ngeliat skemanya Berarti sebenarnya mereka juga tahu akan dipulang Betul Jadi walaupun tidak ada diplomasi Sebenarnya pasti akan dipulangkan Iya kan Mereka tidak mau menyianyikan kesempatan Untuk menyiksa orang Untuk memberikan rasa traumatik Kepada GSF berikutnya Jadi kan
48:09
Speaker A
pas masuk imigrasi itu Jadi ada satu pengalaman ya Pastikan diinterogasi di wawancara gitu Ambil di Borgol lah Polgolnya keras banget itu. Nah terus dia nanya kamu dari mana? Kamu dari mana? Dari Indonesia. Meskipun dia udah tau kan paspornya Indonesia. Terus kamu tau gak ini tuh melanggar gitu kata dia.
48:34
Speaker A
Melanggar daerah teritori dia. Padahal kita di intercept itu di wilayah internasional. Melanggarnya dari mana? Justru kita dibawa kesana sama dia. Terus kita gak jawab.
48:45
Speaker A
karena kan di GSF emang dikasih tau kalau jangan terlalu banyak interaksi jangan terlalu banyak menjawab pertanyaan bilang aja no comment tungt tungt tungt tungt tungt saya potong saya potong dikasih tau itu sebelum berangkat sebelum berangkat jadi sudah kalau sampai
48:59
Speaker A
kejadian kejadian udah tau caranya caranya udah tau jadi nanti pokoknya ketika diinterogasi kamu bilang aja saya butuh lawyer terus saya begitu diinterogasi terus saya bilang saya dari Indonesia Saya butuh lawyer. Kamu punya lawyer. Karena udah dikasih tau pas pelatihan. Jadi misi ini tuh gak misi. Nyampe langsung
49:21
Speaker A
berangkat. Enggak. Ada pelatihannya dulu. Empat hari ya. Empat hari. Ada seminggu gitu. Itu terus-terusan.
49:26
Speaker A
Selama ada penundaan itu pelatihan. Penguatan inilah. Materi. Materi. Nah terus akhirnya dia nyari. Siapa tim hukum kamu? Saya bilang. Tim hukum saya adalah.
49:38
Speaker A
Oh yaudah dia cariin tuh. Akhirnya dia dapat. Salah satu tim hukum namanya. Suhaib kalau gak salah. Kamu beruntung dapat salah satu tim hukum dia. Karena dia salah satu tim hukum yang paling baik tadi. Dia adalah ini. Terus saya bilang kan komunikasi sama dia.
49:54
Speaker A
Ini gimana situasinya? Apa yang akan terjadi gitu kan? Pokoknya. Saya nanya. Saya bisa gak dideportasi langsung gitu kan? Saya bisa. Tapi ini agak sulit.
50:06
Speaker A
Agak sulit itu dalam artian karena. Ini gak bisa cuman ngedeportasi satu orang kata dia.
50:10
Speaker A
Ini harus dideportasinya semua. Jadi paling yang harus kamu lakukan itu ikutin aja. Jadi menangkapnya sama lawyernya? Atau lawyer. Ikutin aja semua prosesnya tapi kamu jangan pernah menandatangani apapun.
50:23
Speaker A
Karena kata lawyer bilang, kamu pasti keluar besok Insya Allah katanya. Kamu pasti bakal keluar karena Israel pun gak akan mungkin menahan berapa lama karena ini terlalu banyak. Terus dia meyakinkan terus kayak gitu. Pokoknya kamu pasti bakal keluar besok. Tenang aja. Kalau ditanya apa-apa
50:40
Speaker A
kamu bilang aja saya punya tim hukum. berbicara aja sama dia gitu oke siap jadi saya ikutin aja ya kata kata kata saya ke tim hukumnya ya udah ikutin aja terus ini gak usah di tanda tangan gak usah bilang aja gak usah terus benar
50:55
Speaker A
si polisi Israelnya ngasih berkas ini mau di tanda tangan gak kalau mau deportasi sekarang tanda tangan ini tapi tulisannya Hebrew semua kan saya bilang enggak apa tuh kira-kira ya saya gak ngerti ternyata jubakan Batman brokosnya brokosnya bahayanya kan kayak gitu jadi
51:15
Speaker A
Udah di tanda tangan, akhirnya dibawa, ditelanjangin, terus diikat, dibergol ke tangan, kaki, akhirnya dibawa ke kerziot. Di kerziot pun prosesnya lama, kita dimasukin ke tahanan dengan ukuran agak besar, besar, kecil, kecil, kecil, sampai kayak kandang diisi sama 20 orang. Ukuran...
51:39
Speaker A
Ya sekitar 1,5 x 1,5 lah Berdiri semua dong? Berdiri semua Dan itu tanpa air? Tanpa air, justru lantainya diairin Jadi lantainya basah Jadi kalau misalkan mau kencing ya disitu aja Habis itu dipindahin lagi ke satu tahanan yang agak gede Tapi diisinya sama
51:56
Speaker A
50 orang Sama aja berarti Ya dimainin aja selama ditahanan itu dipindah-pindahin Dipindah-pindahin, disuruh nunduk Nah terus gini, ini yang paling penting Tadi kan penting, ini kan GSF punya misi ya Nah selain misinya mengantarkan bantuan, teman-teman sudah dilatih ya Untuk kalau nanti ada begini, terus
52:19
Speaker A
responsnya begini, ini responsnya begini Nah terus selain daripada nganterin bantuan, apalagi misi yang pengen disampaikan ke seluruh dunia Sebagai serang aktivis nih Jadi misi kedua adalah memberitahukan bahwa Yang tadi sudah dijelaskan bahwa Betul loh ada perlakuan seperti ini. Dunia harus tahu. Kemudian
52:44
Speaker A
kita sampai tidak sampai kita tetap menang. Bahwa misi ini bukan hanya bercerita tentang membawa bantuan. Misi ini bukan hanya bercerita masuk ke dalam Gaza. Misi ini membawa harapan untuk kita semua.
53:02
Speaker A
Misi ini untuk memberitahukan ke yang lain bahwa masih banyak jalan yang bisa kita tempuh gitu atau mungkin seperti kata Abeng tadi ya bahwasanya kalau andaikan kita lihat ini, ini hukum internasional ternyata gak jalan respon orang-orang malah gak ada, ini justru memperpanjang penjajahan dan seterusnya jadi bukan masalah GSF nya kita itu
53:26
Speaker A
melakukan itu cuma untuk mengembalikan mata dunia itu kembali lihat di Palestina lihat di Palestina apa yang saya alami apa yang teman-teman alami itu, itu gak penting sebenarnya bukan cerita tentang kami kita itu bukan pahlawan, bukan tokoh utama kita
53:42
Speaker A
gak sebanding lah dengan apa yang dirasakan keluarga-keluarga di Palestina itu di Gaza terutama anak-anak kita cuma hanya melakukan itu untuk jadi semacam memberi kebisingan aja kita ciptakan kebisingan dunia ini untuk kembali lagi nih mata dunia itu ke Palestina lihat ini gitu lihat itu aja. Jadi itu adalah om maksudnya harga yang harus
54:06
Speaker A
dibayar untuk masuk ke podcast close the door? Enggak gitu. Kan kemarin kan ada orang yang berkomentar dan bekerja keras lah sampai kamu masuk podcast.
54:18
Speaker A
Nah ini mungkin maksudnya. Tapi menurut itu juga om sih. Artinya aku yakin dan aku juga tau salah satu bagian daripada stresnya aku adalah orang-orang ketika bertambah hari menganggap ini sesuatu yang wajar. sesuatu yang biasa nah karena itulah ada efek kejut yang harus dimunculkan
54:34
Speaker A
lagi supaya orang-orang lihat ini masih ada masalah loh sebenarnya gitu ya masih ada 9000 tahanan Palestina yang sampai sekarang belum bebas dokter Abu Sufya juga tidak tahu kondisinya sekarang tidak tahu kalau kita lihat ini kan bisa kita bilang mungkin ini jalan
54:47
Speaker A
Allah atau jalan Tuhan membuat mata-mata semua melihat ke dalam kasus ini walaupun bantuan tidak sampai walaupun apa tapi kan pesannya sampai Dan ini belum selesai. Lane konvoy juga masih jalan. Dan saya dengar lebih berat lagi mereka. Iya karena kekeringan segala macam.
55:04
Speaker A
Kemudian dijepit dengan kena konflik juga di Libya. Antara timur dan barat. Sehingga mereka ke barat mereka ini ke timur mereka. Mau pulang juga keamanannya tidak dijamin. Makanya stay aja mereka di perbatasan.
55:20
Speaker A
Gimana Tad? Ada yang mau ditambahin? Kalau aku sih... Tadi sih yang paling penting udah aku coba untuk apa ya, minta dari teman-teman untuk sampein apa sih yang paling penting daripada misi ini, berarti tadi yang kedua. Ada misi yang ketiga atau seterusnya? Insya Allah Maksudnya selain daripada pertama mengantarkan bantuan yang jelas sudah
55:40
Speaker A
gak sampai, tapi itu bukan berarti kalah karena teman-teman punya misi yang kedua menyampaikan ke seluruh dunia. Ada lagi gak misi yang lain selain itu? Mungkin yang mau disampaikan ke masyarakat kita dulu deh. Mumpung ada platform. Bang Aping dulu ya. Yang
55:56
Speaker A
mau disampaikan ke masyarakat Indonesia terutama. Tetap aja bising tentang Palestina. Jangan pedulikan siapapun yang meragukan tentang aktivisme Palestina.
56:08
Speaker A
Udah go jalan aja. Pokoknya bikin kebisingan apapun untuk memastikan Palestina sebagai isu utama. Iya. Kalau tadi yang dibilang sama Angga ya. Kalau andaikan mereka ngeluarin uang...
56:21
Speaker A
banyak banget dan gak berhenti-berhenti masa sih kita yang ini berhenti kita juga memantau kok banyak komentar-komentar di berita dan sebagai kayak dibilang Mas De tadi apa namanya buat apa sih kesana? kayak goblok lu ya? gak apa-apa biarin aja gitu lu punya stand posisi
56:35
Speaker A
seperti apa monggo silahkan kita juga punya stand posisi ya kita jalan masing-masing aja jangan pernah pedulikan itu gitu yang pasti kita menyedihkan Palestina sebagai isu utama yang belum selesai itu aja jangan terlalu membantah-bantah omongan buzzer gitu gak penting juga capek juga gitu malah hilang fokusnya kan
57:01
Speaker A
gitu pokoknya biarin aja gitu teman-teman di Indonesia sembilan warga di Indonesia goblok ikut misi itu udah tau ditangkap kok malah ikut gitu gak apa-apa biarin aja gitu yang penting pokoknya tetap menjadikan isu Palestina itu sebagai masalah yang belum selesai yang harus tetap selalu dibicarakan
57:23
Speaker A
bukan karena bukan cuman isu agama aja ya karena yang berbicara tentang Palestina itu rata-rata di GSM pun ada yang beragama ada yang tidak beragama ada bahkan yang LGBT ya saya harap ya khususnya di Indonesia yang tidak pernah salah untuk menyuarakan itu
57:40
Speaker A
terus berada di pihak Orang-orang yang terjajah itu adalah mulia. Terus mendukung Palestina dengan berbagai macam sudut pandang itu sah. Silahkan saja berekspresi tentang kepalestinaan itu silahkan. Mau sudut pandang agama, kemanusiaan, atau apapun itu, itu semuanya bisa dibenarkan. Jangan pernah mengkata-katakan Palestina itu urusan agama, Palestina itu urusan apa
58:09
Speaker A
gitu. Tapi pure ini adalah urusan kita semua. Mas, berapa yakin mas? kalau Palestina Merdeka setelah ngeliat kemarin yakin akan segera datang kalau Merdeka bukan yang udah Merdeka terjajah iya akan segera terbebas dari penjajahan gitu dan kemarin tuh yang paling bikin saya terharu itu ada
58:33
Speaker A
loh ternyata kelompok muslim rohingya yang ikut padahal mereka sendiri itu begitu dan kita kenal baik itu tiap hari ketemu ngopi gitu segala macem gitu kaget juga saya kan bangsa lu sendiri kan begitu. Tapi kita juga introspeksi. Aku punya dark joke lagi, tapi gak enak. Saya juga baru, saya
58:55
Speaker A
tahu apa yang ada. Saya udah kepikiran sih. Tapi mereka tetap bantu. Dan mereka itu, ini ya, nyumbang obat-obatan pertama.
59:08
Speaker A
Jadi mereka langsung beli. Kita yang bantu masukin loading ke kapal. Mereka punya, punya, macam filantropi juga mungkin ya, basisnya di Kanada gitu saya juga kaget gitu dari arakan gitu Arakannya, itu wilayah yang paling parah jadi ya kita di Jakarta, di Indonesia have fun aja masa gak mau berkontribusi
59:33
Speaker A
gitu masa belum ngomong apa tadi om pesan buat Indonesia roda itu kan akan berputar ya jadi saya yakin pasti Israel akan kebawah, dan Palestina akan bangkit lagi. Oke. Cuma itu aja ya, roda akan berputar ya. Iya. Dan itu sudah sunatullah ya Ustadz. Tinggal kita sekarang perjuangkan aja, supaya
59:58
Speaker A
roda itu berputar. Mau aku kasih ini gak, kabar gembira gak? Apa Ustadz? Aku sering merasa, seringkali merasa ya, di Indonesia tuh kayak ramai banget ya, seringkali merasa. Cuma yang membuat aku berbahagia adalah, ternyata Indonesia tuh bukan yang paling-paling bermasalah sebenarnya.
60:14
Speaker A
Menurut saya yang paling bermasalah Amerika. Trump Itu kan dukung Israel banget tuh ya Nah kalau misalnya ngeliat postingan-postingannya itu hiburan sih bagi ke umum Kalau saya hiburannya itu sama itu Debat politik kan Pokoknya lucu banget pokoknya Kan selama ini kita ngeliat ya Israel membangun
60:35
Speaker A
imaji hebat Tidak terkalahkan Amerika juga membangun itu Ternyata kan justru kita lihat kondisinya begini kan Selemah itu mereka sekarang Makanya luar biasa tadi ada obrolan-obrolan. Kalau kita bandingin sama Indonesia maksudnya di Amerika aja public shooting, ya kan school shooting, masih jauh lebih baik. Tapi Ustadz mungkin satu pertanyaan saya
61:00
Speaker A
terakhir, saya agak penasaran. Kalau menurut Ustadz tadi atau menurut teman-teman ya, bahwa ini kan sebenarnya kejadian ini akan melemahkan daya tahannya sendiri ya. Dan dunia jadi melihat ya. kan mereka bukan orang-orang bodoh ya? betul kenapa di video ini? itulah menurutku blunder
61:25
Speaker A
jadi apa namanya di dalam Alquran kan sendiri bilang ya bahwasanya mereka merasa bahwasanya apapun yang mereka lakukan akan membuat kalian takut tapi bagi orang-orang beriman hasbunallah wa ni'mal wakil Allah cukup Bahkan bertambah keimanan mereka. Nah nantinya mereka merasa itu adalah menakut-nakutin mereka padahal
61:41
Speaker A
tidak. Sebenarnya menurutku ya kalau kita bahas dari segi agama ya. Menurutku Bani Israel itu adalah peniru ulung sebenarnya. Jadi ketika mereka disiksa sama Fir'aun mereka tahu bagaimana.
61:53
Speaker A
Pertanyaan sederhana kenapa Fir'aun bikin program nyembeli anak laki-laki yang perempuan dibiarin. Ini kan sebenarnya lagi ngelatih mental dalam arti yang negatif. Jadi ngeliatin mental kalian tuh adalah gak ada apa-apanya loh, kami bisa loh ngendalin kamu. Nih, yang laki-laki disembeli di depan mata mereka
62:08
Speaker A
yang perempuan hidup. Nah, ketika mereka terus kemudian jadi sebuah negeri, mereka bahkan terus kemudian jadi sebuah bangsa, mereka bahkan bertindak lebih parah. Kalau Firaun bunuhin anak-anak mereka, mereka malah bunuhin nabi-nabi mereka kan. Nah, artinya mereka ngambil. Ketika mereka diasingkan ke Babylonia, mereka ngambil.
62:27
Speaker A
dalam tanda kutip perlakuan-perlakuan yang diberikan pada mereka. Mereka tau bahwasannya, taruh lah misalnya ketika di Jerman, di Auschwitz dan segala macam itu mereka ditaruh di dalam gas chamber dan segala macam disiksa tanpa alasan hanya karena mereka punya jus mereka disiksa. Nah
62:42
Speaker A
mereka juga melakukan hal ini sama. Coba bayangin om, mereka tidak hanya memposting itu loh om yang para om. Mereka memposting hukum bahwasannya kalau kalian Palestina, kalian bisa dihukum gantung.
62:52
Speaker A
Bisa terus-mudian dibunuh, hanya karena kalian palestinakan gitu kan ya. Dan waktu itu ketika dapat hukum itu turun, Ben Gebir kan langsung bikin perayaan. Nah menurutku sih memang, oh aku tahu om kata-katanya apa. Ketika kamu benar-benar yakin kamu di atas angin,
63:11
Speaker A
jadi ada sense of entitlementnya itu sudah benar-benar maksimal, semua itu gak perlu lagi validasi.
63:17
Speaker A
Jadi, aku ketemu satu-satu coach yang bagus mereka bilang gini kalau mereka aja udah ngerti dan mereka yakin bahwasanya mereka itu adalah bangsa pilihan Tuhan lantas itu menjadikan kita apa? gitu maksudnya ya itu udah cukup untuk jelasin semuanya sih
63:33
Speaker A
menurutku sebenarnya coachnya dia harusnya coachnya dirubah sama dia ketika kamu udah ada di atas angin mending pegangan kan gak ada pegangan soalnya kan dan orang jatuh selalu pas di atas Kalau dibawa kan gak jatuh. Iya bener kebleset aja kalau dibawa. Tapi teman-teman dalam keadaan sehat sekarang semuanya.
63:55
Speaker A
Sudah ke dokter juga, sudah cek juga semuanya. Dalam keadaan sehat. Udah ketemu keluarga, orang tua sudah ketemu. Aku senang banget loh tadi ketika Om Dad. Tadi kan kita baru podcast. Ini apa namanya, tadi apa kita...
64:14
Speaker A
Misalnya kalau olahraga itu apa? Maraton. Maraton kita. Iya. Jadi baru saja podcast sama Om Deddy, terus Om Deddy selesai podcast bilang, eh ini ada teman-teman dari GSF mau datang.
64:22
Speaker A
Aku bilang, ayo aku temenin banget, aku seneng banget. Maksudnya aku benar-benar respect pada teman-teman sekalian. Aku pikir aku mewakili teman-teman di Indonesia. Memang kita tidak pengen menjadikan teman-teman sebagai pahlawan atau apa. Tapi bagi kita merasa terwakil itu adalah sesuatu. Mungkin dia
64:39
Speaker A
juga jalan Saya juga gak tau ya Ustadz Ada disini Beliau hari ini bukan diundang untuk ini Ini jadi senang banget Pengen ketemu aja sama teman-teman Tapi mungkin kita doakan yang terbaik Buat semuanya Buat teman-teman sehat terus Dan mungkin Kita semua satu Indonesia Satu dunia Harusnya Meneruskan
65:02
Speaker A
perjuangan ini Dan Ya mungkin saya cuma bisa ngasih platform. Ini lebih dari apapun yang kita bayangin. Ya mungkin teman-teman yang berjuang terus berjuang. Saya nggak melihat wajah-wajah ketakutan.
65:27
Speaker A
Makanya tadi kan kita bingung ya Mau ngapain Ternyata mereka dulu yang ngajak ketawa Ini kita umumnya dari mana Tapi nyata kalian Tegar banget So salut Luar biasa Terima kasih Kepada seluruh masyarakat Indonesia Dan dunia sudah mendoakan kami semua Berkat doa-doa mereka Insya
65:51
Speaker A
Allah kami dalam Amin Amin Amin Terima kasih Let's close this 5 4 3 2 1 And close the door
Topics:Global Sumut FlotillaDeddy Corbuziermisi kemanusiaanPalestinapenyiksaanaktivis kemanusiaanIsraelpenahanankekerasansolidaritas

Frequently Asked Questions

Apa tujuan utama dari misi Global Sumut Flotilla?

Tujuan utama misi Global Sumut Flotilla adalah memberikan bantuan kemanusiaan kepada Palestina tanpa membawa senjata atau melakukan aksi kekerasan.

Bagaimana kondisi para partisipan selama penahanan oleh aparat Israel?

Para partisipan mengalami penyiksaan fisik seperti disetrum, dipukul, dan penghinaan verbal, namun mereka tetap saling menguatkan dan menjaga kewarasan selama penahanan.

Apa pesan utama yang disampaikan oleh para partisipan terkait pengalaman mereka?

Para partisipan menekankan bahwa pengalaman mereka bukanlah hal utama, melainkan penderitaan anak-anak di Gaza yang jauh lebih berat, serta pentingnya solidaritas dan optimisme dalam menghadapi situasi sulit.

Get More with the Söz AI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →