Skip to content

GUNUNG RINJANI LINTAS SEMBALUN TOREAN | 3 HARI 2 MALAM MELINTASI SURGA TERSEMBUNYI

Perjalanan mendaki Gunung Rinjani dari Sembalun ke Torean selama 3 hari 2 malam dengan pengalaman camping, cuaca, dan pemandangan indah.

Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.

Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.

Key Takeaways

  • Gunung Rinjani menerapkan sistem zero waste untuk menjaga kebersihan lingkungan.
  • Cuaca di Gunung Rinjani bisa sangat berubah-ubah, termasuk fenomena kemarau basah yang jarang terjadi.
  • Perjalanan mendaki memerlukan persiapan dan kehati-hatian terutama pada jalur curam dan licin.
  • Pemandangan alam seperti sunset, lautan awan, kaldera, dan pelangi menjadi daya tarik utama pendakian.
  • Wisatawan asing lebih dominan dibanding wisatawan lokal dalam pendakian Gunung Rinjani.

What the video covers

  • Pendakian dimulai dari Sembalun dengan sistem zero waste yang diterapkan di Gunung Rinjani.
  • Perjalanan melewati beberapa pos dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah seperti hujan dan kabut.
  • Mendaki tanjakan penyesalan menuju Plawangan dengan pemandangan puncak dan sunset yang menakjubkan.
  • Cuaca kemarau basah yang tidak biasa menyebabkan hujan deras di musim kemarau.
  • Camping di Plawangan dan Segara Anak dengan pengalaman hujan deras dan kabut tebal.
  • Turun ke Danau Segara Anak dengan jalur bebatuan curam yang berbahaya dan perlu kehati-hatian ekstra.
  • Fenomena lautan awan dan pelangi yang indah selama perjalanan.
  • Interaksi dengan porter, wisatawan asing yang dominan, dan monyet liar di sekitar tenda.
  • Pengamatan sumber air panas alami di dekat Segara Anak.
  • Penurunan melalui jalur Torean dengan kondisi medan yang menantang namun pemandangan yang luar biasa.

Answers

Questions about this video

Apa sistem baru yang diterapkan di Gunung Rinjani tahun ini?

Gunung Rinjani menerapkan sistem zero waste dimana semua logistik harus dipacking ke wadah guna ulang untuk mengurangi sampah plastik di gunung.

Bagaimana kondisi cuaca selama pendakian di video ini?

Cuaca sangat berubah-ubah, mulai dari hujan, kabut tebal, hingga fenomena kemarau basah yang menyebabkan hujan deras di musim kemarau.

Apa saja tantangan jalur pendakian yang disebutkan dalam video?

Jalur pendakian memiliki tanjakan panjang seperti tanjakan penyesalan, jalur bebatuan curam yang licin, dan beberapa titik yang berbahaya sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
[Musik] [Musik] [Tepuk tangan] Selamat pagi, Teman-teman. Kali ini kita akan camp di Gunung Rinjani dan saya mau ke puskesmas dulu untuk salat sehat.
00:36
Speaker A
Tahun ini Gunung Rijani menerapkan sistem zero semua logistik harus dipacking ke wadah guna ulang untuk mengurangi sepah plastik di gunung dan barang bawaan pendaki akan diperiksa saat registrasi.
00:55
Speaker A
Bentar bentar posp satu ini mobilnya. Oke teman-teman ini udah sampai bukit tadinya saya mau pakai ojek tapi ojeknya enggak ada di sini sepi sekali.
01:07
Speaker A
Jadi kita akan jalan kaki sampai di pos du baru juga jalan 5 menit sudah hujan.
01:23
Speaker A
Nah, ini adalah pertigaan yang mau ke kandang sapi. Kalau tadi sana Bukit Tiga, Teman-teman. Pos 1 du ke arah sana.
01:34
Speaker A
Nah, dinamakan kandang sapi karena di sini tuh banyak banget sapi yang dibiarkan liar, Teman-teman. Jadi seperti kandang sapi, Mas. Yoube, Mas.
01:43
Speaker A
Sering nonton, Mas. Thank you, Bro. Sudah mulai terang. Bagus banget. [Musik] atau tidak [Musik] itu dia pos dua [Musik] sampai di pos 2 59 menit kita akan istirahat dulu sebentar kita lanjutkan ke pos Wow, mobilnya bagus banget.
02:50
Speaker A
Hai guys, aku tak tahan dengan dia ni. Nasi gelak eh. Nah, sekarang tuh sedang long weekend.
03:12
Speaker A
Jadi, ramai sekali yang mendaki, Teman-teman. Mas, ya. Kita sampai di pos tiga bayangan. [Tepuk tangan] Istirahat dulu. Istirahat. Ya, lanjut aja nanti di pos 3 ya. Makasih bang.
03:44
Speaker A
[Tepuk tangan] Oke, kita sampai di pos 3 1 jam 41 menit. Kita istirahat dulu sebentar.
04:02
Speaker A
Nah, di sini tuh ada warung, Teman-teman, sebelah sana. Iya. Dua kali. Jadi kalau kalian mau istirahat makan dulu bisa.
04:11
Speaker A
Porternya kuat-kuat sekali, Teman-teman. Wow. sudah mulai berkabut lagi, Teman-teman. Sebelum sampai pos 4, hujan lagi. Kabutnya lumayan tebal.
05:27
Speaker A
Oke, sampai di pos 4 2 jam 23 menit, Teman-teman. Kondisinya masih gerimis dan berkabut, tapi mungkin sebentar lagi cerah. Sini banyak yang sedang istirahat juga. Sisa satu tanjakan lagi, Teman-teman. tanjakan penyesalan itu dia kondisinya masih [Musik] [Tepuk tangan]
06:06
Speaker A
berkabut. Anjakan penyesalan ini panjang banget, Teman-teman. dari pos 4 sampai Pawangan elevasinya itu 400 lebih.
06:22
Speaker A
[Musik] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] Oke, kita sampai di Plawangan 3 jam 39 menit dan itu dia puncaknya keren banget.
07:25
Speaker A
Kita akan cari spot untuk mendirikan tenda. Oke. [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Oke, Teman-teman kita masuk tend Jangan, jangan. Oke, Teman-teman, saya sedang keluar nyari sinyal dan tiba-tiba aja view-nya terbuka setelah tadi hujan. Itu dia sunsetnya.
08:56
Speaker A
Dan ada lautan awan. Dan itu puncak gedung Linja nih. Luar biasa. Saya tuh nge-camp pengen lihat sunset tapi malah dikasih kabut tebal tadi.
09:09
Speaker A
Cuman bersyukur karena sekarang terbuka. Sekitar jam . pagi saya terbangun karena hujan turun dan saya memutuskan untuk tidak ke puncak karena cuaca yang kurang bersahabat. Selain itu, minggu lalu saya baru saja melakukan pendakian tektok hingga ke puncak Dewi Anjani.
10:00
Speaker A
Oke, Teman-teman. Ini adalah kondisi puncak Rinjani jam 09.00 pagi. Walaupun tadi sempat berkabut, tapi sekarang cerah bagus banget. Dan lihat view dari sana sini juga ada semacam kaldera. Lailah ini dia kalderanya luas juga. Abang yang bagus.
10:32
Speaker A
Oke, kita akan turun. [Musik] Oke, kita lihat kondisi luar, Teman-teman. [Musik] di Seharusnya ini udah masuk musim kemarau, Teman-teman. Sudah cerah tapi masih kabur tebal. Tadi malam juga hujan.
11:54
Speaker A
Kondisi puncak juga bergabung. Para porter dan gay di sini juga heran. Harusnya ini udah masuk kemarau.
12:07
Speaker A
[Musik] Tahun ini Indonesia mengalami fenomena yang disebut kemarau basah. Kemarau basah adalah peristiwa turunnya hujan dengan intensitas tinggi pada musim kemarau. BMKG memprediksi fenomena ini terjadi hingga Agustus 2025.
12:26
Speaker A
Cuacanya sudah mulai cerah, Teman-teman. Bagus banget. Itu dia puncak dan ini Plawangan satu. Sebentar lagi saya mau masak dan makan.
12:36
Speaker A
Habis itu kita akan turun ke segara anak. Oke, ini kondisi Plawangan 1, Teman-teman. Danaunya terlihat jelas.
12:49
Speaker A
Puncaknya juga sedang diselimuti awan lagi. Itu lautan awan dan banyak tenda-tenda juga di sini. Di Plaangan satu ini sinyalnya cukup bagus. Jadi kalau kalian mau upload Instagram masih bisa.
13:07
Speaker A
Terbuka juga, Bang. Ya, terbuka juga. Ikut puncak. I saya di sini ajaalah mau makan sampai menikmati. Iya, sudah cukup kemarin uncaknya.
13:27
Speaker A
Tapi jadi ke torean enggak turun? Insyaallah nanti kalau ke jerok. Siap-siap. [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Kita makan [Musik] dulu. Oke, jam 11.00 Siang, teman-teman kita turun ke Danau Segara Anak.
14:33
Speaker A
Cuacanya berkabut. Padahal, Bang. Ngopi, Bang. I makasih merokok. Jalur turun ke danau ini bebatuan curam, Teman-teman. Jadi, harus hati-hati. Nah, satu minggu ke belakang itu ada beberapa orang yang jatuh di sini dan harus dievakuasi.
15:11
Speaker A
Jadi kalau kalian mau ke sini harus ekstra hati-hati. Sayang sekali berkabut ya. Kalau enggak ini pasti view-nya bagus banget.
15:40
Speaker A
Setelah dua kali naik Rinjani, saya melihat Gunung Rinjan ini didominasi oleh turis asing, Teman-teman.
15:52
Speaker A
Wisatawan lokalnya tidak sebanyak wisatawan asing. my la Ternyata turun ke danau itu lumayan jauh dan ini udah mulai angin. Saya harus bergegas.
17:06
Speaker A
Waduh, sudah mulai hujan lagi. Tapi sebentar lagi ini sampai di segarana. Oke, sampai di Segara Anak jam 1255. Kondisinya hujan, Teman-teman.
17:38
Speaker A
Saya mau cari spot dulu untuk mendirikan tenda. Enggak ada jalur lainnya, Bang. Ke sini cuma ini aja ya. Berarti harus basa-basaan. Iya.
18:17
Speaker A
Wah, deras. Kita harus lepas sepatu karena besok masih harus turun. Kita akan cam di sana. Jadi, pas turun nanti enggak perlu nyeberang sungai lagi. Kita lepas sepatu dulu. Oke, kita jalan. Hati-hati, Bang.
18:38
Speaker A
Siap. Kita menyeberang sungai. Agak licin ternyata dalamnya. Seperti ada lumut-lumutnya gitu. Dan lumayan dalam loh. Bisa hati-hati celana saya sudah basah ini kerendam air. Oke. Ups. Mau injak batu besar tapi berlumut licin.
19:23
Speaker A
Halo. Hai. Thank you, brother. No problem. Kondisi segara anak hujan deras, Teman-teman. Itu di sana kelihatan Gunung Baru Jari. Bagus banget. Nanti kita bikin tendanya di sini.
19:57
Speaker A
Semoga hujannya cepat reda supaya kita bisa segera membuat tenda Hujan. Hujan deras sekali, Teman-teman.
21:36
Speaker A
Sudah .30 dan kondisinya masih hujan, Teman-teman. Di luar juga kabutnya cukup tebal, jadi saya enggak bisa ngapa-ngapain selain di dalam tenda.
21:43
Speaker A
Nah, tadi ada beberapa monyet yang mau masuk ke dalam sini. Jadi, kalau bisa jangan taruh makan di luar situ ya, Teman-teman. atau sampah. Nah, semoga agak sorean nanti cerah biar bisa lihat danaunya. Oke, cuacanya sudah mulai terbuka, Teman-teman. Dan di sana ada
22:17
Speaker A
pelangi. Lihat, keren banget. [Musik] Saya mau ambil air dulu di dekat hot spring. Sping.
22:56
Speaker A
Wah, view-nya luar biasa, Teman-teman. Cakep banget sumbernya dari sana. Kalau di sini lebih enak gak di Pelawan Sembalun. Iya, gitu ya. Pelawangan Sembalun. Ampun, ampun.
23:29
Speaker A
Oke, ini area air panasnya keluar dari sini Teman-teman. Wah, lumayan panas. Kenapa enggak boleh?
23:40
Speaker A
Sebenarnya saya pengin nyobain mandi, cuma enggak ada yang jagain tenda. Takutnya ada monyet masuk. Jadi, kita akan langsung balik.
23:47
Speaker A
24 kamu kamu tidur di sini. Ini adalah kondisi malam di segera Anak, Teman-teman. Saat ini sedang bulan purnama, cerah banget. Itu adalah Gunung Baru Jari. Dan yang ini adalah tenda saya. Kita akan kembali tidur untuk persiapan besok. Turun torean.
24:26
Speaker A
[Musik] [Musik] [Tepuk tangan] Bagus banget apa ya? Oke, udah .30 Teman-teman, kita akan beres-beres packing dan turun lewat torean. Ini dia view dari segara anak. Ada yang sedang mancing.
25:43
Speaker A
Ada monyet juga di atas pohon sana. Nah, di segara anak ini ada shelter dan juga toilet, Teman-teman.
26:02
Speaker A
Bari mana jadi kita salah info kemarin harusnya kalau mau ke toren itu enggak perlu nyebrang sungai. Yang nyebrang itu untuk ke senaru. Jadi kita harus nyeberang sungai lagi.
26:35
Speaker A
Ayo, Bang. Ayo, Bang. Duluan. Banyak kali monyetnya, ya? Iya, Bang. Ini monyetnya. Makanya nih kita start turun dari segera anak jam 09.34. Wah, banyak banget, Bang. Iya, luar biasa. Luar biasa. Mancing mania mantap. Mancing mania mantap. Cuacanya berkabut lagi,
27:02
Speaker A
Teman-teman. Ini airnya panas, Teman-teman. Oh, ada yang nge-camp di bawah sana. Di bawah sana ada kolam, Teman-teman.
28:12
Speaker A
Sepertinya itu kolam air panas juga, tapi banyak monyetnya tuh. [Tepuk tangan] Yang bawah sini airnya hangat, enggak sepanas yang tadi di atas.
28:48
Speaker A
Sebenarnya saya pengin banget berendam di sini, cuman banyak monyet. Enggak ada yang jagain tas saya.
28:55
Speaker A
Nanti mereka ambil tasnya. Oke, kita lanjut aja jalannya. Permisi, umpang lewat ya. permisi si Wah luar biasa view-nya. Keren banget.
30:47
Speaker A
Gila, torean cakep banget, Guys. Coba lihatin. Lama-lama tapi harus cepat turun sebelum hujan. Nah, kita lagi turun di pakai tangga.
31:19
Speaker A
Y dari mana? Jogja. Oh, Jogja. Jauh juga ya. Iya. Mana teman-temannya? Sendiri saya. Oh, sendiri. Iya. Hebat. Lewat berapa air terjun ya? Lewat sini masih ada di bawah. Masih ada si air terjun king banyak. Oh, satu. Iya, satu.
31:36
Speaker A
Satuangan. Oke. Nyampai di perbatasan tore Oh, iya. Makasih ya. Iya. Ayo Bos. Ayo, Bang. Ayo, Bang. Keren. Wow. Wah, keren ya.
32:46
Speaker A
Mariam dek dek sering saya nonton ini apa TikTok-nya. Oh ya bang. Hai hai. Jam berapa tadi? Bukannya ee dari jam .
33:02
Speaker A
juga ya. Iya. Ee tadi bukannya kemarin habis di Renjani dua kali saya naik. Oh dua kali yang ini. Yang pertama tektok, yang kedua ngaken. He menikmati. Iya.
33:12
Speaker A
Masyaallah. Sendiri nih Bang? Sendiri aja. Sering saya nonton ini. Tiktoknya. Makasih, Bang. Ayo lanjut ya. Hati-hati.
33:19
Speaker A
Sampai jumpa lagi. Bye. Sama konten nanti, Bang. Kita masukkan ya. Woi. Sedang ada perbaikan jalur, Teman-teman, supaya lebih aman.
33:57
Speaker A
Karena ini melipir jurang. Lagi perbaikan, Bang. Iya. Iya. Ya. Aja, Mas. Licin sana. Tengah tengah tengah tengah tengah ya itu diit soalnya deketan tadi ada yang semuanya oh gitu ya oke oke masih ada jalur kayak gini pakai enggak ada kita perbaikia
34:40
Speaker A
siapsap lewat hujan kita keringat ya bang bang lewat ya nya cukup berbahaya ternyata. Tapi mudah-mudahan setelah diperbaiki jadi lebih aman.
35:07
Speaker A
Wow banget gokil ya. Lut banget sudah mulai gerimis. [Musik] [Musik] Oke, kita harus melintasi sungai. Tadi saya agak bingung jalurnya naik ke sana. Untungnya saya bawa maps jadi bisa tahu harus lewat mana. Itu dia jembatannya. Itulah pentingnya membawa
36:42
Speaker A
maps, Teman-teman. Supaya kita enggak kesasar saat berada di sini. Ngopi. Ngopi. Siap. Siap. Ayo duluan.
37:30
Speaker A
Naik apa turun ini? Turun turun duluan ya. Ayo. Hati-hati. Wah masih harus nanjak. Luar biasa memang torean.
38:06
Speaker A
[Musik] [Musik] Oh iya, saya lupa bilang, Teman-teman, kalau pendakian kali ini kita enggak sampai ke puncak. Kita cuma sampai Pelawangan turun segara anak dan turun lewat Korean. Karena 1 minggu yang lalu saya sudah melakukan tektok sampai Puncak Rinjani. Dan karena memorinya sudah
38:58
Speaker A
full, videonya saya akhiri sampai di sini. Saya Zulka. Next. Wah, ada pelangi, Guys.
Topics:Gunung RinjanipendakianSembalunToreancampingkemarau basahSegara Anakpemandangan alamjalur pendakianzero waste

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →