**MENUNDA CINTA DEMI MERDEKA, KISAH CINTA WAKIL PRESIDEN PERTAMA BUNG HATTA & RAHMI — Transcript & Summary | SozAI**
Source: https://sozai.app/transcript/menunda-cinta-merdeka-cinta-bung-hatta-rahmi/

Kisah cinta Bung Hatta dan Rahmi yang berliku di tengah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

## Key Takeaways

- Bung Hatta berkomitmen mengutamakan perjuangan kemerdekaan sebelum menikah.
- Pendidikan dan nilai keluarga sangat mempengaruhi karakter Bung Hatta.
- Organisasi pelajar dan diplomasi internasional penting dalam perjuangan kemerdekaan.
- Kisah cinta Bung Hatta dan Rahmi menunjukkan sisi humanis di balik tokoh nasional.
- Kesederhanaan tetap dijaga meskipun Bung Hatta memiliki posisi tinggi.

## What the video covers

- Video membahas kisah cinta Muhammad Hatta, wakil presiden pertama Indonesia, yang berjanji tidak menikah sebelum Indonesia merdeka.
- Bung Hatta hidup melajang hingga usia 43 tahun sebelum bertemu Rahmi, wanita yang menjadi tambatan hatinya.
- Latar belakang keluarga Bung Hatta yang terpandang dan nilai-nilai islami yang membentuk kepribadiannya.
- Perjalanan pendidikan Bung Hatta dari Padang hingga Belanda dan keterlibatannya dalam organisasi pelajar Indonesia.
- Peran Bung Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui organisasi dan konferensi internasional.
- Penangkapan Bung Hatta oleh pemerintah Belanda dan pidato pembelaannya yang berjudul 'Indonesia Merdeka'.
- Pembebasan Bung Hatta oleh Jepang dan perannya dalam proses kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
- Pertemuan Bung Hatta dengan Rahmi di Institut Pester yang menjadi awal kisah cinta mereka.
- Peran Bung Karno dalam memotivasi Bung Hatta untuk melamar Rahmi.
- Kehidupan sederhana Bung Hatta dan Rahmi meskipun Bung Hatta adalah wakil presiden.

## Chapters

1. 00:00 Pembukaan dan pengenalan kisah cinta Bung Hatta
2. 01:45 Latar belakang keluarga dan masa kecil Bung Hatta
3. 04:45 Pendidikan dan aktivitas Bung Hatta di Belanda
4. 09:09 Perjuangan Bung Hatta dalam kemerdekaan Indonesia
5. 12:40 Penangkapan dan pidato pembelaan Bung Hatta
6. 14:07 Pembebasan dan peran Bung Hatta pasca-penjara
7. 18:20 Pertemuan Bung Hatta dengan Rahmi
8. 19:40 Motivasi Bung Karno dan lamaran Bung Hatta
9. 24:12 Kehidupan sederhana Bung Hatta dan Rahmi

Answers

## Questions about this video

Siapa wanita yang menjadi tambatan hati Bung Hatta?

Wanita tersebut bernama Rahmi, yang ditemui Bung Hatta saat menghadiri acara di Institut Pester. Rahmi memiliki hubungan darah dengan masa lalu Bung Hatta.

Mengapa Bung Hatta tidak menikah sampai usia 43 tahun?

Bung Hatta bersumpah untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka, dan ia menjalankan sumpah tersebut dengan hidup melajang hingga usia 43 tahun.

Bagaimana peran Bung Hatta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia?

Bung Hatta aktif dalam organisasi pelajar Indonesia di Belanda, menulis artikel kritis terhadap kolonial Belanda, mengikuti konferensi internasional, dan memperkenalkan nama Indonesia di dunia internasional.

## Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:01

Speaker A

Mm. Sebenarnya ada sih wanita yang aku sukai, tapi aku tidak tahu siapa namanya.

00:18

Speaker A

Siapa? Siapa wanita itu? Di mana kamu bertemu sama dia?

00:32

Speaker A

Kata Bung Karno, "Aku melihat wanita itu saat kita kunjungan ke Bandung beberapa waktu yang lalu, Bung. Wajahnya cantik, rambutnya panjang, dan dia terlihat masih muda."

00:47

Speaker A

Hai, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih sudah klik video ini. Sebelum aku mulai bercerita, aku pengin nanya dulu nih.

01:03

Speaker A

Kalian pasti enggak asing sekali dengan tokoh yang satu ini, ya kan?

01:20

Speaker A

Betul sekali, Wak. Beliau adalah Bapak Muhammad Hatta, yaitu pejuang kemerdekaan sekaligus juga wakil presiden Indonesia kita yang pertama.

01:44

Speaker A

Aku yakin pasti kalian cukup familiar dengan wajah beliau dan juga perjuangan beliau. Ya kan, Wa? Tapi kalian tahu enggak kalau Bung Hatta punya kisah cinta yang berliku dan juga menarik sekali untuk kita bahas.

01:56

Speaker A

Nah, kisah yang akan aku ceritakan ini adalah perjalanan asmara dari seorang Muhammad Hatta dalam menemukan tambatan hatinya.

02:14

Speaker A

Di mana pada saat beliau ini sibuk memperjuangkan kemerdekaan nih, Wak, ya. Beliau ini pernah bersumpah loh untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka.

02:33

Speaker A

Sumpah itu ternyata betul-betul dilakukan sama Muhammad Hatta atau Bung Hatta di mana beliau ini hidup melajang sampai usianya menginjak 43 tahun.

02:48

Speaker A

Di usia inilah barulah Bung Hatta ini akhirnya bertemu dengan seorang wanita muda yang bernama Rahmi yang memiliki hubungan darah dengan masa lalunya beliau.

03:02

Speaker A

Nah, siapakah masa lalu itu dan gimana kisah selengkapnya? Jadi, tanpa berlama-lama kita langsung masuk aja ke ceritanya wak ya. Check it out.

03:15

Speaker A

Oke, W. Sebelum kita masuk ke kisah cinta antara Bung Hatta dengan Ibu Rahmi, aku mau membahas dulu sedikit saja tentang latar belakang dan juga peran Bung Hatta dalam kemerdekaan Indonesia nih, Wak.

03:30

Speaker A

Ya, kenapa harus kubahas? Karena kedua hal ini memang tidak bisa dilepaskan dari kisah pertemuan beliau dengan Bu Rahmi gitu wa.

03:47

Speaker A

Nah, jadi Muhammad Hatta atau yang biasa dipanggil Bung Hatta lahir di Bukittinggi wa tanggal 12 Agustus tahun 1902. Nama asli beliau adalah Muhammad Atar yang dalam bahasa Arab artinya harum.

04:00

Speaker A

Nah, Bung Hatta ini merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ayahnya bernama Muhammad Jamil, ibunya bernama Siti Salehah, dan kakaknya bernama Rafiah.

04:15

Speaker A

Nah, secara latar belakang wa Bung Hatta ini berasal dari keluarga yang sangat-sangat terpandang. Pak Jamil, bapaknya Bung Hatta ini merupakan keturunan ulama di wilayah Batu Hampar, Sumatera Barat.

04:28

Speaker A

Sementara ibu Siti atau ibunya beliau ini juga merupakan keturunan pedagang yang kaya raya di wilayah Bukittinggi, Sumatera Barat juga, Wa.

04:45

Speaker A

Tapi ketika usia Bung Hatta baru menginjak 8 bulan, Pak Jamil ayahnya meninggal dunia.

05:03

Speaker A

Nah, enggak lama dari itu, Bu Siti ibunya nikah lagi sama laki-laki lain yang bernama Agus Haji Ning.

05:10

Speaker A

Meskipun bukan ayah kandung wak ya, Pak Agus ini selalu bisa memperlakukan Bung Hatta dengan sangat baik dan juga penuh kasih sayang.

05:17

Speaker A

Saking apa? Saking baiknya beliau, Bung Hatta ini awalnya enggak tahu loh kalau Pak Agus ini bukan ayah kandung ya. Enggak tahu.

05:35

Speaker A

Sampailah pada suatu hari Bung Hatta akhirnya diberitahu bahwa Pak Agus ini adalah ayah tirinya. Ayah kandungmu sudah meninggal waktu kamu 8 bulan.

05:49

Speaker A

Kayak gitu. Nah, setelah mengetahui fakta itu, kedekatan Bung Hatta dengan Pak Agus ayah tiringnya ini sama sekali enggak berubah.

06:06

Speaker A

Wakere tetap berhubungan dekat sebagaimana seorang anak dengan ayah kandungnya sendiri gitu.

06:24

Speaker A

Nah, selain berhubungan dekat wa Pak Agus dan Bu Siti ini juga membesarkan anak-anaknya khususnya Bung Hatta dengan nilai-nilai islami seperti rajin beribadah, suka menolong, rendah hati, jujur, dan juga selalu sederhana.

06:42

Speaker A

Nah, selain dibesarkan dengan ajaran agama yang sangat ketakwaan, orang tua dari Bung Hatta juga selalu memprioritaskan pendidikan beliau dengan menyekolahkannya di sekolah terbaik.

06:53

Speaker A

Di mata teman-teman sekolahnya, Wak, Bung Hatta ini dikenal sebagai anak yang memang rajin, dia suka baca buku, dia cerdas, dan juga dia nih kritis gitu loh.

07:08

Speaker A

Nah, kelebihan itulah yang membuat Bung Hatta mendapatkan tawaran untuk melanjutkan pendidikan di sebuah sekolah bergengsi yang bernama Hojri Barger School atau HBS WA, kalau sekarang tuh udah setara SMA.

07:20

Speaker A

Lokasinya ada di Jakarta. Nah, tawaran itu tentunya bikin Bung Hatta lumayan tergiur tuh, Wak.

07:34

Speaker A

Pengin juga sekolah di sana, ingin melanjutkan pendidikan di sana lah, gitu kan.

07:52

Speaker A

Tapi waktu itu ibunya Bu Siti melarang keinginan itu, Wa. Dan beliau meminta untuk Bung Hatta, "Udahlah tetap sekolah di Padang aja lah, Wa. Eh, waak pula nak."

08:05

Speaker A

Nah, dengan adanya permintaan itu, Bung Hatta pun nurut, wa sama ibunya. Beliau menolak tawaran sekolah di Jakarta dan tetap melanjutkan pendidikannya di Padang sampai beliau lulus SMA.

08:24

Speaker A

Nah, setelah lulus SMA wak di tahun 1921, Bung Hatta ini kemudian berkuliah di Erasmus University yang ada di Belanda.

08:45

Speaker A

Beliau mengambil jurusan ilmu ekonomi itu waktu itu.

09:01

Speaker A

Nah, ketika berkuliah di Belanda ini, Bung Hatta ini juga mulai aktif tuh memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan bergabung di organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia yang bernama Indishi Fairing atau IV gitu, Wak, ya.

09:09

Speaker A

Nah, di organisasi ini Bung Hatta ketemu wa sama tiga tokoh penting Indonesia yang dikenal dengan sebutan tiga serangkai.

09:25

Speaker A

Siapa saja mereka? Mereka adalah Kihajar Dewantara, Dr. Ciptomun Kusumo, dan juga Dowes Deker ketemu sama mereka bertiga.

09:37

Speaker A

Nah, pertemuan Bung Hatta dengan tiga serangkai ini akhirnya juga menumbuhkan diskusi-diskusi politik di antara mereka semua.

09:55

Speaker A

Dan sejak saat itu, waak, tujuan organisasi IV pun udah mulai berubah lagi nih. Dari tempat berkumpul mahasiswa Indonesia saja berubah menjadi tempat menyuarakan gagasan terkait cita-cita Indonesia untuk menjadi negara yang merdeka.

10:11

Speaker A

Dan FA juga wak di titik ini ya masyarakat Indonesia itu memang sudah berusaha untuk melawan penjajah Belanda sebenarnya tapi upaya mereka itu ya udah cuman sekedar pengin ngusir Belanda dari Indonesia aja belum sampai di tahap pengin negara itu merdeka belum barulah di organisasi IV ini wa Bung Hatta sama tiga serangkai dan juga pemuda-pemuda lainnya mulai kepikiran tuh untuk memerdekakan negara mereka yaitu Indonesia.

10:19

Speaker A

Nah, selain berganti tujuan, wa organisasi IV ini juga berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia.

10:32

Speaker A

Dan setelah adanya pergantian nama ini, Bung Hatta pun terpilih menjadi bendahara dan juga mulai aktif menulis artikel-artikel yang mengkritik kolonial Belanda kala itu.

10:41

Speaker A

Nah, enggak puas dengan menulis aja, Wak Bung Hatta juga aktif mengikuti konferensi pemuda internasional dan juga mulai mengenalkan istilah Indonesia.

10:48

Speaker A

Karena pada masa itu rakyat Indonesia ini dikenal dengan sebutan Hindia bukan Indonesia.

11:03

Speaker A

Dan Hindia di sini tuh artinya adalah negara yang berada di bawah kekuasaan Belanda.

11:18

Speaker A

Makanya ketika mengikuti konferensi internasional ini, Bung Hatta pun bilanglah kepada pemuda-pemuda dari negara lain di sana kan mulai sekarang jangan sebut kami Hindia lagi ya, tapi sebut kami dengan nama Indonesia.

11:33

Speaker A

Nah, pengenalan nama yang dilakukan oleh Bung Hatta ini wak rupanya berdampak cukup signifikan juga loh.

11:46

Speaker A

Di mana sejak saat itu nama Indonesia pun mulai dikenal oleh berbagai organisasi internasional.

11:58

Speaker A

Dah nih di sisi lain pengenalan itu, pengenalan Indonesia ini bikin pemerintah Belanda jadi was-was.

12:13

Speaker A

Mereka langsung khawatirlah Bung Hatta ini mampu mempengaruhi banyak orang untuk bisa mendukung rencana kemerdekaan Indonesia.

12:21

Speaker A

Enggak senanglah mereka. Wak sejarah kan Belanda ini enggak mau Indonesia itu merdeka, ya kan?

12:33

Speaker A

Mau dijajah mereka-prek terus. Dan untuk menghalangi rencana itu wa pada tanggal 23 September tahun 1927 pemerintah Belanda pun menangkapnya lah itu Bung Hatta wa dijebloskannya Bung Hatta ke sebuah penjara yang ada di kota Denhak Belanda.

12:48

Speaker A

Nah dipenjara Bung Hatta di situ kan setelah dipenjara selama beberapa bulan kemudian tepatnya di tanggal 22 Maret tahun 1928, Bung Hatta menyampaikan sebuah pidato pembelaan yang dikenal dengan nama Indonesia Merdeka, judul pidatonya.

13:03

Speaker A

Nah, dalam pida...

13:12

Speaker A

Gara Bu Hatta sama sekali tidak tertarik pada pesona seorang Angel Polandia. Enggak. Dan karena Bung Hatta ini memang sulit ditaklukkan, rencana untuk membuat Bung Hatta ini jatuh cinta sama Angel ini pun gagal total, Wak. Gagal. Angel langsung temui kawan-kawan Bu Hatta di

13:28

Speaker A

situ. Dia langsung bilang, "Dudah capek aku. Aku udah berusaha ngelulus eh ngelulusin pula ngeluluhkan hatinya kawan kalian itu." Tapi orangnya kaku kali. Dia macam enggak tahu caranya memanfaatkan perempuan secantik akunya itu katanya. Nah, perkataan Angel ini langsung ngebikin teman-temannya Bung

13:42

Speaker A

Hatta pun ketawa sekaligus, "Aduh, tapi macam mana nih? W masih panik juga mereka ma." "Heh, nanti kayak mana kalau misalnya Hatta betulan enggak mau nikah nih?" Kawan-kawannya pula yang panik, waak. Karena kawan-kawan seumuran dia tuh udah pada nikah semua bahkan ada

13:53

Speaker A

yang punya anak. Tapi kekhawatiran itu tidak bisa membuat mereka berbuat banyak karena idealismenya Bung Hatta terlalu kuat dan enggak bisa digoyahkan. Ya kan?

14:02

Speaker A

Ya udahlah macam mana lagi. Akhirnya setelah acara e kencan itu gagal, ya udah Bung Hatta kan santai-santai aja.

14:07

Speaker A

Bung Hatta kembali lagi melanjutkan aktivitas beliau seperti biasa tetap beliau ikut konferensi, nulis artikel, dan juga melakukan diplomasi politik untuk balik lagi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sampai akhirnya pada tahun 1932 Bung Hatta pun menyelesaikan kuliahnya di Belanda dan balik kampunglah itu ke

14:28

Speaker A

Indonesia. Nah, setibanya di tanah air waak tentunya Bung Hatta ini kembali lagi berusaha bisa memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ya kan. Dan kali ini waktu balai ini beliau bergabung dengan organisasi pendidikan nasional Indonesia yang bertujuan untuk bisa meningkatkan kesadaran politik rakyat

14:45

Speaker A

Indonesia nih. Nah, selama tergabung dalam organisasi ini, Bung Hatta kembali lagi mengkritik pemerintah Belanda yang kala itu sedang mengasingkan sahabat beliau yaitu Soekarno atau Bung Karno yang dianggap membahayakan Belanda, Waa.

14:59

Speaker A

Nah, kritikan dari Bung Hatta akhirnya bikin Belanda geram juga sama Bung Hatta, Waa. Akhirnya Bung Hatta pun diasingkan juga nih ke Bovendig namanya.

15:06

Speaker A

Wah, itu penjara yang parah kali lah, Wak. Dan setelah diasingkan di sana, diasingkan pindah nih, pindah penjara ke Banda habis itu kan. Nah, ini sedikit informasi aja waak. Di Banda inilah chemistry dari Bung Hatta dan Bung Karno tumbuh, waak. Kenapa? Karena Bung Karno

15:21

Speaker A

juga diasingkan di Bandai Naira tuh. Sultan Sari juga di situ. Nah, dari sinilah hubungan mereka makin dekatkan khususnya berdua nih. E, Bung Karno sama Bung Hatta. Pindah ke Bandanera. Bukan berarti Bung Hatta diam-diam aja, tetap dia masih nulis artikel tentang

15:32

Speaker A

kemerdekaan Indonesia di berbagai surat kabar, waak. Sampai akhirnya pada tahun 1942, tepatnya setelah Belanda nyerah kan sama Jepang, Bung Hatta baru dibebaskan dari penjara oleh pemerintah Jepang. Pemerintah Jepang yang membebasin beliau, waak. Tapi sebagai gantinya, Jepang malah menawari Bung

15:49

Speaker A

Hatta untuk menjadi penasehat penasihat Jepang yang membantu mereka dalam memenangkan perang dunia kedua. Nah, FY di saat Jepang datang ke Indonesia kan mereka ini juga e lagi perang ngelawan sekutu kan, Wak. Makanya minta bantuan dari Bung Hatta supaya bisa menang di

16:03

Speaker A

perang dunia kedua nih. Nah, tawaran kerja sama itu disetujui sama Bung Hatta. Ini bukan Bung Hatta jadi pengkhianat kan di pihak Jepang kan.

16:11

Speaker A

Tapi di situ Bung Hatta kan pintar. Beliau punya maksud dan tujuan lain. Alih-alih ngebantuin Jepang, waak, beliau ini justru berniat untuk memanfaatkan kesempatan bebas beliau ini untuk membela kepentingan Indonesia dalam balik lagi meraih kemerdekaan. Dan selain menjadi penasihat Jepang tadi,

16:27

Speaker A

penasihat Jepang tadi wa Bung Hatta ini juga terus terlibat dalam berbagai aktivitas politik kemerdekaan Indonesia.

16:34

Speaker A

dimanfaatkan maksimal kali lah sama Bung Hatta dan juga Bung Karno. Singkat cerita, waktu pun berlalu sampai akhirnya di tahun 1945 ketika Bung Hatta sudah menginjak usia 43 tahun WA, beliau menjadi tokoh penting dalam sebuah organisasi namanya panitia persiapan

16:50

Speaker A

kemerdekaan Indonesia atau PPKI. Dan Jepang juga udah nyerah gara-gara udah dibutuh sama sekutu waktu itu kan. Nah, dan setelah melewati perjalanan yang panjang tuh, akhirnya baru tuh di tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta pun memproklamasikan

17:05

Speaker A

kemerdekaan Indonesia. Mereka eh bukan mereka, Bung Karno pun membacakan teks e proklamasi di rumahnya Bung Karno yang beralamat di Jalan Pegangsan e timur nomor 56. Sudah merdeka kali ini kan.

17:17

Speaker A

Nah, selain membacakan proklamasi waktu itu PPK ini juga wa melantik Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang pertama langsung. Nah, dah tuh kan. Nah, setelah Indonesia merdeka bahkan ee beliau ini juga punya jabatan sebagai wakil

17:33

Speaker A

presiden. Bung Hatta kan seharusnya menepati sumpah beliau kan untuk menikah. Berarti kan udah merdeka nih nikah we gitu kan. Tapi kenyataannya wak setelah beberapa bulan Indonesia ini merdeka beliau belum juga menemukan tambatan hatinya. Masih belum dapat belum dapat. Di mana yang cocok belum

17:49

Speaker A

dapat lag itu kan. Sampailah pada suatu hari Bung Karno dan Bung Hatta melakukan kunjungan ke Institut Pester yang ada di Bandung. Nah, dalam kunjungan itu, Bung Hatta enggak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang mencuri perhatiannya. Nah, wanita itulah yang

18:05

Speaker A

kelak dipilih oleh Bung Hatta untuk dijadikan pasangan hidup beliau. Sekarang kita baru masuk ke kisah cinta Bung Hatta dan Bu Rahmi ya.

18:20

Speaker A

Nah, jadi wak ketika menghadiri acara di Institut Pester itu, Bung Hatta ini bertemu dengan seorang tadi e gadis muda, wanita muda yang mencuri perhatiannya. Dari penampilannya, Wak Gadis itu wajahnya cantik, rambutnya panjang, dan juga pembawaannya tuh tenang kayak gitu. Kayak macam cocok

18:35

Speaker A

gitu loh sama vibes-nya Bung Hatta kan. Nah, karena penasaran, Bung Hatta pun memperhatikan si wanita itu dengan lebih detail lagi. Waktu diperhatikan sama beliau, kan dari situlah Bung Hatta ni sadar, "Kok gadis yang ku tengok nih wajahnya mirip kali ya sama mantan

18:50

Speaker A

pacarku. Mantan pacarku yang sudah menikah kemarin tuh siapa?" "Ani." "Kok mirip sama Ani ya?" kata Bung Hat itu kan dan meskipun terpesona sama kecantikannya wak di situ, Bung Hatta enggak berani, enggak berani ngajak gak di situ buat ngobrol atau kenalan lah,

19:02

Speaker A

enggak berani sungkan beliau. Jadi enggak sempat kenalan cuman udah wah ini cantik nih cewek nih. Git gitu kan. Nah udah setelah acara itu selesai Bung Hatta baliklah ke Jakarta dan dia kembali lagi menjalankan pemerintahan kan wakil presiden ya kan. Nah lagi-lagi

19:16

Speaker A

karena sibuk mengurusi urusan negara Bung Hatta belum kepikiran juga buat nikah ni malah eh kenapa belum belum nikah nih gitu kan. Sampai akhirnya pada suatu pada suatu hari sahabat beliau which is presiden e beliau which is Bung Karno negur, "Hei Hatta, sekarang

19:31

Speaker A

Indonesia sudah merdeka, terus kapan kamu mau nikah? Ada enggak perempuan yang kamu suka?" "Kalau ada nanti biar aku yang bantuin kamu untuk ngelamar dia." Kata Bung Karno kayak gitu, waa.

19:40

Speaker A

Nah, di situ Bung Hatta malu-malu. Mm. Sebenarnya ada sih wanita yang aku sukai, tapi aku tidak tahu siapa namanya. Siapa? Siapa wanita itu? Di mana kamu bertemu sama dia? Kata Bung Karno, "Aku melihat wanita itu saat kita kunjungan ke Bandung beberapa waktu yang

19:57

Speaker A

lalu, Bung, wajahnya cantik, rambutnya panjang, dan dia terlihat masih muda." Kata Bung Hatta kayak gitu. Ah, dengar jawaban itu, Bung Karno langsung, "Hayaknya wanita yang dimaksud sama Bung Hatta ini Rahmi lah." Siapa Rahmi? Anak dari sahabat aku, anak dari sahabat

20:14

Speaker A

dekatnya Bung Karno yaitu Abdul Rahim. Kalian masih ingat Abdul Rahim itu siapa? Kan? Dia adalah suami dari Ani.

20:21

Speaker A

mantan pacarnya Bung Hatta yang udah putus puluhan tahun yang lalu, Wa. Nah, hal itu berarti Rahmi ini adalah anak dari mantan pacarnya Bung Hatta. Rahmi ini wa anaknya Ani. Nah, setelah mengetahui fakta itu, Bung Karno enggak buang waktu, wa beliau langsung mengajak

20:38

Speaker A

Bung Hatta pergi ke rumahnya Abdul Rahim nih untuk melamar anak gadisnya langsung. Abdul Rahim sama Bung Karno kan sahabatan, sama-sama teman kuliah ITB ya kan. Nah, waktu sudah nyampai rumah waktu itu Abdul Rahim ini sempat khawatir Rahmi tidak mau menerima

20:51

Speaker A

lamaran itu. Gara-gara apa? Rahmi masih 19 tahun. Wak Bung Hat tahu umurnya berapa? 43 tahun. Beda usia mereka tuh 24 tahun. Nah, melihat kekhawatiran sahabatnya, Bung Karno bilang lagi, "Ya udah sini aku aja yang membujuk rahmi anakmu supaya dia mau menerima." Hatta

21:06

Speaker A

kata Bung Karno kayak gitu. Nah, di sini Abdul Rahman tahu kali kalau Bung Karno ini memang pandai memikat hati wanita kan wa akhirnya ya udah silakan gitu kan. Coba kamu bujuk anakku. Siapa tahu dia mau menerima lamaran sahabatmu Hatta

21:19

Speaker A

kayak gitu. Udah kira tanpa membuang waktu lagi, Bung Karno pun segera langsung menemui Rahmi. Wa di situ Bung Karno mulai membujuk Rahmi dengan bertanya, "Rahmi, kamu mau enggak aku kenalkan dengan laki-laki yang aku kenal secara luar dan dalam? Dia adalah

21:36

Speaker A

laki-laki yang baik. Dia laki-laki yang tulus, laki-laki yang jujur. Bahkan aku tidak punya catatan apapun tentang keburukan dia. Dia adalah laki-laki yang mengerti tentang Indonesia dan juga berwawasan luas. Dia suka membaca buku, tulisan-tulisan dia juga bagus, serta dia juga pandai berbahasa Inggris maupun

21:57

Speaker A

Belanda. Aku sangat jamin kamu tidak akan menyesal kalau kamu mengenal laki-laki itu, kata Bung Karno. Wah, dimotivasilah sama Bung Karno kan. Waak.

22:04

Speaker A

Nah, mendengar cerita panjang lebar dari e Bung Karno, Rahmi penasaran juga memang siapa laki-laki yang Bapak maksud? Presiden yang lagi ngomong sama Rahmi kan? Siapa laki-laki yang Bapak maksud, Pak? Laki-laki itu bernama Hatta. Kamu tahu Hatta itu siapa? Kan?

22:21

Speaker A

Betul. Dia wakil presiden Indonesia Kota Mekar kayak itu apa gak terkejut Remi. Hah? Enggak salah, Pak. Bapak Hatta. Iya iya betul. Dia memang sudah tua dan juga dia tidak banyak bicara. Tapi Rahmi aku jamin kalau kamu mau mengenal bahkan

22:39

Speaker A

kamu mau menikah dengan dia, dia akan menyayangi kamu dengan tulus. Kata Bung Karno. Makin dimotivasi lagi sama Bung Karno kan. Nah, jawaban Pak Karno itu bikin Rahmi penasaran juga nih. Terpikat juga dengan motivasi dari Pak Karno itu kan. Akhirnya Rahmi pun setuju untuk

22:55

Speaker A

berkenalan dengan Bung Hatta. Ini baru kenalan nih wak ya, bukan nerima lamaran baru kenalan. Nah, setelah berkenalan nih, ketemu lah ya kan wa akhirnya Rahmi pun tahu kalau Bung Hatta adalah orang yang sangat baik. Sama seperti apa yang

23:09

Speaker A

diceritakan oleh Bung Karnoa, selain berkepribadian baik, Rahmi ini diam-diam juga mengagumi perjuangan Bung Hatta dalam memerdekakan Indonesia. Rahmi mengebatin. Kalau dia ini setia dengan Indonesia, bahkan sampai rela memutuskan ibuku, ibuku Bu Adi, besar kemungkinan dia ini juga akan selalu setia sama aku.

23:31

Speaker A

Kata Rahmi kayak gitu. Nah, alasan-alasan itulah waak yang kemudian akhirnya membuat Rahmi mantap menerima lamaran Bung Hatta.

23:41

Speaker A

Nah, singkat cerita setelah menerima lamaran itu, Rahmi dan Bung Hatta pun menikah waak di tanggal 18 November tahun 1945. Pernikahan mereka berlangsung sederhana aja wak cuma dihadiri 40 orang aja. Nah, pada saat menikah ini Bung Hatta pun memberikan mahar berupa buku

23:57

Speaker A

karya beliau yang berjudul Alam Pikiran Yunani. Buku ini ditulis langsung oleh Bung Hatta tentunya ketika beliau diasingkan di e Bohendig Gold. Bohen Gold yang ada di Iran Barat tuh di tahun 194 eh 1934 lalu buku itu yang dikasih

24:12

Speaker A

dan menariknya mahar yang diberikan oleh Bung Karno ini tu bukan sekedar buku fisik aja waak tapi termasuk royal dari penjualan buku itu. Jadi gampangnya wa semakin banyak buku itu, semakin banyak juga uang yang bisa diterima oleh Rahmi.

24:26

Speaker A

Masyaallah dikasih buku beserta royalty-nya. Bermanfaat kali ya kan. Nah, setelah menikah, Bung Hatta dan Rahmi pun menjalani kehidupan yang harmonis dan jauh dari berita miring.

24:37

Speaker A

Keharmonisan mereka semakin bertambah lagi ketika Bu Rahmi melahirkan tiga orang anak perempuan yang cantik-cantik.

24:43

Speaker A

Namanya ada ee Mutia, Gema, dan juga Khalida. Selama menjalani rumah tangga, Wa. Bung Hatta pun selalu mengajari anak dan istri beliau untuk hidup sederhana meskipun beliau adalah wakil presiden.

24:55

Speaker A

Pernah waktu itu Bu Rahmi ini ingin membeli sebuah mesin jahit untuk bisa membuat baju lebaran ketiga anaknya.

25:01

Speaker A

Tapi karena uang beliau ini belum cukup, wa Ibu Rahmi ini pun terpaksa harus menabung selama berbulan-bulan supaya bisa beli mesin jahit yang beliau inginkan itu. Nabung. Dan setelah mesin jahit itu berhasil terbeli, Rahmi pun selalu membuatkan baju untuk dipakai

25:16

Speaker A

suaminya, Bung Hatta dan juga ketiga anak beliau. Hal itu sengaja dilakukan oleh Bu Rahmi untuk menghemat pengeluaran keluarga. Meskipun suaminya adalah seorang wakil presiden Indonesia, wa mereka hidup dalam kesederhanaan. Rahmi sama sekali enggak pernah ngeluh. Beliau selalu setia

25:35

Speaker A

menemani Bung Hatta sampai akhirnya Bung Hatta meninggal dunia pada tahun 1980. Barulah selang 19 tahun kemudian, tepatnya di tanggal 13 April 99, Bu Rahmi juga tutup usia di usianya yang ke-73 tahun karena penyakit jantung.

25:51

Speaker A

Nah, setelah wafat, almarhum Bu Rahmi dimakamkan di samping makam sang suami yaitu Bung Hatta di TPU Tanah Kusir Jakarta. Nah, kisah cinta Bung Hatta dan juga Burrahami ini wak mengajarkan kita kalau cinta sejati adalah tentang saling menghargai, saling setia, dan

26:08

Speaker A

menjalaninya dengan ikhlas. meskipun dalam kesederhanaan ya. Oke, Wak. Jadi itu tadi kisah tentang perjalanan cinta Bung Hatta dengan Bu Rahmi. Siapa sangka Bapak proklamator yang berperan besar sekali dalam kemerdekaan Indonesia baru menemukan tambatan hatinya di usia 43 tahun. Dan yang bikin kisah ini makin

26:30

Speaker A

spesial yaitu Bung Hatta ini akhirnya bertemu dengan Bu Rahmi setelah bersumpah untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka dan juga menikahi anak dari mantan pacar beliau yang dulu beliau putusin gara-gara enggak mau nikah kayak gitu lah. Tapi mantap ya

26:44

Speaker A

ketika orang-orang seusia beliau, seusia Bung Hatta ini lagi sibuk-sibuknya nyari jodoh di usia-usia segitu ya beliau malah sibuk memikirkan nasib bangsa Indonesia. Tapi itulah dia kan waak namanya jodoh. Dia akan selalu menemukan jalannya pada waktu dan keadaan yang

27:00

Speaker A

tepat. Eh betul-betul kisah yang mengharukan kali wak ya. Dan sebelum menutup video ini, mari kita sama-sama kirimkan al-Fatihah untuk Bung Hatta dan juga Bu Rahmi. Semoga Allah melapangkan makam keduanya dan juga semoga kita bisa mengambil pelajaran sebanyak-banyaknya dari mereka berdua. Amin ya rabbal

27:15

Speaker A

alamin. Oke wa. Jadi sekian dulu videonya. Terima kasih banyak yang sudah menonton. Kalau kalian suka video ini, klik like-nya. Jangan lupa komen di bawah untuk ked dan saran-saran untuk video selanjutnya. Jangan lupa nyalain notifikasinya supaya kalian tahu kalau

27:26

Speaker A

aku upload video baru. And jangan lupa untuk klik tombol subscribe supaya kalian sama-sama tahu informasi menarik dan menegangkan dari channel aku. See next video wak. by [Musik]

Topics: Bung Hatta Rahmi Kisah cinta Kemerdekaan Indonesia Wakil Presiden pertama Perjuangan kemerdekaan Sejarah Indonesia Organisasi pelajar Indonesia Bung Karno Pidato Indonesia Merdeka

Study this video

- [Flashcards from this video](https://sozai.app/tools/ai-flashcard-generator/?from=transcript&id=69918)
- [Quiz on this video](https://sozai.app/tools/quiz-generator/?from=transcript&id=69918)

Free, made by AI from this transcript. No signup.


---
This is the markdown twin of https://sozai.app/transcript/menunda-cinta-merdeka-cinta-bung-hatta-rahmi/ — the same content, without the markup.
Published by SozAI (https://sozai.app). Reuse and quotation are allowed with attribution and a link back.
Machine-readable index: https://sozai.app/llms.txt · data API: https://sozai.app/api/
