MENANG ATAS PIKIRAN LIAR - Magdalena Christina - Official Khotbah

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:06
Speaker A
Berapa banyak dari kita itu punya pikiran yang kita itu enggak bisa kendalikan ya sehingga itu membuat kita melakukan hal-hal yang kita tidak inginkan.
00:19
Speaker A
Mengapa mengontrol pikiran kita itu penting? Ada banyak hal, ada banyak alasannya.
00:23
Speaker A
Kita buka dulu di Roma pasal yang ke-12.
00:30
Speaker A
Roma 12 ayat yang kedua. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
00:48
Speaker A
Saudara, di sini ditulis janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini. Bagaimana kita menjadi tidak serupa dengan dunia ini adalah dengan memperbaharui pikiran.
01:06
Speaker A
Bukan memperbaharui tindakan dulu, karena kalau pikiran kita berubah, tindakan kita berubah.
01:16
Speaker A
Pembaharuan budi, Tuhan lebih tertarik mengubah pemikiran kita daripada situasi kita.
01:23
Speaker A
Kenapa? Karena pemikiran kita berubah, maka cara kita melihat situasi juga akan berubah.
01:33
Speaker A
Dan kemungkinan besar, efek sampingnya adalah situasi kita berubah.
01:40
Speaker A
Tapi yang Tuhan mau ubah adalah pemikiran kita.
01:46
Speaker A
Mengapa penting bagi kita untuk bisa memanage, mengelola, mengontrol pikiran kita?
01:53
Speaker A
Saudara bisa catat karena yang pertama, pikiran Anda itu mengontrol kehidupan Anda.
02:01
Speaker A
Kalau pikiranmu baik, hidupmu juga akan baik.
02:06
Speaker A
Kalau pikiranmu jahat, maka hidupmu juga akan jahat.
02:11
Speaker A
Kalau pikiranmu kotor, maka hidupmu juga akan kotor.
02:17
Speaker A
Jadi awalnya ada di pikiran.
02:21
Speaker A
Berhati-hatilah dengan apa yang Saudara pikirkan.
02:26
Speaker A
Hidup Anda dibentuk oleh pikiran Anda.
02:30
Speaker A
Kita ini sebagai manusia loh, kita mengontrol apa yang kita makan.
02:35
Speaker A
Ya kan?
02:37
Speaker A
Supaya kita sehat, kita kan enggak makan sembarangan.
02:42
Speaker A
Kita mengontrol apa yang kita minum.
02:45
Speaker A
Jangan minum gula terlalu banyak.
02:47
Speaker A
Ya kan?
02:48
Speaker A
Enggak baik.
02:50
Speaker A
Kita mengontrol kadar gula yang kita minum.
02:55
Speaker A
Terus apalagi?
02:57
Speaker A
Kita mengontrol hal-hal yang lain.
03:03
Speaker A
Kita mengontrol apa yang kita yakini.
03:07
Speaker A
Apa yang boleh ada di sekeliling kita.
03:12
Speaker A
Kita mengontrol banyak hal dalam kehidupan kita.
03:15
Speaker A
Tapi seringkali yang menjadi atau miss yang kita enggak lakukan adalah kita enggak mengontrol pikiran kita.
03:23
Speaker A
Dan Alkitab memberitahu kita bahwa setiap tindakan dalam hidup ini dimulai dari sebuah pikiran.
03:31
Speaker A
Kalau Anda enggak memikirkan, maka hal itu tidak akan terjadi.
03:36
Speaker A
Ya.
03:38
Speaker A
Kalau Anda memikirkan hal-hal baik, maka hal-hal baik yang akan terjadi.
03:43
Speaker A
Kalau Anda memikirkan hal-hal yang buruk, maka cenderung hal yang buruk yang akan terjadi.
03:47
Speaker A
Jadi pikiran kita ini mengendalikan dan membentuk kehidupan kita.
03:53
Speaker A
Itulah mengapa topik ini penting.
03:57
Speaker A
Dan kita harus tahu bagaimana caranya menang terhadap pikiran-pikiran yang liar.
04:04
Speaker A
Alasan yang kedua, kenapa kita perlu mengelola pikiran kita?
04:10
Speaker A
Karena pikiran adalah medan peperangan melawan dosa.
04:14
Speaker A
Di pikiranlah terjadi godaan itu terjadi.
04:18
Speaker A
Ya, di pikiranlah setiap dosa itu dimulai.
04:24
Speaker A
Enggak ada loh orang tuh yang tiba-tiba membunuh gitu ya.
04:30
Speaker A
Kalau sebelum dia itu berpikir untuk membunuh.
04:36
Speaker A
Walaupun spontan, tapi dia mikir dulu baru jalan.
04:40
Speaker A
Enggak mungkin tangan itu tiba-tiba atau ya tangan ya biasanya untuk membunuh itu tiba-tiba enggak terkontrol.
04:47
Speaker A
Selalu dimulai dengan pikiran.
04:51
Speaker A
Hawa nafsu dimulai dari pikiran.
04:54
Speaker A
Enggak mungkin orang-orang itu tiba-tiba berbuat cabul kalau enggak mikir dulu.
05:01
Speaker A
Enggak mungkin orang tuh berbuat zina kalau enggak mikir dulu.
05:06
Speaker A
Segala sesuatu dimulai dari pikiran.
05:09
Speaker A
Kebencian pun dimulai dari pikiran.
05:13
Speaker A
Segala dosa itu awalnya di pikiran kita.
05:19
Speaker A
Bahkan juga ketakutan bermula dari pikiran, iri hati.
05:25
Speaker A
Semua dari pikiran.
05:27
Speaker A
Khawatir, stres.
05:30
Speaker A
Dan lain-lain adalah dari pikiran.
05:35
Speaker A
Jadi pikiran kita adalah medan pertempuran di mana kita ini bergumul.
05:40
Speaker A
Medan pertempuran di mana kita ini bergulat.
05:45
Speaker A
Dan kita harus menang.
05:47
Speaker A
Katakan amin.
05:49
Speaker A
Roma 7 ayat yang ke-22 sampai ayat yang ke-23.
05:55
Speaker A
Sebab di dalam batinku, aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku, aku melihat hukum yang lain yang berjuang melawan hukum akal budiku.
06:09
Speaker A
Dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
06:19
Speaker A
Saya bacakan di versi Firman Allah yang hidup.
06:24
Speaker A
Karena tabiat saya yang baru, saya senang melakukan kehendak Allah.
06:33
Speaker A
Tetapi ada sesuatu yang lain jauh di dalam diri saya, di dalam tabiat saya yang rendah yang berperang dengan pikiran saya.
06:49
Speaker A
Dan menang serta menjadikan saya hamba dosa yang masih ada di dalam diri saya.
06:57
Speaker A
Dalam pikiran saya, saya ingin menjadi pelayan Allah yang penurut.
07:05
Speaker A
Tetapi sebaliknya saya sadar bahwa saya masih diperhamba oleh dosa.
07:10
Speaker A
Saudara,
07:13
Speaker A
garis bawahi kata berperang.
07:16
Speaker A
Jadi pikiran kita adalah medan perang.
07:20
Speaker A
Saya nanti akan jelaskan siapa sih yang kita lawan.
07:24
Speaker A
Dan bagaimana kita melawannya.
07:27
Speaker A
Kata perang, kata peperangan.
07:30
Speaker A
Tanpa sadar, peperangan mental ini terjadi di dalam kehidupan kita.
07:36
Speaker A
Kadang kita sadar, kadang kita enggak sadar.
07:39
Speaker A
Anda adalah aset terbesar Anda dan setan tahu.
07:43
Speaker A
Apapun yang menarik perhatian Anda, itu akan menarik hidup Anda.
07:49
Speaker A
Ya, itu alasan yang kedua.
07:51
Speaker A
Kita harus tahu bagaimana menaklukkan atau menang terhadap pikiran yang liar.
07:59
Speaker A
Karena pikiran itu adalah medan peperangan melawan dosa.
08:03
Speaker A
Yang ketiga, karena pikiran kita adalah kunci menuju kebahagiaan.
08:08
Speaker A
Jadi kita perlu mengelola.
08:11
Speaker A
Pikiran yang dikelola akan menjadi ketenangan.
08:16
Speaker A
Kita akan menjadi lebih tenang, lebih damai.
08:20
Speaker A
Tapi pikiran yang tidak dikelola, Saudara bisa bayangkan kalau Anda itu pikirannya itu yang enggak-enggak.
08:29
Speaker A
Yang yang marah sama orang lain.
08:33
Speaker A
Oh, orang ini gini, gini, gini, gini.
08:37
Speaker A
Terus kita mikir-mikir sendiri.
08:40
Speaker A
Yang stres apa, coba, Saudara?
08:43
Speaker A
Stres, apakah yang stres adalah orang yang Anda pikirin atau Anda sendiri?
08:49
Speaker A
Kita sendiri.
08:51
Speaker A
Kita mikir nih orang lain.
08:53
Speaker A
Oh, orang ini jahat.
08:56
Speaker A
Orang ini gini, orang itu gitu.
08:59
Speaker A
Terus kita mikir-mikir sendiri.
09:02
Speaker A
Ya, kitanya stres.
09:03
Speaker A
Orangnya makan-makan, Saudara.
09:05
Speaker A
Saudara,
09:08
Speaker A
pikiran yang kita kelola akan membawa kita kepada kedamaian.
09:13
Speaker A
Pikiran yang tidak kita kelola akan menimbulkan stres, khawatir, iri hati, ketegangan dan sebagainya.
09:24
Speaker A
Pikiran yang tidak kita kelola atau pikiran yang liar itu bisa menyebabkan konflik dalam hidup kita.
09:31
Speaker A
Menyebabkan kekacauan.
09:33
Speaker A
Tapi pikiran yang kita bisa kelola itu akan menghasilkan kepercayaan diri, Saudara.
09:40
Speaker A
Itulah sebabnya karena tiga alasan ini, kita perlu tahu bagaimana kita mengelola atau menang terhadap pikiran-pikiran kita yang liar.
09:49
Speaker A
Ya, tadi dikatakan ada sifat berdosa.
09:55
Speaker A
Ada sifat berdosa yang masih ada di dalam diri kita.
10:02
Speaker A
Kita adalah makhluk yang sudah rusak, jatuh ke dalam dosa dan hidup di dalam dunia yang sudah rusak.
10:08
Speaker A
Selalu akan ada pertempuran.
10:11
Speaker A
Pertanyaannya adalah kalau kita tahu kita itu perang, ya kita harus tahu bagaimana kita menang.
10:18
Speaker A
Karena karena kita tahu kalau kita kalah, maka hidup kita yang kita pertaruhkan.
10:24
Speaker A
Jadi kita harus tahu gimana sih caranya aku ini menang.
10:31
Speaker A
Ada tiga hal yang Anda perlu lakukan setiap hari.
10:36
Speaker A
Katakan setiap hari.
10:39
Speaker A
Everyday, enggak cuma sewaktu-waktu tapi setiap hari.
10:43
Speaker A
Yang pertama, Anda harus memberi makan pikiran Anda dengan kebenaran.
10:50
Speaker A
Pikiran kita itu kayak komputer gitu ya.
10:56
Speaker A
Apa yang diisi, itu yang keluar.
10:59
Speaker A
Kalau Anda enggak pernah nge-save dokumen tertentu, Anda tarik yang enggak ada.
11:06
Speaker A
Tapi kalau Anda save dokumen tertentu, Anda tinggal cari sewaktu-waktu Anda cari akan ada.
11:13
Speaker A
Kalau Anda enggak pernah ngisi hidup Anda dengan kebenaran, enggak heran orang cari kebenaran enggak akan ada.
11:22
Speaker A
Saudara,
11:25
Speaker A
kita perlu memberi makan pikiran kita.
11:31
Speaker A
Yang pertama-tama sebelum kita mengelola dan sebagainya, kita harus punya bank dulu.
11:37
Speaker A
Kita harus punya storage dulu.
11:40
Speaker A
Kita harus punya kalau perang itu kita punya amunisinya kita dulu.
11:49
Speaker A
Ketika Yesus dicobai, ketika Yesus ngelawan iblis.
11:53
Speaker A
Yang dikeluarkan apa?
11:55
Speaker A
Amunisinya.
11:56
Speaker A
Firman Tuhan.
11:59
Speaker A
Kalau kita enggak punya amunisi terus kita itu perang, lah ya kita yang ditembakin terus.
12:07
Speaker A
Tapi kalau kita mau menang, amunisi kita harus banyak.
12:12
Speaker A
Kalau orang pakai panah, kita juga punya anak panah yang banyak.
12:15
Speaker A
Jadi kita perlu mengisi atau memberi makan pikiran kita.
12:20
Speaker A
Yohanes 8 ayat 31 sampai 32.
12:26
Speaker A
Maka katanya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadanya, jikalau kamu tetap dalam firmanku, kamu benar-benar adalah muridku.
12:38
Speaker A
Dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.
12:44
Speaker A
Saudara,
12:47
Speaker A
kita ini seringkali jadi tawanan dari pikiran kita sendiri.
12:54
Speaker A
Apa yang bisa membebaskan kita adalah ketika kita berjumpa dengan kebenaran.
13:00
Speaker A
Karena kebenaran itu akan memerdekakan kita.
13:05
Speaker A
Ya, firman Tuhan adalah makanan jiwa kita.
13:08
Speaker A
Itu adalah panduan hidup bagi pemiliknya.
13:13
Speaker A
Saudara,
13:16
Speaker A
berapa sering kita itu memberi makan pikiran kita dengan kebenaran?
13:21
Speaker A
Jawabannya adalah sepanjang waktu.
13:24
Speaker A
Sesering mungkin.
13:27
Speaker A
Mazmur pasal 119 ayat 147.
13:33
Speaker A
Belajar kita mau belajar dari Daud, apa yang membuat Daud sukses?
13:41
Speaker A
Melewati semua kejadian yang sama dengan hidup kitalah.
13:49
Speaker A
Dia pernah gagal, pernah ditipu orang.
13:52
Speaker A
Pernah dikhianati anaknya sendiri.
13:56
Speaker A
Pernah ditusuk dari belakang.
14:00
Speaker A
Pernah orang-orang yang di bawahnya enggak nurut.
14:03
Speaker A
Pernah menghadapi kemenangan juga sering.
14:07
Speaker A
Gitu ya, pernah jatuh ke dalam dosa juga.
14:11
Speaker A
Tapi lihat.
14:16
Speaker A
Apa yang Yesus, apa yang Daud lakukan?
14:22
Speaker A
Yang membuat dia itu menjadi orang kesukaan Tuhan.
14:28
Speaker A
Dan raja yang paling sukses sepanjang masa.
14:33
Speaker A
Pagi-pagi buta, aku bangun dan berteriak minta tolong.
14:40
Speaker A
Aku berharap kepada firman-Mu.
14:46
Speaker A
Terjemahan lain ditulis, aku bangun mendahului fajar.
14:53
Speaker A
Dan berteriak minta tolong, aku menaruh harapanku pada firman-Mu.
14:59
Speaker A
Saudara,
15:02
Speaker A
kepada siapa Anda menaruh harapan?
15:07
Speaker A
Kapan Anda bertemu dengan firman?
15:10
Speaker A
Daud itu sebelum dia ketemu dengan siapapun, dikatakan pagi-pagi buta.
15:16
Speaker A
Aku bangun.
15:17
Speaker A
Untuk apa dia bangun?
15:20
Speaker A
Dia berteriak minta tolong dan dia berharap kepada firman Tuhan.
15:25
Speaker A
Di dalam firman Tuhan ada 7.000 janji Tuhan.
15:29
Speaker A
Ya, saya belum baca lengkap 7.000 itu apa aja.
15:33
Speaker A
Beberapa kali saya selesaikan kejadian sampai Wahyu, kejadian sampai Wahyu.
15:37
Speaker A
Gitu ya, dan ada banyak janji Tuhan.
15:42
Speaker A
Kalau Saudara perlu apapun, pengharapan yang baru dan sebagainya.
15:47
Speaker A
Firman Tuhan adalah jawabannya.
15:50
Speaker A
Mazmur 119 ayat yang ke-97.
15:57
Speaker A
Betapa kucintai Taurat-Mu, aku merenungkannya sepanjang hari.
16:02
Speaker A
Saudara,
16:06
Speaker A
berapa lama kita merenungkan firman Tuhan?
16:10
Speaker A
Firman Tuhan ngajarin, aku merenungkannya.
16:13
Speaker A
Kata Daud, sepanjang hari.
16:16
Speaker A
Tuhan.
16:17
Speaker A
Betapa aku mencintai firman-Mu, aku memikirkannya sepanjang hari.
16:22
Speaker A
Ya, bukan berarti kita enggak bisa mikirin yang lain.
16:26
Speaker A
Bukan berarti kita enggak bisa kerja, mikirin firman Tuhan terus.
16:30
Speaker A
Enggak.
16:31
Speaker A
Tapi firman Tuhan itu menjadi dasar yang kita kunyah, kita kasih makan, kita kunyah.
16:37
Speaker A
Kita penuhi diri kita dengan firman Tuhan.
16:40
Speaker A
Sekali lagi saya bilang.
16:42
Speaker A
Firman Tuhan itu kayak amunisi di dalam kehidupan kita.
16:48
Speaker A
Memberi makan.
16:52
Speaker A
Membuat kita kenyang.
16:54
Speaker A
Membuat kita kuat.
16:57
Speaker A
Jadi itulah yang membuat kita bisa menang.
17:03
Speaker A
Ingat sekali lagi bahwa pikiran kita itu adalah medan peperangan.
17:09
Speaker A
Kita enggak akan menang kalau kita enggak punya banyak amunisi.
17:14
Speaker A
Kita enggak akan menang kalau kita enggak kuat.
17:17
Speaker A
Firman Tuhanlah yang menjadikan kita kuat.
17:22
Speaker A
Ya.
17:24
Speaker A
Alkitab menyat, mengatakan.
17:27
Speaker A
Kita perlu memulai hari dengan firman Tuhan.
17:32
Speaker A
Dan juga menutup hari dengan firman Tuhan.
17:35
Speaker A
Mazmur 16 ayat yang ke-7.
17:41
Speaker A
Aku memuji Tuhan yang telah memberi nasihat kepadaku.
17:46
Speaker A
Ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
17:51
Speaker A
Firman di versi yang lain dikatakan, aku memuji Tuhan karena dia mengajar aku dengan baik.
17:57
Speaker A
Bahkan pada malam hari perintahnya dimasukkannya ke dalam pikiranku.
18:03
Speaker A
Saudara,
18:06
Speaker A
segitu seriusnya loh Daud itu di dalam merenungkan firman Tuhan.
18:13
Speaker A
Sebegitu seriusnya Daud itu mencintai firman Tuhan.
18:18
Speaker A
Anda mungkin berpikir, ah, ini firman Tuhan klise, aku sudah tahu.
18:22
Speaker A
Iya.
18:23
Speaker A
Pertanyaannya, Anda lakukan enggak?
18:25
Speaker A
Tahu dengan melakukan itu dua hal yang berbeda.
18:28
Speaker A
Kalau Anda sudah lakukan, puji Tuhan, berarti saya tahu Anda adalah orang yang kuat.
18:35
Speaker A
Anda Anda tahu bagaimana melawan itu dengan firman Tuhan.
18:41
Speaker A
Tapi bagi Anda yang on and off.
18:47
Speaker A
Enggak heran, jangan heran kalau hidup Anda itu sering kalah.
18:54
Speaker A
Karena enggak punya amunisi, karena enggak kuat.
18:57
Speaker A
Saudara perlu jadi orang yang kuat dan punya amunisi.
19:01
Speaker A
Daud memusatkan pikirannya kepada firman Tuhan.
19:05
Speaker A
Dan janji-janji Tuhan.
19:08
Speaker A
Saudara, ketika Anda melalui saat-saat krisis.
19:14
Speaker A
Inilah waktunya kita itu mengatur pikiran kita.
19:20
Speaker A
Apalagi kalau emosi kita lagi enggak stabil gitu ya.
19:25
Speaker A
Ada hal yang terjadi, masalah bertubi-tubi.
19:28
Speaker A
Itu kan kita ngalami krisis secara internal.
19:32
Speaker A
Bagaimana kita bisa mengatur pikiran kita itu yang berkecamuk?
19:38
Speaker A
Kalau kita enggak punya firman Tuhan yang menjadi dasar.
19:44
Speaker A
Mazmur 119 ayat yang ke-95.
19:50
Speaker A
Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku.
19:56
Speaker A
Kalimat ini menjelaskan Daud.
19:58
Speaker A
Ada di dalam masa krisis.
20:01
Speaker A
Kalimat ini menjelaskan situasi Daud di mana dia itu diburu oleh orang lain.
20:07
Speaker A
Berarti dia tidak dalam keadaan baik-baik saja.
20:12
Speaker A
Namun firman Tuhan, kalimat selanjutnya.
20:16
Speaker A
Tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
20:20
Speaker A
Ketika dalam kondisi krisis.
20:24
Speaker A
Apa yang dilakukan Daud?
20:26
Speaker A
Dia enggak bingung dulu ngatur pasukan dan sebagainya.
20:32
Speaker A
Yes.
20:33
Speaker A
Itu dia lakukan.
20:35
Speaker A
Tapi firman Tuhan tulis, ketika orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku, ketika aku dalam kondisi krisis, terjepit, tertekan.
20:47
Speaker A
Dia berkata, aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
20:51
Speaker A
Apa yang firman Tuhan katakan untuk situasiku?
20:54
Speaker A
Apa yang Tuhan mau aku tahu dan aku pelajari lewat situasiku?
20:58
Speaker A
Saudara,
21:01
Speaker A
itulah yang membuat Daud selalu, selalu menang di dalam setiap pertempurannya.
21:08
Speaker A
Ya, jadi yang pertama, Saudara, kita perlu memberi makan pikiran kita.
21:14
Speaker A
Memberi makan.
21:16
Speaker A
Kasih kebenaran.
21:18
Speaker A
Kebenaran itu akan memerdekakan Anda.
21:21
Speaker A
Firman Tuhan itu yang memerdekakan Anda.
21:25
Speaker A
Yang kedua, bebaskan pikiran Anda dari pikiran yang merusak.
21:31
Speaker A
Ya, yang kedua adalah kita perlu membebaskan pikiran kita.
21:35
Speaker A
Mungkin ini gampang dikatakan, tapi dalam melakukannya kita perlu belajar.
21:40
Speaker A
Kita perlu berusaha.
21:44
Speaker A
Bagaimana cara kita membebaskan pikiran kita?
21:48
Speaker A
Kalau ketika kita tahu ada pikiran buruk, pikiran jahat, pikiran kotor gitu ya.
21:55
Speaker A
Saudara, setan itu melawan kita.
21:58
Speaker A
Dia berjuang untuk terus memasukkan pikiran-pikiran yang jahat.
22:04
Speaker A
Nah, kita harus berjuang membebaskan pikiran kita.
22:10
Speaker A
Dari musuh-musuh tersebut.
22:12
Speaker A
Ada tiga musuh seperti yang saya bilang tadi.
22:15
Speaker A
Musuh yang pertama itu sebenarnya diri kita sendiri.
22:20
Speaker A
Sifat lama kita itu yang membuat kita itu ingin melakukan perkara-perkara yang salah.
22:26
Speaker A
Lewat pertama-tama lewat pikiran kita.
22:29
Speaker A
Ya, tadi disebutkan di Roma pasal yang ketujuh.
22:33
Speaker A
Kita itu suka hukum Allah, tetapi something inside.
22:40
Speaker A
Sesuatu yang di dalam diri kita itu enggak suka dan suka melakukan hal yang lain.
22:46
Speaker A
Nah, apa yang kita perlu lakukan adalah kita itu perlu menaklukkannya.
22:49
Speaker A
Perlu menawannya.
22:53
Speaker A
Dan kita tidak harus mempercayai apapun yang kita pikirkan.
22:58
Speaker A
Saudara,
23:00
Speaker A
tahukah Anda bahwa pikiran Anda itu suka membohongi Anda sendiri?
23:07
Speaker A
Kadang-kadang kita itu berpikir apapun yang kita pikirkan itu benar.
23:12
Speaker A
Apakah demikian?
23:15
Speaker A
Enggak, Saudara.
23:17
Speaker A
Pikiran kita, emosi kita itu seringkali menipu kita sendiri loh.
23:24
Speaker A
Kalau ada orang yang berkata bahwa aku enggak berharga.
23:29
Speaker A
Benarkah demikian?
23:31
Speaker A
Tuhan itu enggak sayang sama aku.
23:34
Speaker A
Di pikiran kita kan muncul gitu ya.
23:36
Speaker A
Apakah benar demikian?
23:39
Speaker A
Ya.
23:40
Speaker A
Dan sebagainya.
23:42
Speaker A
Saudara,
23:44
Speaker A
kalau pikiran kita berkata, enggak ada yang suka sama aku.
23:48
Speaker A
Apakah benar demikian?
23:50
Speaker A
Anda perlu sering menanyakan pikiran Anda sendiri.
23:55
Speaker A
Jadi ketika itu muncul.
23:56
Speaker A
Anda harus tanya, benar tah itu?
23:59
Speaker A
Apakah firman Tuhan itu juga mengatakan hal demikian?
24:02
Speaker A
Anda perlu menanyakan pikiran Anda sendiri.
24:03
Speaker A
Kenapa? Karena pikiran kita itu seringkali menipu diri kita sendiri loh.
24:07
Speaker A
Kita berkata, Tuhan enggak sayang sama aku.
24:10
Speaker A
Enggak ada orang yang suka sama aku.
24:13
Speaker A
Masalahku ini paling besar gitu kan.
24:17
Speaker A
Apalagi?
24:21
Speaker A
Aku ini enggak berharga.
24:24
Speaker A
Coba tanyakan lagi.
24:28
Speaker A
Apakah itu benar?
24:31
Speaker A
Karena apa?
24:33
Speaker A
Karena ternyata semuanya salah.
24:37
Speaker A
Jadi pikiran kita itu belum tentu akurat.
24:41
Speaker A
Nah, kalau kita enggak punya cermin firman Tuhan, ya.
24:46
Speaker A
That's why kita itu dengan mudah masuk ke dalam perangkap pikiran-pikiran yang salah.
24:53
Speaker A
Yang liar, yang tidak terkendali tersebut.
24:56
Speaker A
Dan kita menganggapnya sebagai kebenaran.
25:00
Speaker A
Padahal itu sesuatu yang salah.
25:03
Speaker A
Saudara,
25:06
Speaker A
kita perlu membebaskannya.
25:10
Speaker A
Roma 8 ayat yang kelima.
25:16
Speaker A
Sebab mereka yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging.
25:23
Speaker A
Mereka yang hidup menurut roh memikirkan hal-hal yang dari roh.
25:29
Speaker A
Bedanya orang yang masih manusia lama dengan orang yang sudah hidup sebagai manusia baru adalah di pikirannya.
25:36
Speaker A
Belum ditindakannya dulu, di pikirannya dulu.
25:40
Speaker A
Saudara,
25:43
Speaker A
Tuhan mau kita dipenuhi Roh Kudus dan memikirkan hal-hal yang dari roh.
25:48
Speaker A
Musuh pertama kita adalah diri kita, yaitu sifat lama kita.
25:52
Speaker A
Yang kedua adalah di sekeliling kita.
25:55
Speaker A
Lewat iblis yang berusaha memasukkan, mengubah pikiran kita ke arah yang salah.
26:02
Speaker A
Satu-satunya iblis, satu-satunya hal yang iblis bisa lakukan dalam kehidupan kita adalah memberikan sugesti.
26:10
Speaker A
Iblis itu enggak pernah maksa kita loh, Saudara.
26:12
Speaker A
Dari Adam dan Hawa pun, iblis enggak pernah maksa, ayo kamu makan.
26:17
Speaker A
Makan.
26:18
Speaker A
Makan sekarang.
26:20
Speaker A
Pernah?
26:21
Speaker A
Enggak.
26:22
Speaker A
Iblis enggak pernah paksa kita.
26:25
Speaker A
Enggak pernah.
26:27
Speaker A
Dia enggak berani karena dia enggak punya kuasa kok maksa kita.
26:30
Speaker A
Kita punya kuasa lebih besar.
26:33
Speaker A
Tapi kita menjadi lemah ketika kita dikasih sugesti.
26:42
Speaker A
Membuat kita.
26:43
Speaker A
Membuat kita meragukan Tuhan.
26:46
Speaker A
Membuat kita mempertanyakan Tuhan.
26:49
Speaker A
Masa sih enggak boleh seks di luar nikah?
26:51
Speaker A
Masa Tuhan bilang demikian?
26:54
Speaker A
Apa coba?
26:57
Speaker A
Yang penting kan enggak ada orang lain yang dirugikan.
27:00
Speaker A
Kan kita sama-sama mau.
27:04
Speaker A
Hal yang lain.
27:06
Speaker A
Masa sih enggak boleh, kita meragukan firman Tuhan.
27:10
Speaker A
Ketika iblis itu memberikan kita pikiran-pikiran yang ke arah yang salah.
27:16
Speaker A
Mungkin itu membuat kita meragukan Tuhan.
27:20
Speaker A
Saudara,
27:24
Speaker A
iblis itu memberikan pikiran-pikiran dalam kehidupan kita.
27:28
Speaker A
Sekali lagi.
27:30
Speaker A
Tetap jawabannya adalah yang pertama.
27:35
Speaker A
Kita harus hidup di dalam firman Tuhan sehingga kita bisa membedakan.
27:39
Speaker A
Mana yang benar, mana yang salah.
27:42
Speaker A
Bahkan pikiran kita sendiri pun yang salah, kita bisa tahu bahwa itu salah.
27:48
Speaker A
Sekali lagi saya bilang.
27:49
Speaker A
Bahwa pikiran kita itu kadang membodohi kita, menipu kita sendiri loh.
27:55
Speaker A
Kita membodohi kita, menipu kita sendiri.
27:59
Speaker A
Firman Tuhanlah yang bisa menjadi filter.
28:02
Speaker A
Membuat kita tahu apa yang benar dan apa yang salah, apalagi dari iblis.
28:09
Speaker A
Iblis memberikan kita pikiran-pikiran membuat kita meragukan Tuhan.
28:14
Speaker A
Sekali lagi.
28:15
Speaker A
Tetap jawabannya adalah yang pertama.
28:19
Speaker A
Kita harus hidup di dalam firman Tuhan sehingga kita bisa membedakan.
28:24
Speaker A
Ya, yang kedua, bebaskan pikiran Anda dari pikiran-pikiran yang jahat.
28:29
Speaker A
Kalau ada pikiran yang jahat, langsung ganti dengan pikiran yang lain.
28:32
Speaker A
Ganti dengan pikiran yang lain.
28:35
Speaker A
Filipi juga dikatakan, pikirkan yang suci.
28:39
Speaker A
Yang manis, yang sedap didengar, yang patut dipuji, yang disebut kebaikan.
28:44
Speaker A
Pikirkanlah semuanya itu.
28:46
Speaker A
Berarti kita itu punya kuasa.
28:50
Speaker A
Kita bisa memerintahkan pikiran kita, pikirkan yang baik.
28:56
Speaker A
Pikirkan yang suci, pikirkan yang sedap didengar.
29:00
Speaker A
Yang disebut kebajikan, yang patut dipuji.
29:03
Speaker A
Kita perintahkan pikiran kita untuk kita berpikir hal-hal yang baik.
29:08
Speaker A
Kalau ada pikiran yang jahat, kita ganti dengan pikiran yang baik.
29:12
Speaker A
Amin.
29:13
Speaker A
Yang ketiga, ini akan mengubah hidup Anda.
29:17
Speaker A
Pikirkan tentang kekekalan.
29:21
Speaker A
Saudara, kalau Anda hidup dan memikirkan tentang kekekalan.
29:26
Speaker A
Cara berpikir Anda pasti berubah.
29:30
Speaker A
Kolose 3 ayat yang kedua.
29:35
Speaker A
Pikirkan perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
29:40
Speaker A
Kalau Anda berpikir bahwa aku ini hidup itu kekal.
29:45
Speaker A
Saudara enggak akan pusing sama masalah kecil-kecil yang ada, apa yang orang lain pikirkan tentang Anda dan sebagainya.
29:52
Speaker A
Anda akan melihat masalah Anda menjadi masalah yang bisa ditangani dengan baik.
29:57
Speaker A
Ketika Anda berpikir masalah tentang kekekalan.
30:01
Speaker A
Apa yang Anda khawatirkan hari ini?
30:04
Speaker A
Anda akan tahu bahwa itu semua akan teratasi.
30:09
Speaker A
5 tahun lagi, 50 tahun lagi, Anda akan lupa apa yang Anda alami hari ini.
30:13
Speaker A
Saudara.
30:15
Speaker A
Pikirkan tentang kekekalan.
30:18
Speaker A
Bagaimana kita menjalani hidup, firman Tuhan berkata.
30:22
Speaker A
Jangan kamu mengumpulkan harta di bumi, tapi kumpulkan harta di surga.
30:28
Speaker A
Tuhan itu berkata bahwa kalau bahkan dalam hal keuangan pun.
30:32
Speaker A
Jangan cuma mikirin yang di bumi.
30:36
Speaker A
Pikirkan hal-hal yang sifatnya kekekalan.
30:40
Speaker A
Itu akan mengubah bagaimana kita hidup, bagaimana kita berpikir.
30:45
Speaker A
Dan itu akan mengubah bagaimana kita menjalani kehidupan kita sehari-hari.
30:49
Speaker A
Amin.
30:51
Speaker A
Saya berdoa supaya firman Allah ini memberikan jawaban bagi Anda.
30:55
Speaker A
Mulai hari ini, Saudara, mulai hari ini.
30:58
Speaker A
Anda sudah dengar firman Tuhan.
31:00
Speaker A
Kita ini semua punya pikiran dan selama kita hidup.
31:06
Speaker A
Kita enggak bisa bilang bahwa, oh nanti pikirannya pasti akan.
31:10
Speaker A
Berhenti sendiri, enggak akan jadi medan peperangan selama kita hidup.
31:14
Speaker A
Pikiran kita akan tetap menjadi medan peperangan.
31:16
Speaker A
Oleh sebab itu kita harus jadi orang-orang yang tahu bagaimana menang.
31:22
Speaker A
Supaya apa? Supaya hidup kita itu.
31:27
Speaker A
Itu ada sejalan dengan kehendak Allah.
31:31
Speaker A
Supaya hidup kita itu tidak diatur sama pikiran kita yang ke mana-mana.
31:38
Speaker A
Tapi pikiran kita yang kita atur sesuai dengan firman Tuhan.
31:43
Speaker A
Karena saya percaya Anda dan saya adalah orang-orang yang mau taat kepada Tuhan.
31:47
Speaker A
Amin.
31:59
Speaker B
Hai, terima kasih sudah bergabung bersama kami, Gereja Mawar Sharon Jabodetabek.
32:05
Speaker B
Sebagai gereja Tuhan, adalah kerinduan bagi kami untuk melihat Anda terus bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan.
32:10
Speaker B
Dan mengalami perubahan hidup.
32:14
Speaker B
Maka dari itu, bergabunglah bersama komunitas kecil kami, Connect Group.
32:20
Speaker B
Dapatkan informasi lebih lanjut pada kolom deskripsi kami.
32:26
Speaker B
Last but not least, don't forget to subscribe.
32:30
Speaker B
Dan bagikan video ini kepada orang yang Anda kasihi.
32:37
Speaker B
Thank you for joining us and see you next time.

Transcribe Another YouTube Video

Paste any YouTube link and get the full transcript with timestamps for free.

Transcribe a YouTube Video