Podcast She Talks About membahas cara menggunakan MBTI untuk meningkatkan hubungan kerja dan keluarga dengan memahami perbedaan kepribadian.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- MBTI adalah alat untuk memahami preferensi kepribadian, bukan tes benar-salah.
- Memahami perbedaan kepribadian dapat mengurangi konflik dalam hubungan kerja dan keluarga.
- Pendekatan aware, accept, dan adapt efektif untuk menggunakan MBTI dalam kehidupan sehari-hari.
- MBTI bermanfaat untuk pengembangan diri dan hubungan interpersonal di berbagai konteks.
- Pelatihan dan edukasi MBTI dapat menyelamatkan hubungan dan meningkatkan produktivitas tim.
What the video covers
- MBTI bukan tes dengan jawaban benar atau salah, melainkan assessment preferensi kepribadian.
- MBTI dapat digunakan untuk memahami karakter rekan kerja, pasangan, dan anggota keluarga.
- Perbedaan tipe kepribadian seperti Judging (J) dan Perceiving (P) sering menjadi sumber konflik yang bisa diminimalisir dengan pemahaman.
- Konsep aware, accept, dan adapt menjadi kunci dalam menggunakan MBTI untuk memperbaiki hubungan.
- MBTI membantu menghilangkan resentmen dengan memahami perspektif diri sendiri dan orang lain.
- Pengalaman pribadi narasumber yang belajar MBTI sejak kuliah dan mengambil sertifikasi.
- MBTI juga berguna dalam konteks perusahaan untuk meningkatkan komunikasi dan kerja sama tim.
- Pentingnya mengenal tipe kepribadian anak sejak dini untuk mendukung perkembangan yang sesuai.
- MBTI tidak hanya untuk konseling pribadi tapi juga untuk pelatihan di perusahaan.
- Pemahaman MBTI membantu mengurangi konflik dan meningkatkan empati dalam hubungan keluarga dan kerja.
Chapters
- 00:00Pengantar dan Klarifikasi MBTI Bukan Tes
- 03:01Pengalaman Pribadi dan Manfaat MBTI dalam Hubungan
- 06:20Perbedaan Tipe J dan P dalam MBTI dan Dampaknya
- 09:20Konsep Aware, Accept, Adapt dalam MBTI
- 13:20MBTI untuk Memahami Anak dan Keluarga
- 18:40MBTI dalam Pelatihan dan Konseling Perusahaan
- 23:00Kesimpulan dan Pentingnya Edukasi MBTI
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Ini ada salah persepsi yang salah juga nih soal MBTI. Itu bukan tes loh. Oh, MBTI bukan tes, yes assessment. Tapi kita bilangnya karena kalau dibilang tes ada jawaban salah dan benar kan, sementara kalau di MBTI itu enggak ada jawaban salah, enggak ada jawaban benar. Itu cuman soal preferensi kita.
Speaker A
salah enggak ada jawaban benar itu cuman soal preferensi kita [Musik] aja Hai ladies welcome back to she talks about podcast bareng gua mendy dan gua elrika ini rubrik baru El rubrik baru segmen baru ya segmen baru she talks
Speaker A
Hai ladies, welcome back to She Talks About podcast bareng gua Mendy dan gua Elrika. Ini rubrik baru, El rubrik baru, segmen baru ya, segmen baru She Talks with expert, with experts. Nah hari ini kita kedatangan B Nuni Tirta. Selamat datang, selamat datang.
Speaker A
kita akan belajar seru banget tentang mbti karena ini ini menarik banget sih menurut gua untuk praktikal dan berguna ya Iya ini tadi udah ngobrol-ngobrol sedikit sama Mbak Nuni ini bisa dipakai Enggak cuman di company tapi bisa juga mungkin membaca suami karakter suami
Speaker A
Thank you so much, thank you for inviting me. Iya, thank you banget udah mau datang di sini dan mau sharing ya knowledge-nya. Ya hari ini kita akan belajar seru banget tentang MBTI karena ini menarik banget sih menurut gua untuk praktikal dan berguna.
Speaker A
dua kali nih Nah itu dua-duanya nya konseling psikologi konseling nah di salah satu kelasnya ada dosenku yang ngajar tentang mbti ini Nah dosenku bilang ee kalau punya pasangan ajak deh pasangan yang ikut sit in ke kelas ini Suamiku ikut dong Wah Dia paling rajin
Speaker A
Iya, ini tadi udah ngobrol-ngobrol sedikit sama Mbak Nuni ini bisa dipakai enggak cuman di company tapi bisa juga mungkin membaca suami, karakter suami, anak ya tadi ya.
Speaker A
aku Aku ini J gitu itu apa tuh n kalau yang P itu kan tipikalnya adalah orang periving orang pering itu tidak tidak terlalu peduli dengan konsep waktu jadi kalau du dia kayak ya kalau bisa dikerjain entar Kenapa harus sekarang
Speaker A
Iya betul, dan anak dan anak. Iya nah oke, Mbak Nuni, awal mula terjun ke MBTI ini tertarik tuh kenapa sih?
Speaker A
kita tahu tuh loh jadi cuman gara-gara ini aja gitu nah jadi e setelah kita paham itu itu hanya baru satu aspek ya Ada beberapa aspek lain yang introvert ekstrovert ya kan sensing intuition thinking sama feeling itu aku thinking
Speaker A
Iya aku kenalan sama MBTI ini waktu aku kuliah konsel, konseling S2. Aku kan dua kali nih. Nah itu dua-duanya konseling psikologi konseling. Nah di salah satu kelasnya ada dosenku yang ngajar tentang MBTI ini.
Speaker A
jadi akhirnya gitu dari situ Awalnya aku kenalan sama mbti Jadi sekarang udah enggak berantem lagi nih udah perbedaan tapi enggak mengangguud lebih mengerti tapi karena sudah paham karena sudah paham karena sebenarnya inti esens dari kita belajar mbt ini dan
Speaker A
Nah dosenku bilang, kalau punya pasangan ajak deh pasangan yang ikut sit in ke kelas ini. Suamiku ikut dong. Wah, dia paling rajin, paling nyata dan segala macam gitu. Terus di situ tuh kita dapat aha moment banyak banget kayak, "Hah selama ini jadi kita cuman berantem gara-gara ini aja." Jadi ada dikotomi-dikotomi yang kita tuh berbeda banget, beda total gitu. Dia itu P, aku ini J gitu.
Speaker A
ya udah gua mengurnya gini enggak gitu tapi kita lebih ee memahami dulu bahwa Oh ya udah kita memang berbeda nah gimana caranya kita untuk e minimalisir friksi terhadap perbedaan-perbedaan ini dengan caranya kita adapt beradaptasilah itu gitu Jadi awarecept adapt itu yang
Speaker A
Itu apa tuh? Nah kalau yang P itu kan tipikalnya adalah orang perceiving. Orang perceiving itu tidak terlalu peduli dengan konsep waktu, jadi kalau dia kayak, "Ya kalau bisa dikerjain entar, kenapa harus sekarang?"
Speaker A
ambil sertifikasi He He nah ini tadi aku sudahah cepat seru seru seru ceritanya seru gitu jadi ee aku ambil sertifikasi tahun kan aku belajar mbt ini ee di tahun 2014 awalnya kemudian aku baru belajar ee ambil sertifikasinya itu di ee tahun 200
Speaker A
Gitu. Nah kalau aku tipenya J banget. Orang J itu dari kata judging. Itu kalau J sangat peduli sama konsep waktu, jadi kalau aku tuh, "Kalau bisa sekarang, kenapa harus nanti?"
Speaker A
dapat aha momentom kok ternyata Gua selama ini begini karena ya memang e ketipe kepribadian gue begini dan Harusnya gue bisa lebih ee flexing ya fleksibel maksudnya gitu untuk berada adaptasi itu nah ketika dia menemukan Al momentom itu terus dia tiba-tiba message
Speaker A
Gitu. Nah berantemnya di situ-situ terus tuh. Jadi pas lagi kita tahu tuh, loh jadi cuman gara-gara ini aja gitu. Nah jadi setelah kita paham itu, itu hanya baru satu aspek ya. Ada beberapa aspek lain yang introvert, ekstrovert, ya kan, sensing, intuition, thinking sama feeling. Itu aku thinking sama feeling juga lumayan banyak bedanya sama suami kan gitu.
Speaker A
akhirnya eh dia dia bilang dia ngomongnya gini lu percuma punya follower 15.000 enggak pernah lo educate soal mbti padahal lu bisa aja menyelamatkan banyak hubungan-hubungan yang harusnya bisa difix dengan belajar mbti ini dia bilang gitu aku yang kayak gitu terus Iya benar juga cuman
Speaker A
Nah dari situ kita kayak jadi saling paham nih, lebih mengenal lagi, mengenal lagi gitu loh. Jadi bukan cuman kayak kita saling nyalahin satu sama lain tapi kita aware, ada.
Speaker A
tentang mbt ini aku akhirnya ngasih training-training enggak cuman konsultasi pribadi-pribadi tapi training-training ke companies juga gitu dan yang M tadi gua tanya kan jadi temannya jadi divorce atau tidak Dan ternyata tidak berar mbt itu menyelamatkan juga dong menyelamatkan per apa perusahaan
Speaker A
Jadi akhirnya gitu dari situ. Awalnya aku kenalan sama MBTI, jadi sekarang udah enggak berantem lagi nih, udah perbedaan tapi enggak menganggu, udah lebih mengerti tapi karena sudah paham. Karena sudah paham, karena sebenarnya inti esens dari kita belajar MBTI ini dan apapun itu untuk mengenal personality toolsnya yang dipakai itu adalah.
Speaker A
enggak ada resentmen lagi tapi kita lagi memahami gitu dari kacamata kita dari kacamata dia kadang-kadang kan kita gini kita ngerasa kok reaksi kita terhadap sesuatu itu bisa berbeda sama orang lain ya simply because memang kepribadian kita cetakannya ya karena kan mbt ini
Speaker A
Sebenarnya ada tiga yang pertama aware, kita aware dulu. Emang ada perbedaan-perbedaan itu dan kemudian kita accept gitu. Ya udah kita terima dulu tapi dengan aksep itu bukan berarti kita, "Ya udah gua mengurnya gini," enggak gitu tapi kita lebih memahami dulu bahwa, "Oh ya udah kita memang berbeda."
Speaker A
pokoknya datangin orang lain dia senang gitu ya Nah itu most probably dia memang e seorang ekstrovert karena orang ekstrovert dalam otaknya itu memang dia eh cenderung enggak lebih e kalau orang introvert malah lebih aktif jadi makanya ketika dapat rangsangan dari luar dia
Speaker A
Nah gimana caranya kita untuk minimalisir friksi terhadap perbedaan-perbedaan ini dengan caranya kita adapt, beradaptasilah itu gitu. Jadi aware, accept, adapt itu yang aku selalu pakai dan itu kunci banget untuk kita bisa dengan tools ini kita bisa saling memahami bukan saling menyalahkan gitu.
Speaker A
stimulasi yang itu bikin dia recharge gitu makanya kalau dari bayi sebenarnya udah kelihatan gitu sudah bisa kelihatan nah jangan salah juga orang introvert itu enggak selalu harus pemalu orang ekstrovert enggak selalu harus yang socialable ya Jadi maksudnya gini kayak
Speaker A
Bagus ya. Iya iya bagus. Jadi awal mulanya tuh karena itu MB karena kelas itu gitu, karena kelas, em apa, perkuliahan tapi akhirnya aku ambil sertifikasi.
Speaker A
selama t 3 minggu sebelumnya itu terus terusan sosialisasi sama orang lain capek itu draining banget buat aku Aku tuh mesti banget ada waktu untuk aku recharge yang enggak ada interaksi sama orang lain jadi bisa aja aku kayak misalkan nyendiri di kafe dengerin musik
Speaker A
He he nah ini tadi aku sudahah cepat, seru-seru, seru ceritanya seru gitu jadi aku ambil sertifikasi tahun, kan aku belajar MBTI ini di tahun 2014 awalnya kemudian aku baru belajar ambil sertifikasinya itu di tahun 2018, 4 tahun kemudian baru 4 tahun.
Speaker A
nah ini ini ada salah persepsi yang salah juga nih soal mbti itu bukan tes loh Oh I bu t m bukan tes tapi kita bilang karena kalau dibilang tes ada jawaban salah dan benar kan sementara kalau di mbt itu engak ada
Speaker A
Nah itu kenapa jadi ceritanya gini. Jadi ada teman aku yang dia tuh hampir aja bercerai, dia hampir divorce and then dia belajar MBTI secara autodidak, dia baca-baca-baca segala macam. Nah di situ dia dapat aha moment, "Oh kok ternyata gua selama ini begini karena ya memang ketipe kepribadian gue begini dan harusnya gue bisa lebih flexing, ya fleksibel maksudnya gitu untuk beradaptasi itu."
Speaker A
kiri nulis pakai tangan kiri kan kidal gitu ya Nah itu preferensinya ya tangan kiri jadi kalau di mbt itu kan ada dikotomi dikotomi bagi du bagi du bagi du tuh ada yang introvert ekstrovert Nah aku tangannya mana nih kalau karena aku
Speaker A
Nah ketika dia menemukan aha moment itu terus dia tiba-tiba message aku. Dia bilang, "Lo pasti tipe kepribadiannya ini itu kayak ada apa tiba-tiba belajar MBTI." Karena aku tahu dia orangnya thinking banget gitu ya terus, emm, apa kayaknya enggak, enggak gitu tertariklah sama dunia psikologi ini gitu terus ya dia cerita lah.
Speaker A
kita kan i jadi kedua tangan kita tetap dipakai dominan yang cuman lebih dominan Dar mana dan kapan kita waktunya pakai kayak kalau kayak gini aku tentunya pakai tangan kiri aku untuk interaksi ya kan untuk extroverted gitu even though I
Speaker A
Terus akhirnya dia bilang dia ngomongnya gini, "Lu percuma punya follower 15.000 enggak pernah lo educate soal MBTI padahal lu bisa aja menyelamatkan banyak hubungan-hubungan yang harusnya bisa difix dengan belajar MBTI ini." Dia bilang gitu aku yang kayak gitu terus.
Speaker A
kesel sama diri sendiri kan Oh iya iya enggak kayak kok kok gini aja g gitu nah Karena Aku waktu itu belum belajar kan mbt belum paham kalau sekarang aku sudah lebih paham Jadi aku lebih menghargai diriku sendiri untuk Oke aku butuh
Speaker A
Iya benar juga cuman aku kayak merasa kalau aku meng-educate orang ataupun ngajarin hanya berdasarkan satu mata kuliah itu aja menurut aku kurang cukup jadi makanya aku ambil sertifikasi gitu yang memang resmi dari si MBTI.
Speaker A
dia tentang personal types nah kemudian sama ee kedua ibu dan anak ini my dan Bricks ini itu itu ibu dan anak ibu anak itu ya dia mengembangkan itu dia mengembangkan itu dari si e k yang ini nah eh Jadi dari situ eh mereka
Speaker A
Nah dari situlah mulai aku benar-benar mendalami tentang MBTI ini. Aku akhirnya ngasih training-training enggak cuman konsultasi pribadi-pribadi tapi training-training ke companies juga gitu.
Speaker A
ini kan sebenarnya agak ada beberapa ya Setahu aku ya untuk personality test ya kalau m BTI sendiri untuk personentage apa ya akurasinya gitu gimana sih ben e jadi gini Aku sebelum datang ke sini kan heeh tadi aku sambil makan stek ya kan
Speaker A
Dan yang tadi gua tanya kan jadi temannya jadi divorce atau tidak? Dan ternyata tidak berantem. MBTI itu menyelamatkan juga dong, menyelamatkan per, apa, perusahaan sama kepribadian dan pernikahan.
Speaker A
sama aja menurut aku sama kayak alat makan buat aku ya ini kita menganalogikannya seperti alat makan Nah alat makan itu enggak ada semua yang sempurna tadi aku makan stek ya pakai k garpu garpunya enggak gitu tajam gitu jadi kan harus begini-gini kan Ya tapi
Speaker A
Gitu simpel karena tidak paham ya, tidak mengenal gitu ya karakter. Iya jadi dengan dia memahami itu belajar itu jadi yang ada ketika ada terjadi perbedaan kayak aku misalkan tadi ya sama suami kan beda banget nih ya udah enggak ada resentmen lagi tapi kita lagi memahami gitu dari kacamata kita, dari kacamata dia.
Speaker A
jadi aku makan dengan nyaman ketimbang aku makan mungkin pakai sendok dan garpu enggak Cocok nih gitu nah begitu juga adalah tool untuk assessment personality ini ada DC ada mmpi ee ada juga ee yang lain-lain itu tergantung kita ini untuk
Speaker A
Kadang-kadang kan kita gini, kita ngerasa kok reaksi kita terhadap sesuatu itu bisa berbeda sama orang lain ya simply because memang kepribadian kita cetakannya ya karena kan MBTI ini belajar tentang nature-nya kita bukan nurture-nya karena nature-nya ini ibaratnya cetakan dari oroknya gitu ya.
Speaker A
mudah dipelajari dan yang kedua untuk menggunakannya itu sangat-sangat universal jadi Enggak cuma untuk kalau desc mungkin peruntukannya kalau bagus untuk ee di perusahaan atau ya Dia tipe ininya ke apa dominannya atau apa ee tapi lebih kepakainya untuk mungkin di
Speaker A
He ya kalau misalkan kayak contoh ya kalau orang introvert itu dari bayi aja sebenarnya kan bisa kelihatan bisa tahu kalau dia senang gitu ciluk atau dia pokoknya datangin orang lain dia senang gitu ya.
Speaker A
sendiri pun sangat Comp gitu tapi for me it does matter As long as I can use that tool at the time E apa ya aku yang aku butuhkan dan dan ya itulah Seperti alat makan itu gitu Setidaknya kalau dengan ee
Speaker A
Nah itu most probably dia memang seorang ekstrovert karena orang ekstrovert dalam otaknya itu memang dia cenderung enggak lebih, kalau orang introvert malah lebih aktif jadi makanya ketika dapat rangsangan dari luar dia dia cenderung lebih kayak, "Oke, panic attack," gitu loh.
Speaker A
sebelum itu akueng nanya gini kemarin itu aku ikut pernah ee pesidik jari He nah katanya t sidik jari itu juga karena ini biologi jadi memang sidik jari kita dari lahir sampai ini akasu begini gitu kan itu katanya akurat banget katanya
Speaker A
Jadi maksudnya kayak over overstimulated, udah udah udah aktif di dalam otaknya gitu. Nah terus kalau orang ekstrovert kan enggak, justru dia butuh rangsangan, rangs distimulasi dari luar, stimulasi yang itu bikin dia recharge gitu.
Speaker A
berbeda tekniknya aja tapi pada the end of the day eh result yang kita ingin dapatkan adalah memahami si anak ini blueprintnya seperti apa ya kan nah ee balik lagi Tadi kenapa aku prefer mbti karena aku enggak perlu butuh tools
Speaker A
Makanya kalau dari bayi sebenarnya udah kelihatan gitu sudah bisa kelihatan. Nah jangan salah juga orang introvert itu enggak selalu harus pemalu, orang ekstrovert enggak selalu harus yang sociable ya.
Speaker A
sendiri dulu untuk bisa memahami orang lain Nah itu itu bisa enggak diajarin ke kita tuh mau baca Ya bisa Iya gimana maksudnya kan diajarinnya secara apa verbal aja gitu iya bisa bisa banget nah ee teman-teman Biasanya kalau yang baru
Speaker A
Jadi maksudnya gini, kayak kalau orang-orang ngelihat aku pasti orang nyangkanya, "Hah lu introvert? Enggak mungkin, enggak mungkin," gitu jadi kayak kan gampang sosialisasi sama orang segala macam.
Speaker A
itu bisa di apa namanya pelajarin dan juga ada yang dalam bentuk e cetaknya juga nah tapi singkatnya gini kalau mbti itu dia tuh terdiri dari empat dikotomi empat dikotomi itu masing-masing punya dua eh empat eh empat aspek dan
Speaker A
Tapi aslinya aku kayak kemarin aku baru aja hibernasi 4 hari enggak ke mana-mana, tepar gara-gara aku selama tiga minggu sebelumnya itu terus terusan sosialisasi sama orang lain, capek itu draining banget buat aku.
Speaker A
sama introvert eh sama eh judging perceiving eh itu e kita kalau mau menyesuaikan sama orang lain cenderung lebih gampang tapi kalau yang bicara yang di kotom yang di tengah-tengah thinking sama feeling sama sensing intuition itu bicar tentang mindset nah
Speaker A
Aku tuh mesti banget ada waktu untuk aku recharge yang enggak ada interaksi sama orang lain jadi bisa aja aku kayak misalkan nyendiri di kafe dengerin musik gitu recharge buat aku kalau enggak.
Speaker A
tingkat percarnya lebih tinggi jadi Oke Oh di sensing sama sensing sama intuition karena kalau orang sensing e kalau orang intuition dia bicara tentang Big picture-nya Seperti apa dia punya plan-plan orang Biasanya kita nyebutnya tukang ngegas oke punya Wah banyak plan
Speaker A
Nah itu yang terjadi di aku kemarin colaps aku 3 hari di hibernasi. Akak jadi Mbak Nuni itu introvert, aku introvert aslinya gitu, j-jan. Gua introvert juga.
Speaker A
lalu H kamu kemarin bikin ini aja gagal nanti kalau kamu bikin ini lagi terus nanti kamu berarti waktu kamu berkurang buat keluarga eh kayak gitu-gitu jadi yang yang dilihat yang halhal yang yang detail yang pada saat ini yang realistis
Speaker A
Nah kalau harus tes yah makanya nih coba kita tes.
Speaker A
sebagai operational orang Finance membuat tukang ngemnya dan kayaknya melihat data ya ke belakang yaihat data ke belakang kayak gimana nah kalau orang n itu dia bagus banget sebagai CEO strategic G bisis development gitu karena dia bisa melihat jauh ke depan prospeknya Seperti
Speaker A
Nah ini ini ada salah persepsi yang salah juga nih soal MBTI itu bukan tes loh. Oh I B T M bukan tes tapi kita bilang karena kalau dibilang tes ada jawaban salah dan benar kan sementara kalau di...
Speaker A
apa Nah kalau aku ya kalau kalau misalkan ngelihat dari ee seseorang ee introvert sama ekstrovert tuh sangat-sangat ee e sering salah iya iya oke sering salah karena itu bisa sangat berbeda Ya gitu he tapi yang yang paling gampang
Speaker A
ditebak biasanya J sama P itu yang yang terakhir diaama Iya J sama P kalau misalkan janjian ya kalau misalkan janjian sama orangnya terus k gitu gini aku nanti datang jam segini ya gitu terus aku bakalan telat ya nanti gini
Speaker A
gini gini Nah terus atau ee dia Dia sangat concern lah dengan dengan waktu Oke ini mungkin dia orang J nih gitu yang dia sangat peduli dengan konsep waktunya gitu tapi kalau misalkan nyantai gua lagi di jalan nih OTW gitu
Speaker A
kan ke sini terus ya otw-nya dia kan Mana ya otw-nya ternyata masih dandan gitu Nah ya bisa jadi tapi itu very super simplified ya Jadi maksudnya belum belum tentu itu bisa di ini tap memang harus assesment itu ya harus Heeh
Speaker A
yang mau kalau valid tuh assesment tapi gini ada juga yang gampangnya gini ya kalau kalau orang J tuh suka banget bikin tois toulis toois apa juga dibikin toulis kayak aku ya aku aku tiap hari pakai banget namanya toois tuh nah tois
Speaker A
tuh apa pun aku taruh di situ gitu mau bikin ceklis ceklis ceklis gitu E kalau kalau orang yang J kalau udah centang dan dan gitu kayak yes gitu senang banget gitu kayak fulfilled gitu E kalau orang P ya karena dia prinsipnya lihat
Speaker A
nanti aja deh gitu lihat opportunity-oportunity ee dia masih kayak kayak mempersiapkan sesuatu nih mau presentasi nih last minit ya jadi aku gini kalau aku misalkan mau presentasi Makanya kalau misalkan kayak gini aku tunggu ya pertanyaannya gitu ya Apa tah kisi-kisi atau gitu ya e nanti
Speaker A
presentasinya kayak gimana gitu kan E itu aku biasanya ah ja-ja hari aku sudah persiapkan nih aku kalau orang P ya karena dia prinsipnya Kalau bisa entar Kenapa harus sekarang nih bisa bisa last minute ya terus ee kadang ada nih ya dia
Speaker A
udah pembicara kedua e apa pembicara pertama lagi ngomong dia lagi masih nyapin Padahal dia pembicara kedua gitu Iya i ada sih yang kayak ada ada ada banget kayak G gua kayaknya P deh bisa jadi gua juga loh karena kalau P itu dia
Speaker A
pomp dengan e last minute itu bikin dia dengan SKS itu kayak lebih excited karena dia mengumkan ide pokoknya enggak ada yang salah Enggak ada yang benar loh Itu nature nature sekarang tergantung gimana dengan kita tahu Nature nya kita
Speaker A
kita minimalisir damage yang kalau kita enggak aware itu contoh ya Kalau suamiku kan orangnya P banget ya Nah tapi dia dalam hal pekerjaan itu dia profesional dengan cara gini dia tuh Tiap berapa menit hei hei Google set alarm 555 gitu
Speaker A
untuk untuk meeting yang jam . nah Ti Google Oh itu gitu terus karena kalau enggak gitu pasti bablas Betul gitu Jadi bisa di ini karena dia UD aware oke gitu udah aware tapi bukan berarti kalau misalnya di kerjaan Oh ya udah deh gua
Speaker A
last Minut person ya gua memang begitu tapi kalau dibutuhkan ya kita tap ada tanggung jawabnya Tapi maksudnya naturenya begitu ya betul betul tapi kayak Nature aku memang P itu aku juga sukan sih santai-santai Gitu sih kalau last baru ke PAM gitu baru ke PAM
Speaker A
biasanya Nah gini juga pada saat kita asesmen mbti eh itu kita harus pakai topi yang benar dalam arti gini kita harus pakai shes of mentality dalam arti kalau kalau tidur kan kita kan enggak pakai sepatu ya mau senyaman-nyaman kita
Speaker A
nah pada saat assessment kan aku biasa juga melakukan assessment untuk pribadi itu ee pada saat asesment dia itu harus melepaskan semua topi-topi yang melekat di dirinya mau topi sebagai ibu karyawan Bos apa segala macam lupakan itu aku biasanya ngajak mereka untuk merem dulu
Speaker A
sebentar kamu bayangkan suatu tempat di mana kamu merasa sangat nyaman di situ dan kamu tidak harus menjadi siapa-siapa hanya menjadi diri kamu sendiri aja Nah jadi jadi ketika nanti kamu ada pertanyaan tapi kalau saya di kantor begini kalau saya di rumah begini itu
Speaker A
berarti pertanyaan sudah tidak valid lagi ya karena itu kamu berarti tidak memakai top apa tidak melepaskan topi-topimu gitu Jadi benar-benar yang senyam-nyamannya dia tanpa peran-peran Apun seriil mungkin itulah natureennya karena kan kalau profesi itu kan bisa secara nurur benar benar Iya kan yang
Speaker A
kita Tadinya enggak suka detail tapi misalkan kerjaannyating mau enggak mau harus detail gitu Nah itu berarti nurture bukan Nature padahal yang dicari di mbt adalah nature-nya dia Kenapa yang dicari nature-nya supaya kita bisa be the best version of ourself kan gitu ya ibaratnya
Speaker A
kalau dia di bentuk blueprintnya sebagai lingkaran ketika dia harus menjadi kotak gitu ya bisa jadi kotak tapi kan dia tidak secara naturally kotak gitu nah Jadi itulah kita menemukan our true self itu dari situ bisa ngebantu gitu seru
Speaker A
banget jadi enggak cuma mengenal diri sendiri ya kan mengenal orang lain juga nah ini Mbak Nuni boleh sharing enggak tentang tadi kita sudah ngobrol juga Mbak Nuni anaknya dua ya kan perempuan dan katanya dua karakter yaah pasti ber
Speaker A
pasti berbedaah yaed bet satu anaknya art banget iya sih kakaknya itu coba ceritain Man maksudnya dengan ini nih Apa yang dibawa ke rumah gitu loh espeally dan bisa membantuembantu jadi aku belajar ini waktu Anakku yang pertama itu dia sudah
Speaker A
masuk SMP kan oke terus udah masuk SMP masih setiap pagi tuh harus banget aku bangunin he karena dia enggak baca bangun sendiri kalau bangun sendiri telat gitulah Padahal dia naik jemputan kan heeh Jadi kalau aku enggak bangunin di
Speaker A
jemputan yang sudah datang ni Tin Tin gitu dia baru bangun tuh Oh gerbak-gbek kan segala macam telat ya enggak ada kan merugikan orang lain dong gitu karena dia telat kan Nah i jadi pada waktu itu aku sempat kayak Aduh
Speaker A
gimana ya Aduh gimana ya Ini anaknya udah SMP masa-masih Ini sementara si adiknya dari dia TK bayangin dari dia TK enggak pernah yang namanya aku bangunin dia udah siapin sendiri semua baju baju ee buku dan segala macam dia udah self
Speaker A
take care of apa of herself lah gitu Jadi aku dulu kayak Aduh gimana ini mendisiplinkan si anak pertama tapi aku enggak beda-bedain cara kan gu Nah aku dapat ah m banget waktu aku training m ini jadi ketika aku training aku
Speaker A
curhatlah ya sama ini gimana ya Kalau ini kan satu P banget nih si kakaknya kan P periving ya si adiknya berarti J banget gitu nah ketika di situ eh instrukturku bilang different type of personality needs different kind of
Speaker A
handling gitu enggak bisa disamakan yang namanya adil itu sama rata enggak tapi adil itu adalah sesu suai dengan kemampuan dan kebutuhan orang itu gitu Nah kalau tipenya P kayak Anakku yang pertama he itu dia cenderungnya pleasure seeker nah pleasure seeker itu ya mau
Speaker A
enggak mau kita kayak Le Apa ya Em memberikan dia suatu pleasure apa yang bisa dia dapatkan dengan menjadi disiplin ini Nah ya Jadi kalau si kalau si J itu dia Pain Ader Makanya kalau misalkan jadi kalau kalau di em Mau
Speaker A
dijemput ya gini nih si adiknya nih yang yang J itu ya dia udah kaku banget kalau jemputannya belum datang dan dia tahu nih Wah kok udah jam segini belum datang dia udah kaku banget berdiri duduk-duduk gini di depan pintu kan ada bangku tuh
Speaker A
dia tegang banget Gini gitu tegang banget ya karena dia takut telat kan dia Pain ofer kan Nah si kakaknya ya Si kakaknya dia selonjoran di ee apa ke ruang tamu sambil nonton netflix I enggak peduli sama sekali enggak peduli
Speaker A
sama sekali Nah jadi cara handlennya gini karena yang satu eh pleasure seeker Ya udah dia sukanya apa Nah coba di challenge kalau dia bisa berhasil e disiplin selama berapa ini berturut-turut kita berikan itu pleasurenya itu Jadi waktu yang aku bilang gini sama Anakku
Speaker A
yang pertama apa kamu mau shopping spree gitu ya di dia kan suka e ke gram media terus dia suka belanj l pokoknya gitu ya Nah terus eh karena dia anak art suka beli yang itu ya E apa printilan-printilan
Speaker A
arts gitu terus e aku bilang nanti kalau kamu bisa bangun pagi 5 hari berturut-turut aja kamu boleh shopping spre hari Sabtunya benar Momi kata dia benar gitu 5 hari aja Iya 5 hari aja gitu oke di semangat kan semangat ya senin w benar lah
Speaker A
dibangunin Oh I enggak dibangun pokoknya gini Momi enggak akan bangunin gitu ya Ee kalau udah telat banget baru Momi ke kamar tapi berarti itu kamu harus ngulang lagi dari awal nah gitu kan Iya Nah jadi Senin Wah berhasil Selasa berhasil Rabu berhasil
Speaker A
Kamis masih berhasil juga Oh aku langsung kayak oke juga nih hari Jumat itu kan hari Kamis kan aku punya komunitas ARF lokal waktu itu kan terus sampai malam kan aku jam 11. baru pulang nih dia dia belum tidur nah dia belum
Speaker A
tidur terus aku gini Michel Kan besok kamu harus bangun pagi kalau kamu telat Nanti ngulang lagi gitu Oh iya iya aku tidur-tidur Eh benar besokannya dia telat bangunnya I udah lewat waktunya aku terpaksa sudahah harus masuk orang sopir jemputannya udah datang gitu Heh
Speaker A
heeh terus dari baru pertama kali dalam hidupnya dia Dia nangis karena telat bangun padahal sebelumnya bodo amat telat banget gakak Peru peduli dia nangis sekarang harus ngulang lagi gitu ngulang lagi jadi dengan Dari situ dia belajar pas besokannya udah ngulang lagi
Speaker A
karena kan untuk butuh e untuk tadi berkaitan sama behavior ya behavior bisa dibentuk kan dalam 21 hari Oh I kan 21 hari setelah itu kan dia ngulang lagi nah kita bentuk dalam 21 hari dia enggak telat sampai sekarang sudahah engak
Speaker A
pernah telat lag Oh gitu sekarang udah aku ah enggak pernah e kita hanya butuh di awal-awal aja nglurking dia dengan apa pleasure-nya Dia gitu Tapi kan habis itu udah jadiahbentukahbentahbent iya udah kebentuk dia dia udah belajar konsekuensi sama sekarang aku udah gakah
Speaker A
benar-benar enggak pernah bangunin dia lagi kalau pagi hebat jadi memang anak yang ada anak yang memang harus dikasih reward ya enggak salah juga kalau memang dia memang sifatnya begitu memang gitu tapi bukan berarti reward-nya harus yang sesuatu yang material bisa jadi aku
Speaker A
kasih reward ke dia Misalkan dia mau sesuatu gitu ya maom Bisa enggak ini boleh gitu nanti tambahin waktu untuk screen time-ya misalkan 5 menit aja nahinnya kayak gitu jadi B ya boleh diaernya buat dia giternya buat dia kayak gitu kalau adiknya aku kasih gini
Speaker A
kan kakaknya maom Boleh enggak aku eh apa screen time-nya aku ditambahin 30 menit tadi kan aku soalnya ketiduran kakaknya bilang gitu Ya udah deh boleh gitu supaya adil nih adiknya aku bilang kamu ereen time-nya mau tambahin 30 menit soalnya ee kakakmu minta 30 menit
Speaker A
ter k adiknya mau bilang gini kenapa Katanya loh Emang kenapa gitu jangan katanya Hah kenapa jangan Enggak aku mau ngerjain PR nanti teratur sekali teratur sekali beda banget itu karena dia Pain avoider kan kalau enggak ngerjain PR nanti dia takut
Speaker A
I iya iya enggak selesai pr-nya Terus besoknya ya gitu P dari soalnya nah tapi handle yang kedua gimana anak yang kedua enggak perlu dihandle Kalau diudah lebih mudah deh karena udah iyaudah tahu apaek asek nah aspek yang lainnya adalah
Speaker A
kadang-kadang dia pengin orang lain sisiplin dia Jadi kadang-kadang aku kayak susah ya Kak aku juga sebenarnya aku kan juga hard ja gitu ya jadi kadang-kadang aku mau orang lain disiplin kayak aku nih gitu enggak bisa gitu nah jadi dengan ya kita belajarlah
Speaker A
stoism menjadinya kan ya kita we cannot control yang yang bisa kita kontrol kan adalah reaksinya kita pemikirannya kita kan behav bukan orang lain gitu nah kadang-kadang aku juga gemes gitu ya kalau aduh gimana ya gini gini gini nah
Speaker A
gitu jadi em dengan tadi ya A accept adep itu itu kita bisa ya minimalisir friksi-friksi yang ada karena perbedaan-perbedaan itu menarikmenarik tapi ini ilmu yang sangat penting Iya berarti ini kalau misalnya mungkin ee Moms yang lagi nonton nih gitu kan Ini penting banget
Speaker A
ya untuk kita bisa reach ke anak Maksudnya kita ngedidiknya juga dengan cara yang benar itu gimana gima sih first step-nya apa tuh berartiuni iya ee sebenarnya kan ada banyak bang banget eh tools ya enggak hanya mbti aja yang
Speaker A
pasti kita harus paham banget nih si karakter si anak tuh Seperti apa itu sangat-sangat buat aku ya sangat-sangat ngebantu kita untuk Gimana cara handlenya karena we can handle what we don't know kan gitu gimana kita bisa menhandle sesuatu kalau kita memang
Speaker A
enggak paham ini Bendanya apa dia sukanya apa ni segala macam Nah dengan Kita paham kita tahu karakteristiknya dia terus pribadiannya kayak apa barulah habis itu kita bisa menanganinya sesuai dengan yang tadi itu karena sebelumnya kan aku menanganinya salah caranya aku
Speaker A
disiplinkannya dengan ya nanti kamu telat loh enggak peduli dia telat enggak buat dia ya enggakak bodoh amat gitu ya karena kan enggak enggak peduli sama Konsep waktu gitu Nah itu Tapi maksudnya kan memang kita harus mengenal mungkin kita tidak mungkin kita aja mungkin
Speaker A
sebagai mamanya tidak mengenal diri sendiri ee Iya diri sendiri dan juga anak itu sedalam itu kan Nah Cuman kalau misalnya kita mau berarti kalau tadi bilang kan ee mulai bisa asesmen yang sendiri ya itu di SMP ya berarti kalau anak-anak itu bisa
Speaker A
sedindi mungkin Eh kalau jadi kalau kita menganalisa anak kita maksudnya bukan menganalisa ya itu mungkin terlalu formal ya kita melihatlah karakter si anak kita memahami itu bisa dari dia sedindi Mungkin sedini mungkin kayak dia Takut enggak ketemu sama orang atau dia
Speaker A
Iya kita yang melihat dia terus terus ee juga sama kayak yang tadi tuh kan kalau ini anaknya ya disiplin banget Yang ini enggak gitu ya Oh ini kita bisa lihat nah kalau anaknya sendiri untuk bisa diasses waktu kebetulan anak-anaku waktu
Speaker A
masuk SMP sudah ada asesmen itu yang berdasarkan mbt dari sekolahnya gitu jadi memang memang usia SMP pas masuk SMP itu saat yang tepat untuk dia dilakukan asesment mbt ini karena apa anaknya sudah paham pertanyaan-pertanyaannya kan Kalau SD Mungkin dia masih belum Iya dia enggak
Speaker A
tahu ya belum paham lah dengan konsep-konsep pertanya kan lebih ke abstrak gitu ya pertanyaan nah terus saran aku juga kalau anaknya ee lebih fasih bahasa Inggris lakukanlah asesmennya dalam bahasa Inggris jangan bahasa Indonesia karena bisa jadi dia mispersepsi juga ya
Speaker A
mispersepsi dia enggak paham pertanyaannya apa gitu terus nanti yang ada jawabnya salah lagius iya gitu oke Tapi maksud aku tuh kayak ada pakemnya gitu Enggak sih kan itu kan ada bernya tuh ada berapa tadi six ya eh empat dan nah itu nah itu
Speaker A
tuh maksudnya ada Oh oke berarti anak Misalnya nih ada poin a oh masuk ke si misalnya si J Nih misalnya Oh yang ini berarti masuknya ke ini nih gitu maksudnya ada e Iya kombinasinya terus habis itu mungkin setiap chambernya itu ada
Speaker A
poin-poin yang sudah ada Pakem gitu kali ya maksudnya Heeh p yang paling enak kalau memang kita sudah bisa menganalisa dari empat dikotomi ini dan kan kita combine nih misalkan jadi kalau kalau aku kan infj gitu ya ada orang intp infp
Speaker A
gitu ya Nah kalau udah ada ketahuan nih blueprint-nya dari e personality type mbti-nya apa kita lebih mudah lagi untuk men-handle karena di setiap itu ee apa bisa kita lihat Bagaimana cara dia kalau lagi stres kayak apa i bisa
Speaker A
sampai seperti itu Nah 16 ini hasil dari output dari mbt ini 16 ini bagaikan ruangan dalam sebuah rumah yang mana kita itu enggak mengkotak mbti itu tidak bukan berarti kita mengkotak-kotakkan orang tetapi Anggaplah 16 ini adalah 16 kamar di dalam rumah kita yang mana
Speaker A
Kalau kita merasa nyaman senyaman-nyamannya itulah diri kita jadi misalkan aku tipe kepribadian infj nah ee satu salah satu ruangan namanya infj di situlah favorit ruangan favoritnya aku di mana aku menjadi diri aku sendiri Tapi bukan berarti kita enggak ke toilet
Speaker A
enggak ke gudang enggak ke manitu ya jadi teap B bisa akses jadi kita pun sebenarnya bisa jadi kepribadian yang lain Iya tapi bukan naturenya kita tapi bukan naturenya kita nurur-nya Kita jadi bukan berarti kayak ngapain lu mengkotak-kotakan orang enggak bukan
Speaker A
seperti itu tapi kita memahami gitu memahami oke oke ngerti ini enggak ada ya Sesi asesmen ibu dan anak bisa loh bisa Bang oh one of my Cen dia ibu dan anak dia merasa sulit banget handle anak yang ini oh dibandingkan anak yang lain
Speaker A
dilakukanlah self assessment membantu juga nah membantu ya biasanya justru kalau anak ee kalau di dunia aku di konseling di ininya adalah kalau anak di bawah 10 tahun he orang tuanya merasa bermasalah yang bermasalah sebenarnya justru bukan si anaknya tetapi orang
Speaker A
ekspektasi orang tuanya mungkin terhadap si anak gitu nah jadi itulah yang diluruskan coba diluruskan situ Oh Ternyata mungkin bisa jadi ketahuan oh karena karena si orang tuanya nih tipe yang Strik banget gitu yang sementara anaknya P banget ya kayak gituah aku J
Speaker A
dan P itu kan aku merasa waktu dulu sebelum belajar mbta ini Aku merasa Aduh sulit banget ya Gimana ya gitu padahal sebenarnya bisa jadi aku yang terlalu Strik gitu untuk seper naturenya seperti itu hal-hal yang yang mungkin kalau di
Speaker A
luar ya kalau di sekolah memang Ya jelas ya merugikan gitu ya kalau dia telat Tapi kalau misalkan naruh barang sembarangan dan ini ya As long as Itu barangnya dia ya sudahudah gitu kalau aku sekarang menerimanya seperti itu gitu jadi enggak mesti yang semua kamar
Speaker A
harus rapi kayak si adiknya gitu enggak bisa kayak gitu bernya bed betul betul tapi M E mbti ini kan kalau misalnya kita bicara mengenai company gitu ya kan kalau misalnya dites HR gitu Kan Biasanya kita kasih apa sih psikotes
Speaker A
gitu Yes Heeh betul pikotes ini bukan mbti kan ya Jadi kalau di mbti-nya ada e yang di mbt itu ada tig tiga step sebenarnya jadi yang step pertama itu adalah kita mengisi self assessment namanya ada sekitar Kalau enggak salah
Speaker A
98 pertanyaan yang dia harus jawab sendiri jadi ada lembarnya ni lembarnya Jadi kalau misalkan melakukan self assessment kayak ke self apa mbt expert Gitu Ee nanti akan dikasih lembar pertanyaannya yang kita beli langsung dari si mbti itu ee klien ini akan
Speaker A
menjawab pertanyaannya sendiri Nah nanti kita pandu untuk baca hasilnya seperti apa jadi dihitung sendiri isi sendiri hitung sendiri nah di situ baru oke sesuai atau enggak nih Nah itu itu yang EE step Yang Pertama eh terus ee ada
Speaker A
lagi step yang kedua ee ini lebih dalam lagi nanti hasil bacainnya Nah jadi sebenarnya mbti itu saking powerfulnya Sebenarnya dia tuh ada gini ada macam eh facetfaset tuh kayak kalau Diamond kan ada beberapa Sisi ya Beberapa Sisi Nah itulah mbta
Speaker A
itu ada macam-macam Sisinya contoh ya contoh kan aku kan introvert Tapi aku senang sharing di sosial media Aku senang SH I terus aku nanya kan l eh introvert bukannya sebenarnyanya priv ya Tapi kok aku senang sih sharing ke orang
Speaker A
gitu Setelah dilihat jadi kan aku mbta training itu seminggu sebelumnya aku harus mengisi itu kan Nah hasilnya keluar dibacain pas lagi training itu ya Nah setelah dilihat dari hasil apa asesmennya aku adalah aku itu presif introvert Oh introvert itu adalah orang
Speaker A
yang enggak sungkan untuk ya Express them gitu Nah makanya aku senang tuh nulis dan segala macam nah sebenarnya kalau ekspresif itu fcetnya harusnya miliknya si ekstrovert bukan si introvertisan gitu Ya maksudnya Ya maksudnya ada CR di situ betul Jadi
Speaker A
sebenarnya itulah uniknya aku gitu justru Jadi yang dicari itu fcet yang apa anomali jadi kayak oh ternyata aku ekspresif introvert nah di situlah letak keunikannya Aku sebenarnya Nah ada lagi gini terus aku nih senang nih ngumpulin orang-orang Aku tuh dari dulu kerjaanku
Speaker A
bikin yang namanya komunitas-komunitas komunitas tarap lokal komunitas blogger pertama Indonesia terus komunitas macam-macam gitu Ya nah tapi Padahal aku introvert gitu nah ternyata setelah dilihat Aku adalah seorang inisiative introverttr Oh gitu jadi dia begitu tapi kalau begitu orang ngumpul ya udah aku
Speaker A
menikmati gitu jadi kayak gitu itu segitu powerfulnya si mbt ketika kita ngelihat sampai step ketiga itu sampai gini Hasil tes hasil asesmentnya itu bisa bisa sampai ngelihat gini Aku tuh kalau stres cenderungnya adalah beberes kayak W gitu Jadi aku kalau kalau lagi banyak pikiran
Speaker A
tuh aku syuting main-main itu dengan cara beberes beres ya beres beres beres ini sampai bisa membaca seperti itu kalau stres Gimana bisa kayak gitu kita ambil sertifikasinya kita langsung ber ini ya langsung tolong tolong dengan b langsung dong tapi kalau misalnya ini kan kita eh
Speaker A
program baru nih SH with experts mungkin kita bikin kelas boleh kali ya ditembak langsung sinle banget banget itu berapa lama tuh butuhnya jadi ngobrol kita Iya kalau misalkan untuk yang kelas yang lebih banyak pesertanya dulu Biasanya aku biasa rutin ngadain eh itu eh apa
Speaker A
introduction of mbti dulu aja jadi paling enggak dia tahu Oh dia ekstrovert atau introvert ya dia ada hasil e untuk yang kepribadiannya itu gitu Nah kalau dari situ dia mau lanjut one on one untuk ke asesmen yang secara pribadi
Speaker A
gitu Hayo aja tap berarti lebih akurat ya kalau yang pribadi Iya kalau yang pribadi itu lebih akurat lebih yang memang hasilnya dari si mbti-nya itu gitu menarik menarik menarik secara online Sebenarnya dia juga ada bayarnya 50 USD kalau yang yang one onone itu
Speaker A
Tapi kalau online enggak di dijelasin secara personal kalau sementara kalau sama mvt expert e dijelaskan secara personal Bahkan aku pas tadi Man bilang 98 pertanyaan itu aku udah mikir malas banget gua bisa Akak ditanya gua jawab gitu Kayaknya pertanyanya ini pilihan
Speaker A
ganda aja Iya tapi 98 Ya udah kayak kamu ujian ya Iya pakai dilingkar-lingkarin item enggak pakai digarisin gitu Yang Yang ini ya gitu tapi enggak senelimet mmp mmpi itu 600an tanya tapi Waduh gila sih itu aku ngerjainnya 3 jam enggak
Speaker A
cukup wad 3 jam ya itu aku Aku kurang suka tahu isi-isi kayak gitu tuh kayak pusing send langsung dibacain aja gitu ya introduction aja kalau introduction tuh seru loh soalnya apalagi kalau offline ini aku kalau kalau bikin secara
Speaker A
offline enaknya gini jadi yangekstrovert dikumpulin sama ekstrovert introvert dikumpulin nih sama introvert nanti mereka saling melemparkan pertanyaan yang membantu untuk saling memahami oh oke oh kalau lu gitu Heeh gini kenapa sih lu kalau misalkan di ee gue di apa E
Speaker A
di kantor Ah pasang earphone masih aja di ini ya kayak gitu-gitu itu seru sih i kan jadi kayak saling saling memahami Kenapa begitu Iya kan misalnya mau bersosialisasi ya gitu-gitulah Aduh seru seru Nah nanti ee itu dia karena waktu
Speaker A
gitu ya tapi kita simpan buat kelas nanti kita berencana tapi kayak itu sangat menarik menurut gue menarik dan mbt ini terbukti membantu he betul betul pernikahan sebenarnya mungkin diri sendiri juga sih Men ya diri sendiri sendiri pertama diri sendiri pertama
Speaker A
untuk diri sendiri dulu karena gimana kita mahami orang lain kalau kita yang sendiri enggak paham reaksinya kita kenapa begini diri sendiri dulu banyak improvement yang bakalan bisa didapat kalau senggaknya buat kita diri sendiri dulu nah selama ini nih B Nuni kan udah
Speaker A
berapa lama nih Berartikan di ee apa certification si 2018 l ya dari 5 tahun bel ya kan dari 2014 5 tahun ini kan pasti menemukan berbagai macam jenis kisah dan orang gitu kan ada enggak sih yang paling apa ya paling mengesankan
Speaker A
mungkin kalau misalnya Ternyata Oh si mbti ini tuh ternyata sangat ngebantu ya ternyata memang dia enggak ngerti banget tuh diri dia tuh segitunya gitu itu ada enggak Mbak cerita kayak gitu ada ada beberapa nih yang yang pertamakan e yang Em Jadi ada one of my
Speaker A
clients mereka berdua founder e Company yang setelah belajar ini oh mereka baru Paham bahwa mereka dua-duanya tipenya S gitu ya nah sama nih G Oke pantesan dia selama ini enggak cocok sama orang yang tipenya n gitu nah jadi dari situ mereka
Speaker A
ngambil partner yang sej selevel sama dia mereka nyari yang s s terus Nah akhirnya sekarang ya perusahannya Dia berkembang dan dia belak apa baru em apa bilang ke ke aku juga gitu bahwa makasih banget waktu ikut ini jadi dia jadi
Speaker A
paham tahu partner yang cocok sama dia gitu untuk mempermudah dia untuk mencari nah terus ee lagi yang yang EE mungkin ini juga adalah ee ee apa namanya Ketika seseorang itu apa namanya sudah sudah paham dengan ininya dia jadinya dia
Speaker A
tidak lagi menyalahkan keadaan dan menjadi kayak Victim mentality gitu karena dia udah udah paham banget bahwa Oh dengan begini dia ee bisa lebih fleksibel menghadapi eh keluarganya and then jadi dia tidak lagi ya Banyak friksiah dengan lingkungan sekitarnya
Speaker A
itu bisa buat cari partner bisa ber apa aja karena maksudnya akhirnya memahami diri sendiri dulu yang penting ya tadi tadi tiga itu apa tadi Mi awareare ac ad aware accept dan ad Oke thank you so much mbaki ini banget kalau
Speaker A
dilanjutin masih ba maksudnya belajar banyak hari ini dan menurut aku ini salah satu ilmu yang Kayaknya aku pengin Baca deh Nanti pokoknya kalian yang nonton mungkin e one day ya kita nanti follow Follow Instagramnya Buni follow dulu bacain
Speaker A
storynya Enak memang ternyata b t t dilik diklik Link yang ada di biionya Iya untuk nonton ngbantu ini ya S Dun betul ada yang dalam bentuk video dan bentuk cetaknya juga tulisan juga gitu oke oke Semoga bisa ngebantu Kalian juga
Speaker A
sih yang lagi ngedengerin betul betul mungkin nextnya bisa langsung k Mak Nuni dan nanti mungkin kita akan bikin kelas bersama Iya si than thank so much juga thank you for [Musik] bye
Topics:MBTIkepribadianhubungan kerjahubungan keluargaShe Talks Aboutassessment kepribadianJudgingPerceivingintrovertekstrovert











