Renungan tentang pentingnya keluarga yang melayani Tuhan berdasarkan firman dari Efesus, dengan fokus pada peran dan keselamatan dalam Kristus.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- Keluarga yang melayani Tuhan adalah keluarga yang telah mengalami keselamatan dalam Yesus Kristus.
- Ketaatan dan penghormatan anak kepada orang tua adalah bagian penting dari pelayanan keluarga menurut firman Tuhan.
- Orang tua harus mendidik anak dengan kasih dan lemah lembut tanpa membangkitkan amarah.
- Pelayanan keluarga harus selaras dengan prinsip firman Tuhan dalam menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing.
- Mengajak dan mendoakan anggota keluarga yang belum percaya untuk mengalami karya keselamatan adalah panggilan penting.
What the video covers
- Renungan dimulai dengan doa memohon hikmat dan tuntunan Roh Kudus untuk membaca firman Tuhan.
- Firman Tuhan diambil dari Efesus 6:1-4 yang menekankan ketaatan anak kepada orang tua dan larangan membangkitkan amarah anak.
- Keluarga adalah lembaga pertama yang diciptakan Allah, terdiri dari keluarga inti dan keluarga besar.
- Keluarga yang melayani Tuhan adalah keluarga yang sudah mengalami karya keselamatan di dalam Yesus Kristus.
- Keluarga yang melayani Tuhan menjalankan peran, fungsi, tanggung jawab, dan pelayanannya sesuai dengan firman Tuhan.
- Anak-anak harus taat dan hormat kepada orang tua karena orang tua adalah wakil Allah dalam mendidik anak mengenal Tuhan.
- Orang tua harus mendidik anak dengan lemah lembut dan menghindari kata-kata kasar yang dapat membangkitkan amarah anak.
- Pelayanan keluarga diwujudkan dalam kasih, pengampunan, dan saling mendoakan antar anggota keluarga.
- Pentingnya memberitakan Injil kepada anggota keluarga yang belum mengenal Tuhan agar mereka juga mengalami keselamatan.
- Renungan mengajak keluarga untuk bertobat dan memulihkan hubungan agar keluarga dapat memuliakan Tuhan secara utuh.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan Doa Memohon Hikmat Roh Kudus
- 04:07Pengertian Keluarga dan Keluarga yang Melayani Tuhan
- 08:28Keluarga yang Mengalami Keselamatan dalam Kristus
- 13:17Peran dan Tanggung Jawab Anak dalam Keluarga
- 17:26Pentingnya Menghormati dan Mentaati Orang Tua
- 21:04Dampak Kata-kata dan Sikap Orang Tua terhadap Anak
- 22:15Mendidik Anak dengan Kasih dan Lemah Lembut
- 24:06Ajakan untuk Bertobat dan Memulihkan Keluarga
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
[Musik] Shalom, saudara yang Tuhan Yesus Kristus kasihi, berjumpa kembali bersama saya di channel ini di mana hari ini kita akan kembali bersama-sama membaca dan merenungkan firman Tuhan. Tetapi sebelum kita akan membaca dan merenungkan firman Tuhan, mari kita berdoa memohon hikmat
Speaker A
dan tuntunan Roh Kudus. Kita berdoa, Bapak di surga, terima kasih untuk waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kami di mana kembali kami akan bersama-sama membaca dan merenungkan firman Tuhan. Kami memohon tuntunan dan bimbingan Roh Kudus-Mu bagi kami semua,
Speaker A
sehingga kebenaran firman Tuhan hari ini dapat kembali memberkati kami. Terpujilah nama-Mu dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Haleluya, Amin. Saudara yang Tuhan Yesus Kristus kasihi, firman Tuhan yang renungan kita pada hari ini terambil dari Efesus pasal yang keenam ayat 1
Speaker A
sampai dengan ayatnya yang ke-emp. Demikian firman Tuhan, "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu, inilah suatu perintah yang penting seperti yang NY dari janji ini, supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu."
Speaker A
Dan kamu bapak-bapak, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Nah, saudara yang Tuhan Yesus Kristus kasihi, tema renungan firman Tuhan pada hari ini adalah keluarga yang melayani Tuhan. Saudara yang Tuhan Yesus Kristus kasihi,
Speaker A
berbicara tentang keluarga ini berbicara tentang lembaga yang diciptakan oleh Allah. Alkitab mencatat dalam Kejadian 1 ayat 27 sampai dengan ayat 29 dan juga Kejadian pasal 2 ayat 18 sampai dengan ayat yang ke-25. Di situ kita menemukan bahwa keluarga ini adalah lembaga pertama yang
Speaker A
diciptakan oleh Allah. Saudara, apa yang dimaksud dengan keluarga? Keluarga adalah persekutuan hidup antara ayah, ibu, dan anak-anak. Ya, inilah yang disebut keluarga. Inilah yang disebut dengan keluarga kecil atau keluarga inti. Itulah ayah, ibu, dan anak-anak. Memang selain keluarga inti atau keluarga kecil ini,
Speaker A
ada juga keluarga besar. Itulah keluarga yang berasal dari hubungan kekeluargaan, hubungan kekerabatan baik dari pihak ayah ataupun dari pihak ibu, misalnya kakek, nenek, paman, bibi, dan sebagainya. Nah, saudara yang Tuhan Yesus Kristus kasihi, lalu apa yang dimaksud dengan keluarga yang melayani
Speaker A
Tuhan? Tentu setiap kita yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita semua terpanggil untuk melayani Tuhan, bukan hanya kita saja secara pribadi, tetapi kita juga rindu keluarga kita ini semuanya melayani Tuhan. Bukan karena itu merupakan sebuah kerinduan atau
Speaker A
keinginan kita saja, saudara, tetapi memang itu panggilan Tuhan. Tuhan bukan hanya membentuk atau menciptakan lembaga yang namanya keluarga, tetapi Tuhan juga mau supaya keluarga itu melayani Dia. Tuhan mau pakai keluarga untuk menjadi saluran berkat bagi gereja, bagi masyarakat. Tuhan mau supaya
Speaker A
keluarga yang Dia ciptakan itu melayani Tuhan dan memuliakan Tuhan. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang dimaksud dengan keluarga yang melayani Tuhan? Keluarga yang melayani Tuhan berdasarkan perikop firman Tuhan ini adalah yang sudah mengalami karya keselamatan di dalam Yesus Kristus. Keluarga yang
Speaker A
Tuhan adalah keluarga yang sudah mengalami karya keselamatan di dalam Yesus Kristus. Saudara, kali kepada bagian firman Tuhan yang menjadi renungan kita pada hari ini, surat kepada jemaat di Efesus, kepada orang kudus, yaitu orang percaya dalam Kristus Yesus, pasal yang pertama ayatnya yang pertama.
Speaker A
Orang-orang yang percaya kepada Kristus atau orang-orang dalam Kristus Yesus yang dicatat dalam Efesus pasal 1 ayat 1 ini adalah orang-orang yang telah mengalami karya keselamatan di dalam Yesus Kristus. Itulah mereka yang telah dipilih Allah sejak dalam kekekalan supaya kudus dan tak bercacat di
Speaker A
hadapannya. Pasal 1 ayat yang ketiga, mereka yang dalam kasih telah ditentukan Allah untuk menjadi anak-anak-Nya di dalam Yesus Kristus. Pasal 1 ayatnya yang kelima, mereka yang telah beroleh pengampunan dosa dan penebusan di dalam nama Yesus Kristus. Pasal 1 ayat 7 dan
Speaker A
mereka yang telah mengalami kasih karunia Allah di dalam iman kepada Yesus Kristus, pasal 2 ayat 8 sampai dengan ayat 9, sehingga mereka sekarang adalah manusia baru. Pasal 4 ayat 17 sampai dengan ayat 32 yang hidupnya adalah hidup di dalam terang Kristus. Pasal 5
Speaker A
ayat 1 sampai 21 dan yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengasihi, melayani, dan memuliakan Kristus. Di sini kita melihat, saudara, bahwa keluarga yang melayani Tuhan adalah keluarga yang sudah mengalami karya keselamatan di dalam Yesus Kristus. Ya, orang tua dan
Speaker A
anak-anak sudah mengalami karya keselamatan di dalam Yesus Kristus. Ya, inilah keluarga yang melayani Tuhan. Ya, ayah, ibu, orang tua, suami, istri, dan anak-anak sudah mengalami karya keselamatan di dalam Yesus Kristus. Tanpa mengalami karya keselamatan di dalam Yesus Kristus, maka
Speaker A
mustahil, saudara, orang tua dan anak-anak atau keluarga ini bisa mengasihi, melayani, dan memuliakan Allah. Tidak mungkin. Oleh sebab itu, betapa pentingnya kita sebagai orang tua atau sebagai anak mengalami karya keselamatan di dalam Yesus Kristus sehingga dengan demikian keluarga kita ini, saudara, bisa
Speaker A
mengasihi, melayani, dan memuliakan Tuhan. Oleh sebab itu, mari para orang tua, mari anak-anak, percayalah kepada Yesus Kristus. Mari kita berdoa untuk orang tua, ayah, ibu, suami, istri, atau anak-anak yang mungkin, saudara, belum di dalam Tuhan. Kita doakan mereka supaya mereka juga
Speaker A
bisa mengalami karya keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Tetapi bukan hanya kita mendoakan mereka saja, kita juga terpanggil untuk memberitakan Injil kepada mereka. Oleh sebab itu, mari kita beritakan Injil kepada orang tua kita, mungkin kepada ayah, ibu, suami, istri, atau
Speaker A
anak-anak kita yang belum di dalam Tuhan agar mereka juga dapat mengalami karya keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Yang kedua, saudara, keluarga yang melayani Tuhan. Apa itu keluarga yang melayani Tuhan? Keluarga yang melayani Tuhan adalah keluarga yang menjalankan
Speaker A
peran, fungsi, tanggung jawab, dan pelayanannya di dalam keluarga sesuai selaras dengan prinsip kebenaran firman Tuhan. Ya, saudara, pelayanan di dalam keluarga ini diwujudkan dengan menjalankan peran, fungsi, tanggung jawab, serta panggilannya di dalam keluarga sesuai atau selaras dengan firman Tuhan.
Speaker A
Ya, orang tua, suami, istri, ayah, ibu, atau anak-anak menjalankan perannya, fungsinya, tanggung jawabnya, panggilannya di dalam keluarga sesuai selaras dengan firman Tuhan. Nah, berdasarkan perikop firman Tuhan ini, kita bisa melihat bagaimana pelayanan di dalam keluarga itu diwujudkan, ya, dengan menjalankan peran,
Speaker A
fungsi, tanggung jawab, serta panggilannya di dalam keluarga yang sesuai atau selaras dengan firman Tuhan. Yang pertama, itulah anak-anak mentaati dan menghormati orang tuanya, ayat 1 sampai dengan ayatnya yang ketiga dari bagian firman Tuhan yang tadi kita sudah baca. Saudara, Allah
Speaker A
mengaruniakan orang tua kepada anak-anak bukan tanpa tujuan. Allah menetapkan per masing-masing di dalam keluarga itu jelas ada tujuannya. Ya, Allah mengaruniakan orang tua kepada anak dan memberikan mereka otoritas. Tujuannya adalah untuk membimbing, untuk mengajar anak-anak mengenal Allah dan hidup takut akan
Speaker A
Allah. Nah, oleh sebab itu, tugas anak-anak, tanggung jawab anak-anak, panggilan anak-anak haruslah mentaati orang tua mereka dan juga menghormati mereka. Kenapa? Karena mereka atau orang tua mereka itu ditunjuk, ditetapkan, dipanggil, atau dipakai Allah untuk mendidik, untuk mengajar anak-anak
Speaker A
mengenal Tuhan dan hidup takut akan Tuhan. Ini alasannya, ya, anak-anak haruslah mendukung, anak-anak haruslah membantu tugas dan tanggung jawab orang tua yang sudah ditetapkan oleh Allah bagi mereka, ya, dengan cara apa? Itulah dengan bersikap patuh, dengan bersikap taat dan hormat kepada
Speaker A
mereka. Nah, saudara, kata hormat yang dipakai di dalam ayat 2 ini berasal dari kata Yunani timau yang artinya menganggap sebagai berharga, ya, menghargai, menghormati. Nah, kata timo ini atau yang diterjemahkan sebagai kata hormat ini mengandung pengertian memperlakukan seseorang sedemikian rupa sehingga
Speaker A
menunjukkan sikap menghargai seseorang tersebut sangat tinggi, ya. Jadi, saudara, berdasarkan arti kata ini meng...
Speaker A
Tuhan mengaruniakan orang tua untuk mendidik dan mengajar anak mengenal Allah dan hidup takut akan Allah ya Jadi ini makna daripada Hormatilah orang tuamu ya perlakukan orang tuamu sebagai sesuatu yang berharga oleh karena apa oleh karena Tuhan mengaruniakan orang
Speaker A
tua kepadamu untuk apa untuk mendidik engkau anak-anak untuk mengajar engkau anak-anak mengenal Tuhan dan hidup takut akan tuhan saudara Allah telah menetapkan orang tua sebagai wakilnya untuk menjalankan peran tanggung jawab serta panggilannya di dalam keluarga itulah mendidik dan mengajar anak-anak mengenal
Speaker A
Allah dan hidup takut akan Allah nah Oleh sebab itu tugas anak-anak ya tanggung jawab anak-anak bentuk pelayanan anak-anak di dalam keluarga adalah anak harus menghormati orang tua mereka dan bukan malah melawan bukan malah membantah bukan malah mengutuki orang
Speaker A
tua mereka Kenapa karena jika anak-anak melawan jika anak-anak membantah atau bahkan mengutuki orang tua mereka Maka akan ada kutuk yang menanti mereka akan ada kutuk bagi anak-anak yang melawan membantah bahkan mengutuki orang tua mereka sebaliknya kalau anak-anak taat
Speaker A
dengan penuh hormat kepada orang tua mereka Maka ada janji berkat Tuhan yang disediakan bagi mereka itu dicatat di dalam ayat yang kedua sampai dengan ayatnya yang ketiga nah ole sebab itu saudara Mari setiap anak-anak yang masih berada di
Speaker A
bawah pengasuhan dan iharaan orang tua Ayo taatilah Ayo Hormatilah orang tuamu ya anak-anak jangan engkau melawan Jangan engkau membantah apalagi engkau mengutuki mereka karena jika engkau membantah jika engkau mengutuki mereka jika engkau mencaci maki mereka jika engkau memberontak terhadap mereka
Speaker A
terhadap otoritas yang diberikan Allah kepada orang tuamu untuk mendidik dan mengajar engkau takut Tuhan maka saudara engkau sedang melawan Allah yang telah mengutus orang tuamu untuk mengajar Engkau Hidup takut akan Allah dan engkau pasti tidak akan diberkati oleh Allah malah engkau akan
Speaker A
dikutuk oleh Allah Alkitab berkata terkutuklah orang yang tidak taat atau memberontak kepada orang tuanya sebaliknya jika engkau Setia mentaati dan menghormati orang tuamu di dalam Tuhan maka engkau anak-anak akan diberkati oleh Tuhan ya Oleh sebab itu ayo anak-anak yang masih berada di bawah
Speaker A
pengasuhan dan pemeliharaan serta tanggung jawab orang tua Ayo dengar-dengaran taatilah orang tuamu Hormatilah orang tuamu dengarlah nasat dari orang tuamu Jangan membantah jangan lawan karena Tuhan memberikan orang tua kepadamu untuk mendidik mengajar supaya hidupmu benar Supaya engkau dapat
Speaker A
mengenal Tuhan Supaya engkau diberkati Tuhan dan jalan hidupmu adalah jalan yang penuh dengan berkat Tuhan bagi setiap anak-anak yang sudah dewasa atau yang sudah Mandiri atau yang mungkin sudah menikah bukan berarti engkau tidak memerlukan lagi nasihat ataupun teguran orang tua
Speaker A
ya tetaplah dengarkan nasehat atau teguran mereka meskipun engkau mungkin sudah dewasa dan Mandiri atau sudah menikah ya jangan terlantarkan mereka tunjukkanlah rasa hormatmu kepada orang tuamu dengan merawat orang tuamu memperhatikan orang tuamu mengunjungi orang tuamu bahkan kalau Tuhan kasih berkat lebih kepadamu
Speaker A
berbagilah berkat dengan orang tuamu bahkan yang tidak kalah pentingnya yang engkau harus lakukan adalah Doakanlah orang tuamu ya ini tanggung jawab anak ini bentuk pelayanan anak ya di dalam keluarga tetapi juga saudara jikalau orang tuamu belum di dalam Tuhan atau
Speaker A
bisa saja orang tuamu itu gagal di dalam menjalankan peran tanggung jawab serta panggilannya sebagai orang tua ya Bagaimana sikapmu Bagaimana sikap kita ketika kita tahu bahwa orang tua kita itu belum di dalam Tuhan Bagaimana sikap kita kalau kita tahu bahwa orang tua
Speaker A
kita itu gagal di dalam menjalankan peran tanggung jawab serta panggilannya sebagai orang tua Apa tugas kita Alkitab mencatat tetap taati dan hormati mereka di dalam Tuhan kegagalan orang tuamu di dalam menjalankan peran tanggung jawab serta panggilannya sebagai orang tua bukan
Speaker A
berarti membebaskan engkau dari kewajibanmu untuk Taat dan hormat kepada orang tuamu ya Meskipun orang tuamu mungkin belum di dalam Tuhan atau Meskipun orang tuamu mungkin gagal di dalam menjalankan peran tanggung jawab serta panggilannya sebagai orang tua engkau tetap harus Taat dan hormat
Speaker A
kepada mereka tidak diberikan ya Kesempatan untuk mencaci maki menghina atau mengutuki mereka ya ketika mereka belum di dalam Tuhan atau ketika mereka gagal di dalam menjalankan peran tanggung jawab serta panggilannya sebagai orang tua mereka adalah manusia biasa sama
Speaker A
seperti kita sama seperti anak-anak adalah manusia biasa tetap tapi ketika kita tahu bahwa orang tua kita belum di dalam Tuhan ketika kita tahu bahwa orang tua kita gagal di dalam menjalankan peran tanggung jawab serta panggilannya sebagai orang tua Mungkin orang tua kita
Speaker A
menelantarkan engkau Mungkin orang tua kita bercerai Mungkin orang tua kita terlibat dengan kesenangan-kesenangan pribadinya ya orang tua kita tidak memperhatikan kita mengacukan kita sehingga gagal untuk men jalankan peran tanggung jawabnya sebagai orang tua engkau tetap harus Taat dan
Speaker A
hormat kepada orang tuamu kegagalan mereka tidak membatalkan tugasmu tanggung jawabmu untuk mentaati dan menghormati mereka tetapi juga saudara perlu diperhatikan perlu diketahui bahwa mentaati dan menghormati orang tua bukan berarti kita menuruti setiap perintah atau keinginan orang tua kita yang jelas-jelas
Speaker A
bertentangan dengan firman Tuhan Alkitab mengajarkan bahwa kita harus tetap mengutamakan Tuhan kita harus tetap mengasihi Tuhan menempatkan Tuhan lebih utama dari orang tua kita Ya Tuhan tetap di atas segala-galanya Oleh sebab itu ketika orang tua kita mengajak atau
Speaker A
memerintahkan kita untuk hidup dalam dosa atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan maka engkau harus menolaknya kita harus menolaknya ya Saudara menolak keinginan atau perintah orang tua yang bertentangan dengan firman Tuhan bukan berarti kita Tidak Taat dan hormat
Speaker A
kepada orang tua kita seperti yang dimaksudkan oleh firman Tuhan tidak ya ketika kita menolak untuk mengikuti kemauan atau perintah orang tua kita yang bertentangan dengan firman Tuhan Ya itu bukan berarti kita tidak taat atau tidak hormat kepada orang tua kita
Speaker A
tetapi hal itu merupakan batas ketaatan dan hormat kita kepada orang tua kita Maksudnya apa artinya apa maksudnya adalah kita Taat dan hormat kepada orang tua seperti yang difirmankan Tuhan selama mereka hidup selaras dengan firman Tuhan tetapi ketika mereka tidak lagi
Speaker A
hidup selaras dengan firman Tuhan dan melakukan hal-hal yang bertentangan firman Tuhan mengajak atau memerintahkan kita anak-anaknya untuk hidup di dalam dosa maka kita menolaknya kita tidak perlu mentaat hati keinginan atau perintah mereka yang bertentangan dengan firman Tuhan tersebut ya Ini dia jadi
Speaker A
ketaatan dan penghormatan kita kepada orang tua bukan berarti kita mengikuti keinginan atau perintah orang tua kita yang jelas-jelas bertentangan dengan firman Tuhan kita harus kembali kepada firman Tuhan bahwa kasih kepada Tuhan harus melebihi kasih kepada orang tua kita sehingga ketika
Speaker A
orang tua kita mengajak kita untuk melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan maka kita berani untuk menolaknya karena kita lebih memilih taat kepada Tuhan daripada taat kepada orang tua yang mengajak kita untuk berbuat dosa dan ini bukan berarti kita
Speaker A
melanggar perintah Tuhan untuk Taat dan hormat kita diperintahkan tu untuk mentaati dan menghormati orang tua kita selama orang tua kita ya hidup selaras dengan firman Tuhan Nah saudara kegagalan orang tua di dalam menjalankan peran tanggung jawab serta panggilannya
Speaker A
sebagai orang tua ini sekali lagi tidak membebaskan kita dari kewajiban untuk mentaati dan menghormati mereka Sesuai dengan prinsip firman Tuhan garis bawahi sesuai dengan prinsip firman Tuhan kegagalan orang tua di dalam menjalankan peran tanggung jawab serta panggilannya sebagai orang tua bukan berarti kita
Speaker A
bebas untuk memberontak bukan berarti kita bebas untuk mencaci maki atau mengutuki orang tua kita tidak tugas kita sebagai anak-anak adalah melayani orang tua kita dengan cara apa dengan mendoakan Mereka dengan cara apa memberitakan firman Allah kepada mereka ketika mereka melakuk Bu hal-hal yang
Speaker A
bertentangan dengan firman Tuhan tugas kitaalah mendoakan Mereka tugas kitaalah memberitakan kebenaran firman Tuhan kepada mereka dengan cara tetap menunjukkan sikap dan perilaku hormat kepada mereka dan biarkan Tuhan bekerja di dalam hati dan hidup orang tua kita Ingatlah bahwa tidak ada orang tua yang
Speaker A
sempurna demikian juga tidak ada anak yang sempurna nah Oleh sebab itu saudara betapa pentingnya kita bergantung kepada Tuhan sehingga kita dimampukan untuk mentaati dan menghormati orang tua kita dengan segala kekurangan dan kelemahannya serta memenangkan orang tua kita kepada Kristus melalui apa melalui
Speaker A
sikap dan perilaku kita yang mentaati dan menghormati orang tua kita tersebut berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan Yang Kedua saudara pelayanan di dalam keluarga ya yang dijalankan dengan peran dan fungsi tanggung jawab serta panggilan yang sesuai dengan firman Tuhan selain tadi yang pertama anak
Speaker A
mentaati dan menghormati orang tuanya yang kedua adalah orang tua mengasuh dan merawat anak-anaknya Pasal 6 ayatnya yang keempat dari teks firman Tuhan yang menjadi renungan kita ini saudara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mengasuh artinya menjaga ya itulah merawat dan mendidik juga mengandung
Speaker A
arti membimbing ya entah itu membantu melatih supaya dapat berdiri sendiri sedangkan merawat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya memelihara menjaga mengurus jadi ketika bicara tentang mengasuh dan merawat anak-anak itu berarti berbicara tentang seluruh pemeliharaan seluruh pembenuhan kebutuhan anak-anak Ya baik secara
Speaker A
jasmani maupun secara rohani nah di dalam bagian firman Tuhan ini kita melihat ada dua bentuk pengasuhan dan perawatan orang tua kepada anak-anaknya apa saja itu yang pertama adalah l jangan bangkitkan amarah di dalam hati anak-anak kita perhatikan ayat yang
Speaker A
keemp dari efesus pasal yang keen ini dan kamu bapak-bapak Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu di dalam Kolose pasal 3 ayat 21 di situ dicatat Hai bapak-bapa janganlah sakiti hati anakmu supaya
Speaker A
jangan tawar hatinya ya bagaimana orang tua mengasu dan merawat anak-anaknya itulah jangan bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu tugas dan tanggung jawab orang tua di dalam mengasuh dan merawat anak-anaknya adalah Jangan sakiti hati mereka ya jangan lukai hati mereka
Speaker A
jangan buat tawar hati mereka saudara anak-anak bisa terluka hatinya bisa menjadi tawar hatinya ya sehingga menimbulkan amarah sakit hati tawar Hati Luka batin kepahitan trauma dendam menjadi pribadi yang tertutup tidak percaya diri bahkan bisa menjadi bandel benci terhadap diri sendiri
Speaker A
pemberontak oleh karena apa pertama disebabkan oleh karena kata-kata atau perkataan orang tua yang kasar kata-kata atau perkataan orang tua yang kotor yang merendahkan menghina melemahkan semangat anak-anak melecehkan anak mengejek anak-anak mencaci maki anak-anak mengutuki anak-anak dan mencela anak-anak ini dia
Speaker A
kata-kata ya berapa banyak orang tua Kristen yang ketika marah yang ketika jengkel terhadap perilaku anaknya memaki anak-anaknya dengan kata-kata Kebun Binatang ya berapa banyak orang tua Kristen memaki anak-anaknya dengan kata-kata anjing babi bajingan matilah kau monyet dan seterusnya saudara ini
Speaker A
bukan kata-kata dari orang yang sudah di dalam Tuhan itu sebabnya tidak heran mengapa anak-anak terluka hatinya Mengapa banyak anak-anak pada aknya luka batin menyimpan dendam menyimpan kebencian terhadap orang tuanya trauma tidak percaya diri menjadi bandel benci terhadap dirinya sendiri pemberontak
Speaker A
oleh karena apa oleh karena kata-kata orang tua yang kasar kata-kata orang tua yang kotor kata-kata orang tua yang merendahkan menghina melemahkan semangat anak melecehkan mengejek mencaci maki mengutuki serta mencela anak-anak mereka kata-kata yang k kedua itulah sikap atau
Speaker A
tindakan atau perilaku orang tua yang kasar terhadap anak pilih kasih terhadap anak menuntut anak melakukan sesuatu yang melebihi kekuatannya ya tidak mampu anak untuk melakukan sesuatu yang diminta oleh orang tuanya karena dia tidak punya kekuatan untuk itu ya
Speaker A
kemudian bersikap tidak peduli terhadap anak tidak punya waktu untuk anak oleh karena kesibukan pekerjaan kesibukan pelayanan ya Papa Mamanya sibuk melayani di luar tetapi lupa untuk melayani anak-anaknya ya orang tua pada akhirnya tidak punya waktu untuk anak-anak selain
Speaker A
karena kesibukan karena hobi karena memuaskan kesenangan-kesenangan dirinya sendiri sibuk untuk menyenangkan dirinya sendiri ada sekarang orang tua sibuk main game main judi online terlantar anaknya tidak tahu anaknya makan atau tidak tidak tahu pergaulan anaknya Seperti apa Masa bodoh Kenapa karena
Speaker A
tidak punya waktu untuk anak oleh karena sibuk dengan hobi dan kesenangan diri sendiri ya atau memperlakukan anak secara kejam atau mempermalukan anak di depan umum atau tidak menepati janji kepada anak atau bersikap tidak adil ya tidak mau kalah tidak mau mengaku salah
Speaker A
sekalipun jelas melakukan kesalahan terhadap anak tetapi karena gengsi karena tidak mau disalahkan maka bersikap mengeraskan hati atau melakukan disiplin keras yang berlebihan atau bertindak sewenang-wenang dan sebagainya ya sikap dan perilaku orang tua ini pada akhirnya membuat anak menjadi tawar hati Merusak mental dan
Speaker A
spiritual anak tanpa kita sadari kata-kata orang tua sikap dan perbuatan orang tua ya yang tadi seperti saya Uraikan menimbulkan amarah luka batin sakit hati kepahitan dendam trauma menjadi pribadi yang tertutup tidak percaya diri pemberontak begal benci terhadap diri sendiri dan orang tua oleh
Speaker A
karena apa oleh karena kata-kata orang tua dan sikap atau tindakan perilaku orang tua yang menyakiti hati anak- anak n oleh sebab itu saudara firman Tuhan hari ini memberi nasihat kepada kita orang tua ya Mari kita bertobat dari kata-kata
Speaker A
serta perilaku kita yang mungkin telah melukai hati anak-anak kita Adakah kata-kata kotor keluar dari mulut kita terhadap anak-anak kita Adakah perilaku dan sikap kita terhadap anak-anak kita yang P membuat anak-anak kita menjadi penuh amarah kebencian menjadi bandel pemberontak sikap memanjak anak juga
Speaker A
yang berbian bisa merusakental dan spiritual anak saudara kalau kita sebagai orang tua telah gagal di dalam menjaga dan mengendalikan kata-kata serta sikap terhadap anak-anak kita ayo hari ini bertobat Tuhan panggil kita untuk bertobat Tuhan mau pulihkan kita mari kita minta ampun sama Tuhan
Speaker A
Mari kita minta maaf sama anak-anak kita mari kita sebagai orang tua di dalam menjalankan tanggung jawab kita mengasuh dan merawat anak-anak kita menjaga dan mengendalikan kata-kata kita serta sikap atau perilaku kita sehingga tidak membangkitkan amarah anak-anak kita dan
Speaker A
tidak menyakiti hati anak-anak kita serta menjadikan hati anak-anak kita pada akhirnya menjadi tawar saudara Mari kita memohon Pertolongan tuhan sebagai orang tua Mintalah pertolongan kepada Tuhan agar kita dapat menjaga agar kita dapat mengendalikan kata-kata serta sikap dan perilaku kita di dalam mengasuh dan
Speaker A
merawat anak-anak kita sehingga kita dapat menunjukkan kata-kata yang membangun anak-anak kita serta sikap dan perilaku kita yang juga menjadi contoh dan teladan bagi anak-anak kita ya Yang Kedua saudara bentuk merawat dan mengasuh anak-anak itulah mendidik mengajar dan menasehati
Speaker A
anak-anak di dalam ayat yang keemp firman Tuhan berkata dan kamu bapak-bapak Janganlah bangkit amarah di hati anak-anakmu tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasat Tuhan ya didiklah mereka di dalam ajaran dan nasat Tuhan saudara DII kita melihat ada
Speaker A
tiga unsur penting di dalam mengasuh dan merawat anak-anak kita pertama mendidik kata didiklah mereka ya ini berasal dari kata Yunani ini secara harfiahyaya memberi makan sampai dewasa merawat membesarkan mendewasakan atau merawat dengan lemah lembut ya mendidik dengan lemah
Speaker A
lembut para orang tua secara khusus kaum Bapak yang sudah di dalam Kristus Mari kita mendidik anak-anak kita dengan lemah lembut ya bagaimana caranya orang tua secara khusus kaum Bapak ini bapak-bapak mendidik anak dengan lemah lembut ya pertama misalnya dengarkanlah
Speaker A
anak-anakmu Berilah waktu untuk mendengarkan anak-anakmu dan biarkan mereka tahu bahwa kamu menghormati perasaan mereka saudara ketika anak-anak mengajak kita ngobrol dengarkan ya karena di situ kita melihat Seperti apa perasaan mereka kepada kita orang tua dengarkan Perhatikan ya jangan dengar sambil main
Speaker A
HP jangan dengar sambil main laptop ya jangan dengar sambil main games tapi dengarkan dengan penuh antusias ya Dan biarkan mereka tahu seperti apa kasih kita kepada mereka biarkan mereka tahu bahwa kita menghormati mempedulikan perasaan mereka yang kedua bersikap l lapang dada untuk mengakui
Speaker A
dan minta maaf ketika kita sebagai orang tua salah atau terlalu kasar di dalam mengajar mendidik mereka ya Misalnya kita terlalu marah atau kita cubit anak kita ya jangan sungkan-sungkan untuk mengakui dan minta maaf ya kita berlebihan di dalam menasehati mereka
Speaker A
sehingga kita emosi marah lalu mungkin memukul tanpa alasan atau kita melakukan sebuah kesalahan jangan Gengsi ya Mari kita mengaku bahwa kita salah minta maaf kepada anak-anak kita itu menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang lemah lembut bagi anak-anak kita yang berikut
Speaker A
bersikaplah peka sering-seringlah memberi pelukan nah ini yang kadang-kadang susah dilakukan oleh para bapak ya entah kenapa ya gengsi atau memang karena kita mungkin tidak terbiasa untuk memberi pelukan kepada anak-anak kita mendidik dengan lemah lembut caranya adalah bersikaplah peka
Speaker A
sering-seringlah memberi pelukan sebelum anak berangkat sekolah berikan pelukan sebelum tidur berdoalah lalu kemudian peluk mereka ya ini mendidik dengan lemah lembut kemudian Seperti apa lagi kuatkan anak-anakmu doronglah mereka dalam perbagai usaha mereka ya jangan turunkan semangat anak-anakmu jangan
Speaker A
caci maki anak-anakmu bodoh jangan bandingkan anak-anakmu dengan anak-anak orang lain si A lebih pintar dari kau dan seterusnya tapi kuatkan anak-anakmu doronglah mereka dalam perbagai usaha mereka yang positif ya yang berikut dengarkanlah masukan yang diberikan oleh istrimu tentang cara engkau
Speaker A
memperlakukan setiap anak kadang-kadang istri juga bisa melihat kekurangan kita istri juga melihat kesalahan kita di dalam memperlakukan setiap anak kita dengarkanlah masukan nasat yang diber oleh istrimu jangan Gengsi ya Dengarkan akui salah salah ya inilah cara mendidik dengan lemah lembut saudara Allah
Speaker A
meminta kita untuk menjadi pemimpin yang lemah lembut tetapi bukan berarti pemimpin yang pengecut ya tidak kaum pria kaum bapak orang tua menjadi apa yang Allah inginkan ketika orang tua bersikap lemah lembut terhadap anak-anak mereka ya inilah poin yang kedua Eh maaf
Speaker A
poin yang pertama ketika bicara tentang mendidik mengajar dan menasihati anak-anak tiga unsur penting di dalam mendidik mengajar dan menasiti anak itulah mendidik dengan lemah lembut Yang Kedua saudara mengajar Ya didiklah mereka di dalam ajaran ada kata ajaran di situ kata ajaran di dalam
Speaker A
ayat 4 ini berasal dari kata Yunani pa yang artinya bisa didikan disiplin atau ganjaran ya nah kata ini mengacu kepada didikan denganbagai sarana aturan dan kebijaksanaan juga hadiah dan hukuman Bila perlu Nah saudara di sini orang tua secara khusus kaum BAP yang sudah ada di
Speaker A
dalam Kristus terpanggil untuk mengasuh dan merat anak-anak dengan mengajar mereka dana ya memang kadang-kadang orang tua harus menjatuhkan hukuman ketika anak sudah melakukan kesalahan ya yang sudah melewati batas Alkitab juga mengajar untuk memberikan disiplin untuk memberikan hajaran bukan
Speaker A
karena kita benci kepada anak-anak kita tetapi karena kita mengasihi anak-anak kita kegagalan orang tua adalah ketika membiarkan anak-anaknya salah membiarkan anak-anaknya melakukan pelanggaran yang kelewat batas tanpa memberinya disiplin atau ganjaran ini akan menjadi bumerang bagi orang tua yang pada akhirnya
Speaker A
anak-anak akan menjadi pemberontak terhadap orang tua dan tidak lagi menghargai atau menghormati orang tua ya berikan disiplin berikan ganjaran yang didasarkan kepada kasih ajar didik dan disiplinkan anak-anak bukan karena emosi atau kemarahan dalam diri orang tua tetapi karena kasih semata yang ketiga
Speaker A
ada nasihat Tuhan dalam ayat 4 ya kata nasihat dalam ayat 4 ini berasal dari kata Yunani notesia yang berarti instruksi lisan atau peringatan lisan atau kata-kata saudara orang tua secara khusus kaum BAP mengasuh dan merawat anak-anaknya melalui jaran instruksi
Speaker A
itulah berupa kata-kata yang keluar dari mulut ya orang tua perlu juga mengajar anak-anak melalui kata-kata ya yang didengar oleh anak-anak saudara di dalam alkitab kita melihat bagaimana kegagalan orang tua misalnya Imam Eli yang tidak memberikan peringatan melalui kata-kata
Speaker A
tidak memberikan nasat dan peringatan melalui perkataannya kepada kedua anaknya yang jelas-jelas telah berdosa ya Imam Eli diam Imam Eli tidak memberi peringatan Imam Eli tidak memberikan perkataan yang keras kepada kedua anaknya yang berdosa sehingga apa yang terjadi Allah bukan hanya pada akhirnya
Speaker A
menghukum kedua anaknya tetapi juga menghukum keluarga Imam Eli 1 Samuel 3 ayat 11 sampai dengan ayat 13 Oleh sebab itu orang tua ya Mari ajar anak-anakmu dengan kata-kata artinya ketika anak-anak kita telah melenceng dari kebenaran firman Tuhan ketika anak-anak
Speaker A
kita tidak mau tunduk kepada peringatan Tuhan Mari berikan mereka peringatan melului kata-katamu tetapi bukan bernand emosi tetap dalam kasih keluarkan peringatan berikan nasehat kepada anak-anakmu ya jangan seperti Imam Eli tahu anaknya berbuat dosa tetapi tidak memberi peringatan tuhan sudah
Speaker A
memberikan perintah kepada Imam Eli untuk menasehati anak-anaknya dengan kata-katanya tetapi Imam Eli memilih diam sehingga apa yang terjadi Tuhan menghukum kedua anaknya bahkan juga Tuhan menghukum keluarga Imam Eli nah Oleh sebab itu saudara tugas sebagai orang tua di dalam mengasuh dan merawat
Speaker A
anak-anaknya adalah dengan memberikan nasihat memberikan peringatan memberikan petunjuk yang benar melalui kata-kata kepada anak-anak kita sehingga anak-anak pada akhir ya bisa mendengarkan nasat bisa mendengarkan peringatan maupun petunjuk yang jelas dari setiap instruksi atau kata-kata yang keluar dari mulut orang
Speaker A
tuanya Nah saudara yang Tuhan Yesus Kristus kasihi inilah seluruh renungan firman Tuhan hari ini tentang keluarga yang melayani Tuhan kita sudah melihat dua hal mengenai keluarga yang Melani Tuhan itulah yang pertama tadi keluarga yang sudah mengalami karya keselamatan
Speaker A
di dalam Yesus Kristus dan yang kedua keluarga yang menjalankan peran fungsi tanggung jawab dan pelayanannya di dalam keluarga sesuai selaras dengan prinsip firman Tuhan yang ditunjukkan dalam anak mentaati dan menghormati orang tuanya dan orang tua mengasu dan merawat
Speaker A
anak-anaknya saudara kiranya apa yang sudah kita dapatkan dari tuh inih membawa kita kepada sikap yang pertama Mari kita bertobat menyadari kesalahan kita kegagalan kita di dalam mengajar anak-anak kita saya pun juga gagal mungkin saudara sebagai orang tua juga gagal Mari kita bertobat dari
Speaker A
kegagalan kita bertobat dari ketidedulian kita ini di seb ataupun sebagai anak-anak ya orang tua dan anak-anak bisa saja gagal bisa saja tidak peduli di dalam menjalankan peran dan fungsinya seperti yang Tuhan mau di tengah-tengah keluarga Ayo kita bertobat Ayo kita datang kepada
Speaker A
Tuhan Ayo kita serahkan kegagalan kita kepada Tuhan saudara Mari kita kembali menjalankan pelayanan kita di dalam keluarga kita baik sebagai orang tua atau anak selaras dengan prinsip firman Tuhan Saya percaya Tuhan panggil kita untuk masuk dalam pertobatan karena
Speaker A
Tuhan mau memberkati keluarga kita Tuhan mau memulihkan keluarga kita seberapa besar kegagalanmu ketidakpedulianmu di dalam engkau menjalankan tugas sebagai orang tua atau sebagai anak-anak kalau kita bawa kepada Tuhan Tuhan pulihkan kita dan Mari kita kembali memohon kekuatan Tuhan untuk kita bisa
Speaker A
menjalankan pelayanan kita di tengah-tengah keluarga ba sebagai orang tua terhadap anak maupun sebagai anak terhadap orang tua yang kedua saudara mari kita doakan keluarga kita dengan sungguh-sungguh yang belum berada di dalam Kristus yang belum percaya kepada Kristus mari kita doakan mereka supaya
Speaker A
mereka padaya percaya kepada Kristus dan hidup di dalam Kristus tetapi yang ketiga Saudara bukan hanya kita mendoakan keluarga kita yang belum di dalam Kristus Mari kita juga memberitakan Injil kepada keluarga kita yang belum di dalam Kristus melalui kata-kata kita melalui contoh dan
Speaker A
teladan kehidupan kita melalui kesaksian hidup kita mari kita beritakan Injil kepada keluarga kita yang belum dalam Kristus mungkin Bapak kita mungkin mama kita mungkin orang tua kita atau mungkin anak-anak kita ayo kita beritakan Injil kepada keluarga kita yang belum di dalam
Speaker A
Kristus sehingga mereka juga pada akhirnya dijamah oleh Tuhan dan boleh percaya kepada Kristus dan yang keempat mari sebagai orang-orang yang sudah di dalam Tuhan sebagai orang-orang yang sudah mengalami karya keselamatan Kristus Ayo kita jalankan tugas dan panggilan kita di dalam melayani Tuhan
Speaker A
di tengah-tengah keluarga kita baik sebagai orang tua maupun sebagai anak sesuai dengan prinsip firman Tuhan yang Kita Renungkan pada hari ini sehingga keluarga kita dapat diberkati Tuhan dan keluarga kita juga boleh dipersiapkan boleh dipakai Tuhan untuk terlibat di
Speaker A
dalam pelayanan gereja menjadi berkat di dalam gereja maupun juga di tengah-tengah masyarakat kita Tuhan memberkati kita dengan firman-ya Mari kita berdoa bapak di surga Terima kasih untuk firman Tuhan hari ini yang kembali memberkati Kami keluarga yang melayani Tuhan terima kasih untuk karya
Speaker A
keselamatan Tuhan bagi kami terima kasih untuk kesempatan firman Tuhan yang kami dengar hari ini bagaimana pelayanan yang seharusnya kami lakukan di tengah-tengah keluarga kami kami mohon ampun Ya Tuhan dengan segala kegagalan kami baik sebagai orang tua sebagai ayah sebagai ibu sebagai suami
Speaker A
sebagai istri sebagai anak-anak ampuni kami Tuhan Kiranya Tuhan boleh memulihkan kehidupan kami Kiranya Tuhan berkenan kembali untuk memulihkan keluarga kami bagi setiap rumah tangga keluarga yang mungkin sedang mengalami pergumulan yang berat di tengah-tengah keluarga mungkin ada yang broken home
Speaker A
Mungkin ada yang sudah menjadi single parent Mungkin ada yang sedang sudah bercerai atau sedang di ambang perceraian Tuhan kami hanya berserah kepada Tuhan mohon Hikmat petunjuk Tuhan mohon pemulihan Tuhan pulihkanlah rumah tangga-rumah tangga Kristen yang saat ini sedang berada di dalam kehancuran
Speaker A
atau yang sedang terancam kehancuran Tuhan tolong Tuhan mampukan Tuhan selamatkan mereka Terima kasih Bapa di surga inilah doa kami kepada jauh dari sempurna tapi Tuhan tahu keberadaan kami masing-masing di dalam keluarga kami masing-masing baik sebagai orang tua sebagai ayah sebagai ibu
Speaker A
sebagai suami sebagai istri sebagai anak-anak Tuhan tahu kondisi kami kami mohon belas kasihan Tuhan kami mohon kemurahan Tuhan menjadi bagian bagi kami dan keluarga kami pulihkan keluarga kami Tuhan sehingga keluarga kami menjadi berkat di tengah-tengah gereja maupun di
Speaker A
tengah-tengah masyarakat Terima kasih ini doa kami ya Tuhan yang jauh daripada sempurna kami Alaskan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus Tuhan dan juru selamat kami yang hidup Haleluya Amin sampai kita berjumpa kembali saudara Tuhan Yesus memberkati saudara dan
Speaker A
Shalom [Musik]
Topics:keluarga yang melayani TuhanEfesus 6pelayanan keluargakeselamatan dalam Kristusketaatan anak kepada orang tuafirman Tuhanrenungan KristenJhon Sianipardoa keluargapendidikan anak dalam iman











