**MASA MOBIL PHEV NGGAK SAMPAI 300 JUTA? BYD M6 CLASSIC I-DM PHEV — Transcript & Summary | SozAI**
Source: https://sozai.app/transcript/masa-mobil-phev-byd-m6-classic-idm/

Review lengkap BYD M6 Classic PHEV, harga di bawah 300 juta, konsumsi bahan bakar irit, fitur, dan pengalaman pemakaian harian.

## Key Takeaways

- BYD M6 Classic PHEV menawarkan harga kompetitif di bawah Rp300 juta dengan fitur plug-in hybrid.
- Konsumsi bahan bakar sangat irit terutama saat baterai terisi penuh, cocok untuk penggunaan jarak dekat dan harian.
- Mobil tetap bisa digunakan tanpa pengisian baterai, berfungsi layaknya hybrid biasa.
- Fitur dan kualitas material cukup baik untuk kelas harganya, meskipun ada beberapa kekurangan ergonomis.
- Pengisian baterai menggunakan charger portable dengan daya standar, belum mendukung fast charging.

## What the video covers

- BYD M6 Classic PHEV dibanderol Rp298 juta untuk versi standar dan Rp318 juta untuk versi dynamic.
- Mobil ini memiliki klaim konsumsi bahan bakar hingga 65 km/l dengan pengujian jarak 150 km menggunakan baterai dan bensin penuh.
- Dibandingkan dengan Toyota Veloz Hybrid, BYD M6 menawarkan fitur plug-in hybrid dengan baterai 7 kWh yang bisa menempuh jarak hingga 40 km tanpa bensin.
- Versi cross memiliki baterai lebih besar yang bisa menempuh hingga 100 km tanpa bensin, namun versi klasik belum mendukung fast charging.
- Mobil tetap bisa berjalan meskipun baterai habis, berfungsi seperti hybrid biasa tanpa perlu listrik.
- Perbedaan eksterior antara versi standar dan dynamic meliputi fitur kamera 360, desain pelek, dan lampu.
- Interior menggunakan material plastik keras dengan finishing solid, sudah dilengkapi kaca film Solar Gard dari pabrikan.
- Pengalaman pemakaian menunjukkan efisiensi bahan bakar sangat tergantung kondisi jalan dan penggunaan baterai.
- Mobil dilengkapi portable charger dengan daya sekitar 2400 watt untuk pengisian di rumah.
- Fitur seperti power back door tidak tersedia, dan ada beberapa kekurangan ergonomis yang diharapkan diperbaiki di facelift berikutnya.

## Chapters

1. 00:00 Harga dan varian BYD M6 Classic
2. 02:14 Kelebihan PHEV untuk penggunaan harian
3. 04:08 Perbedaan eksterior dan fitur varian
4. 05:47 Pengalaman perjalanan dan konsumsi bahan bakar
5. 07:48 Pengisian baterai dan charger portable
6. 09:17 Interior dan material
7. 12:49 Fitur hiburan dan teknologi
8. 15:36 Handling, performa, dan kesimpulan

Answers

## Questions about this video

Apakah BYD M6 Classic bisa berjalan jika baterainya habis?

Ya, BYD M6 Classic tetap bisa berjalan tanpa baterai karena berfungsi seperti mobil hybrid biasa yang menggunakan mesin bensin.

Berapa jarak tempuh BYD M6 Classic tanpa menggunakan bensin?

Versi klasik BYD M6 memiliki baterai sekitar 7 kWh yang memungkinkan jarak tempuh hingga 40 km tanpa bensin, sedangkan versi cross bisa mencapai 100 km.

Apakah BYD M6 Classic mendukung fast charging?

Tidak, versi klasik BYD M6 belum mendukung fast charging sehingga pengisian baterai harus dilakukan di rumah menggunakan charger portable dengan daya sekitar 2400 watt.

## Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00

Speaker A

Jadi sebenarnya yang harusnya kita beli itu mobil ini BYD M6DM Classic ya. Karena kemarin harganya Rp298 juta untuk yang standar klasik ya. Dan untuk yang klasik versi dynamic itu harganya Rp318 juta beda Rp20 juta.

00:20

Speaker A

[musik] [musik] Kembali lagi di Ford Aanif. Ya, kali ini kita pinjam BYD M6 Classic dari BYD HK Klaten ya. Makanya kalau kita lihat di samping itu ada stikernya super irit. 65 km/l konsumsi bensin ya. Pengujian jarak 150 km dengan baterai dan tangki bensin

00:51

Speaker A

terisi penuh. Tapi nanti kita bisa bahas itu lebih lanjut ya. Nah, anyway ya. Ini mobil gua hampir beli ini ya, tapi karena yang ada barangnya tinggal yang dynamic harganya beda Rp20 juta dan yang versi standarnya baru bulan depan

01:09

Speaker A

Agustus baru dia keluar ya dari produksi. Akhirnya kita ambil langsung yang tipe tinggi aja yang tipe cross superior ya. Dan ini kalau misalkan harganya OTR Jakarta itu Rp298 juta. Jadi benar-benar dipepetin sama Toyota Veloz Hybrid yang pertama kali keluar itu

01:29

Speaker A

harganya di Rp299 juta tipe terbawah. Tapi itu hanya khusus harga sampai IMS kemarin ya. Habis itu harganya naik ya. Dan ini mobil harganya benar-benar dipepetin sama Veloz Hybrid. Benar-benar disamain.

01:41

Speaker A

Artinya di BYD M6 ini sebenarnya kelasnya bukan se-Veloz Hybrid se-LCGC. Dan dia enggak cuma hybrid biasa, dia ini bedanya sama Veloz Hybrid yang hybrid beneran dia bisa di-charge. Jadi dia punya baterai sekitar 7 kWh dan

01:59

Speaker A

kalau misalkan dia jalan tanpa bensin itu bisa sampai 40 km. Kalau yang cross punya baterai lebih gede dia bisa sampai 100 km. Dan sayang untuk yang klasik ini dia belum fast charging. Jadi ini sebenarnya berguna banget buat kalian

02:14

Speaker A

yang jarak tempuhnya dekat-dekat misalkan tiap hari buat jemput anak sekolah gitu, tiba-tiba harus jalan jauh. Nah, ini pertanyaan juga nih karena banyak yang nanya juga ya karena ada beberapa yang nakal bilang, "Wah, kalau BYD yang mesti dicas itu dia sih hybrid,

02:29

Speaker A

tapi kalau baterainya habis dia enggak bakal bisa jalan." Enggak, dia tetap bisa jalan. Jadi walaupun dia ada baterai besar dan harus dicolok, tanpa dicolokin pun ya misalkan benar-benar habis banget dia bisa menjadi mobil hybrid pada umumnya ya. Semua mobil yang

02:46

Speaker A

dual mode atau PHEV itu sama, 38 lah, Gili Starray lah dan lain-lain dan lain-lain termasuk JETU IDM ya. Itu semuanya bisa dijalankan tanpa pakai listrik sama sekali ya. Jadi baterainya habis bodo amat. Ya. Nah, perbedaannya dari eksterior kita bahas depannya berbeda

03:08

Speaker A

total ya. Jadi terasa lebih murah terutama dari lampunya. Lampu pakai projector rasanya enggak tahu kenapa di zaman sekarang projector ini kayak zaman dulu banget ya. Ini kayak projector Innova eh Reborn ya. Terus ke bagian sampingnya dia enggak ada

03:24

Speaker A

overfendernya. Jadi dia polos aja sama pelegnya desainnya beda. Bannya pakai GT Radial bukan GTI karena emang GT Radial itu di bawahnya GTI ya. Dan ukurannya dia pakai 225/60 R16 16 inci aja. Ini sebenarnya bagus karena ketika kita udah waktunya ganti ban, harganya

03:42

Speaker A

lebih terjangkau dibandingkan 18 pastinya. Nah, ke samping karena dia versi yang dynamic, jadi bedanya standar sama dynamic apa? Yang pertama dia punya kamera itu enggak cuma kamera mundur tapi kamera all around view monitor atau kamera 360. Jadi di bawah sini dia ada

03:57

Speaker A

kameranya. Di depan juga ada kameranya. Nah, di bawahnya itu ada radar tapi kosong sebenarnya enggak ada radar cuma ada kotaknya aja ya. Terus yang keren dia tetap punya paddle lamp di bawah sini ya. Jadi tetap ada lampu yang nyala ke

04:08

Speaker A

bawah. Sisanya antara yang standar dan dynamic itu enggak ada bedanya lagi dari luar selain yang gua sebutin tadi. Di dalam ada ya. Sama kalau yang versi cross ya itu bagian sininya ada chrome-nya versi yang klasik dia enggak ada. Dia cuma hitam gini aja. Dan bagian

04:25

Speaker A

belakangnya ini dia persis kayak BYD E6 yang dipakai sama Bluebird. Lampunya sama, lisnya sama ya. Jadi cuma begini aja. Sama di sini tulisannya banyak ya.

04:35

Speaker A

BYD. BYD M6 Classic bukan yang cross. Di sini ada DMI dan PHEV. Ini unitnya kayaknya dari Solo nih ya, bukan dari yang Klaten tapi kita pinjamnya dari Klaten.

04:45

Speaker A

Ini dia ada klaim 65 km/l konsumsi bensin. Pengujian jarak 150 km dengan baterai dan tangki bensin terisi penuh.

04:54

Speaker A

Jadi kalau mau buat klaim-klaim kayak gini pabrikan mereka belajar dari kasusnya Nissan March. Mereka enggak pakai klaim dari pabrikan, tapi klaimnya dari media. Kayak misalkan si Veloz Hybrid, dia dapat berapa kilometer hasil pengujian GRD Auto. Yang ini gua enggak

05:10

Speaker A

tahu dari pengujiannya siapa, tapi kalau misalkan nanti ada tuntutan atau apa dari konsumen, nah karena mereka pakai klaim dari media, nah yang dituntut medianya, bukan si pabrikannya. Jadi kurang lebih kayak gitulah. Kan 65 km/l itu rancu sekali sebenarnya karena ini

05:27

Speaker A

bisa tercapai kalau misalkan baterainya penuh dan ini adalah untuk yang varian cross bukan yang klasik karena klasik baterai lebih kecil. Tapi pengalaman gua kemarin gua berangkat dari Jakarta ke Bandung terus Bandung ke Jakarta gua ke acara JDM Fest waktu itu ya dari Pasar

05:47

Speaker A

Minggu itu sekitar 140 kiloan. Berangkat kita pakai bensin ya karena baterainya di kilometer berapa udah habis. Tapi pas pulang karena waktu di JDM gua minta tolong sama anak kantor bilang, "Lu mau ikut masuk atau mau nunggu?" "Nunggu aja, Bang." "Ya udah lu ngecas ya." Dia

06:06

Speaker A

ngecas lah di daerah dekat situ, ya. Pas kita balik karena dari Bandung turun terus, ya enggak nanjak-nanjak kan itu sama sekali bensin enggak kepakai. Yang kepakai cuma baterainya doang. Artinya untuk klaim jarak tempuh PHEV ini sangat random. Kalau misalkan

06:27

Speaker A

kita bilang 0 km/l untuk 140 km per dengan catatan dari Bandung ke Jakarta itu bisa aja toh gua ngalamin kok gitu kan. Jadi misalkan gua tulis 140 km per liter itu bisa aja gitu kan. Karena gua udah buktiin kok dari Bandung ke Jakarta

06:46

Speaker A

itu enggak enggak pakai per liter. Malah 1 lit pun aja enggak kepakai karena jalan turun terus dari Bandung ya kan.

06:53

Speaker A

Jadi terms and condition berlaku. Nah nanti kita mau cas sampai full ya. Terus habis itu kita habisin dapat berapa kilom ya. Habis itu kita akan bawa mobil ini agak sedikit jauh tapi sama sekali enggak pakai baterai. Jadi, baterai

07:13

Speaker A

benar-benar kita nolin. Karena gua yakin enggak semua orang yang beli mobil ini rumahnya itu bisa dicolokin pakai charger portable. Karena cuma 7 kWh menurut gua pakai portable aja udah cukup. Nih kita dapat kok portable-nya ya. Oh iya, belum elektrik, lupa gua.

07:30

Speaker A

Nah, kita dapat portable chargernya. Jadi enaknya kalau misalkan kalian pakai mobil ini, cas aja di rumah tiap hari ya. Dan ini dayanya sekitar coba kita cek, ya, 10 amp. Kalau misalkan 240 volt dia runningnya ya sekitar 2400 watt lah

07:48

Speaker A

ya. Jadi segituan. Lumayan lumayan lumayan gede juga berarti. Tapi kalau misalkan kalian enggak ngecas karena ya udahlah kita anggap dia kayak Veloz Hybrid gitu ya. Ya udah enggak apa-apa juga gitu karena dia juga belum fast charging juga. Jadi buat ngecas di

08:04

Speaker A

tengah jalan juga enggak bisa. Terus di bawah sini ada tire repair kit-nya ya karena dia enggak ada ban serep ke sini.

08:12

Speaker A

Hah? Pemadam api ringan. Vitelnya dapat enggak? Ini wiper. Wipernya bos punya dia. Fitwellnya dapat enggak sih?

08:24

Speaker A

Ya gua enggak tahu ya. Buat yang udah beli BYD M6 yang klasik tanya dong apakah dia dapat Vitel dan apakah fitwell-nya bisa berfungsi di mobil ini?

08:33

Speaker A

Karena kalau misalkan ada Vitel-nya dia bisa jadi apa? Genset. JST yang sangat kedap. Agak aneh ya, BYD M6 tapi enggak power back door gitu ya. [tertawa] Kalau mesinnya sama jadi enggak ada beda. Yang beda itu interior. Yuk, sini.

08:52

Speaker A

Ini kalau BYD dari HK Group itu dikasih kaca film Solar Gard dari sananya. Jadi udah adem ya. Kalau enggak di-upgrade juga enggak apa-apa. Dan door trim-nya kalau kita lihat dibandingkan dengan yang cross itu beda ya. Jadi sama nih

09:03

Speaker A

plastik keras, plastik keras, plastik keras tapi motif di sininya beda. Kalau itu kan kayak dibikin kayu hitam. Sama di bagian sini yang tadinya ada empuk-empuknya ini jadi plastik keras biasa. Jadi semuanya full plastik tapi kacanya sudah allo ya. Jadi yang auto

09:17

Speaker A

bukan cuma depan kanan doang, tapi semuanya sudah all auto. Ini juga warna hitam ya. Ter

09:34

Speaker A

headr-nya di bagian tengah sini. Jadi headrnya cuma kiri kanan aja ya. dan enggak ada cup holder ini. Kalau kita pegang si fabricnya, dia emang agak sedikit kasar, tapi it's ok. Nah, paling kalau misalkan kalian pakai M6 ya, kalau

09:47

Speaker A

mau upgrade ini bisa dibikin recline ya, jadi dia bikin lebih naik ya. Sama kursinya ini kalau dipegang sih empuk, tapi pas dipakai buat jarak jauh kursinya masih agak keras kalau menurut gua. Kayak misalkan J5 itu pas gua ganti

10:01

Speaker A

latex ya, wah itu langsung enak benar. Jadi lebih empuk dibandingkan dengan yang ini. Nah, ini juga ada double blowernya. Dan double blowernya yang gua suka adalah dia ada di plafon kiri kanan. Bukan ada gundukan di tengah sampai ke bagian belakang. Kalau di

10:19

Speaker A

belakang ya kurang lebih samalah seperti MC yang M6 yang kita kenal tapi dia bahannya berbeda aja. Nah, sama plafonnya pun ya dibandingkan dengan yang cross dia beda. Dia tuh kayak lebih murah ya. Jadi dia kayak blue yang enggak terasa mahal lah, tapi ya karena

10:36

Speaker A

harga juga sih. Jadi bentuknya seperti ini. Dan untuk yang tipe dynamic ini dia dapat retrack spion yang bisa dipencet sama airbags-nya dia ada enam dan katanya juga bisa disambungin sama aplikasi handphone. Kalau yang standar enggak ada tapi kalau buat direntalin ya

10:51

Speaker A

standar aja udah cukup sebenarnya. Sekarang kita ke depan. Let's go. Nah, masuk ke dalam interiornya. Door tripnya masih sama. semuanya keras dan semua yang ada di dashboard-dashboard ini keras. Tapi kabar baiknya adalah dia solid loh, enggak goyang-goyang ya. Jadi

11:06

Speaker A

pas kita pegang-pegang ini plastik-plastiknya tuh even sampai head unitnya aja tuh enggak enggak kriat-kriat, enggak enggak oblek-oblk gitu loh dipegang loh. Ini beneran bagus gitu plastik-plastiknya. Meskipun secara bahan itu look-nya enggak kerasa mahal tapi dia semuanya solid. Nice. Ya paling

11:21

Speaker A

yang gua enggak suka nih ya. Ah sebenarnya sih enggak apa-apa sih. Jadi beberapa mobil kan dia pakai poliuretan ya.

11:28

Speaker A

atau bahannya piu kayak karet gitu gimana gitu ya. Kalau udah biasa pakai yang bahan kulit ini tuh rasanya jadi enggak enak. Jadi kalau misalkan kalian beli ini enggak ada salahnya dikulitin atau kalian beli aja lah yang cover-cover gitulah. Emang jadi gembung

11:44

Speaker A

sih tapi daripada megang langsung lebih enak yang pakai cover lembut gitu dibandingkan sama yang cross kemarin bedanya banyak banget ya. Kayak misalkan motif di sini tuh ini plastik keras dikasih kayak motif bibir bibir bibir tahu enggak sih? ya kan? Hm.

12:00

Speaker A

Kayak bibir apa ya? Oyster. Oyster ya. Apalah itu kayak kayak bibir gua ngelihatnya. Di sini juga dibikin hitam dove aja enggak ada apa-apanya ya. Ke sini juga enggak ada piano black-nya tapi tombolnya semua masih sama. Layarnya memang lebih kecil tapi katanya yang

12:19

Speaker A

standar layarnya lebih kecil lagi. Gua enggak tahu sekecil apa. Sekitar 7 inci ya. Cuma karena dia cuma ada kamera mundur doang, enggak ada kamera 360, jadi it's ok. Sebenarnya put start stop edit button itu jadi standar. Mau yang

12:32

Speaker A

versi biasa sama dynamic sama ya. Di sini juga bahannya plastik keras ya. Ini kecil tempat penyimpanannya dan ada colokan USBA sama USBC ya. Ini volume eh front devoger ini buat ono off AC dan kawan-kawan semuanya ada termasuk mode

12:49

Speaker A

ya. Modenya juga cuma normal, Eco sama sport ya. Jadi enggak banyak yang bisa diotak-atik. Nah, terus kita ngomongin head unitnya kecil tapi sudah punya kamera 360 dan kamera 360-nya pun juga gambarnya bagus, enggak patah-patah, cepat. Android Auto sama Apple CarPlay

13:04

Speaker A

juga sudah ada dan dia sudah wireless ya. Jadi dipakainya enak tuh, enggak perlu pakai kabel-kabel lagi ya. Ada YouTube, Spotify dan kawan-kawan tapi harus login dulu. Nah, kurang lebih seperti itu. Terus juga buat lampu ini dari sini ya ngaturnya daytime running

13:20

Speaker A

light-nya bisa dimatiin, bisa dinyalain ya. Positioning lamp-nya juga ada nih. Baterainya kita habisin aja. Ngapain pakai 44%? Regenerative braknya juga bisa dari sini. Sama speedometernya dia masih yang layar kecil aja di tengah ya.

13:35

Speaker A

Jadi belum full digital. Kalau yang full digital itu ada di cross. Even sampai ke M6 yang full EV itu juga enggak ada yang digital seperti ini. Tombol-tombol di sini pun juga masih sama. Tapi yang sebelah kanan sini ee agak sedikit

13:48

Speaker A

berbeda nih. Karena bagian modenya sini itu ternyata cuma buat ini doang nih mode di sini dia mau pakai apa. Kalau yang di tempat tinggi kan dia ada kayak masuk ke menu sini buat ganti-ganti.

13:57

Speaker A

Tapi karena dia enggak ada ya layarnya cuma optitron dia enggak bisa diapa-apain lagi. Jadi ini tombol back ini bisa dibilang enggak berguna sama sekali. [tertawa] Sebelah kanan enggak ada tombol ya, ada tempat penyimpanan kecil sama kursinya ya. Somehow gua ngerasa kayak kursinya

14:15

Speaker A

ini lebih pendek dibandingkan dengan versi M6 yang cross. Jadi ini kursinya kanan kiri masih manual ya dan bisa diatur ketinggiannya. Tapi entah kenapa gua ngerasa dia malah lebih pas, lebih pendek. Karena si M6 ini kalau misalkan kursinya elektrik ya, dia tuh ngerasa

14:31

Speaker A

kayak kita ketinggian. Jadi eh titik senter dari setirnya itu dia tuh enggak pas agak sedikit ke bawah. Jadi kalau misalkan diginiin tuh kayak agak miring gimana gitu ya. Ini pas dan sudah teleskopik cakep. Tuas transmisi pindah ke sebelah

14:47

Speaker A

kanan sama e buat wiper ada di sebelah sini termasuk buat lampu sennya juga ada di sebelah sini. Nah, ke atas enggak ada kaca, enggak ada lampu. Lampunya juga sederhana di sini ya. Ini kayak mirip lampunya apa ya? Kayak Honda atau apa

15:01

Speaker A

gitu ya. Spion juga masih standar biasa. Dan belakang ini enggak ada body plastiknya lagi. Nah, di sini nah enggak ada apa-ap aja. Udah gitu aja. Dan speakernya dia juga cuma empat ya. Jadi enggak ada suara twitternya. Tapi overall ya kalau buat hari-hari ya

15:18

Speaker A

bagus-bagus aja sih. Terus di sini tuh ada tempat buat naruh handphone dua biji, tapi dia enggak ada bar charging dan enggak ada kipasnya juga. Di sini ada tempat yang cukup gede ya. Sama sih.

15:28

Speaker A

Di sini juga sama. Uh, udah soft opening. Enggak di-owngrade nih soft opening-nya. Jadi itu aja sih bedanya.

15:34

Speaker A

Jadi emang rasanya lebih Spartan, tapi fitur-fitur teknologinya masih ada. Even cruise control masih ada. Meskipun cruise control-nya ini belum yang adaptif ya. Ini masih yang biasa banget.

15:45

Speaker A

Jadi kalau kita lihat di sini nih setting ini jadi cuma ada comfort driving, driving control, steering s mode kita masuk sport, comfort, comfort parking. Udah itu doang.

15:56

Speaker A

[musik] Sekarang udah jalan 32 kilo dan di sini masih 8 kilo lagi. Cuman ya sayang sekali ada tanda TPMS-nya nyala.

16:12

Speaker A

Nah, cuman gua enggak nemu ininya loh. TPMS-nya berapa sih sebenarnya? Kayaknya TPMSnya tuh dia bukan dari eh sensor ditaruh di roda, tapi dibaca di speed sensornya. Karena mobil dengan stability control atau dengan antilock braking system dia punya speed sensor di ke tempat roda dan kalau

16:29

Speaker A

salah satu speed sensornya mati itu suka ada ABS nyala gitu. Artinya ABS-nya enggak berfungsi, malfungsi gitu. Nah, orang bilangnya tuh banyakan sensor ABS padahal tuh sensor kecepatan. Jadi di keempat roda itu ada kecepatannya. Kalau misalkan ada anomali yang putarannya

16:44

Speaker A

lebih banyak gitu ya, berarti dia ee mendeteksi bahwa mobil ini kekurangan angin salah satu bannya. Tapi enggak tahu yang mana. Tapi tadi kita lihat ada yang kempes enggak? Ada sih.

16:56

Speaker A

Enggak ada ya? Ya lah. Nambah 9 kilo dari 8 dan dugaan gua ini 25% nyala dia mesinnya. Enggak harus nunggu sampai 0 atau 10%. Sama seperti yang tipe cross.

17:13

Speaker A

Apakah saya 40 kilo? Let's see. [musik] 39 kilo dan kita masih [musik] ada 30% ya. Coba kita lihat apakah berhasil 40 kilo EV only. Jeng jeng jeng jeng.

17:36

Speaker A

Ah, 40 km. Ye. EV only 40 km berhasil tanpa kita boros-borosin, tanpa kita irit-iritin.

17:46

Speaker A

Kebalik tanpa kita iritin, tanpa kita boros-borosin. Dan ini masih ada sekitar 3 kilo lagi ya, 30% sekarang. Nah, ini kita mau ke kanan. Apakah sampai masjid sudah nyala mesin bensinnya atau belum?

18:00

Speaker A

Kita lihat saja nanti. Tapi kesimpulannya 40 kilo dengan EV only achieve dan itu kepakai banget ya.

18:07

Speaker A

Maksudnya dengan kegiatan gua sehari sehari-hari ya bolak-balik antar jemput anak sekolah ya kan sekali jalan 5 kilo, pulang pergi 10. Dua kali ya antar sama jemput 20 kilo. Ke gym juga ya sekitar berapa kilo kejim dari rumah gua

18:23

Speaker A

10 kilo? 10 kiloan kali ya. Bolak-balik 20 kilo ya kepakai. Asalkan ngecas tiap hari, udah sama sekali enggak kepakai tuh mesin bensin. Nah, pas kita mau keluar kota baru kita ke mesin bensin. Tapi hari ini kita mau ke Jogja ya. Jadi

18:39

Speaker A

nanti setelah habis kita akan nolin lagi. Gua pengen tahu kita dapat berapa kilometer perl nih. Karena kalau dilihat nih ya, total fuel consumption-nya itu masih 0,0, L yang kita pakai untuk sejauh 40 km.

18:55

Speaker A

Senang gua tuh kalau mobil PHV itu enggak dipakai bensinnya sama sekali. Tidakkan kuisi bensinmu itu ya. Ah, Achv. Achv di 42 km.

19:12

Speaker A

Yes. Jadi kita udah tahu ya kalau kondisi full sampai 25% mode EV berubah menjadi HV, dia bisa menempuh 42 km dengan pemakaian normal gua. Tidak diirit-iritin, tidak diboros-borosin.

19:27

Speaker A

Emang daily commute [musik] gua seperti itu. Habis ini kita akan salat Jumat dulu. Habis itu kita akan ke Jogja. Kita naik tol, habis itu muter-muter. Jadi kan kombinasi itu dapat berapa. Nah, ini karena sudah nyala mesinnya HV, [musik]

19:41

Speaker A

kita reset lagi ya. Oke. Oke, kita dapat berapa nanti? Ininya gimana cara nge-reset ininya? Kumulatif AFC-nya.

19:52

Speaker A

Oke, karena enggak bisa nanti kita cek aja berapa total fuel consumption-nya sama mileage-nya. Kita coba e dapatin di 100 ya. Jadi kita akan jalan 100 kilo kira-kira akan memakan berapa liter karena ini enggak bisa diriset nih atau gua enggak ngerti caranya. Oke, jadi

20:10

Speaker A

kalau di bawah 25% dia enggak bisa berubah jadi EV only ya. Charging discharging ya. Tu bisa jadi genset juga. Tapi ini enggak bisa direset loh kumulatif AFC-nya.

20:26

Speaker A

Nah, 0,1 L kepakai. Mileage-nya no. Yuk, nanti kita akan lihat berapa sampai 100 kilo. Gas.

20:39

Speaker A

Nah, ini kita udah 16 kilo dan total fuel consumption-nya ini 0,9 L. Nah, kita pengin tahu kalau bendaran 1 liter persis mileage-nya kira-kira berapa. Itu 1 kilo pertama kita. Dan tadi kita dari rumah wara-wiri marir ya. Kita coba cek pas 1 lit berapa. Ah,

20:58

Speaker A

1 lit. 1 lit 16 kilo ya. Habis ini kita akan masuk tol. Kita ke arah Solo dulu ya. Nanti keluar di arah mana tuh?

21:09

Speaker A

Eh, Bak. Keramat aja, Karang Anyar. Habis itu balik. Iya, habis itu ke sini. [musik] Kita baru aja keluar tol dan kita dapetin E 68 km. Total fuel consumption-nya 4,1. Jadi kalau dibagi sekitar 1 banding 16,6 kali ya segituan.

21:38

Speaker A

Nah, tapi kita akan ke Jogja. Nah, ini kan jalannya udah mulai jalan biasa, banyak lampu merah dan jam segini tuh ini kan jam 0.30 ya, itu udah jam orang pulang kerja jadi lumayan padat. Terus nanti kita akan balik lagi Katen tanpa

21:52

Speaker A

lewat tol ya. Kita anggap itu jalan kita dalam kota. Kita lihat nanti pas sampai ke rumah berapakah konsumsi bahan bakar yang benar-benar tanpa listrik sama sekali. Bukan tambah sama sekali, tanpa baterai yang dicas ya. Eh, bagus juga tuh baterai yang

22:15

Speaker A

dicas diyakeran [tertawa] di rumah, listriknya cuma 900 watt, mobilnya cuma kepakai bensin doang, jadi mobil hybrid murni, seberapa irit dia?

22:42

Speaker A

Oke, kita udah sampai di rumah ya. Jengjeng kita cek. Gua rasa sih udah lebih dari 100 kilo pasti ya. Kita ke energy historical 133 kil total fuel-nya 6,8 L ya. Tapi kumulatif yang di atas ini 3,8 enggak berubah. 2,2 enggak

23:04

Speaker A

berubah. ya. Jadi kayaknya emang harus kita cek ini 50 km terakhir ya. 4,2 4,2 L/100.

23:14

Speaker A

Wih, di atas 20 km/l. Tapi kita lihat yang ini. Kalkulator 133 / 6,8. kita mendapatkan 19,55 km/l dalam mode hybrid only tanpa baterai sama sekali ya. Jadi setelah kita coba memang mobil hybrid di tolbandingkan waktu kita pakai di dalam kota, ya.

23:43

Speaker A

Karena setelah kita pakai di dalam kota enggak pakai lewat tol malah membaik. Jadi 19,5 km/l yang tadinya 16,6 ya 16,5 16,6. Jadi kesimpulannya sebenarnya tetap aja ya walaupun enggak ada baterainya PV tetap irit. Dan seperti yang gua bilang ya, kadang-kadang suka

24:04

Speaker A

ada sales nakal bilang, "Wah, kalau PV enggak dicolok mati mesinnya. Enggak bisa jalan mobil." Enggak. Ini sudah dibuktikan bahwa tetap bisa jalan. Ya, jadi kita akan lanjut videonya besok, ya. Udah malam. Ngantuk ya? Mobil lu bawa aja, Pip ya.

24:21

Speaker A

Ah biar nanti besok kita lanjut lagi. Siap. Sampai jumpa di hari esok. [musik] Konsumsi bahan bakar. Udah. Sekarang kita ngomongin soal mobilnya. Gimana soal mobilnya? Awalnya gua pikir yang klasik sama yang cross kan dia ukuran peleknya beda, bannya beda. Gua pikir

24:46

Speaker A

karena dia peleknya lebih kecil harusnya lebih empuk dong. Ternyata enggak. Justru gua ngerasa kayak mobil ini lebih keras. Entah apakah ada perbedaan di suspensinya apa murni karena perbedaan ban aja. Karena kalau soal tekanan ban udah kita turunin. Pas datang pertama

25:02

Speaker A

itu masih 48 ya, PIP ya. I sekarang udah jadi 36 sesuai sama yang di pintu. Cuma gua ngerasa mah lumayan keras nih. Di tol juga emang sih lebih terasa mantap ya karena kan tol enggak butuh yang lembut-lembut amat gitu ya.

25:19

Speaker A

Tetap pasti kalau ada bam gitu kayak teng. Masih ada rasa lompatnya tuh masih ada ya. Dan perdaman kabinnya berbeda.

25:28

Speaker A

Yang ini masih tergolong kedap ya untuk mobil harga Rp300 juta atau R00 jutaan. Tapi kalau dibandingkan dengan yang cross, gua ngerasa ini lebih berisik ya.

25:37

Speaker A

Kayak suara samping kiri kanan masih lebih kedengaran, suara kolongnya apalagi ya tetap masih kurang sih ya.

25:44

Speaker A

Jadi sebenarnya PR dari BYD M6 ini mungkin untuk next facelift-nya ergonomics ya, kursi depan, kursi tengah itu menurut gua kalau misalkan bahannya diganti ya si busanya ini terus juga ergonominya dibikin yang lebih nopang, bisa lebih turun kursi depannya itu

26:05

Speaker A

pasti jadi lebih mantap. Terus yang kedua, suspensinya. Kalau dibikin fine tuning lagi menurut gua mobil ini bisa kelasnya naik gitu di atas gitu ya.

26:15

Speaker A

Kalau misalkan dua hal ini bisa diperbaiki sama BYD, gua rasa mobil ini masih relate. Ya, gua ngerti banyak orang yang bilang, "Ah, ini kan mobil tahun 2017 yang masih di facelift di facelift sampai sekarang." Tapi sebenarnya mobil yang seperti itu juga

26:30

Speaker A

banyak sekali saat ini, ya. Kayak contohnya XAnder tuh dari 2017 sampai sekarang cuma facelift facelift doang juga. Cuma enggak ada yang protes gitu kan. Eh, apalagi Innova Reborn masih dijual sampai sekarang meskipun ada Zenix. Fortuner Pajero Sport dari 2016

26:49

Speaker A

sampai sekarang belum ada penerusnya baru facelift, facelift, facelift. Tapi ya karena mobil Cina harus sempurna gitu ya.

26:57

Speaker A

Y yang ini yang harus dibahas gitu loh. Tapi ya seperti biasa mobil Cina itu harus sempurna. Jadi ada kurang dikit ya langsung dihajar di bagian situnya gitu.

27:09

Speaker A

Padahal yang lainnya pun juga sama sebenarnya ya. Cuma itu sih menurut gua yang paling penting buat nanti next facelift itu ergonomics-nya aja. Terus kalau untuk handling dan performance-nya ini not bad sebenarnya ya. Jadi setirnya memang yah MPV. seperti itu. Tapi

27:28

Speaker A

menurut gua feel-nya masih ada dan bobotnya pun juga masih bagus. Terutama kalau kita buat belok di kecepatan tinggi, body rollnya masih terjaga ya.

27:37

Speaker A

Cuma tetap rasanya kayak mobil R00 jutaan, enggak naik kelas ke R00 jutaan ya. Tapi so far sih oke kalau buat gua.

27:45

Speaker A

Dan yang paling bikin happy sebenarnya sih harga ya. Bayangin 298 dapat mobil PHV, bukan mobil hybrid biasa. Hybrid biasa aja itu udah menyenangkan karena sekarang MPV 7C seat ter hybrid termurah itu kan Toyota Velos enggak sih? Kita enggak bisa bilang R3 ya atau si XL7

28:04

Speaker A

karena dia mild hybrid jelas beda. Yang ini hybrid beneran bahkan plugin ya. Terus juga dia punya tenaga mesin besar gitu lebih besar dari Velos. Jadi kalau kita gas gini ya kita lagi di mode EO kita pindah ke normal saja. Sport normal

28:21

Speaker A

kita gas. Dia rasanya lebih ke mobil listrik sih. Nah, nyala tuh mesinnya. Memang pas mesinnya nyala dia agak sedikit delay ya. Jadi enggak sesmooth itu. Dan suara mesinnya pun kalau di RPM tinggi dia masih berasa. Tapi kalau untuk everyday

28:37

Speaker A

use ya, penggunaan normal ya enggak berasa sih, dia senyap-senyap aja. Nah, sekarang kita masuk tol. Kita mau coba pakai dragi cek berapa 0 ke 100-nya.

28:48

Speaker A

Karena yang menarik adalah dari mobil ini dia punya tenaga mesin, tenaga motor listrik, dan torsinya itu sama persis sama yang cross.

29:00

Speaker A

Tapi yang ini lebih enteng. Harusnya dia lebih kencang. Tapi enggak tahu kita kan berdua nih, ada Apip juga. Oke, nih kita matiin stability control. Kita masuk sport ya. Kita gas dulu.

29:14

Speaker A

Enggak ada. Kita gas. kita rem seperti ini, dia enggak ada suara mesin sama sekali ya.

29:20

Speaker A

Dia kayak ada cut off-nya gitu loh, enggak nguk gitu. Jadi antara pakai ini sama enggak ya sama aja. Soalnya kita matiin. Nunggu kosong dulu ya. Dua t smooth ya dia ya.

29:40

Speaker A

Suara mesinnya kencang. Kok enggak ada suara 100 gitu ya? Berapa Pip? E 9,8 100 9,8 ya dalam satu kali coba. Dan ini valid.

30:01

Speaker A

Kencang ya. Dia masih under 10 detik loh ya. Sekarang kita ganti dulu. Jangan pakai sport lagi. Sport itu kayaknya lumayan boros ya, karena mesinnya nyala terus dari tadi. Dan ketika kita pakai di tol kayak gini ya, kecepatan 100 ya. Kalau yang kemarin kan

30:18

Speaker A

gua bilang waktu pakai yang cross itu suara angin yang masuk. Kalau ini suara kolongnya lumayan masuk. Jadi emang beda spek sih. Jadi kalau misalkan pengin lebih bagus, bannya ganti aja karena emang harganya beda. [tertawa] Tapi menurut gua untuk mobil harga

30:37

Speaker A

segini impresif sih ya. Memang enggak sempurna ya. Tapi wah ini sih kayak satu mobil buat segalanya. Buat harian jadi listrik ya. anj buat anak sekolah yang tiap hari enggak nyampai 40 kilo. Tapi ketika kita mau keluar kota langsung

30:53

Speaker A

malas ngecas, jadiin hybrid aja dan hybridnya irit. Ini nice banget dan jujur ngomong lumayan merusak harga ya. Tapi tetap aja mobil dengan 1500 ccna hybrid ya ketika di atas 100 mesin bensin itu lebih banyak bekerja dibandingkan dengan motor

31:12

Speaker A

listriknya. Nah, ketika di sini larinya udah mulai berasa. Meskipun waktu kita nih misalkan lagi jalan nih itu kita gas masih ada tes gitunya masih ada sedikit gitu loh. Tapi habis itu mesinnya ngeraung udah deh baru situ tenaganya keluar. Tapi ya tenaganya langsung kayak

31:29

Speaker A

1500 cc biasa aja gitu. Jadi so far seperti itulah impresi gua setelah mencoba BYD M6 yang tipe klasik ya.

31:38

Speaker A

Kalau menurut gua ya, kalau misalkan budget kalian tipis klasik ini layak untuk dipertimbangkan. Tapi kalau budget bukan masalah menurut gua nanggung sih yang cross kalian sekali ngecas bisa 100 kilo dan sudah fast charging. Itu yang menurut gua fitur paling apa ya? Paling

31:56

Speaker A

bikin pengen upgrade. Karena secara kenyamanan bentuk dimensi itu enggak jauh beda sih dengan yang cross ya. Nah, buat teman-teman yang udah beli yang klasik atau yang cross, coba komen di bawah seperti apa. Seranif sampai jumpa di vlog berikutnya.

Topics: BYD M6 Classic mobil PHEV mobil hybrid Indonesia harga mobil BYD konsumsi bahan bakar irit mobil plug-in hybrid review mobil BYD mobil ramah lingkungan mobil listrik mobil keluarga

Study this video

- [Flashcards from this video](https://sozai.app/tools/ai-flashcard-generator/?from=transcript&id=70197)
- [Quiz on this video](https://sozai.app/tools/quiz-generator/?from=transcript&id=70197)

Free, made by AI from this transcript. No signup.


---
This is the markdown twin of https://sozai.app/transcript/masa-mobil-phev-byd-m6-classic-idm/ — the same content, without the markup.
Published by SozAI (https://sozai.app). Reuse and quotation are allowed with attribution and a link back.
Machine-readable index: https://sozai.app/llms.txt · data API: https://sozai.app/api/
