Teman-teman, dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengonsumsi berbagai olahan makanan yang terbuat dari yogurt, keju, roti, kecap, atau tempe. Tahukah teman-teman kalau bahan-bahan makanan tersebut merupakan produk bioteknologi?
Maupun produk dari makhluk hidup seperti alkohol, asam organik, antibiotik, enzim dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang dapat digunakan oleh manusia.
Keempat, sifat mikroorganisme dapat dimodifikasi atau diubah dengan cepat melalui teknik rekayasa genetika, sehingga dapat menghasilkan produk sesuai dengan yang diinginkan.
Terakhir, dapat menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia yang tidak bergantung pada musim atau kondisi iklim lingkungannya selama dibiakan pada sistem tertutup.
Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan organisme secara langsung untuk menghasilkan produk barang dan jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Kedelai akan difermentasi dengan menggunakan jamur Aspergillus wentii, kemudian dikeringkan dan direndam di dalam larutan garam hingga dikemas menjadi kecap.
Tempe merupakan bahan makanan yang terbuat dari biji kedelai yang menggunakan teknik fermentasi yang dilakukan dengan menumbuhkan jamur Rhizopus oryzae dan Rhizopus oligosporus pada biji kedelai.
Dengan laju pertumbuhan mikroorganisme yang cepat dan kandungan protein yang lebih tinggi, maka PST dapat menjadi bahan makanan alternatif yang banyak dibudidayakan.
Contohnya, padi varietas X yang memiliki produksi gabah tinggi dan tidak cepat rebah dikawinkan dengan padi varietas Y yang memiliki sifat tahan hama dan umur panen pendek.
Dari perkawinan ini dapat dihasilkan padi varietas baru yang memiliki sifat perpaduan dari keduanya, yaitu produksi gabah tinggi, tahan hama, tidak cepat rebah dan umur panen pendek.
Termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan yang bersifat poros seperti pasir kali, batu, kerikil, pecahan genteng, sabut kelapa dan sebagainya.
Pada bidang industri, misalnya teknik bioremediasi, yaitu suatu proses pengelolaan limbah yang mengandung zat-zat yang berbahaya menjadi limbah yang kurang berbahaya.