Untuk mengetahui momentum saham, ada tiga pendekatan utama: reversal, continuation, dan sideways. Pada reversal, perhatikan apakah penjual mulai mereda dan struktur berubah dari downtrend ke uptrend. Untuk continuation, lihat apakah saham terus membuat higher high dan ada flow lanjutan, sedangkan untuk sideways, identifikasi area demand dan supply yang kuat serta perhatikan adanya fake out.
Menjual saham dianggap lebih sulit karena ketika membeli, risiko dapat dibatasi secara ketat, misalnya dengan cut loss jika harga turun 5%. Namun, saat menjual, potensi keuntungan bisa sangat bervariasi (50%, 100%, 200%), sehingga menentukan titik jual optimal menjadi lebih rumit.
Untuk mengoptimalkan penjualan saham, narasumber melakukan 'trimming' atau menjual sebagian secara bertahap jika merasa harga sudah 'overshoot'. Ia juga sering menggunakan indikator seperti Broxum untuk membantu dalam pengambilan keputusan penjualan.
Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.
Or transcribe another YouTube video here →