Antibiotik merupakan produk metabolisme yang dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu yang mempunyai sifat dapat menghambat pertumbuhan dan merusak mikroorganisme lain.
Kedua, mikroorganisme dipindahkan ke dalam bejana fermentasi yang dikondisikan dengan lingkungan yang cocok agar mikroorganisme berkembang biak dengan cepat.
Antibodi monoklonal dapat dibekukan dan diinjeksikan ke dalam tubuh hewan atau dibiakkan dalam suatu kultur untuk menghasilkan antibodi dalam jumlah besar.
Kemudian, DNA rekombinan yang terbentuk disisipkan kembali ke sel bakteri. Apabila bakteri E. coli berkembang biak, maka akan dihasilkan koloni bakteri yang memilih DNA rekombinan.
Individu transgenik atau GMO (Genetically Modified Organism) adalah organisme yang DNA-nya telah diubah menggunakan teknologi DNA rekombinan sehingga mempunyai sifat yang menguntungkan sesuai dengan yang dikehendaki.
Tanaman transgenik yang mempunyai gen penanda resisten antibiotik dari mikroba dapat menyebabkan manusia yang mengonsumsinya menjadi resisten terhadap antibiotik.
Caranya, dengan menggunakan vektor berupa plasmid sel bakteri Agrobacterium tumefaciens yang dibuka dengan bantuan enzim restriksi, kemudian disisipi gen TMV dari virus hingga menghasilkan sel-sel tanaman yang kebal terhadap TMV.
Dalam bidang pertanian dan produksi pangan diharapkan dapat menghasilkan tanaman baru dengan varietas unggul dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.