**Kawah Ijen: Pendakian Paling Ekstrem yang Pernah Aku Lakukan! — Transcript & Summary | SozAI**
Source: https://sozai.app/transcript/kawah-ijen-extreme-climb-experience/

Pendakian ekstrem Gunung Ijen di malam hari dengan tantangan udara tipis, asap belerang, dan medan terjal yang berbahaya.

## Key Takeaways

- Pendakian Gunung Ijen sangat ekstrem dan berisiko tinggi, memerlukan persiapan fisik dan mental yang matang.
- Penggunaan masker sulfur dan perlengkapan lengkap sangat penting untuk keselamatan selama pendakian.
- Fenomena alam api biru di kawah Ijen adalah daya tarik utama yang membuat pendakian ini unik.
- Kondisi udara tipis dan suhu dingin menambah tantangan fisik bagi pendaki.
- Kesadaran menjaga kebersihan dan lingkungan sangat ditekankan selama perjalanan.

## What the video covers

- Pendakian Gunung Ijen dimulai tengah malam dengan kondisi gelap dan udara yang semakin tipis di ketinggian.
- Asap belerang yang tebal menyebabkan kesulitan bernapas dan risiko pingsan, sehingga pendaki wajib menggunakan masker khusus.
- Medan pendakian sangat terjal dan berbahaya, dengan jalur satu arah yang naik dan turun, serta banyak tebing curam tanpa pagar pembatas.
- Perjalanan didampingi guide dan ada pemeriksaan kesehatan sebelum mulai untuk memastikan kesiapan fisik pendaki.
- Suhu di lokasi sangat dingin, bisa mencapai 0 derajat Celcius pada bulan Agustus, sehingga persiapan pakaian sangat penting.
- Pendakian ini juga memberikan pengalaman melihat fenomena api biru di kawah yang sangat langka dan indah.
- Para penambang sulfur lokal melakukan aktivitas berat di kawah beracun demi mencari nafkah dengan risiko tinggi.
- Ada perhatian khusus terhadap kebersihan lingkungan, termasuk larangan membuang sampah plastik sembarangan.
- Perjalanan ini tidak disarankan bagi orang dengan masalah pernapasan seperti asma karena kondisi asap dan medan yang berat.
- Pendakian ini menjadi pengalaman berharga dan memori tak terlupakan bagi para peserta open trip.

## Chapters

1. 00:00 Pendakian Malam Hari Dimulai
2. 01:52 Persiapan dan Pemeriksaan Kesehatan
3. 04:17 Kondisi Cuaca dan Suhu Dingin
4. 05:09 Aturan dan Tips Pendakian
5. 06:11 Perjalanan Mendaki dan Tantangan Medan
6. 07:06 Sejarah dan Fungsi Sulfur di Gunung Ijen
7. 07:46 Pengalaman Melihat Langit dan Bintang
8. 09:22 Kebersihan dan Lingkungan Gunung Ijen
9. 11:02 Fenomena Api Biru dan Kawah Ijen
10. 14:18 Penambang Sulfur dan Kehidupan Lokal

Answers

## Questions about this video

Apa yang membuat pendakian Gunung Ijen ini dianggap ekstrem?

Pendakian Gunung Ijen dianggap ekstrem karena dilakukan di malam hari dengan medan yang sangat terjal, udara yang tipis, dan asap belerang yang beracun sehingga sulit bernapas.

Apakah pendaki harus menggunakan perlengkapan khusus selama pendakian?

Ya, pendaki diwajibkan menggunakan masker khusus untuk melindungi dari asap sulfur yang beracun dan membawa lampu kepala karena pendakian dilakukan dalam gelap.

Apakah pendakian ini aman untuk orang dengan masalah pernapasan?

Pendakian ini tidak disarankan untuk orang yang memiliki asma atau masalah pernapasan karena asap belerang dapat memperparah kondisi dan menyebabkan sesak nafas.

## Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:02

Speaker A

Ini dia salah satu perjalanan ekstrem kami. Kita naik ke atas di tengah gelapnya malam.

00:10

Speaker A

Semakin ke atas udara semakin tipis, nafas semakin sulit, dan asap belerang tebal yang bikin kepala pusing sampai risiko pingsan. Jalurnya terjal dan tidak sedikit pendaki yang mengalami kecelakaan.

00:26

Speaker A

Ikuti perjalanan kami dalam pendakian Gunung Ijen.

01:45

Speaker A

Oke, guys. Sekarang jam 12.00 malam.

01:51

Speaker A

Hari ini kita pengen mulai open trip kita ke Ijen Wangi. He. Malam-malam ini ya.

01:58

Speaker A

Malam-malam gini. Tadi kita sudah sempat tidur 4 jam. Sengaja kita balik lebih awal dari air terjun.

02:12

Speaker A

Dan istriku sudah sempat tidur 4 jam. Aku kayak 1 jam setengah soalnya udah enggak bisa tidur lagi, guys. Entah perutku yang mungkin terlalu kenyang langsung tidur. Jadi kayak kurang enaklah mungkin tidurnya. Jadi ya udah ikutin aja arus hidup, guys. Kuat kan?

02:30

Speaker A

Kuat. Kuat. Kita langsung gaskan aja, guys. Ayo, let's go. Sebelum memulai pendakian, kita harus cek kesehatan dulu nih. Jadi, ini ada medical check dulu, guys.

02:36

Speaker A

Lagi check up nih. Bisa bahasa Indonesia, Kak. Saturasi sama oksigen. Tensi, saturasi sama oksigen.

02:48

Speaker A

Di sini tulis nama ya? Iya, tulis nama. Eh, tanda tangan saja, Kak. Di sini, di sini.

03:12

Speaker A

Guys, sakit. Sakit nih sini jangan. Nah, dicek dulu ya. Hidup ya, Mbak. Akan hidup ya di badan berat badannya di bawah.

03:32

Speaker A

Btw, aku ikut open trip harganya Rp275.000 per orang. Udah include sama jemputan dan guide-nya. Kalau menurut kalian worth it enggak?

03:40

Speaker A

Oke, kita udah sampai, guys. Perjalanan tadi dari pusat kota sekitar 1 jam setengah. Ini keluar dari mobil langsung kerasa dingin, guys.

03:51

Speaker A

Iya, mau hangat-hangatin dulu. Iya, sekitar 15 derajat ya kira-kira nih. E masih lumayan sih sambal rempel.

04:07

Speaker A

Iya. Kemarin waktu ke Bogor enggak rasanya sama pasir rasanya kayak bisa tahan gitu 1 jam kemudian bisa tahan lagi. Kita pakai sandal tanpa kaos kaki apa gitu.

04:17

Speaker A

Iya itu pakai sandal ke Bromo lagi. Waduh saya diminta belinte ya guys. Soalnya sih dingin banget katanya 8 sampai 10 derajat. Kalau bulan Agustus katanya bisa jadi sampai 0 derajat. 0 derajat jadi udah cuaca salju.

04:25

Speaker A

Iya dingin banget ya. Dingin banget. Di sini gak ada dingin ya? Dingin banget. Kalau Turki lebih dingin, tapi di sini juga dingin.

04:36

Speaker A

Ingat ya. Kalau bulan-bulan Agustus katanya 0 derajat, Pak. Itu kebenaran ke sini. Iya Agustus. W SU juga.

04:47

Speaker A

Iya tapi sekarang gak masih belum. Belum ya. Ternyata di solusi ya. Oh iya pintar sekali.

05:01

Speaker A

Jadi kita memberikan waktu 1 jam setengah atau 2 jam. Siap. Kalau enggak kuat bisa istirahat sebentar nanti jalan lagi.

05:09

Speaker A

Istirahat jalan lagi. Jadi jangan terlalu dipaksa. Peran-peran saja yang penting semana sampai 3 km, Pak ya. Kurang lebih, Pak ya. Terus kita berenam berenam ya.

05:23

Speaker A

Siap, Pak. Bisa saya nanti yang kuat gimana nanti komunikasinya. Siap. Nanti jalannya naik turun enggak, Pak?

05:40

Speaker A

Naik turun. Naik turun. Jadi jalannya cuma satu arah. Oh, satu arah jalannya. Cuma jalannya pertama naik, nanti turunnya turun. Susah dulu baru turun nanti.

05:55

Speaker A

Oke. Jadi kita dipinjamin masker nih. Kita dikasih masker kayak gini karena sulfur di atas bisa beracun buat tubuh kita. Plus dapat lampu kepala karena jalan yang akan kita lewati nanti gelap gulita. Perjalanan kita katanya bakalan ekstrem.

06:04

Speaker A

Dan ini malam kan jadi enggak ada pencahayaan. Kita dikasih senter juga nih. Oke guys, kita mulai pendakian kita ini jam 12.00 ya, jam 12 malam kita mulai.

06:11

Speaker A

Mulai, mulai dingin ya. Yah, mulai-mulai dingin, guys. Tapi kita sekarang setidaknya lebih persiapan daripada yang Bromo.

06:21

Speaker A

Bromo ini kita pakai sandal gak ada kaos kaki bajunya pendek. Kita enggak tahu kan itu kita bilang ini bisa tahan.

06:37

Speaker A

Ternyata di atas membeku. Kita pendakian kita mulai jam 12 malam dengan kondisi jalan yang gelap gulita.

06:51

Speaker A

Tapi karena ada banyak pendaki jadi rasanya enggak sepi sama sekali. Ah, ini udah ada kereta buat yang enggak kuat nih, guys. Mobil jompo nih, ya.

06:57

Speaker A

Ayo taksi. Taksi ya. Hah? Ferrari. Taksi termahal di dunia nih kayaknya nih. Iya, benar. Ini untuk yang bawain orang susah ya?

07:06

Speaker A

Iya. Loh, dulu pakai belerang ini, Pak. Oh iya. Pakai sulfur dulu. Oh, dulu dipakai buat nurunin belerang.

07:18

Speaker A

Iya. Oh iya. Sekarang buat nurunin orang. Iya. Naik turun ini, Pak. Naik turun ya. Wah, luar biasa.

07:28

Speaker A

Belum. Belum. Baru mulai, guys. Jadi, ini hutan-hutan ya di sini ya. Iya. Jadi enggak bisa matiir.

07:34

Speaker A

Kamu udah nyium bau belerang sulfurnya? Aku dan tinggal di kayak Pak ada yang pisang enggak di depan?

07:39

Speaker A

Hah? Pernah ada yang pisang enggak? Apa? Pisang enggak ada. Ada enggak pernah? Oh, enggak ada.

07:46

Speaker A

Enggak ada apa-apa yang waps gitu? Enggak ada yang nyerah aja paling ya. Yang enggak kuat gitu ya.

07:55

Speaker A

Iya. Sehari ada berapa orang yang nyerah, Pak? Naik ini, Pak. Kemarin ada, Pak.

08:08

Speaker A

Ada tapi orang empat yang naik. Ini kalau ada yang naik berarti minimal berempat gitu, Pak, ya. Narik ya.

08:16

Speaker A

Kalau tiga bertiga. Kalau kayak kakaknya ini dua orang mata. Wah, guys. Kita bisa lihat di atas langit ada bintang. Tapi dari kamera enggak kelihatan bintangnya. Cantik banget.

08:24

Speaker A

Wah bagus. Terakhir kali aku lihat bintang di umur 10 tahun. Jangan bohong, Kang. Kemarin di Yordania.

08:33

Speaker A

Iya, di Yordania itu maksudnya di Indonesia gitu. Umur 10 tahun udah lama banget. Setelah itu udah jarang banget lihat bintang, guys.

08:44

Speaker A

Di sih kenapa jarang ya lihat bintangnya? Soalnya kalau di kota kan banyak asap kan sama awan karena muter-muter banyak.

08:55

Speaker A

Tapi menurutku pendakian di sini bagusnya malam hari. Karena kita enggak kena panas matahari, udaranya lebih adem. Yang paling penting kita enggak lihat seberapa jauh jarak kita mendaki.

09:03

Speaker A

Soalnya kalau kita lihat kayaknya bakal lebih capek deh karena jauh banget. Aku selalu respect sama orang yang mencari nafkah dengan cara yang halal.

09:07

Speaker A

Meskipun jalannya sulit kayak bapak-bapak yang dorong gerobak ini. Semoga hidup mereka selalu diberi kecukupan ya.

09:22

Speaker A

Btw aku nanya ke mereka buat naik ke atas ini bisa sampai Rp1 juta lebih ya.

09:29

Speaker A

Wah sepadan enggak menurut kalian? Gimana? Kuat enggak? Oke. Jalan-jalan di Istanbul kan kayak gini semua nih. Tirah-tahilah nanjak semua ya.

09:40

Speaker A

Nanjak semua kayak gini, guys. Wah, mantap. Ini emang cocok nih buat program diet, guys.

09:53

Speaker A

Tapi habis ini makan martabak manis ya. Hah? Martabak manis.

10:04

Speaker A

Ini apa nih, Pak? Terurai 450 tahun.

10:23

Speaker A

Botol plastik. Botol plastik. Karena itu enggak boleh buang sampah plastik ya sembarangan ya. Coba lihat di sini ada enggak sampah plastik nih?

10:40

Speaker A

Bersih sih. Wah ini. Oh ini es, guys. Wah ini es dong. Embun yang beku enggak? Belum jadi es.

10:45

Speaker A

Embun biasa ya. Ditipu sama ini. Semakin ke atas asapnya semakin tebal. Di sini bagian susahnya karena di saat nafas aku ngos-ngosan, aku mesti pakai masker yang bikin nafasnya jadi agak susah. Perjalanan ini benar-benar enggak disarankan buat orang yang punya asma dan sesak nafas. Anda memasuki kawasan rawan bencana Gunung Ijen.

10:51

Speaker A

Iya, urusannya muntah, guys. Ini beneran nanjak parah. Dan kita udah sekitar 45 menit ya dari bawah tadi. Nanjaknya ke atas banget dan ngos-ngosan ditambah dengan bau dari belerangnya ya. Jadi ini sebuah experience yang baru banget buat kita. Udah pakai masker nih.

10:56

Speaker A

Istri udah pakai masker. Kamu memang enggak pengap gitu. Eh susah nafas. Enggak tahu. Biasa aja.

11:02

Speaker A

Jadi sebenarnya kalau kita lihat dari mata nih ada kayak asap-asap gitu, guys. Ya, kalau di kamera kurang kelihatan ya.

11:11

Speaker A

Asap belerang, Pak, ya? Iya, asap belerang. Tapi bapaknya nih kuat banget enggak pakai masker. Sudah biasa.

11:17

Speaker A

Sudah biasa. Bapak udah 26 tahun ngelakuin gini, Pak. Hari setiap malam. Setiap malam ya. Programnya biasanya malam.

11:36

Speaker A

Btw, ada peringatan no public pooping. Emangnya suka ada yang buang air besar sembarangan, Pak, di sini? Iya.

11:43

Speaker A

Ada aja, Pak, ya? Dari sini kelihatan kota, guys. Cuma enggak terlalu berkelip-kelip, ya. Masih lanjut, guys.

12:01

Speaker A

Dan jalannya bakalan mendaki sampai ke atas itu. Lihat tuh yang ada senter-senter orang. Waduh.

12:15

Speaker A

Ini udah kayak naik apa ya? Naik tangga. Iya. Ini bukan naik t

12:25

Speaker A

Kerasa banget asap belerangnya kuat. Pakai masker bikin aku jadi enggak bisa bernafas dengan lega juga. Sempat mikir nih, aku bakal kuat gaya sampai atas.

12:36

Speaker A

Soalnya semakin banyak aku hirup asapnya semakin rasanya kayak hilang kesadaran dan melayang. Apakah aku akan pingsan di sini?

12:47

Speaker A

Guys, ini btw seram banget ya karena ini di bawah ini udah jurang, Guys. Beh, satu gerakan salah langsung satu gerakan salah langsung jatuh ya.

13:00

Speaker A

Fotol itu fatal jatuh banget. Kebayang enggak kalau ada pendaki yang enggak fokus bisa terpeleset dan jatuh ke jurang? Apalagi malam begini enggak kelihatan di mana jurang dan seberapa dalam jurangnya. Di sini aku berusaha tetap fokus meskipun udah agak

13:18

Speaker A

sempoyongan. Aku berusaha tetap ceria di depan kamera dan meyakinkan diriku kalau aku bisa dan masih kuat. Ini jalan kita, Guys. Ini jalan setapak semuanya ke depan lihat kecil sok-sok.

13:33

Speaker A

Iya. Dan ini curam ke bawah dia. Wuh, jatuh. Udah tuh. Iya. Kok Ri sampai Turki? [tertawa] Guys, ini kita turunnya parah banget.

13:54

Speaker A

Weh, batunya lihat tuh kayak bukan tangga tapi reruntuhan batu sampai ke sana. Wadidw. Buat lihat fenomena blue fire, kita harus turun ke bawah dengan medan yang sangat berbahaya.

14:10

Speaker A

Karena bukan jalan tanah yang kita lalui, tapi bebatuan. Plus, semakin ke bawah asap dan aroma sulfurnya semakin kuat. Kami penasaran banget ya sama fenomena bullfire dan memberanikan diri untuk turun ke bawah.

14:24

Speaker A

Dari atas ke bawah ini butuh waktu sekitar kurang lebih 30 menit. [musik] Rasanya terbayarkan ketika melihat fenomena api biru ini.

14:37

Speaker A

Fenomena api biru alami ini sangat langka dan katanya cuma ada dua tempat di dunia ini yang benar-benar dikenal punya Blue Fire. Salah satunya di sini, Guys. Jadi itu dia ada api birunya ya.

14:53

Speaker A

kelihatan dari sini cuma kecil-kecil kayak gini, Guys. DTW ini gas banget ya. Gas banget. Terus ke matanya juga tuh lebih pedih gitu.

15:08

Speaker A

Tapi jujur, Guys, ini kena mata tuh perih banget loh. Karena asapnya yang kuat jadi aku enggak tahan lama-lama di dekat apinya. Ya, setelah rasa penasaran terbayarkan melihat fenomena bluefire, kita balik lagi ke jalan atas dan mesti menaiki bebatuan yang berbahaya ini.

15:26

Speaker A

Sempat terpikir sih, kenapa ya enggak dibikin pelindung kayak pembatas gitu biar lebih aman? Kan banyak turis yang bolak-balik sini setiap hari.

15:40

Speaker A

Huh, guys. Kita naik nanjak banget ke atas. Hah, luar biasa nih ya. Jangan ekstrem banget tahu.

15:49

Speaker A

Ekstrem banget soalnya lihat bawah. Wuh, jurang banget. Jurang banget. Jurang banget, Guys. Di bawah gelap dan enggak ada pengamannya sama sekali.

15:56

Speaker A

Enggak ada pula, Guys. Kita nunggu di atas katanya dia ngemenin sampai bawah. Untungnya ini malam, Guys. Jadi enggak kelihatan seberapa jauh kita turun. Mungkin kalau misalnya kita lihat seberapa jauh kita turun, seberapa jauh kita naik, itu bakal lebih berat lagi. Ya,

16:09

Speaker A

kalau kita lihat seberapa jurang itu bisa takut gitu. Iya, benar. Siang saya kagak lihat apa-apa.

16:14

Speaker A

Sekarang kan malam enggak kelihatan apa-apa ya. Itu udah naik banget tadi sekitar setengah jam 40 menitan lah naik ke atas.

16:25

Speaker A

Naik ke atas dengan manjat batu-batuan kayak gini. Jadi medannya bukan tanah ya, tapi batu.

16:43

Speaker A

Kita menuju ke Sunrise Point, Guys. Dari sini sekitar 1 km, Pak. Ya, 1 km.

16:49

Speaker A

Dan ini nanjak lagi. Tapi enggak apa-apa. Masih semangat, masih kuat. Gimana? Masih kuat, ya?

16:57

Speaker A

Insyaallah masih tap semangat, ti. Semangat. Udah jam berapa ini? Udah jam 4.33. 433 ya.

17:04

Speaker A

Setengah jam lagi Sunrise. Setengah jam lagi kita kayaknya. Iya. Enggak kerasa waktu hampir masuk jam matahari terbit.

17:16

Speaker A

Di atas bibir kawah banyak jalur tanpa pagar pembatas. Di satu sisi tebing curam. Di sisi lain langsung jurang menuju kawah asam yang sangat beracun.

17:27

Speaker A

BTW, sudah banyak kecelakaan terjadi di sini loh. Bahkan ada yang kehilangan nyawa karena terpeleset atau terlalu dekat ke area berbahaya. Karena itu setiap langkah di Kawen harus hati-hati ya.

17:42

Speaker A

Ini udah kelihatan menuju ke sunset point. Iya, menuju ke sunrise Point ya. Tadi kita pisah sama grup sebentar soalnya mau salat subuh dulu, Guys.

17:53

Speaker A

Meskipun kita mendaki gunung, tetap salat tidak pernah dilupakan. Tidak boleh dilupakan, Guys. Karena itu penyelamat kita.

18:02

Speaker A

Ini udah mulai kelihatan ya awan-awan birunya. Semoga nanti pemandangan sunrise-nya bagus. Dan ini sekarang medannya udah datar, Guys.

18:15

Speaker A

[musik] [musik] Jadi, guys, kita memutuskan buat ambil spot foto di sini. Soalnya katanya kalau di sana itu terlalu ramai ya. Enggak tahu juga rencananya gimana. Jadi ini insyaallah kelihatan sih. Tapi katanya ini masih asap, Guys. Belakangnya ini asap belerang. Bawahnya tuh ada danau

18:40

Speaker A

katanya. Nah, sekarang belum kelihatan karena asap belerangnya masih ke atas gitu. Kecuali nanti ada angin yang niup gitu ke sana. Jadi nanti asapnya bakalan hilang.

18:54

Speaker A

[musik] Nah, ini dia, Guys. Jadi, asapnya nih udah mulai bergeser, ya. Semoga aja bergeser dan kelihatan full sih.

19:06

Speaker A

Oke, guys. Sembari menunggu sunrise, sarapan dulu. Ini kita udah bawa bekal, tapi habis tinggal sisa segini tadi.

19:15

Speaker A

Keburu lapar duluan di jalan atau ini kalau mau. Iya. Dan kita harus ingat sampah plastik enggak boleh dibuang di alam ya. Karena tadi tulisannya di bawah 250 tahun terurai dan pasti merusak alam lah. Jadi kalau kita bawa plastik ke atas gunung

19:29

Speaker A

misalnya minuman atau makanan kayak gini, kita simpan di kantong kita lagi. Kita buangnya waktu di bawah tuh jangan dibuang di sini. Sayang banget alam kita bagus guys. Kita harus jaga.

19:44

Speaker A

Wah, udah mulai nih, Guys. Udah mulai nih. Enggak sabar ngelihat pemandangan danaunya di bawah. Lihat tuh, udah kelihatan tuh hijau-hijau sulfurnya.

19:55

Speaker A

Tapi ini masih ada kabut, [musik] tinggal nunggu aja nih. Dan dari sana lihat tuh. Wah, kelihatan sinar pantulan sinar matahari ya.

20:09

Speaker A

Ud mulai kelihatan. H apa? Motor sin hari ini kelihatan. Motor sinahari dingin ya. Bukan di sana ya, di sini ya.

20:21

Speaker A

Iya. [musik] Iya. Kalau mataharinya terbit dari sana udah kiamat dong berarti dari barat. Oh, dingin nih.

20:34

Speaker A

[musik] [musik] [musik] Guys, ini dia pemandangannya. Wah, bagus banget. [musik] Kawah Ien yang kita lihat hari ini sebenarnya terbentuk dari aktivitas vulkanik [musik] dahsyat ribuan tahun lalu. Gunung Ijen pernah mengalami letusan besar yang membentuk lubang raksasa. Seiring waktu bagian kawanya

21:42

Speaker A

ini terisi air hujan dan air dari bawah tanah sehingga menjadi danau kawah yang terkenal saat ini. Yang membuat Kawah Ijen istimewa adalah tingkat keasamannya yang ekstrem. Air danau ini memiliki pH sekitar 0,2 hingga 0,5. Artinya Kawa Ijen termasuk salah satu danau paling

22:01

Speaker A

asam di dunia. Jadi meskipun warnanya terlihat indah berwarna biru kehijauan, air kawa Ien sebenarnya sangat berbahaya dan bisa menyebabkan luka bakar kimia jika terkena dalam jumlah besar.

22:14

Speaker A

Fenomena inilah yang menjadikan Kawa Ijen di Banyuwangi salah satu keajaiban geologi paling unik di dunia.

22:26

Speaker A

[musik] Oke, Guys. Sayang banget kita harus pulang ke hotel lagi. Dan ini sebenarnya pemandangannya sangat disayangkan kalau cuma dinikmati 1 jam doang ya.

22:38

Speaker A

Tapi enggak apa-apa yang penting kita sudah melihat ini sekali dalam seumur hidup dan bakalan jadi memori yang terbaik dalam hidup kami, Guys.

22:52

Speaker A

Gimana sayang? Capek enggak? Capek enggak? Enggak. Uhuy. Enggak. Uhuy. [tertawa] Alhamdulillah ternyata kami berhasil melewati rintangan asap belerang dan bisa menikmati keindahan Kawa Ijen [musik] dari puncak.

23:11

Speaker A

Jadi kita tadi turun lihat api biru itu di bawah sana, Guys. Beh, jauh banget. Kalian lihat itu asap belerang yang tebal banget yang [musik] bikin aku sesak nafas semalam. Wah.

23:28

Speaker A

[musik] [musik] Will you me? Di sini banyak pertambangan sulver, Pak, ya? Cuma di lokasi ini aja.

23:43

Speaker A

Oh, di lokasi ini aja. Ini, Pak, ya? Iya. Ini biasanya diapain, Pak? Jadinya ini dibuat gula, Mas.

23:51

Speaker A

Dibuat apa? Gula. Gula? Gula putih. Iya, gula putih. Iya. Pakai kosmetik. Pakai kapsul. Oh, jadi bahan campuran gitu ya?

24:01

Speaker A

Pakai apa? Petasan. Iya. Iya, iya iya. Bom juga. Wih. Dari sabun kan ada sabun sulfur.

24:10

Speaker A

Sabun sulfur ya. Itu dari ini. Iya. Iya. Saya pakai tuh, Pak, sabun sulfur. Iya. Tapi itu tidak alami. Yang ngalami yang seperti ini.

24:17

Speaker A

Oh, kalau itu kan sudah ada pengawet, sudah campuran-campuran ya. Kalau ini alami Mas. Kalau panu kades kena ini itu selesai selesai enggak orang sini enggak enggak perlu pakai obat.

24:31

Speaker A

Oh langsung aja di langsung pakai belerang itu ya yang kuning itu pakai ini aja kena asap setiap.

24:36

Speaker A

Oh makanya orang sini hitam-hitam tapi gak ada panu itu iya iya iya. [musik] Kawa ijen juga terkenal dengan penambang sulfur yang setiap hari turun ke kawah beracun dan ekstrem demi mencari nafkah.

24:53

Speaker A

Sulfur ini dipakai untuk banyak hal. Mulai dari bahan pupuk, korek api, obat-obatan sampai campuran industri dan kosmetik. Ironisnya, harga sulfur yang mereka jual per kilo tidak terlalu mahal. Banyak orang yang menyebut mereka dibayar sekitar Rp.000 sampai Rp1.500 per kilo sulfur yang dibawa naik dari

25:12

Speaker A

dasar kawah. Wah, sepadan enggak ya sama usahanya? Setelah matahari terbit, barulah kelihatan betapa terjalnya kita mendaki semalam Guys.

25:27

Speaker A

[musik] Perjalanan turun ini kirain bakal 30 menit aja ya, ternyata sejaman lebih. Wah, jadi gak ada pilihan lain nih selain kita nikmatin jalan sambil ngobrol-ngobrol aja.

25:52

Speaker A

Kita udah 1 jam turun ke bawah. Turunnya curam dan ternyata susah juga ya karena turun kan kaki kita ya menahan badan kita gitu.

26:02

Speaker A

Kaki kurang gak kerasa apa-apa. Udah enggak kerasa apa-apa. Jalan aja lompat gini-gini doang. Ini juga sama nih kaki nih dengkul nih. Udah bilang turun aja udah yang penting bawah aja udah penting nyampai bawah udah selesai.

26:23

Speaker A

Mungkin segitu aja video kita kali ini karena kita juga masih jalan nih. Capek capek dan dibawa pasti pengen langsung masuk mobil dan istirahat. Ya, pokoknya video ini benar-benar berkesan buat kita ee karena pengalaman baru.

26:37

Speaker A

Pengalaman yang salah satu yang paling ekstrem soalnya banyak jalur kita lewati. Tapi ini salah satunya yang ekstrem tuh.

26:46

Speaker A

Iya benar. Cuma tetap seru dan alhamdulillah kita bisa melewatinya ya. Masih hidup, Mas. Masih hidup. Sekarang udah jam kayaknya udah mau udah mau jam 08.00 nih. Jam berapa?

26:58

Speaker A

7.20 guys. Sekarang jam 07.20 ya. Kita masih di tengah jalan dan mungkin sampai bawah sekitar 15 menit lagi ya.

27:06

Speaker A

Jadi makasih buat teman-teman semua yang sudah nonton. Jangan lupa subscribe biar gak ketinggalan video-vide kita yang lain. Tonton juga video-vide lainnya, guys. See you guys in next video. and as always

Topics: Gunung Ijen pendakian ekstrem api biru asap belerang masker sulfur open trip pendakian malam penambang sulfur medan terjal wisata alam Indonesia

Study this video

- [Flashcards from this video](https://sozai.app/tools/ai-flashcard-generator/?from=transcript&id=73629)
- [Quiz on this video](https://sozai.app/tools/quiz-generator/?from=transcript&id=73629)

Free, made by AI from this transcript. No signup.


---
This is the markdown twin of https://sozai.app/transcript/kawah-ijen-extreme-climb-experience/ — the same content, without the markup.
Published by SozAI (https://sozai.app). Reuse and quotation are allowed with attribution and a link back.
Machine-readable index: https://sozai.app/llms.txt · data API: https://sozai.app/api/
