**Apakah Jatuh Cinta Seperti di Film Film Indonesia — Transcript & Summary | SozAI**
Source: https://sozai.app/transcript/jatuh-cinta-film-indonesia/

Diskusi kreatif tentang pembuatan film Indonesia berjudul 'Hitam Putih' yang mengangkat kisah cinta penulis film dan adaptasi sinetron.

## Key Takeaways

- Film 'Hitam Putih' mengusung konsep romantis dengan pendekatan personal dari penulisnya.
- Adaptasi sinetron lama masih menjadi strategi dalam industri film Indonesia untuk menarik penonton.
- Pemilihan format hitam putih dianggap unik namun memiliki tantangan pemasaran.
- Isu pembajakan film masih menjadi masalah yang dirasakan oleh kreator lokal.
- Proses kreatif dalam pembuatan film melibatkan diskusi intensif dan kompromi antar tim.

## What the video covers

- Video menampilkan percakapan antara tim produksi yang membahas ide pembuatan film berjudul 'Hitam Putih'.
- Cerita film berfokus pada seorang penulis bernama Bagus yang diam-diam menuliskan kisah cintanya kepada Hana, teman SMA yang baru menjanda.
- Film ini direncanakan sebagai film komersil yang menghibur, bukan film berat atau art.
- Konsep unik film hitam putih yang dianggap sulit dijual, namun akan dijelaskan alasan pemilihan warna tersebut di akhir cerita.
- Ada rencana adegan meet cute antara Bagus dan Hana di supermarket yang menggambarkan rutinitas dan duka Hana.
- Diskusi juga menyentuh tentang pemilihan pemain yang sesuai dengan karakter, termasuk keseimbangan antara penampilan dan peran.
- Terdapat perdebatan ringan mengenai adaptasi sinetron lama dan pentingnya membuat cerita original.
- Pembicaraan juga mengangkat isu pembajakan film dan dampaknya terhadap kreator lokal.
- Interaksi antar tokoh menunjukkan dinamika kerja kreatif dan tekanan dalam industri film Indonesia.
- Video mengandung unsur humor dan keakraban dalam proses kreatif pembuatan film.

Answers

## Questions about this video

Apa konsep utama film 'Hitam Putih' yang dibahas dalam video ini?

Film 'Hitam Putih' bercerita tentang seorang penulis film bernama Bagus yang diam-diam menuliskan kisah cintanya kepada Hana, teman SMA yang baru saja menjanda, dengan pendekatan romantis dan personal.

Mengapa film ini direncanakan menggunakan format hitam putih?

Format hitam putih dipilih sebagai konsep unik meskipun dianggap sulit dijual, dan alasan pemilihan warna ini akan dijelaskan dalam cerita film di bagian akhir.

Apa tantangan yang dihadapi dalam pembuatan film ini menurut percakapan dalam video?

Tantangan termasuk memilih pemain yang sesuai dengan karakter, menjaga keseimbangan antara cerita komersil dan orisinalitas, serta menghadapi isu pembajakan film yang berdampak pada kreator lokal.

## Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:16

Speaker A

Ini gak apa-apa nungguin atau mau di kafe depan aja nongkrongnya? Oh ya deh, masuk ya ngantarin anak sekolah. Kita agak grogiin ya, Mbak Gus. Ini sudah saya siapkan tiga episode peserta F-nya, tinggal kamu pelajari. Kita bikin adaptasi dari IP sinetron A yang dulu aja ya, pasti laku lagi pula. Yuk kan kalau bikin adaptasi itu selalu bagus kan?

01:06

Speaker A

Ini bukannya dulu sudah pernah ribon ya, Pak? Namanya juga ribon kan, bisa ribon lagi. Apa, Pak? Coba dengar dulu ide saya yang ini.

01:28

Speaker A

Gimana kalau kita bikin film Hitam Putih, my goodus? Hitam Putih? Iya, yuk. Enggak tahu industri kita kayak apa.

01:50

Speaker A

Nah, judul filmnya Hitam Putih. Siapa yang mau nonton? Iya, judulnya, Pak. Judulnya, Gus, penonton kita tuh enggak mau dikasih yang berat-berat. Mereka tuh maunya di-entertain, dihibur, Gus. Jadi udah.

02:05

Speaker A

Ini buat festival? Oh enggak, enggak, Pak, tenang. Nah, ini filmnya tuh enggak berat, Pak. Enggak? Ya enggak. Bapak tenang aja, bapak pasti suka set saya, Gus.

02:22

Speaker A

Pak, gini deh, Pak. Kalau Bapak rasa cerita saya kurang bagus, habis ini selamanya saya tulis skenario adaptasi. Enggak apa-apa, Pak, keluarin semua IP sinetron Bapak, saya tulis semuanya deh. Udah benar ya? Iya, oke coba-coba.

02:46

Speaker A

Oke saya cerita ya, tapi bapak bayanginnya Hitam Putih dulu. Oh oke, hitam putih.

03:10

Speaker A

Nah, Pak, orang film ini bercerita tentang seorang penulis film yang ingin mendapatkan gadis pujaannya dengan cara diam-diam menuliskan kisah cintanya ke dalam skrip. Jadi ini semacam e-suratan cinta melalui film gitu loh, Pak. Gimana, keren?

03:24

Speaker A

Oke saya jelasin lagi ya, biar lebih jelas saya jelaskan dari sekuen.

03:38

Speaker A

[Musik]

03:51

Speaker A

Sekuens satunya ini, Pak, kita jelaskan kalau gadis yang penulis e ini taksir, namanya Hana, adalah teman SMA-nya yang baru saja menjanda. Oh menarik, suaminya meninggal karena covid? Ee ya bisa. A bisa enggak? Saya belum pikirin penyebabnya apa. Oh iya, bisa kita pikirin.

04:09

Speaker A

Iya saya lanjut lagi jadi begini. Tapi ngapain sih bikin filmnya Hitam Putih, Gus? A susah jualnya kalau filmnya Hitam Putih, Gus. A itu udah pernah bikin film hitam putih, itu penonton tuh harus diingatkan kalau ini filmnya hitam putih dan di tengah-tengah film tuh mereka bisa keluar nan penjaga bioskop ditanyain apa ini proyektornya rusak, disangka film rusak, Gus. Film rusak.

04:26

Speaker A

Nah itu nanti di ending dijelaskan, Pak, kenapa filmnya harus Hitam Putih. Ini happy ending, Pak? Saya belum mulai ceritanya tapi happy, Pak. Happy, happy banget malah.

04:49

Speaker A

Nanti, Pak, nanti di endingnya itu ketika si film ini e yang bagus tulis ini rilis, nah penulis itu namanya Bagus. Oh jujur, ha ini jujur, ha ya. Iya kan kalau penulis memang harus personal, mereka semua bilang gitu kok. Iya oke.

05:22

Speaker A

Nah nanti, Pak, ketika film ini rilis dan sudah tayang di premier, Hana menonton filmnya dan tahu kalau si Bagus itu ternyata suka sama dia, Pak.

05:42

Speaker A

Oh Gus, itu gimik yang bagus a waktu premier waktu itu taruh pocong di antara sela-sela penonton, heboh, Gus. Jadi nanti di ending cerita kamu dibuat lamaran, nah di premier kita kamu lamaran aja nanti pacar kamu itu. Oh viral.

06:01

Speaker A

Iya oke tapi e nanti kita pikirin saya cerita dulu. Oh cerita dulu jangan dipotong dulu. Enggak, enggak, enggak.

06:47

Speaker A

Openingnya di supermarket, Gus. Opening aja udah mahal, Gus, Pak. Dipotong lagi, Pak? Oh teruskan, teruskan, terus cerita dulu.

07:08

Speaker A

Cerita di supermarket kita melihat rutinitas berbelanja orang-orang dan kita melihat Hana di situ.

07:26

Speaker A

[Musik]

07:43

Speaker A

Kita melihat Hana belanjanya ya, dia mengambil buah, mengambil daging, sayur-sayuran, bumbu dapur. Ini di pasar aja kan bisa, Gus? Ya maksudnya ya gak harus di I saya saya cerita dulu boleh.

08:03

Speaker A

Oh ya maaf-maaf ya. Sama aja. Iya. Eh Hana mungkin kalau kita lihat belanjanya biasa aja tapi kalau kita lihat ke dalam matanya, Pak, kita tahu kalau dia itu sedang menyimpan duka yang sangat dalam. Ini bukan film art kan?

08:19

Speaker A

Komersil, Pak. Komersil. Kom bilang dong aman kita. Kalau tadi coba bilang itu.

08:58

Speaker A

Nah ini ini sebentar, ini tuh sebentar lagi ini Bagus ketemu sama Hana, Pak. Di sini, Pak, kalau romance kan harus ada meet cutenya. Nah ini ini di sini, Pak.

09:22

Speaker A

Oke oke.

09:38

Speaker A

Mas, maaf ini buahnya harus ditimbang dulu belakang sana. Ya saya tunggu, Mas. Ma jug. Maar kebayang gak yang main jadi Bagus siap udah kebayang sini.

10:04

Speaker A

Heh nak, Gus, lu di sini? Iya Mas, punya saya nanti aja ya. Oke Mas.

10:19

Speaker A

Bagus ketemunya di sini, Pak.

10:41

Speaker A

E maaf Pak, sebelumnya kan karakter Bagus ini penulis, Pak. Kalau yang mainnya Dionoko saya rasa kegantengan Pak badannya at di gitu ya enggak realistis buat penulis bentuknya gitu, Pak.

11:02

Speaker A

Maksud kamu kurang seimbang gitu ya? Ya kurang seimbang. Ya kalau gitu kita bikin seimbang aja gimana? Kalau yang main Hana itu Julie Estel seimbangkan pas itu couple of the year. Think about Pak Pak Pak Pak Pak Pak.

11:24

Speaker A

Eh boleh saya lanjut dulu, e ceritanya ini kan baru dimulai masa kita sudah bahas pemain, bahas pemainnya. Nanti aja boleh ya saya saya lanjut dulu. Iya ya I go ahead, go ahead, go ahead.

11:37

Speaker A

Sorry saya terlalu semangat. Iya iya enggak apa-apa. Sor lah. N lu di sini atau udah pindah ke Jakarta? Gue.

12:01

Speaker A

Eh itu dulu aja, Mas. E saya nanti dulu aja deh yang lain duluan aja. Enggak bisa Mas udah saya input. Ah itu yang diinput cancel aja dulu. Enggak bisa dicancel Mas.

12:13

Speaker A

Hah ya apa gitu gak bisa dipencet escape atau delete apa gitu? Gak bisa Mas. Nanti saya dibarin bos orang, Guus. Udah udah bayar aja dulu. Entar ngobrol ya. Udah bareng aja. Nak yuk ini ngantri udah bareng aja gak enak. Udah gak apa-apa yuk. Maaf maaf maaf misi misi misi ya.

12:33

Speaker A

Maa sor soror sor aduh maaf.

12:57

Speaker A

Nah udah timbang itu dipisah aja ya juga belanjanya dipisah.

13:13

Speaker A

[Musik]

13:28

Speaker A

Ya gimana kabar Gus? Baik.

13:57

Speaker A

[Musik]

14:14

Speaker A

Baik apa sih baik-baik? Ya sebenarnya kalau emang lu pengin tahu banget sih gue sekarang lagi ya penuh tekanan kerja lah.

14:37

Speaker A

Nah N He Gu lagi kepikiran apa? Gua berhenti kerja atau ah bangkeai kan basa-basi dulu kek ngapain kek masa gua langsung curhat gini sih. Ah bang jadi lu mancing-mancing tadi?

14:57

Speaker A

Hm tertekan apa? I jadi gua tuh em sekarang selama ini gua nulis film ya kan biasanya kan gua hanya nulisnya cerita adaptasi doang kan tuh. Nah sekarang tuh gua punya kesempatan buat nulis cerita original gitu.

15:13

Speaker A

Iya cerita gua sendiri. Eh gua nonton tuh yang lu tulis dari sinetron itu apa namanya entar-entar terlahir kembali remake or terlahir kembali rebor?

15:28

Speaker A

Iya rebor aneh ya bedanya apa ada bedanya sebenar sama aja itu cuman e kalau kata produser gua gitu ya itu tu supaya kayak taktik gitu loh jadi e penontonnya kan udah tahu kan filmnya lebih familiar jadi promonya akan lebih murah gitu loh dan penontonnya mudah-mudahan harapannya banyak karena mereka udah paham filmnya tentang apa gitu loh.

15:42

Speaker A

Oh enggak kepikiran ya itu e terlahir kembali kan ter logi kan? Iya gua nonton semuanya. Oh iya lu nonton? Iyalah orang dikirimin linknya sama anak-anak SMA di WhatsApp grup SMA linknya.

16:00

Speaker A

Heeh lu nonton bajakan ya? Ori kok. Ya itu tuh maksudnya bajakan kualitas ori.

16:13

Speaker A

Nah gua apa getar nih ngomong kayak gini. Enggak enggak enggak gambarnya HD, Gus. Bukan berarti bajakan gambarnya enggak boleh bagus. Astaga Hana karya teman sendiri dibajak ter yang nulis pasti lebah ganteng ya. Astaga.

16:32

Speaker A

Iya lagi. Iya itu bajakan dong. Hana gila karir gua dihancurin. L gue enggak tahu, Gus, lu kalau ada yang mau disalahin anak-anak dong yang disalahin sama lu sama anak-anak.

17:17

Speaker A

Wah kacau nih. Emang anak-anak nih gila ya sor ya, Gus. Gua gak.

17:34

Speaker A

[Musik]

17:59

Speaker A

Tahu lu tuh gak berubah ya sama lu juga enggak berubah nih. Apa maksud lu sekarang dipanggilnya udah tante-tante gitu guaakong gitu ya? Ya itu banyak yang panggilnya gitu sekarang enggak kayak rambut lu masih tetap sama waktu SMA sih. Lu lebih sering lu cepol kayak bibi luung gitu kan ke atas.

18:16

Speaker A

Oh ih segini ya? Iya segitu lagi entar dulu entar dulu kayak oh iya dikuncir-kuncir gini kan. Ah iya iya kan. Iya masih cocok enggak jadi anak SMA? Mas alhamdulillah.

18:44

Speaker A

2 detik 2 detik menunda tuh artinya basa basi l tapi kan gua udah kan gua enggak enggak ngapa-ngapain cuma nunda tuh.

19:07

Speaker A

Udahlah gua sudah enggak gua tetap kagum kalau sama lu lu dari dulu enggak berubah loh beneran enggak berubah dan gue juga sukanya lu tuh enggak ikut-ikutan kayak tren sekarang perempuan-perempuan itu loh ya kan mereka sekarang tuh banyak kan yang apa ikut tren sulam alis itu menut gua kayak ngapain coba.

19:26

Speaker A

Itu kan sakit kan ada rambut ditanam-tanam disulam-sulam gitu di sini kan kenapa git?

19:45

Speaker A

gua bakal capek sih Oke gini [Musik] mm Katakanlah hm lu hidupnya masih panjang nih sekarang kan 30-an Oke Ma 40 iya oke 40-an He nah Berarti sisanya kira-kira 40 tahun lagi deh Amin amin berarti kan enggak menutup kemungkinan ya kalau suatu hari nanti

20:08

Speaker A

ada pria lain lagi di hidup lu ya dong enggak sih kayaknya gue sendiri gini aja enggak apa-apa sih Iya kalau lu sampai jatuh cinta enggak mungkin kalau kalau enggak mungkin Gus enggak ini kalau misalnya Gus waktu Deni meninggal

20:30

Speaker A

semua perasaan gue hidup gue itu kayak udah selesai semua udah kekubur sama [Musik] Deni Gus you gak bisa bikin cerita kayak jadi ini suaminya Hana baru meninggal Iya Pak Baru 4 bulan Aduh penonton gak akan Simpati sama karakter bagus ini

21:00

Speaker A

apalagi kalau misalnya karakter bagus ini suka sama sahabatnya yang baru berduka protagonis macam apa itu Ya kan saya sudah bilang Pak ini kan si penulis yang naksir teman sm-nya baru aja menjanda tapi kan nanti dia diam-diam menuliskan kisah cintanya itu ya tapi

21:16

Speaker A

jangan secepat ini lag nah itu nanti dijawab di sequens du Pak seens du sequens du memang semasa sma-nya bagus ini ah suka sama Hana P sebenarnya Tapi belum sempat menyatakan apa-apa kemudian mereka berpisah lama dan akhirnya mereka bertemu kembali tiba-tiba sama-sama

21:40

Speaker A

single sekarang mereka ngobrol nyambung ngasa nyaman jadi you Mau bikin ini filmnya ngobrol aja Ini loh memang ini filmnya kan romes romes itu ngobrol isinya Pak Berarti you setuju sama omongannya Hana Gimana Pak Iya Hana kan bilangcerita itu dia bilang kalau

22:00

Speaker A

misalnya film Roman seumur Yuyu gitu semuanya itu harus bisa diobrolin bisa diiskusikan tapi kan ini ngobrolnya enggak Sembarangan itu romantis Pak romantis dong yang tadi Romans ya Iya ya tapi kan you bisa Gus bikin adegana itu jadi lebih gimana gitu jadi lebih

22:22

Speaker A

lebih heboh lebih lebih fantastis lebih romantis Gus Gus ingat show don't film is bigger than Life Iya e Pak Eh gini Pak Eh kalau kalau kalau kita ng-date itu pak kalau kita ng-date terus kita e pergi ke mana kan memang isinya ngobrol

22:43

Speaker A

doang Bapak kan pasti juga pernah ngerasain itu Pak saya dijodohin Oke Kebanyakan orang kebanyakan orang termakuk saya Pak kalau misalnya ngdate ya memang kita isinya ngobrol doang Pak I memang begitu tapi kenapa kalau tiba-tiba diadegan film harus S Heboh

22:59

Speaker A

gitu Harus bigger than Life kalau kita cuma sekedar piece of life aja Masa enggak boleh kenapa semuanya harus dibiger-bigerin gitu Pak Gus penonton kita itu setiap 3 menit harus ada kejadian yang heboh iya pak ini seperempat scene aja itu isinya ngobrol

23:15

Speaker A

doang jadi produksinya murah Pak cerdas now Agus a Kalau ceritanya suka kalau cerita you bagus uang bukan masalah ya Ya udah saya baru nulis kan sampai sequens 2 doang baru sampai situ aja Pak Ya gimana sih nulis separuh-separuh gitu

23:37

Speaker A

loh kan bapak sendiri yang bilang katanya saya suruh datang ke sini langsung kita ngobrol dulu aja di kantor bapak bilang lewat telepon kan gitu Itu jemuran saya aja di rumah saya tinggalin mungkin sekarang kujanan kali Iya nanti kalau ini box office you dapat mesin

23:50

Speaker A

cuci barulah jadi ini kapan you mau selesaikan soalnya a mau Riri nih Riri Mas Riri he Wah Waduh kalau kalau beliau sih loh Bentar pak tapi Emangnya Mas Riri mau ya Pak dari apa yang saya dengar tuh Mas Riri cuman

24:10

Speaker A

ngederek tulisannya sendiri ya mau dia pasti mau A itu udah kenal dia udah lama dari jaman dia masih kuliah A udah kenal jadi dia pasti mau Tenang nanti ay bisa lewat Mira y percayalah sama Ay Waduh saya gimana ya Pak kalau saya ngasa

24:25

Speaker A

terhormat sih Pak kalau tulisan saya bisa didereek sama beliau sih Mas Riri boleh sih Riri Reza Riri ra Pak Iya iya iya itu itu Jadi gimana kapan Eh ya secepatnya sih Pak nih kalau gitu saya pamit sekarang Biar saya nanti rapihin

24:42

Speaker A

saya tulis-tulis lagi biar nanti dilihat masirinya saya enggak malu gitu Oh Jangan you I juga malu kalau ini enggak bagus ini kan film kita gu iya iya pak ya udah kalau gitu saya pamit Pak I Makasih ya Pak terus I

24:57

Speaker A

oh Before I change my mind Oh iya kok lu mau sih guus dijadiin gimik gak ngerti gue itu tuh romantis Shin lu sama laki Lu enggak romantis sih makanya lu enggak ngerti Heh lu tahu enggak sama kayak apa sekarang El itu sama kayak

25:15

Speaker A

film horor yang pakai pocong-pocongan duduk di kursi penonton pas Premier itu sama aja kayak ngakuin filmnya sendiri enggak cukup kuat buat bicara ampai lu mesti pakai gimik-gimikan segala enggak sekalian lu pas ngelamar pakai pur-pura kesurupan dulu itu gimikan ini bukan

25:29

Speaker A

gimik dong Ini tuh Jujur dari dalam hati jujur P lu udah izin belum l kalau gua izin ya berarti jadinya gak surprise dong l eh dia terus nah lu bukannya syuting ya dia bukannya lagi syuting kapok gua kerja m Dara baru

25:59

Speaker A

kayak gini merangkap pemain mula merangkap investor juga Doi hah [Musik] W manana nih dia pulang tuh teman-teman kita Break dulu ya sampai ya pokoknya kita bre dulu hangak adaabar dicariin sampai malam Enggak ada hilang aja pulang tuh ah di tengah t ya

27:04

Speaker A

pulang Oh Gil itu lucu ya padahal jadiin film ahah cerita gitu tentang film ditinggal sama sutradarnya terus habis itu close up tukat-tukat muka krunya satu-satu tang tang tang tang seri eh dia tuh narkoba kali ya tuh orangnya kali ya gitulah gua libur

27:26

Speaker A

enggak tahu Sampai kapan nih Kasihan juga k urunya eh Gus lu jangan belok-belokin lu apa sih minta izin sama Hana Hah Ya bilanglah sama mana ceritanya dia mau lu jadiin skrip kalau gua bilang sama dia sekarang tuh dia

27:41

Speaker A

lagi berduka SH ya jadinya gak surprise dong ya tetap izin lah itu kan Ceritanya dia Masa gak izin gua sih digituan ngamuk malah tersentuh Nah tuhh pas si orang itu masa hidup orang jadiin konten gak izin Wi kalau misalnya

28:00

Speaker A

sekarang gua malah bilang suka sama di guya tega banget dong kan Ini gua nulis Masih Ada Waktu setahun lagi jadi setahun tuh buat dia Ya move on gua juga jadi makin dekat sama dia jadi ketika nanti dia nonton filmnya ya dia malah

28:14

Speaker A

berbunga-bunga jadinya ya happy Gitu loh ah kalau ampe udah setahun masih belum m on juga ya jadinya set ending Ya ini brip apa beneran sih enggak Gini gini bentar gua mau nanya El sebenarnya serius atau enggak sama Hana

28:34

Speaker A

ya serius dong hah lu bilang serius sama dia terus tadi gua tanya kalau nanti dia marah gimana Terus lu jawabnya enggak mungkin marah l kan lu deketin dan sebagainya Oke ya udah nah terus gua tanya lagi kalau ampe udah lebih dari

28:47

Speaker A

setahun dia masih belum move on juga kan berarti dia bakal marah banget Terus lu Jawabnya cuma ya set ending gimana sih ehh ini hidup lu l bukan skrip Oh ini beneran nih ya kayak yang tadi udah gua bilang Shin sekarang itu dia lagi

29:04

Speaker A

berduka dalam keadaan gak siap gua bilang gua suka sama lu tega banget guanya itu kenapa gua tulis film ini karena jarak itu masih setahun lagi Ngasih waktu tuh buat kita berdua dengerin ya Ini tuh skriip pertama original buat gua tuh ini dan gua tuh

29:23

Speaker A

mau buat sepersonal mungkin gu dedikasin buat dia makanya Ken itu nama samaran aja enggak gua pakai Heh buat dia buat lu doang kali ya buat dia lah gua nulisnya tentang dia ya Pasti ini tentang IB dia lah ohah mudah-mudahan bukan gua dah yang

29:41

Speaker A

ngedit Emang lu yang bakal ngedit ei Eh beneran payorang tuh maunya lo yang ngedit Akak lah orang gua tuhud nyaranin orang lain tapi dia maunya lu gimana Eh eh bener ngomong sama Poran ikutin bisa lu nolak dia lu apa sih beneran tanya

30:01

Speaker A

bini lu ah bodoh pokoknya uyeng gua l heh gua lagi main ini l gua mau ngedit l ya lu ngedit situ aja gua mau main di sini Gua pengin ngedit layar gede ya gua gak bisa main di situ dong

30:13

Speaker A

ngapain gua ke sini kalau gua gak bisa main Shin gua enggak tahu lu ngapain ke sini gua mau main jemuran pada belum kering ya bau semua Terus gua ngapain Terus apa makan ini doang gua y mana sih lu ke mana lu y orangang gua

30:28

Speaker A

belum kering Ayo dong gua stes doang ini Bu ini kenalin Mas Bagus Halo Bu Mas Bagus nih penulis terus katanya dia lagi mau nulis tentang floris mau riset katanya iya buat di bioskop oh oh ya Ibu tuh nonton lagi filmnya Mas Bagus

31:19

Speaker A

yang dari sinetron itu loh bu yang terlahir kembali nah Mas Bagus Ini yang nulis buat bioskopnya nonton Bu iya Yang film itu kan Oh nonton suka enggak enggak apa-apa jujur aja Bu jelek Mas Bu eh enggak apa-apa enggak apa-apa Justru

31:45

Speaker A

malah bagus kayak gini daripada kalau di Premier tuh biasanya ya jawaban orang-orang diplomatis gitu kalau ditanya cari satu atau dua hal yang bagus dari filmnya padahal filmnya jelek gitu dipuji terus berulang-ulang gitu malah bagus kayak bu ya I nih bagus Bu

31:59

Speaker A

jjur itu mahal sekarang saya hargai itu Terima kasih d Saya permisi keluar dulu ya mas Oh iya pedih ya aduh aduh Enggak kok bagus filmnya bu Yati Itu jujur sekali ya pedih pedih Tiap orang kan seleranya beda-beda enggak iya

32:31

Speaker A

pang-ang pak ini diantar lagi ya alamat kemarin alamat kar kemarin Iya udah gitu Kalau udah sore Oh paling heboh tuh kalau pagi kalau terima order tiba-tiba dadakan Aduh bunga ini siapin terus gitu yang ini Wah itu udah heboh

32:50

Speaker A

deh kalau pagi-pagi kalau sekarang lu tinggal nyantainya ya berarti ya he yuk Bapak jalan dulu hati-hati ya Pak Iya itu sop apa gimana tu itu suaminya bu Yati Oh kirain kalau ngirim bunga harus Pak sungkem gitu Jadi kesannya sakral banget gitu

33:13

Speaker A

loh yang orangnya baik itu Oh iya aku [Musik] [Musik] tah anaknya Buti lu apanya bu Yati anaknya juga jangan-jangan sekalian semua keluarganya bu Yati di sini Mas ini juga ponakannya Buti saya Iya saya ponakannya Bu juga oh [Musik]

33:53

Speaker A

[Musik] [Musik] [Musik] tetap terpejamku [Musik] ingat harummu ah itu suka sekali bagianan dan masalunya Gus ada peti mati itu dahsyat itu tapi you Bisa enggak bikin itu sedihnya jadi lebih panjang sedikit atau you bisa taruh soundtrax itu pas itu

35:21

Speaker A

em ya kalau sekarang saya masih nulis sih Pak cuman kalau misalnya ada ada gand duuknya saya panjang-panjangin apa nanti jadinya enggak terlalu melodrama ya Pak justru penonton suka itu Gus mereka tuh minta diperes emosinya kalau bisa tuh mereka sampai nangis Gus nanti

35:41

Speaker A

di Premier kalau mereka nangis I pakai rekamannya untuk media promo Go oh it works banget trust trust me tinggal e lagunya tadi siapa namanya e Judul lagunya apa sudut memori ah sudut memoriahisa pasti mau tuh nanti bisa telepon dia langsung eh Yura

36:00

Speaker A

Pak Siapa itu Yura yang nyanyi sudut memori tadi ah dia Oh kalau dia sih a kenal a kenal dia dari dulu nanti enggak apa-apa nanti biar a appra Yunani langsung Yunita Pak ini tuh bisa jadi bagus k ini tinggal

36:19

Speaker A

kita cari directornya aja bapak bilang kemarin katanya Mas Riri mau DK Pak Iya cuman Mira katanya jadwalnya sibuk jadi mereka perlu waktu 4 l tahun dulu untuk pikir-pikir Ya itu sih Bukan jadwalnya sibuk Pak tapi kita ditolak itu namanya

36:41

Speaker A

Pak I aja yang direct Hah you gila teman gue jadi sutradara soalnya payoram tuh banyak ngelihat teman-teman produsernya yang lain gitu loh pada ngasih kesempatan sama sutradara baru terus filmnya ituu pada jadi laku nah dia juga mau ikutan

37:12

Speaker A

jadinya gua dia dikasih kesempatan itu juga eh party dong party dong mau party apa Coba lu maunya apa Beneran nih Apa aja boleh Oke all you can eat p Padang uh sadis pesanten semua kolesterol Hana Ayo Masa cuma Padang doang mau

37:36

Speaker A

party apaagi party em Napoleon Napoleon Napoleon Bonaparte Waduh sadis mainnya plesetan Napoleon Bonaparte astaga [Musik] lu Tiap hari selalu begini nih Iya pagi ini ini kesiangan sih Oh gara-gara gue ya Eh perlu ditanya ya ya maaf hal tiap pagi begini tuh gimana bangunnya

38:32

Speaker A

gak pernah kesiangan apa gimana nak enggak pernah lah gak pernah tidurh Anjir gak tidur tidur sih tapi ya sebentar-sebentar gitu Oh Jangan bilang siapa-siapa ya Gus ya apa semenjak Deni enggak ada gua tuh engak bisa tidur di kamar

39:05

Speaker A

gua gak bisa ngelihat kayak Sisi kosong di tempat tidur gue gitu jadinya tidurnya di sofa ya tiap malam palingan tidurnya sebentar tapi kalau udah sore H ngantuk banget ya tidur lagi sebentar ya gitu aja terus Gus pilih yang mana yang putih

39:35

Speaker A

atau yang kuning e gua sih bagusan yang putih kalau gua Ya udah yang ini aja ya bang Oke bu nak H gua bukan Gua bukan tadi pilih yang putih ini Iya loh kok ggak jadi gua ngetes selera lo aja

39:58

Speaker A

ini ya Bang ya kasasih Gus gua mau lihat sebelah situ tolong ya iya makasih ya bang kasih ke dia ya Bang ya Oke makasih bang B yang putih juga enggak jelek bagus juga kan yang putih yang putih Nah

40:10

Speaker A

Bagus nak Kata abangnya yang putih juga bagus tah nak saya Bagusan yang ini sih Nak ng jadi nak Abang sukanya yang kuning kalau saya merah i ih Bang manis [Musik] ya [Musik] Iya lu kenapa milih karakternya itu penjual bunga

40:46

Speaker A

e ya karena gua pikir kalau karakternya penjual bunga tuh manis gitu terus nanti setnya akan penuh bunga warna-warni tapi filmnya temp kan lucu kayak gini tuh kalau lu sendiri kenapa jadi floris suka bunga Iya itu pasti enggak gua tuh baru sadar kalau

41:11

Speaker A

ternyata dari dulu tuh gue ya paling suka itu pas waktu Denny meninggal ya gua kan setiap hari ketemu bunga lihat bunga gitu kan tapi pas ada yang kirimin bunga Tuh gua masih senang loh pas nerimanya Ah segitunya ya Aneh

41:31

Speaker A

ya gua sempat mikir sih waktu itu kayaknya udah aja deh berhentiin aja setelah Deni udah ggak ada tapi ya gara-gara sering nerima bunga itu tuh Gu Jadi malah ya lebih yakin gitu untuk nerusin usaha bunga eh bentar ya Pak

41:54

Speaker A

bolehleh asternya ada yang kecil gak Pak itu isi 10 ada Bu biasakan harganya udah udah Bia Ya udah yang ini sama yang kecilan dikit lagi lagi ah Ya udah ini du aja ya Pak ya tolong dikit ya Pak ya

42:11

Speaker A

boleh gua ngerasa Yas kita tuh kan gak bisa ya sepenuhnya ngertiin gitu perasaan orang jadi dengan ngasih bunga tuh kayak ngasih tanda kalau kita tuh usaha ngerti keadaan Allah dengan bunga yang kita kasih menarik kalau gua tuh ya nak apa yang

42:41

Speaker A

gua suka dari film tuh karena film tuh bisa ngasih pengalaman kita jadi orang lain gitu loh jadi kita bisa ngerasain jadi orang lain tuh gimana malah kita tuh bisa nemuin solusi hidup dari film ini apa ya biasa 2 Seteng Makasih

42:57

Speaker A

ya pak i terima kasih SS emangnya bisa ya maksudnya jadi dari film-film gitu Jadi bisa ngerasain perasaan orang gitu lewat film bisa ya tapi tergantung filmnya kalau terakhir kembali reborn ahuk ah loh Gus itu gua seriusan nanya loh Gus

43:23

Speaker A

eh dijawab dulu bagus basah [Musik] [Musik] [Musik] gimana Gus apa Sudah sampai mana skripnya Hm gue sekarang lagi nyari ending sequens 4 udah ending oh bukan bukan kalau di film tuh ada Del sequens nah gu tuh lagi nyari sequens empnya itu

45:11

Speaker A

endnya gimana gimana kalau di film itu tuh ada Del bagian nah bagian itu tuh sequens Ya gitulah istilahnya kalau nulis tuh gitu nak oke terus kalau dijelasin satu-satu ya panjang banget ya gak apa-apa kan beneran mau dijelasin kita punya waktu kan panjang

45:41

Speaker A

loh I gua P belajar Wah Oke bentarum dulu ya kita mulai dari se s se ini ini adalah tentang pengenalan karakternya karena gua lagi nulis Romance jadi diquens satu itu gua harus jelasin dulu nih ada meet cute meet cute

46:06

Speaker A

ini adalah pasangannya si karakter Ini pertama kali ketemu biasanya caranya tuh yang lucu-lucu manis sekali ah oh meet cute maksudnya meet pertemuan cute manis lucu Oh ya itu dia dan di sini gua udah Harus set false belief-nya false belief Iya false belief

46:28

Speaker A

tuh kayak prinsip hidup yang diyakini sama si karakter utamanya itu tapi sebenarnya itu salah gitu oke nah itu seens S oh sequens du menetapkan tujuan Nah jadi tokoh utama kita ini sudah yakin mau mendapatkan gadisjaannya maka Apun yang terjadi

46:55

Speaker A

nanti dia akan tetap mengejar tujuannya itu Oke kita ke tiga sequens tig he se 3 ini adalah tentang hambatan pertama di sequens 3 kita sudah ngelihat kalau tujuan dari karakter utamanya sudah jelas misalnya ingin mendapatkan kekasihnya ingin mendapatkan cintanya

47:17

Speaker A

tapi ada hambatan pertama yang juga sudah mulai kelihatan misalnya kekasihnya ini masih jadi pacar orang atau orang tuanya enggak setuju gitu Oke MM itu tiga tiga empat empat di sequence 4 tuh kalau di El dalam bioskop lagi nonton film lu

47:45

Speaker A

ngerasa itu udah di tengah-tengah Nah itu tuh namanya sequence 4 atau yang kita sebut midpoint gitu dan biasanya di eh sequens part ini Ini pertama nih false belief-nya akhirnya menimbulkan masalah di romance-nya gitu Jadi ini kayak em klimaks pertama lah klimaks

48:04

Speaker A

pertama di film ini dan biasanya adegannya tuh berantem si pasangan ini gitu tuh nah kalau bikin Romance e romancenya doang sih gampang nak cuman yang susah tuh itu tuh naruh false belief di karakter yang tepat itu sama apa yang mau dipelajarinya itu yang

48:23

Speaker A

susah banget sama kayak hidup kita kan juga gitu selalu ada yang harus kita pelajari dan biasanya sulit kan contohnya contohnya ee kalau gue deh kalau gue jadi tokoh utama false belief gue apa Oh ya jangan dong enggak apa-apa jangan gua enggak enak enggak

48:47

Speaker A

apa-apa Gus gua juga mau belajar Hmm oke tapi ini di film ya i Em kalau lu kan dulu lu pernah bilang tuh kalau lu enggak akan jatuh cinta lagi He nah Nantinya di akhir lu akan belajar kalau itu adalah akibat karena Lu cuma ya lagi

49:12

Speaker A

berduka atau lagi trauma dan ketika lu menemukan orang yang tepat lu akan jatuh cinta lagi dan lu akan merasa hidup jadi jauh lebih baik daripada sebelumnya gitu Lu tahu dari mana kok kalau itu cuman karena [Musik] trauma Iya enggak

49:40

Speaker A

Ang salah ya enggak jatuh cinta lagi Oh ya ya Enggak salah kan ini cuman contoh iya em kalau lu nulis karakternya kayak gue lu akan nulis false Belnya gitu e Iya ini kan ya kan tadi ini kan film nak

50:24

Speaker A

buat cerita filmnya aja [Musik] ya ini berantemnya unik Ini Gus a suka ini Ini baru namanya Golden scene Tapi itu masih belum kelar loh Pak ah Justru itu a kemarin rapat direaksi dan mereka setuju Kalau film ini tayang

50:52

Speaker A

akhir tahun jadi you minimal harus selesaikan skrip ini minggu depan minggu depan tuh seminggu lagi Wak Pak kalau seminggu lagi kok kecepetan banget ya Pak saya nanti kalau dikejar-kejar gini malah hasilnya enggak bagus Pak Nah y kan bagus apaah jangan bercanda dulu dong

51:21

Speaker A

Ini serius nih enggak mungkin kalau Seminggu itu aja belum keluar terus a percaya Bisa bukan masalah percaya to kalau seminggu tu sulit pakus inirip original yang pertama cerita tentang dari hati a percaya bis Pak saya bukan justru ini karena Gus

51:58

Speaker A

enggak semua yang instan itu enggak enak kan Ah apaapak nih Nah ini Pak Justru karena karena ini skrip original pertama saya kan saya harus keluarin yang terbaik dong Pak kalau seminggu rasa-rasanya kan kecepetan Pak paling enggak drive Sabtu dulu ya Ay tunggu

52:20

Speaker A

minggu depan oke Pak tambah lagi deh Pak tambah 2 minggu deh Jadi 2 minggu deh minggu depan ah pas seminggu [Musik] [Musik] [Musik] I went to Sou and I found the truth about you you say i need you but not there

53:32

Speaker A

[Musik] anymore I li on the ground and cry l about [Musik] you I need but not there anymore [Musik] We've been waiting for our time sleep the mountain of craving for the has [Musik] i li on the ground and i c l about you

54:33

Speaker A

you were in the CR and I look myself there to I and I I need [Musik] youting for our time s m no [Musik] Des I've been Cing for the night the has [Musik] you with been waiting for our

55:16

Speaker A

time Sep the [Musik] mountain been for the [Musik] you dream of the that look to the saw [Musik] dream of the Sun [Musik] Gus ae kan sudah bilang Yuk jangan lupa istirahatnya jangan lupa vitaminnya itu kontrakan dibersihin you tuu makannya instan terus

56:54

Speaker A

sih jadinya begini nih ya Pak makanya Pak yoram kalau ngasih deadline jangan instan dong Pak Ya udah udahudah ini nanti rumah sakit biar produksi aja yang tanggung Makasih Pak BPJS kan Ay sudah bicara sama Mike kita bisa mundur seminggu Nah itu bisa P mundur

57:24

Speaker A

seminggu jadi 2 minggu t gitu kan saya nulisnya ah gupak ah ini kan beda ini kan you sakit ini Force Major ini baru nulis bus belum ng-direct directing is a different bame but I yakin you Bisa ini eh I

57:45

Speaker A

bawakan baju-baju You dari kontrakan I pilihin yang nyaman-nyaman buat you nah oh iya Makasih Pak maaf jadi ngerepotin dan a juga bawa ini ya ampun Ya siapa tahu Y di sini bosan enggak ada kerjaan siapa tahu bisa selesaikan draf

58:21

Speaker A

2 ya kan you mau istirahat dulu ya ini a taruh dekat di bawah infus ya jadi enggak jauh-jauh Maaf ya Ay cuman bisa bantu bwa ini untuk you oke eh selamat istirahat Gus salam buat Hana [Musik] lu ngapain sih lu gak tahu aja kalau

59:03

Speaker A

habis diopam sakit atau enggak nih kan gua bukan habis operasi gua kan cuman tipes gua gak tahu sakit jadi gak sakitak lah Makanya jangan makan indimi mulu tipes kan lu jadiny tipes P bakteri virus ye bakteri Dion virus virus

59:26

Speaker A

Diot Lu Googling aja boleh enggak Googling Googling enggak usah gak usah Googling tipes bakteri Aduh Wah lu berdua aneh lu suami istri ribut ngedebatin virus bakteri Aduh h tuh H bakteri tuh elah masih udah percaya lu nyari duit gini amat sih Gus

59:52

Speaker A

Fion Iya bakteri udah ah tipes gak apaap l worth it buat pertama kali ngdirect engak gimana tuh skriip lu akhirnya jadi izin gak ya kalau misalnya izin gak surprise doang gu bilah Heh pakai izin segala sih bukan yang scrip yang original ya pakai

60:19

Speaker A

izin IP sih ahus ini nih ini kenapa kita tuh butuh lebih banyak lagi sutradara perempuan lu bedo tuh engak ada yang peka tahu enggak Kayaknya sutradara perempuan yang enggak peka juga banyak deh soal ng mah bukan masalah jender ya laki enggak peka juga

60:37

Speaker A

banyak ikut-ikutan aja lu kamu nih tuh dia bikin kisah pribadi orang jadiak ah eh eh bagusnya ada ada lagi tidur Oh Ana ya iya oh beneran ya tunggu dalam aja si bagus lagi tidur paling setengah jam lagi bangun kok

61:28

Speaker A

ngantuk obat oh eh sor Selin di Hana kalian di sini juga kan eh mau cabut kita eh masuk masuk masuk oh masuk Masuk mas Masuk Makasih ya iya i i Kita duluan deh oke mari yuk kikir si k

62:41

Speaker A

[Musik] n gua percaya sama lu Gus nak gua rencana buat tadinya tuh gua kepikiran banget l obrolan kita terakhir omongan lu terakhir ternyata cuman buat kerjaan lu ya bukan soal kerjaan gua gak paham gua Coba jelasin semuanya lu tenang dulu

64:33

Speaker A

tenang Semua yang lu tulis di sini nih pembicaraan kita semua pembicaraan kita lu tulis nih dalam lelahnya Hana tertidur seperti anak kecil yang kelelahan bermain sepanjang hari bermain-main dengan bermain-main dengan perasaan duka yang menyamar sebagai cinta ya jadi Menurut lo semua yang gua Rasain

65:10

Speaker A

ini bukan cinta ya bukan karena kan harusnya cinta gak nyiksa diri lu kayak gitu tuh siapa sih Gus Gua gak kenal Gua enggak paham kenapa lo bisa sejahat ini gua enggak enggak Gua pikir di seumuran kita sekarang ini

65:35

Speaker A

seusia kita gini udah hidup tuh sendiri aja enggak bakal ada best friendriend yang bisa ngertiin lu kayak zaman sekolah terus lu datang kita ngobrol setiap hari gue juga cerita sama lo apa aja semuanya tanpa ragu karena Lu gua

65:51

Speaker A

anggap teman gue teman lama gue gua percaya sama lu lo Gua cerita semuanya anjrit dia tulis lu jadiin kerjaan Nak gua jelasin ya nak skenario ini tuh sampai jadi filmnya masih setahun lagi jadi gua pikir kalau setahun ini lu kenapa sih

66:17

Speaker A

Gus kehabisan ide sampai manfaatin cerita hidup gue untuk kerjaan lu gitu Hm gila selama ini lu ngerti gak sih Kenapa lu tuh cuma bisanya ngerjain adaptasi adaptasi adaptasi terus ngerti gak Kenapa karena hidup lo tuh gak ada isinya Makanya ambil cerita orang lain

66:43

Speaker A

hidup orang lain lu ceritain ke orang lain gitu kan lu mau tahu gak isinya apa di kepala gua hidup gua tuh isinya apa isinya tu tentang lu semua nak tentang lu semua Kenapa ini gua tulis tentang karena gu

66:56

Speaker A

ama lu itu aja apa salahnya sih salah banget Gus loh Mas cinta bisa balahsah ya Bisa Lu udah gede kan jadi orang gede tu enggak boleh jatuh cinta atur dong n entar Ar lu ngerti enggak sih artinya cinta kita tuh teman Gus loh ya Bagus

67:09

Speaker A

dong berarti kita udah kenal dari teman gue ini masih berduka gu gua jadi makin bingung nih gu gua enggak boleh suka sama lu Karena lu masih berduka atau kita teman dua-duanya semuanya dan As lu tahu ya Gus gua masih cinta sama

67:42

Speaker A

Deni Daninya udah gak ada nak masih ada Gus di hati gue selamanya dan gak bakal ngerti gak usah ngomong jatuh cinta gak usah bikin film tentang jatuh cinta lu tuh gak ngerti apa-apa Sampai kapan mau tidur di sofa

68:14

Speaker A

karena takutingat Den Mau sampai kapan nak hidup di masa lalu kayak gitu gu gak apa-apa hidup kayak gini kenapa emangnya kenapa kalau gitu kenapa pindah ke Jakarta mulai lagi dari awal Lu tahu kan nak lu mau move on

68:31

Speaker A

hati kecil lu bilang kayak gitu kan gue enggak akan move on Oke Asal lu tahu ya Gus hidup tuh enggak kayak film-film yang lu tulis lu tuh cuma cinta sama diri lo sendiri Lu tuh cuma cinta sama dunia imajinasi lu

68:48

Speaker A

sendiri lu cinta sama karir lo apa yang lo tulis itu aja Lu cuma cinta sama dunia film sempit kecil lu tuh tuh yang lu anggap bisa ngubah dunia lu pikir dengan bikin film lu bisa ngerasain apa yang orang lain rasain

69:07

Speaker A

Gus nih gus semua Romansa nih ada di kepala lu doang [Musik] Gus bener nak semua romansanya emang cuma di kepala gua doang tapi bukannya kita sama [Musik] ya romansanya juga cuma ada di kepala lu doang nak karena lu pikir kalau lu makin

69:40

Speaker A

kesiksa makin larut dalam kesedihan lu itu makin nutup diri dari dunia itu namanya jatuh cinta tuh kayak gitu nak kita tuh harus kayak gitu ya buat korban cinta Bentar gua belum kelar Nak itu tuh harus kesiksa dulu baru itu yang namanya

69:54

Speaker A

cinta konsep cintanya aneh Tun nak [Musik] [Musik] Mari kita sambut pemeran utama dalam film jatuh cinta seperti di film-film dionoko sebagai dan juga J sebagai Han Mbak Juli bisa cerita sedikit gak tentang film ini jadi Hana Ini adalah seorang janda

71:14

Speaker A

yang mencoba untuk menata hidupnya kembali dia berusaha untuk move on dari dukanya dan e membuka hati untuk cinta yang baru intinya sih sebenarnya film ini bercerita tentang Bagaimana baiknya seseorang jangan terlarut e terlalu lama dalam dukanya kurang lebih seperti itu ya Mas

71:43

Speaker A

Bagus ceritanya bagus sekali ya sama seperti namanya [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Baiklah rekan-rekan media Terima kasih banyak atas kehadiran teman-teman semua kita doakan yang terbaik buat film jatuh cinta seperti di film-film ya akan segera JAT Oke nih sekarang berarti kita udah witi

72:53

Speaker A

yang kedua nah Oke jadi ini wardr yang bakal dipakai sama Juli dan kemarin juga intin ini udah semua udah Oke jadi kayak gini Mas Eh gua ada gua sih tadi Bu Hana pesan ke saya Dia belum bisa ketemu Mas Bagus Iya E saya ngerti

73:19

Speaker A

tapi mungkin bisa diujuk hananya buat saya cuman sebentar aja k saya engak Engak enggak lama mohon maaf ya Mas Bagus ya tadi dia benar-benar pesan seperti itu Saya permisi ke dalam dulu ya I Iya terima kasih nah tapi yang gua kagum ya ya lu

73:56

Speaker A

tu kan enggak pernah ikut-ikutan sulam alis gitu ya Jadi gimana sih rambut disulam ke alis itu ditanam apa gimana sih kesakit ya E mas eh sor nih saya motong E saya mau nanya Jadi ini kan pertemuan pertama Hana sama bagus ya iya iya nah itu dari

74:18

Speaker A

awal memang bagus niatnya buat modusin Hana atau dia memang benar-benar suka sama Hana [Musik] udah di sana aja gambar juga bagus di sana susah mas udah di sini gua set bagus deh beneran Mas udah sini gua amanin ya udah gua amain nanti biar gue

74:42

Speaker A

ngurus deh mesti cari opsi po ajaisa waktu gimana kalau di sini blo aman aman Mas aman aman b Nanti cari gak bisa mending di sana aja di sana itu gambarnya lebih bagus ini kan buat film kita juga juga l di sini aja k Mas bagus

74:58

Speaker A

oke kan ya Mas di sini kan Oke oke kan udah di sana aja Yaudah sekarang Mas Bagus nih e Gua gua di sini ya Gak bakal Gus waktu dengi meninggal gua tuh ngasa semua perasaan gue hidup gue itu tuh semua

75:17

Speaker A

udah selesai aja si udah dikubur sama gu belan juga ya sih bagus ini Eh bagus yang di skrip Maksudnya mas iya lu bikin karakter ini sih ngeselin itu ya Gus ya emang elin ya Aduh parah sih Mas ini sih

75:59

Speaker A

Hana sabar banget karena bagus tu k enggak peka ya lagi berduka lu cucer terus ya Aduh parah sih lu penonton sih bakal Kesal banget Gus bukannya Hana tuh jadi kayak belajar dari bagus ya maksudnya di kondisi Hana yang lagi begini terus e bagus tuh kayak

76:21

Speaker A

ngasih pemikiran baru gitu engak sih buat hananya kayaknya sih Hana harusnya marah sih Mas di sini karena bagus tuh kayak benar-benar enggak menghargai perasaan dia gitu jahat sih saya mau minta syutingnya diundur dulu Pak y Kenapa lagi saya ngerasa skripnya masih kurang

76:54

Speaker A

Pak saya butuh revisi ya agak banyak Pak karakternya ini jelek banget Pak Gus ay udah dapat tanggal dari bioskop untuk ini l sebulan aja P aduh seminggu aja gak bisa Gus ini tuh you harus ingat film you itu Hitam Putih Gus a gak bisa

77:12

Speaker A

neg-nego sama bioskop untuk ini belum lagi nanti kalau Marvel datang tayang bareng sama kita a gak minum vitamin A minum obat penenang Gus jadi udahlah ya pak kalau bapak engak mau mundurin syutingnya saya yang mundur dari projek ini

77:40

Speaker A

Pak action gue ngerasa Karena kita gak sepenuhnya bisa ngerasain apa yang orang rasain ngasih bunga tuh jadi kayak tanda gue berusaha ngertiin keadaan lo melalui warna dan bentuk bunganya Itu kan cuman ngewakilin ya tapi kalau di film tuh gua

78:10

Speaker A

sukanya karena kita jadi benar-benar bisa ngerasain rasanya jadi orang lain t nak gak cuman ngewakilin Masa sih iya atat Gus ada yang kurang Oh enggak gak gak bu bukan salelalu saya ya mas Oh enggak e bukan salah lu juga

78:42

Speaker A

Jul e kalau menurut lu berdua film tuh bisa bikin kita jadi ngerasain perasaan orang lain gak sih bisa sekali lagi ya tadi gue yang salah gua yang salah sor ya dari awal ya Se lagi yaet yet y dari awal dari

79:11

Speaker A

awal yauk Mas ini mau ke mana barang-barang ke Jogja mas orangnya sudahudah berangkat Mas malam Mas konvoi mas orangnya ada lagi keluar sebentar [Musik] katanya a ah hitung ya 1 2 t [Musik] Oke kamera ready Tan masuk standin out

81:01

Speaker A

by sound SL 2300 51 21 kamera bikin romantisnya sih gampang ya nak tapi bikin false belief karakternya yang tepat dan perlu dia pelajari itu susah engak Oke contohnya eh kalau gue deh jadi karakternya gimana Jangan dong enggak apa-apa enggak

81:40

Speaker A

enaklah jangan janganjangan udah gak apa-apa gimana gimana oke gini misalkan lu dalam film lu kan bilang ggak akan jatuh cinta lagi Nah nanti di endingnya tuh lu akan belajar kalau itu semua karena trauma habis berduka kehilangan nanti habis itu lu akan jatuh

82:04

Speaker A

cinta lagi tapi Lu tahu dari mana ya kalau itu cuman karena trauma Emangnya salah ya kalau orang enggak jatuh cinta lagi ya Itu kan cuman contoh ya gue beneran mau tahu pendapat pribadi lu Gus menurut lu salah kalau lu

82:35

Speaker A

nulis karakternya gua lu akan buat kayak gitu false belief-nya iya ah Duh kerja bar stradara baruadat Jo mau nanya I sor inih Mas saya baru ngah sekarang gimana tuh Emm karakter bagus tuh memang mau dibikin egois terus ya

83:46

Speaker A

mas maksudnya gini Mas sor nih ya Saya cuman mau usul aja tapi apa di scene ini bagus enggak mau dibikin ngertiin Hana ya ya sedikit aja soalnya kan di ending Hana benar-benar move on ya Mas tapi si bagus kok kayak gak ada

84:09

Speaker A

karakter Ar ya ya juga sih Gus Apa kita bikin Si bagus ni lebih pengertian ya ya cuman ganti dialog aja sih [Musik] entarentar ya Coba yaar gak apa Mas ini beneran gak apa-apa gak apaa ini ada apaan sih

84:52

Speaker A

[Musik] ya gua lihat dong sini belum enak tapi P belum gu mau lihat [Musik] aja [Musik] menurut perutamaan [Musik] ini menurut peranak ya Jangan tanya gua sih Mbak gua kan editor SH sutradarat Gus nahakh lagi dari awud gue gak akan move on sekali lagi

85:57

Speaker A

Poy tapi jangan lupa ya close upnya gua dimarahin param lagi nih udah luting a sendiri lu ah bos Nih lagi ngapain editor ada di sini ini tuh film drama bukan film action editor on location butuh buat film action S bukan salah lu gua Suter

86:17

Speaker A

Dara baru tapi gua Ngerti lu ngapain lu ada di sini eh gua produser kreatif produser kreatif produser kreatifak ada yang namanya produser kreatif produsernya produser aja ah lu syting sendiri Eh Oke teman-teman kita Break dulu ya Eh breaknya

86:47

Speaker A

sampai yuk P kita Break dulu aja ya thank you tenang Gus masih ada waktu kita ganti aja dialognya kita Rit hidup gue enggak bisa diretekon Ana udah baca scripnya lah ya bener Kak tahu lu tuh ngamuk dia k pas tahu

87:25

Speaker A

jadi ini plek ketiplek sama kisah lu sama anak lu baru tahu lu gak ngomong karakternya sama namanya a gak nyadar k hyperis bingung masa gak ngobrol sih sama bini lu hubungan lu berdua tuh gimana sih Di rumah udah ya udah

87:45

Speaker A

terus ya udah selesai ini semuanya udah kelar gak mungkin gua bisa baikan lagi sama dia orang dia udah mau pindah ke Jogja malam ini ah Gus Yon yuk ritek yuk ditungguin tuh sama Juli eh tadi gua udah nonton tuh

88:03

Speaker A

sinnya bagus banget percaya sama gua habis ini pasti parakam bakalan ngasih lu siquel ye Janganlah Mas film gini disikelin ya gak apa-apa l udah yuk yuk yuk iya I Iya bingung gua tiap film ada sukses diisi kelin mulu ya kan

88:24

Speaker A

benar juga kalau engak bisa retek ya lanjutin aja cerita filmnya bikin sequel Yon Yon Yon bener lu apaan bikin sequel aja Udah apaan sih Iya lagi bikin sequel hidup gua kan gak bisa diretect lagi tapi masih bisa dilanjutin teman-teman ada yang lihat P

88:58

Speaker A

bagaku jugauh gu baik-baikin lagi kabur juga gua bilang juga Apa ini yang bikin gua malas kerja sama sutradara baru kerj kabur-kaburan udah kita aja yukin clah mana ya udah udahudah aja yuk gak ada waktu gua masih in urutan habis ini

89:19

Speaker A

cover kanitor Juli set Bang tapi dia dari tadi kita cariin kagak ada nih bang hilang Aduh gua butuh kopi ini Bisa Beres pagi nih kalau kayak gini nih Jupri monitor Jupri masuk bang Gua mau kopi satu dong panas apa dingin Bang

89:49

Speaker A

dingin dingin tapi airnya gak ada bang ya Terus lu ngapain gila seru banget kayak difilm-film kalau si ngejar pacar gini biasakir nih pas banget kalau dikasih scoringnya juga mesti banyak jadi entar pas lagi diedit mau dibikin enak nih sini

90:16

Speaker A

satu protagonis dapat nih satu lagi Tap daranah jadi ras naik oke bagus banget kayak gitu Gus pertahankan Oh headdone Gus pakai Drone H ngejar kita ya kan cakep banget tuh Cinematic experience bron balap bron balap nih dari sini nih ya Tuh dari sini ngejar

90:47

Speaker A

Kita habis itu muar muar is oh gedung ha dari gedung tapi dari belakang sini nah tuh jadi dari atas ya kan kita bikin penonton bingung dulu Mau ke mana nih sebenarnya nyusurin terus habis itu sampai sana tuh tuh ngejar

91:13

Speaker A

kita lagi nih baru penotonnya nih deketin kita tuh muter Ohh maju ke depan Nah tuh lihat ya muar lagi dari sini Enaknya Katu ke Hana nih ya kan Ji buru-buru mau taruh barang mau berangkat jadi rasa urgensinya tuh ada

91:38

Speaker A

kok Atok kita bikin anaknya duduk nunggu di antara ekres lagi lalu-lalang balikin Nih bolak-balik bolak-balik ngambil barang dari rumah mobil ke mobil oh oh aku tahu aku tahu aku tahu Aku penasaran nih ya kalau misalnya chatitnya kita rendahin kayak slamdok

91:57

Speaker A

mioner gitu terus [Musik] patah-patah atu sprit screen Ah iya sprit scen nih bagus di kiri kena di kanan jadi kita bisa ngelihat tuh yang lagi ngejar sama yang lagi ngeberangkat tapi di waktu yang bersamaan gila [Musik] [Musik] Man

92:40

Speaker A

rumah aduh nak nak nak nak gua ngobrol bentar nak nak bentar aja Nak Nak ngobrol bentar aja Nak gua butuh ngobrol banget sama lu nak nak gua janji nak gua kasih kesempatan gua buat buat ngobrol aja nak Bentar

93:05

Speaker A

dong Nak itu langsung taruh di truk ya Iya nak Bentar dong nak nak nak kalau misalnya habis Ngobrol lu masih marah sama gua enggak mau ketemu sama gue lagi enggak apa-apa nak tapi gue cuma butuh bentar aja Nak gu

93:24

Speaker A

Entar dulu nak nak nak Bentar aja Nak Nak ak gua ngobrol nak nak Bentar aja Nak please nak gua nelpon lu juga selama ini gak lu angkat nak sebelum lu pergi ngobers seekali doang nak jangan sampai gua gak bisa

93:48

Speaker A

ngobrol lagi sama gua cuma butuh sekali aja ngobrol sekali bentar doang nak nak nak nak ya udah izinin gua ngomong sesuatu deh nak sama lu nak nak gua tuh pengin ngejelasin nak nak Gak bisa dong kayak gini Nak Nak dengerin gua dulu

94:03

Speaker A

please nak alasan gua bikin film itu nak nak lu dengerin gua alasan gua bikin film nak nak nak nak nak nak nak kejepit gua nak nak baju gua nyangkut nak nak h b gua nyangkut nak an Nak Nak Nak baju

94:28

Speaker A

gua nyangkut nak nak ahus ah Gus gusus Gus pelan-pelan Gus Nak Hah patah nak patah nak beneran nak Gus jangan bercanda Gus patah nak beneran patah nak Nak Tolong nak panggilin ambulan Nak Tolong beneran beneran ini momen penting

95:04

Speaker A

ini tapi kalau kakinya patah pasti dimaafin jangan dipegang dongong Gus bentar kenapa gue nulis film ini dari awal tuh karena gua pengin ceritain semuanya tentang lu gue nulis ini karena gua Peng ngertiin Lu karena gua pengin ngertiin duka lu na

95:30

Speaker A

duka lu yang kehilangan orang yang lu cintai itu nak apa yang lu pikirin apa yang lu lu hadapin nak tentang duka Lu itu kenapa filmnya Hitam Putih nak bagus banget bagus ini udah Diton belum sih ambulannya udah udahudahudah nak dengerin gua

96:05

Speaker A

nak Gua cabut nak dari filmnya udah gua gak akan lanjutin lagi filmnya gua malu sama diri gua sendiri n Gua pikir kalau gua kasih surprise pakai film itu sudahah jadi tanda cinta gua buat lu tapi ternyata enggak nak

96:29

Speaker A

enggak sama sekali nak gua enggak tahan sama kebodohan diri gua sendiri lu bener nak romansanya cuma dari kepala gua [Musik] doang gua sadar nak Gua lebih mau elunya daripada filmnya [Musik] ini nih kalau di film-film Nih adegan romantis kayak gini tu ggak masuk akal

97:31

Speaker A

masa patah tulang kita ngobrol sih Ya kan masih nungguin ambulans kan itu masih sampai ambulans yang datang masih ada waktu buat ngobrol Gus patah kaki itu sakit loh mana mungkin ngobrol sih yang ada juga teriak-teriak kesakitan terus gitu Oh

97:52

Speaker A

sama siapa teman Lon masa temannya kakinya patah dia diam aja ya kan ini filmnya romkom romantis komedi ya pasti ada komedi-komedinya dong enggak masuk akal tapi lu marah enggak karakter Lu gua tulisnya begitu marah Lagian Ya bisa aja nulis cerita kayak

98:36

Speaker A

gini ngambil kesimpulan sendiri gimana sih caranya gu dari awal tuh Gua niatnya emang nulis semua pertemuan kita [Musik] nakah di sini [Musik] [Tertawa] habis kita berantem tuh yang di restoran padang itu akan nulisnya gitu Iya kita berantem tuh majuin De jadi Har

99:22

Speaker A

bur-uel coba hubungin lu cuman gua juga ngerti lu kesal sama gua nak ya udah e akhirnya yang tersisa cuman diri gua dan alasan gua dari awal kenapa gua mau bikin film gua merenung Gua ngelihat kembali dalam diri gua

99:46

Speaker A

dan gua sadar kalau false belief-nya tuh bukan di lua justru di Gua romansanya meemang cuma di kepala gua habis itu gua ngarang hubungan kisah kita ini akan seperti sampai enggak sengaja baca skripnya apa yang terjadi dan lu tahu lu

100:28

Speaker A

pasti marah Lo pikir gua akan semarah itu ya nih Ini gua baca skrip lu gua enggak teriak-teriak kan ee Iya Biasanya kalau di film tuh marah-marah pakai dialog yang keren kayak yang di situ tuh yang Gus Eh lu

100:54

Speaker A

tuh cuman peduli sama dunia film kecil sempit lu itu yang lu anggap bisa ngerubah [Musik] dunia H eh di skrip ini kan bagus Sesuka itu ya sama Hana ya kenapa enggak ngobrol aja sih maksudnya kalau misalnya dia suka

101:18

Speaker A

tinggal ngomong aja kan nak gue suka sama lu nak nah gampang kan Makanya Kan gua udah bilang sama lo pasangan tuh tinggal ngobrol aja ngobrol enggak nak ini beneran gue suka sama [Musik] lu cuma ya emang begonya gua tuh Gua

101:50

Speaker A

enggak mau ngertiin perasaan lu perasaan lu yang kehilangan orang yang lu cintai itu nak gua senang sendiri aja gua egois sih makanya pas skenario itu jadi gua langsung pengin tunjukin ke lu dan gua pengen nyatain Apa Adanya kayak kayak barusan Kel

102:32

Speaker A

jadi complete kitted banget ya rasanya ya Gus ya hubungan kita nih Maaf nak gua enggak ada maksud sih bikin situasinya jadi bingung gini tapi skripnya lu suka enggak m enggak skripnya Enggak romantis Gus tapi ya dengan lu datang ke

103:09

Speaker A

[Musik] sini ngomong apa adanya menurut gue itu yang romantis Apakah cinta masih sama jika kau tahu [Musik] ujungnya satu perkenalan dua pendekatan Apa kau bosan [Musik] bencanabencana di luar rencana janji-janji fana membuat merana apa engak perlu dirapin seperti

104:21

Speaker A

dayarayar kac Oh ini mau ngedit yaedit lu mau Pris Iya eh Hana kenalin eh Han mereka udah bilang akhirnya iyais Nata ya Yaudah kalau gitu gua mau set up dulu good presetnya duluan du [Musik] ya beneran jawab Mas Bagus ya silakan masuk pakor

105:06

Speaker A

sudahah nunggu Oke bentar ya Yaudah E mau ikut nemelin ke dalam atau enggak usah Beneran duluanitu ya kita tak seperti di layar-layar gak apa-apa nungguin di sini atau mau di kafe depan aja gak usahud di sini aja yaudahak sekolah

105:52

Speaker A

yaak us ini sudah I siapkan Tiga episode peserta fnya tinggal you pelajari kita bikin adaptasi dari IP sinetron Ay yang dulu aja pasti laku lagi pula y kan kalau bikin adaptasi tuh selalu bagus k ini bukannya dulu udah pernah ribut ya

106:23

Speaker A

Pak namanya juga ribon kan bisa ribon lagi e Pak coba dengar dulu ide saya yang ini gimana kalau kita bikin film Hitam Putih narik narik Ah ini ya itu ini a lihat dulu ya silak ini nama karakternya sama dengan yudana

107:07

Speaker A

ini Eh iya pak enggak harus saya yang main kan enggak Malah jangan Pak jangan sampai Y yang main juga kan Oh enggak jelas enggak Pak enggak enggak iya iya iya E hitam putih ya Iya Hitam Putih horor dong e Romance Pak

107:29

Speaker A

bus I kan udah bilang you kalau mau original boleh boleh sekarang ini bolehbleh asal tapi Dengerin dulu ini ceritanya menarik sekali ini ceritanya tentang penulis penulis film e yang diam-diam untuk mengejar gadis pujaannya dia itu menuliskan kisah cintanya ke dalam skrip

107:49

Speaker A

kepada temannya yang baru saja menjanda aharik ini jadi arwahnya tidak terima lalu mengejar kedua pasangan baru itu ke mana-mana terus mereka dibunuh bukan arwahnya masuk ke sebuah benda dan benda itu dibawa mereka Jadi mereka dihantui oleh arwahnya terusmenerus

108:07

Speaker A

Enggak ini Romans Pak eh judulnya apa judulnya Hah judulnya coba coba y baca a mau dengar coba coba bacaaca jatuh cinta seperti di film-film oro jatuh cinta seperti di film-film horor sih Pak Nah itu baru namanya judul dan

108:30

Speaker A

Bapak udah janji sama saya pak iya ah janji PAM tuh minta dukanya agak dipanjangin terus dibanyakin dan dia ngusulinnya kayak gini tapi kenapa ya di film-film tuh kayak gitu kayak padahal menurut gue ya He berduka tuh enggak kayak gitu

109:13

Speaker A

sih lihat bu Yati suaminya tuh baru meninggal Minggu lalu Hah udah lama sakit sih astaga menurut gua ya Gus ya yang berat dari berduka itu hidup harus berjalan terus kan padahal kitanya lagi enggak mau jalan atau kalau dari yang gua Alamin

109:57

Speaker A

Ya tiap kali gua lagi mau bahagia gitu ini kayak gini nih kayak kita lagi ngobrol-ngobrol gini gua tuh senang tapi rasanya kayak enggak boleh senang-senang banget gitu kayak ada yang ngelarang eh itu e ada bagian yang pengin gua

110:37

Speaker A

revisi sih yang mana yang part lo yang lu move on karena menurut gua ya lu enggak perlu move on move it it aja denadinya ya dibawa aja enggak apa-apa dan itu nempatin ruang di hati lu gede banget ya kalau gua minta bagian

111:23

Speaker A

kecilnya aja itun kalau masih ada [Musik] mengulang sendiri ke sudut memori ruang tempat kita saling lempar Puji kau dan aku punya dunia [Musik] sendiri tetap terpejam ku ingat hummu tak mau [Musik] terjaga sadar Kau tak ada [Musik] mengulang

113:06

Speaker A

sendiri ke sudut memori

Topics: film Indonesia Hitam Putih adaptasi sinetron kisah cinta penulis film industri film pembajakan film meet cute komersil proses kreatif

Study this video

- [Flashcards from this video](https://sozai.app/tools/ai-flashcard-generator/?from=transcript&id=25031)
- [Quiz on this video](https://sozai.app/tools/quiz-generator/?from=transcript&id=25031)

Free, made by AI from this transcript. No signup.


---
This is the markdown twin of https://sozai.app/transcript/jatuh-cinta-film-indonesia/ — the same content, without the markup.
Published by SozAI (https://sozai.app). Reuse and quotation are allowed with attribution and a link back.
Machine-readable index: https://sozai.app/llms.txt · data API: https://sozai.app/api/
