**Eps. 125 GoodTalk Ir Dwi Larso: Bongkar Cara Lolos LPDP & Masa Depan Dana Abadi Pendidikan Indonesia — Transcript & Summary | SozAI**
Source: https://sozai.app/transcript/goodtalk-ir-dwi-larso-lolos-lpdp-dana-abadi/

Diskusi bersama Ir Dwi Larso tentang strategi lolos LPDP dan masa depan dana abadi pendidikan untuk kemajuan SDM Indonesia.

## Key Takeaways

- LPDP berperan penting dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui beasiswa S2 dan S3.
- Dana abadi pendidikan menjadi fondasi keberlanjutan pembiayaan pendidikan tinggi.
- Fokus pada bidang STEM dan program kolaborasi internasional menjadi strategi utama LPDP.
- Alumni LPDP diharapkan aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional dan global.
- Peningkatan kuota dan kualitas penerima beasiswa merupakan upaya mengejar ketertinggalan pendidikan.

## What the video covers

- LPDP menjamin dana pendidikan untuk jenjang S1 hingga S3 dengan pendekatan multi tahun.
- Indonesia masih tertinggal dibanding negara tetangga dalam persentase penduduk berpendidikan S2 dan S3.
- Sejak 2012, LPDP telah merekrut lebih dari 55.000 penerima beasiswa dengan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
- Dana abadi LPDP terus bertambah, mencapai lebih dari 51 triliun pada akhir 2019, mendukung keberlanjutan beasiswa.
- LPDP fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan menyesuaikan dengan kebutuhan prioritas nasional, terutama bidang STEM.
- Proporsi penerima beasiswa di bidang STEM meningkat dari 47% menjadi 67% dalam 3 tahun terakhir.
- LPDP juga mengembangkan program co-funding dengan mitra luar negeri untuk memperluas jangkauan beasiswa.
- Alumni LPDP diharapkan dapat berkontribusi langsung pada pembangunan bangsa dan menjadi pemain global.
- LPDP mengelola alumni dengan program pemantauan dan dukungan soft landing bagi lulusan yang mencari kerja.
- Pendidikan tinggi dianggap sebagai ujung tombak kemajuan bangsa menuju visi Indonesia 2045.

## Chapters

1. 00:00 Pendanaan Pendidikan S1 hingga S3 dan Konsep Multi Tahun
2. 02:29 Perbandingan Pendidikan Tinggi Indonesia dengan Negara Tetangga
3. 04:53 Sejarah dan Perkembangan LPDP Sejak 2012
4. 06:48 Strategi LPDP: Fokus pada STEM dan Prioritas Nasional
5. 09:07 Kolaborasi Internasional dan Program Co-funding LPDP
6. 10:29 Dana Abadi Pendidikan dan Komitmen Pemerintah
7. 12:13 Peran Alumni LPDP dan Kontribusi untuk Bangsa
8. 14:31 Pemantauan Alumni dan Dukungan Soft Landing

Answers

## Questions about this video

Apa tujuan utama LPDP dalam memberikan beasiswa?

Tujuan utama LPDP adalah mendukung kemajuan bangsa melalui pendidikan tinggi, khususnya S2 dan S3, dengan memastikan dana pendidikan tersedia secara berkelanjutan dan berkualitas.

Bagaimana LPDP mengatasi keterbatasan dana untuk beasiswa?

LPDP mengembangkan program co-funding dengan mitra luar negeri sehingga dana yang ada dapat digunakan untuk membiayai lebih banyak penerima beasiswa secara efektif.

Apa fokus bidang studi yang diprioritaskan oleh LPDP saat ini?

LPDP memprioritaskan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dan bidang non-STEM yang mendukung STEM, seperti ekonomi hijau dan cyber law, sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional.

## Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00

Speaker A

Kalau kita menyekolahkan anak S1, kita jamin sampai lulus 4 tahun dananya tercukupi. Hm. Kalau kita menyekolahkan S3 tahun, 4 tahun kita sudah hitung sampai level anak itu lulus. Jadi memang, eh, nature-nya adalah multi years kalau SDM.

00:16

Speaker A

Dan ini diapresiasi oleh negara-negara yang tidak punya dana abadi. Contohnya Malaysia itu kalau nyekolahkan benar-benar dari APBN langsung. Tekad LPDP adalah mendukung membantu bangsa ini untuk maju.

00:27

Speaker A

Oke. Tentunya lewat pendidikan. Ee, bagaimana Pak Dwi melihat kiprah-kiprah alumni LPDP ini? Apakah memang sudah sesuai dengan, ee, apa namanya? Visi awal dari LPDP ini atau seperti apa?

00:42

Speaker A

[Musik] Pendidikan adalah ujung tombak dari masa depan sebuah bangsa. Kita tahu bahwa kita 20 tahun lagi itu 2045 dan kita butuh talent-talent terdidik.

01:06

Speaker A

Konon katanya hanya 0,5% penduduk usia produktif di Indonesia itu yang menempuh pendidikan tinggi hingga S2 dan S3. Sedangkan k tetangga kita Malaysia atau Vietnam sudah 2,5%. Ini jauh banget. Padahal tingkat pendidikan ini bisa menyumbang inovasi, menyumbang berbagai macam, ee,

01:27

Speaker A

prestasi untuk negara kita. Nah, salah satu andalan bagi masyarakat Indonesia atau anak-anak muda untuk menempuh pendidikan S2 dan S3 bahkan di luar negeri adalah LPDP, lembaga pengelola dana pendidikan. Kita sekarang sedang ada di kantor LPDB bersama Pak Larso,

01:46

Speaker A

Direktur Beasiswa LPDP. Kita akan ngobrol-ngobrol dengan Pak Di. Makasih, Mas Haji. Oke, I Pak Dwi LPDP langsung nih ya.

01:54

Speaker A

Ini dari 2012 sampai tahun ini konon katanya sudah ada 55.000 orang anak-anak muda yang lolos seleksi LPDP ya.

02:07

Speaker A

Banyak sekali jumlahnya. Ya, bagaimana bisa ceritakan sedikit perjalanan dari awal 2012 ya, Pak ya sampai sekarang? Karena kita lihat atau dengar katanya 4 tahun ini akselerasi jumlah yang diterima oleh LPDP itu sangat, ee, banyak dibandingkan dengan 10 tahun sebelumnya.

02:29

Speaker A

Saya senang sekali ini diskusi, ee, Mas Haji dari awal menyatakan bahwa kita seperlimanya negara Malaysia, Vietnam, Thailand ya untuk, ee, jumlah penduduk dengan, ee, pendidikan S2 dan S3 kita seperlimanya mereka. Artinya kan, ee, kita ketinggalan jauh.

02:48

Speaker A

He ya jumlahnya. Nah, kalau Mas Haji kemudian menyatakan, ee, 55.000 ya angkanya sebenarnya kalau LPDP yang langsung ditangani LPDP R5.000 yang ditangani Dikti STECH Kemenak yang dan yang dari LPDP itu Rp90.000.

03:08

Speaker A

Oh. Mas Haji menyatakan oh besar sekali ya Pak ya gitu. Tapi kalau Anda lihat proporsi persentase yang 12eng% tadi, maka angka itu sangat kecil untuk mengejar ketertinggalan.

03:20

Speaker A

Heeh. Maka mentalitas LPDP adalah gaspol rem. Gaspol enggak pakai rem dong. Ya. Ya. Sementara kan kita enggak perlu ngerem. Wong kita mengejar ketertinggalan, ya kan?

03:32

Speaker A

Iya. Tentunya jangan masuk jurang aja kan gitu. Kita. Oke. Jadi, ee, tekad LPDP adalah mendukung membantu bangsa ini untuk maju.

03:42

Speaker A

Oke. Tentunya lewat pendidikan. Pendidikan tentunya yang paling ujung adalah S2, S3. Kita tidak melupakan pendidikan di bawahnya. Karena untuk menuju S2, S3 tentunya S1-nya harus keren. SMA, SMK dan juga madrasah Aliah harus keren.

03:58

Speaker A

Jadi seluruh pendidikan kan maju. Memang ujung tombaknya dari S2 dan S3 itu yang kita kelola. Maka untuk mengejar tertinggal ketertinggalan, segala dana daya upaya harus kita kerahkan, ya kan?

04:11

Speaker A

Yang kedua, jumlahnya harus maksimal dari yang kita berikan. Yang ketiga, kita harus bicara kualitas dari pendidikan dari anak-anak kita yang 55.000 tadi, 90.000 Ibu tadi yang keempat adalah kita berusaha semaksimal mungkin agar pendidikan anak-anak putra-putri terbaik bangsa ini selaras

04:34

Speaker A

dengan kebutuhan bangsa yang katakanlah kita sebut area-area prioritas dari bangsa ini ya kan ini yang terus kita kerahkan. Nah, kalau kami bicara dari 2012 sebenarnya dari 2010 ketika itu, ee, Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani Indrawati menyisihkan 1 triliun

04:53

Speaker A

triliun atas amanah dari konstitusi. LPDP belum ada 2010, LPDP baru ada 2012 kemudian merekrut di tahun 2013. Jadi itu rekrutmen pertama ya. Dananya tentunya masih kecil ya, belum sampai 10 triliun waktu itu. Nah, komitmen pemerintah atas nama konstitusi

05:15

Speaker A

dan juga fokus pada pemangan SDM karena kemajuan bangsa tidak bisa tanpa dukungan dari SDM yang unggul, maka tiap tahun meningkat terus. Nah, dalam 45 tahun terakhir peningkatannya ini cukup tajam. Luar biasa. Waktu kami masuk 2020 di LPDP, dana abadi kita di

05:36

Speaker A

akhir tahun 2019 itu adalah 51 triliun. Oke. Jadi dalam 45 tahun terakhir terjadi peningkatan tiga kali lipat dari 51 triliun menjadi R1 triliun.

05:49

Speaker A

Dengan penambahan itu dan juga niat kita untuk gaspol, maka terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Hm.

05:57

Speaker A

Kalau sampai tahun 2000, ee, 20 2021 alumni kita masih sekitar 171.000. Saat ini alumni kita sudah sampai 28.000.

06:10

Speaker A

Terjadi peningkatan 10.000 hanya dalam waktu 34 tahun terakhir gitu ya. Kalau yang kita berikan beasiswa sudah sampai angka 55.000. Alumni kita ada 28.000.

06:22

Speaker A

Artinya apa? Ada sekitar 28.000 R lagi 27 28.000 yang sekarang sedang studi plus mempersan studi.

06:31

Speaker A

Jadi dalam 3 4 tahun terakhir itu kira-kira sama pencapaiannya, rekrutmennya dibandingkan kira-kira 10 tahun terakhir.

06:39

Speaker A

10 tahun sebelumnya. Set sori 10 tahun sebelumnya. Sori 10 tahun sebelumnya. Artinya apa? Bahwa kita memang benar-benar mengejar, ee, ketertinggalan.

06:48

Speaker A

Makin banyak yang bisa kita rekrut dengan dana yang ada, kita maksimalkan penggunaan dananya dan kemudian kita juga mencari cara-cara kreatif untuk mendukung prioritas pemerintah. Salah satu yang sudah kita garap sejak 3 tahun lalu adalah mendorong ke arah stem.

07:05

Speaker A

Hm. Stem ini sudah kita tingkatkan dari dulunya 47.000 4 tahun lalu, ee, ee, 2 tahun lalu mau 3 tahun lalu 47% Pak 47%.

07:17

Speaker A

Kemudian meningkat menjadi 52% 2 tahun lalu. Tahun lalu meningkat dari 52% menjadi 57%. 57% tahun ini rencana kita tingkatkan menjadi 65% yang STEM.

07:32

Speaker A

Faktanya 67%. 67% I tahap 1 ya kan? Tahap 1. Nah, artinya apa? Kita tidak akan, ee, sebenarnya menghilangkan yang nonstem, tapi kita memang memfokuskan memprioritaskan kan dana yang terbatas ini harus kita Iya. Area prioritas kita perlu STEM tapi

07:49

Speaker A

harus didukung oleh nonstem yang mendukung STEM. Ee misalnya kalau bahasa Pak Menko PMK Pak Pratik itu adalah nonstem dengan adjective stem.

07:59

Speaker A

Heeh. Kalau kita bicara green ekonomi ekonomi ya itu kan nonstem. Hm. Tapi adjectifnya adalah stem ya. Masalah hijau ya kan. Sustainability. Kalau kita bicara, eh, green polsy, kita bicara cyber law, itu kan sebenarnya nonstep, tapi arahnya adalah pendukung yang stem.

08:18

Speaker A

Kalau kita bicara logistik untuk, ee, ee, metalurgi, finance untuk, ee, smelter segala macam mendukung itu. Jadi, STEM dan nonstem ini, ee, menjadi satu paket yang kemudian bisa saling berinteraksi dan ini yang kita lakukan dalam 3 4 tahun terakhir

08:36

Speaker A

ya. Kalau saya bisa cerita lagi, kita bisa menambah banyak juga. Sekarang kita sudah punya kuota 1000 beasiswa tiap tahun yang diperuntukkan untuk bidang-bidang yang, ee, mengarah kepada kepentingan bangsa, STET, dan sekarang mendukung industri strategis yang ada di tentunya pemerintahan Pak Prabowo yang

08:54

Speaker A

baru. H. Nah, ini kita sudah dorong ke arah sana. Nah, program cfunding yang 1000 beasiswa tadi itu adalah program yang setengahnya didanai oleh partner kita.

09:07

Speaker A

Oke. Baik itu universitas yang ada di luar negeri, universitas keren yang ada di luar negeri, maupun negara lain yang bekerja sama dengan kita.

09:14

Speaker A

I. Nah, tentunya artinya dana kita yang harusnya hanya cukup untuk satu, sekarang bisa cukup untuk membiayai dua orang atau tiga orang karena ada kolaborasi dari namanya cfunding itu. Jadi kita cukup Heeh. tadi kan disampaikan 3 4 tahun ini

09:28

Speaker A

tiga kali lipat tuh, ee, untuk dana abad untuk dana abadinya. Ee itu faktornya kenapa tuh kok bisa menang ketaj?

09:33

Speaker A

Kalau faktornya saya pikir tentunya satu, ee, ee, amanah konstitusi ya kan di mana 20% iya itu harus dipakai untuk dana pendidikan.

09:44

Speaker A

Sebagian dari itu adalah di investasikan atau di, ee, letakkan sebagai dana abadi. Kenapa ini penting bentuknya dana abadi?

09:55

Speaker A

Karena kalau kita menyekolahkan SDM kita itu selalu pembelanjaannya adalah multiers. Iya. Kalau kita menyekolahkan anak S1 itu 4 tahun.

10:03

Speaker A

Jadi dana yang ada di LPDP kita investasikan dan kita hitung kalau kita menyekolahkan anak S1 kita jamin sampai lulus 4.

10:12

Speaker A

Hm. Kalau kita menyekolahkan S3 tahun 4 tahun kita sudah hitung sampai level anak itu lulus. Jadi memang eh nature-nya adalah multiers kalau SDM.

10:22

Speaker A

Dan ini diapresiasi oleh negara-negara yang tidak punya dana abadi. Contohnya Malaysia itu kalau nyekolakan benar-benar dari APBN langsung.

10:29

Speaker A

Tahun keduanya dia harus mengalokasikan lagi. Kalau ini kan enggak ya. Dan abadinya sudah ada.

10:33

Speaker A

Oke. Oke. Ee artinya karena dana abadi dan dia terus bertambah ee ke depan akan lebih cepat lagi bertambahannya dong.

10:40

Speaker A

Ya. Betul. Tapiasnya makin cepat makin cepat makin cepat. Betul. Ee kalau dana abadinya bertambah terus tapi kan penambahan dana abadi kita harus melihat juga kebutuhan nasional yang ditentukan oleh pemerintah tentunya. ee apakah memang belanjanya cukup banyak sehingga dana abadinya

10:55

Speaker A

tidak dulu. Tapi kan kita sudah punya dana abadi R4 triliun. Oke. Yang terus kita bisa pakai untuk Oke.

11:02

Speaker A

Ee seterusnya. Itu kira-kira mm saya sampaikan 10.000 sampai Rp2.000 dengan dana bayar itu bisa setiap tahun.

11:10

Speaker A

Tapi kalau bicara 154 triliun ee untuk membiayai ee anak-anak muda kita berangkat ke luar negeri S2, S3 dan dalam negeri juga ya itu cukup enggak sih? atau besar kecil atau seetarnya ya sedenganlah gitu.

11:26

Speaker A

Ini menarik ini diskusinya menarik. Saya mulai dari pendaftar aja, Mas. Oke. Pendaftar tahun lalu itu 52.000.

11:40

Speaker A

Oke. Ya, kita bisa berikan tahun lalu 52.000 pendaftar, ya. Kita bisa berikan 8.000 hm beasiswa. Tapi karena ada beasiswa yang dikeluar oleh Kemdikti, Steek dan juga eh Kemenak yang dibayar oleh LPDP ya itu tambahan gitu kan. Nah, kalau yang di

11:58

Speaker A

LPD sendiri R5.000 kita berikan 8.000. Heeh. Dari R5.000 itu katakanlah sebenarnya yang tidak lulus administrasi adalah ya 5.000 mungkin enggak sampai 10.000 gitu kan. Artinya ada 40.000 ribu orang.

12:13

Speaker A

Heeh. Yang sudah menyatakan, sudah lulus administrasi. He. Menyatakan ingin mengabdi kebangsaan ini, ingin melanjutkan studi, saya ingin berkontribusi di apa kan mereka tulis semua. Ini orang-orang keren terdidik pasti lulusan S1 yang sebagian besar pasti sudah punya kemampuan bahasa Inggris yang bagus

12:29

Speaker A

karena dia diminta gitu kan. Kecuali yang afirmasi yang kita akan berikan pelatihan bahasa Inggris yang ini di bangsa R0.000 kemampuan kita R.000 Dan bagi kami tentunya akan mencari yang terbaik daripada 40.000 ini dan itu yang kita lakukan selama ini.

12:45

Speaker A

Tapi kalau sampean bicara, "Pak, yang di bawah 10.000 masuk golongan bagus enggak?" Menurut saya bagus juga gitu kan.

12:52

Speaker A

Hm. Nah, ini tentunya kita berpikir kalau memang kemampuan kita R8.000, R.000, Ibu, maka harus ada cara caranya tadi salah satunya cfunding, salah duanya mungkin kita lihat ke depan mungkin ada pembiayaan dana abadi yang tidak mesti berasal dari APBN.

13:10

Speaker A

Hm. Dana abadi contohnya dari filantropi. Hm. Ya kan? Dari yayasan-yayasan sosial, dari industri ya kan? Dari publik itu yang bisa kita kumpulkan sehingga kita bisa membiayai lebih banyak lagi.

13:24

Speaker A

Hm. H itu kalau sampean tanya cukup apa enggak ya tergantung pada satu kebutuhan bangsa pasti tinggi karena kita ingin mengejar ketertinggalan gitu ya.

13:34

Speaker A

Yang kedua adalah dari pendaftar ternyata memang meningkat tajam pendaftarnya. Heeh. Dan kemampuan kita ya kira-kira mungkin seperempat ya seperempatnya.

13:43

Speaker A

Kalau 40 saya ambil kan iya kita kemampuannya 10.000 aja itu ada 30.000 yang harus mengulang lagi nanti tahun depan mengulang. Tapi lembaga-lembaga di luar negeri atau universitas luar negeri juga sebagian juga punya dana abadi ya, Pak ya. Dan

13:58

Speaker A

saya pernah cekah lihat sebenarnya dana abadi kita dibandingkan misalnya satu universitas di sana itu masih kecil.

14:08

Speaker A

Iya. Tapi kan Indonesia sama universitas itu tidak apple to Apple. Universitas itu mungkin dengan negara Amerika Serikat aja lebih tua unitas itu ya kan apalagi dengan negara Indonesia.

14:21

Speaker A

Nah, saya selalu bersyukur, selalu optimis faktanya bahwa dana abadi kita terus meningkat. Oke. Bahwa faktanya sekarang masih kecil tapi sudah cukup besar dibandingkan tahun lalu, dibandingkan 5 tahun lalu gitu kan kita optimis. Tapi kalau dibandingkan memang uni punya dana abadi itu unitas

14:39

Speaker A

namanya Stanford University ya. Dia punya 75 billion US dollar itu sama dengan kira-kira 1.000 triliun.

14:47

Speaker A

Hm. hanya untuk melayani satu universitas Stanford kita 154 triliun. Mimpi kita harusnya bisa sampai sana ya kan. Tapi kita syukuri kita sudah punya 154 kita maksimalkan, kita cari area-area prioritas supaya kita majunya tidak linear tapi loncat.

15:06

Speaker A

Hm. Ya. Kita didik, kita cari orang-orang terbaik di seluruh Indonesia, sekolah terbaik, kemudian tentunya kontribusinya terbaik. Nah, ini yang terus kita sambungkan bahwa kita mengirim nanti mereka kontribusinya ke mana. Ini yang terus menjadi PR kita, alumni kita ini

15:23

Speaker A

bagaimana soft landing-nya agar bangsa ini segera maju. Jadi kalau dari dana Badi memang faktanya seperti itu, tapi itu unitas terbaik di dunia.

15:31

Speaker A

Iya. Dengan 154 triliun kita sudah melebihi juga banyak universitas di banyak negara karena kita kira-kira 10 bilillion US dollar ya cukup besarlah.

15:41

Speaker A

Tapi kalau bisa lebih besar kenapa enggak ya? Kalau memang fokus ya. Iya. Direktorat Beasiswa ini kan ee mulai dari rekrutmen, terus pelayanan beasiswa, terus sampai pengelolaan alumni ya, Pak ya.

15:54

Speaker A

I juga kerja sama nih. I. Nah, kita tahu tadi 55.000 ee orang yang sudah lolos seleksi dan 20 sekian ribu tadi alumni 28.000 alumni alumni ya. Nah, ini karena mimpinya adalah ee mengejar ketertinggalan ee bangsa untuk mencapai kemajuan yang

16:14

Speaker A

dipercepat tadi itu. Ee bagaimana Pak Dwi melihat kiprah-kiprah alumni LPDP ini? Apakah memang sudah sesuai dengan ee apa namanya visi awal dari LPDP ini atau seperti apa?

16:27

Speaker A

Saya ee perlu menyampaikan ini karena ini penting sekali karena wajah LPDP itu sebenarnya tergantung dari alumninya.

16:36

Speaker A

Heeh. Eksistensi LPDP itu tergantung dari kinerja alumni, kontribusi alumni ke bangsa. Jadi kalau mereka contribute maka pantaslah LPDP ini eksis kan gitu ya.

16:48

Speaker A

Maka kita terus bantu mereka supaya kontribusinya maksimal ya. kami punya data 45% alumni LPDP dari yang ee 28.000 itu 45% itu statusnya adalah dosen, Heeh.

17:09

Speaker A

guru atau peneliti h yang pasti mendukung dunia pendidikan Indonesia. Iya. 45% ya cukup gede kan?

17:21

Speaker A

20 5% itu PNS TNI Porri. Hm. Ya, menurut saya seperempat ya cukup besar untuk mendukung kawan-kawan di sektor publik.

17:34

Speaker A

Iya. Mengefisienkan birokrasi dengan orang-orang yang capable begitu kan. Ini kira-kira sudah kira-kira 2/3 dari alumni LPDP yang targeted ini kan.

17:46

Speaker A

I. Nah, sisanya sepertiga kira-kira 30 35% itu bergerak di sektoril, baik itu memperkuat BUMN, memperkuat sektor swasta, menjadi entrepreneur atau sociopreneur.

18:03

Speaker A

Nah, kita tinggal berpikir apakah kombinasi 2/3 1/3 ini ideal. Ya, kalau menurut saya cukup bagus karena sektor pendidikan memang menjadi sektor utama kita. I, kita butuh dosen-dosen yang keren, kita butuh guru yang keren, kita butuh peneliti yang keren, dan itu impactnya

18:23

Speaker A

akan multi ee multiple kan gitu ee berlipat-lipat. Kita perlu juga pelayanan publik yang efektif dan efisien ya. Kalau bisa dipermudah, kenapa harus sulit? He.

18:38

Speaker A

Kalau bisa cepat, kenapa harus lambat? Gitu kan. Kalau penegakan hukum bisa lurus, adil, ya kan. ini kan lebih bagus ya kan ini yang terus kita dorong di ee public sektor. Nah, kita juga jangan lupa bahwa kemajuan bangsa juga harus

18:52

Speaker A

didukung oleh malah utamanya adalah sektorial kan entrepreneurship, industri harus maju. Nah, ini kita juga sepertiganya mendukung sektoril baik itu state own enterprise, BUMN, sekarang mungkin di bawah danantara begitu kan kita pengin men-support sebanyak-banyaknya SDM kita untuk ee mendukung industri ini

19:13

Speaker A

termasuk juga industri swasta dan juga entrepreneurship. He ya 5 sampai 8% alumni LPDP itu entrepreneur. Kenapa saya pakai 5 sampai 8? Kalau kita survei pakai ee apa namanya? ee sampling maka 8%.

19:31

Speaker A

Iya. Kalau dia pakai populasi karena banyak enggak respon gitu ya, ini kira-kira 5% di antara 58% jadi entrepreneur.

19:39

Speaker A

Jadi menurut saya kalau ditanya alumni kita ee itu profilnya oke kalau tersebar tersebar di seluruh provinsi di Indonesia ya. Dan sekarang kalau Anda tahu kita daerah-daerah afirmasi juga kita tambah agar makin banyak SDMRP unggul di daerah-daerah yang terpencil agar ketahanan

20:01

Speaker A

nasional di berbagai daerah itu meningkat karena SDM-nya bagus mendukung inovasi sosial dan juga ekonomi di daerah.

20:09

Speaker A

Hm. Itu kira-kira afirmasi itu sepertiga dari rekrutmen kita tuh. Iya. Afirmasi daerah darah ada daerah ada tempat khusus ya. Oke.

20:19

Speaker A

Dan dia tidak bersaing dengan beasiswa yang lain. Oke. Itu alumni kita. Kalau sebut orang peror ya mungkin ee tidak perlu saya sebut, tapi minimal ada salah satu wakil menteri yang alumni he LPDP di berbagai daerah. Ada yang jadi

20:35

Speaker A

camat, ada yang jadi apa namanya? Ee sociopreneur, he dosen pasti banyak ya. Itu ee banyak sekali yang di area divabel, disabilitas. Ada juga aktivis-aktivis alumni dari LPDP, penggerak-penggerak di Pulau Sabu gitu ya, ada alumni LPDP, Nias. Alumni LPDB mulai banyak di sana.

20:58

Speaker A

Jadi mereka cahaya-cahaya di berbagai macam sektor yang mereka tekuni gitu ya. Betul. Tapi ee kalau kita melihat sebarannya Indonesia kan memang unik ya. I.

21:11

Speaker A

Jadi kalau kami sebut contoh di Provinsi Maluku itu mayoritas kan masih di Ambon. H ya. Bagaimana kita menyebar ke pulau-pulau yang lain ini juga tantangan juga di Indonesia. I.

21:23

Speaker A

Tapi kami berharap teman-teman yang mayoritas ada di Ambon ini untuk Maluku ya dia bisa menyebarkan pengaruhnya ke seluruh Maluku sehingga Maluku ini bisa bangkit bersama dan juga ada critical M juga kan Mas Haji mungkin belum terlalu banyak sehingga industrinya belum bisa

21:39

Speaker A

betul menyerap ke mereka i karena kan sebagian juga kita lihat ee ada juga nih penyidikan sudah kadung tinggi tapi industri di sini belum siap atau mungkin kondisi belum siap i itu termasuk yang dipantau juga oleh ya kita ee kita pantau se ee apa alumni

21:56

Speaker A

kita kita punya traceraser study yang kita lakukan tahunan besar ada traceraser yang kita lakukan bulanan ya ini alumni-alumni berkarya di mana kemudian dia berkontribusi apa, bagaimana dia connect dengan pemerintah daerah dan segala macam. Termasuk untuk alumni-alumni yang baru lulus ini juga

22:16

Speaker A

kita pantau yang dari luar negeri apakah masih di luar negeri atau sudah kembali gitu ya. Terus kemudian yang di dalam negeri bagaimana penyebarannya ini terus kita kita ini juga kita tracer ya. Sip.

22:27

Speaker A

Ee salah satu yang menarik adalah ee alumni itu harus pulang. Benar enggak, Pak? I ada pertimbangan filosofinya apa tuh Pak harus pulang?

22:35

Speaker A

Ee kan gini secara filosofi sebenarnya mengabdi bangsa ini bisa dari mana saja ya kan. Ini filosofis.

22:45

Speaker A

Tapi secara teknis karena jumlahnya belum terlalu banyak maka Indonesia sangat berharap mereka bisa langsung berkontribusi di tanah air.

22:55

Speaker A

Oke. Maka di awal-awal LPDP tentunya polsinya adalah sejak tahun 200 polisi LPDP adalah kamu harus kembali. H tentunya dengan peningkatan jumlah yang ee membesar, maka kita melihat kepentingan bangsa juga bahwa ada alumni yang memang lebih baik jangan kembali

23:20

Speaker A

dulu. He. Tapi jangan kembalinya itu harus ini harus dengan izin permohonan membuktikan bahwa dia memang kontribusi dari luar negeri.

23:28

Speaker A

Hm. H. Contoh yang paling mudah adalah misalnya alumni kita bekerja di Wordbank, alumni kita bekerja di ADB, alumni kita bekerja di PBB, United Nation, itu kan membawa mengbarkan bendera merah putih.

23:44

Speaker A

Maka kita izinkan mereka berkarir di sana on behalf of kepentingan Indonesia, ya kan. Nah, ada juga alumni yang riset S3.

23:55

Speaker A

Riset S3-nya lanjut setengah tahun lagi atau setahun lagi. Padahal risetnya itu penting bagi bangsa. Maka kalau dia minta izin ke kita, kita akan izinkan contoh-contoh seperti ini.

24:06

Speaker A

Hm. Maka dia akan memperdalam ee risetnya. Kemudian setelah 1 tahun atau sekarang ada aturan up to two years dengan izin mereka bisa stay di luar negeri.

24:18

Speaker A

H tidak hanya riset. dia bisa cari pengalaman kerja sampai 2 tahun. Sampai 2 tahun ya kan. Tapi semuanya adalah base pada approval, base pada permohonan.

24:29

Speaker A

Oke. Termasuk kalau mau bikin bisnis di Silicon Valley katakanlah contoh mereka kita izinkan up to two years mereka networking dengan mereka. Nah, bagaimana setelah 2 tahun?

24:40

Speaker A

2 tahun. Nah, by default dia harus kembali tapi untuk kepentingan tertentu mereka bisa minta permohonan lanjut.

24:50

Speaker A

Heeh. Contohnya misalnya bisnisnya danai dan kemudian kepentingannya mereka akan membawa dana dari asing ke Indonesia. Mereka stay di Silicon Valley.

25:01

Speaker A

Selama ada kepentingan nasional kita akan izinkan. Ada juga orang yang katakanlah menjadi peneliti di sana. Kemudian dia dapat tawaran katakanlah setahun, 2 tahun lagi, tapi dia mendatangkan dana untuk riset atau untuk memberikan doktoral negeri, menarik orang Indonesia ke sana.

25:21

Speaker A

Tentunya kita izinkan untuk kepentingan bangsa gitu kan. Tapi by default mereka akan kembali. Dan faktanya adalah dari sekitar 400-an orang yang sedang magang di sana up to two years itu setengahnya lebih sudah kembali.

25:34

Speaker A

yang lain kan memang baru baru magang. Jadi memang mayoritas dia akan kembali ke Indonesia gitu ya. Ini tentunya semuanya kita lakukan untuk kebaikan bangsa, mengambil sebanyak-banyaknya oleh-oleh dari luar negeri. Kemudian membangun bangsa tentunya dengan networking dengan mitra-mitra kita di

25:51

Speaker A

luar negeri. Contohnya dosen aja. Iya. Dosen kan dia bisa membangun network antara untas sana dengan untas Indonesia. Kadang-kadang mereka harus di sana untuk teaching atau untuk riset.

26:02

Speaker A

Ya, ini selama ada izin kita izinkan. Ini polos yang terakhir kita. Jadi ee apa memang bisa memperpanjang masa tinggal di sana selama 2 tahun ya dan dengan izin ee LPDP begitu ya dan mulai banyak ya jumlahnya untuk itu

26:19

Speaker A

400 eh 400-an ya sekarang yang sedang kalau yang kerja di ee ee apa badan internasional sekitar 200 ya kita malah loh itu kayak di Wood Bank itu orang Indonesia masih terlalu minim itu minoritas gitu kan. Nah, kita dorong

26:35

Speaker A

juga kalau ada yang mau kerja di sana. Tapi semuanya adalah untuk kepentingan nasional. Oke, ya.

26:40

Speaker A

Ya, kalau untuk alumni kan ada ee divisi yang mengelola alumni ya. Apa aja yang dilakukan pemantauan setelah alumni terus berapa lama mereka?

26:51

Speaker A

Jadi begini, kita punya polse kan program beasiswa kita kan ee beragam ya. Ada untuk PNS, ada untuk wirausaha, ada untuk afirmasi, ada untuk perguruan tinggi utama dunia, ada untuk TNI PORI, begitu kan. Kan ujungnya dia akan menjadi alumni. Nah, harapannya yang

27:16

Speaker A

program kewirausahaan contohnya Heeh. dia harus arahnya adalah menjadi entrepreneur kan. Heeh. Nah, tim alumni atau divisi alumni itu membantu memastikan bahwa kalau kita rekrut PNS dia akan kembali dan dengan ilmunya dia akan penempatannya di mana.

27:38

Speaker A

Kalau entrepreneur selama studi dia akan dikawal, dibantu di apa di-support untuk agar setelah lulus betul-betul mengarah menjadi enter. Tang kan enggak ada jaminan 100%. ya kan namanya entrepreneur ya Mas Aji sangat paham.

27:55

Speaker A

Nah, alumni yang pertama adalah memastikan bahwa dalam masa studi mereka punya program namanya leadership enragement attachment and development.

28:05

Speaker A

Tujuannya adalah mereka diperkaya dengan attitude, skill, dan segala macam. Dia attach terhadap kemajuan bangsa, selalu connect dengan arah bangsa ini ke mana. Dan development itu termasuk karir development itu dikawal.

28:20

Speaker A

Nah, kalau kemudian setelah lulus mereka mayoritas kembali ke Indonesia. Mereka akan tergabung organisasi yang namanya Mata Garuda. LPDP menginitiate program yang namanya COP. COP itu community of practice.

28:36

Speaker A

Mereka akan berkumpul di dalam area katakanlah bioteknologi, green energi di mana mereka akan diskusi secara rutin. Kemudian tentunya akan ada spill-spill hasil-hasil yang terkait dengan ee policy brief atau segala macam untuk memberikan masukan bagi bangsa. Ini kira-kira yang yang paling besar

28:58

Speaker A

tentunya ada area kecil karena ee alumni yang belum bekerja itu minoritas di LPTP. Karena tadi saya sampaikan mayoritas adalah dosen, guru, peneliti.

29:10

Speaker A

PNS TNI PORI pasti sudah kerja. Orang-orang yang swasta juga masih ada yang kerja, ada yang lepas ya. ini minoritas yang mencari kerja tentunya LPDP menyediakan diri untuk membantu mereka agar soft landing 1 tahun sebelum lulus untuk anak doktor

29:29

Speaker A

dan master yang 2 tahun mereka akan ditanya, "He kamu kira-kira kalau lulus mau ke mana?" Untuk teman-teman yang memang belum punya karir tentunya kalau katakanlah ke suatu perusahaan atau suatu instansi tentunya kita matchkan dengan kebutuhan itu dari satu sisi daru demand. Kalau dari suplai

29:47

Speaker A

kita sering ee mendapatkan ee apa ee permintaan dari perguruan tinggi di suatu universitas yang minta dosen, ada lembaga negara ee yang minta BUMN, yang minta ini tentunya kita matchkan sehingga sebenarnya isu tidak bekerja bagi alumni LPDP ini ee bukan isu utama kalau di

30:10

Speaker A

fakta yang ada karena kita selalu match dan memang jumlahnya tidak terlalu besar untuk teman-teman yang masih lah gitu ya.

30:18

Speaker A

Oke, Pak. Nah, ini yang paling sering ditanyain walaupun sudah banyak ee beredar ya ee tentang gimana caranya lulus LPDP nih. Walaupun sudah banyak tapi kita pengin dengar langsung dari direktur beasiswa LPDP nih. Kalau secara makro kami itu melihat

30:34

Speaker A

ee yang kita inginkan itu profilnya adalah seperti ee apa? founding founders kita lah. He orang-orang yang keren. Saya sampaikan dua orang keren yang mungkin kita tidak bisa bantah adalah Bung Karno dan Bung Hatta sebagai representasi pahlawan-pahlawan Indonesia lah. Pasti

30:54

Speaker A

banyak pahlawan ya mungkin ribuan pahlawan. Tapi kita representasinya Bung Karno dan Bungata. Satu mereka anak muda LPDP maka itu punya batasan usia agar apa?

31:05

Speaker A

Agar kontribusinya juga lebih panjang gitu kan. Karena kita kan ee apa namanya ee terbatas dananya. Kita memilih polia menjadi pertimbangan seperti Bung Karno dan Bungata anak muda. Bung Karno dan Bungata itu dua-duanya terdidik ya.

31:23

Speaker A

Maka LPDP kan yang bisa daftar pasti sudah lulus S1 karena mau S2 aman di situ kan. Yang ketiga, Bung Karno dan Bungata representasi ini adalah orang yang mampu bermain di ranah global.

31:37

Speaker A

Hm. bisa bernegosiasi dengan dan menurut saya Indonesia pantas menjadi global player. Maka alumni LPDP yang kita rekrut sejak ee seleksi tentunya adalah yang mampu kira-kira bermain diah global baik itu kuliahnya di dalam negeri maupun luar negeri. Maka syarat bahasa masih menjadi

31:58

Speaker A

ee persyaratan di kita, harapan kita mereka bisa bergaul dengan bisa masuk ke perubahan tinggi top di dunia maupun di Indonesia. Bahkan di Indonesia sendiri kan selalu ada syarat bahasa Inggris ya.

32:08

Speaker A

Ini tiga. Yang keempat kita ingin putra-putri terbaik bangsa seperti Bongkaroon dan Bungata yang cinta tanah air. Selalu ingin melihat bangsa kita maju ee dan juga bersatu gitu ya. Ini tentunya patriot bangsa. Yang kelima kita ingin seperti Bung Karno dan Bungata yang

32:26

Speaker A

mereka pantang menyerah untuk memajukan bangsanya. Orang yang memang tipenya champion, orang yang ee memang optimis untuk maju. orang yang kalau jatuh bangkit lagi, orang yang punya kepercayaan diri. Ya, ini yang kita cari itu semuanya diejawantahkan dalam bentuk seleksi administrasi, seleksi ee bakat

32:44

Speaker A

solastik ya. Yang ketiga adalah seleksi substansi. Substansi itu ada wawancaranya. Nah, kalau seleksi administrasi tentunya penuhi semua syarat dan ee ee dokumennya lengkap karena ini hitam putih kan. Usia misalnya kurang 1 tahun ya pasti enggak lulus. IP kurang 0,1 pasti enggak lulus.

33:05

Speaker A

Karena kalau kita turunkan 0,1 maka yang 0,2 akan minta juga karena jaraknya sudah 0,1 gitu. Jadi ini harus dipenuhi dan jangan sekali-kali untuk memalsukan dokumen it happen gitu ya. Dan ini tentunya kalau ketahuan kita blacklist karena kita ingin orang-orang memang

33:22

Speaker A

punya integritas gitu ya. Ini ee seleksi administrasi. Kalau untuk menghindari seleksi bakat skolastik, tes bakat skolastik, maka Anda mencarilah LOE.

33:33

Speaker A

Kalau Anda punya LOE, maka kemampuan skolastik Anda sebagai scholar, sebagai insan akademisi yang mau studi sudah dijamin oleh universitasnya.

33:44

Speaker A

Sehingga kita tidak melakukan ini untuk yang punya LOE, yang enggak punya LOE ini. Nah, ini kan tentunya matematik dasar, logika begitu kan. Saya juga enggak hafal soalnya karena kami juga menyerahkan kepada lembaga ee kredibel yang menjalankan ujian ini dan ini

34:00

Speaker A

ujiannya keren. Begituah Anda lulus, begitu Anda selesai, skornya langsung keluar. Enggak akan bisa kita memainkan skor, skornya langsung keluar, sudah tercatat semua baru nanti passing grdnya ditentukan. Ini seringki pertanyaan dari publik, kenapa sih passing gre enggak bisa ditentukan dari awal?

34:18

Speaker A

tentunya passing grade kan tergantung dari jumlah pendaftarnya. Passing grade kan tergantung dari kalau soal TBS tes paket skolasik kesulitan soalnya tergantung daripada kompetisi dari pendaftarnya. Kemudian pada akhirnya yang kita lulus enggak lulus passing grade-nya akan tergantung pada dana yang ada.

34:37

Speaker A

Karena kita tidak mungkin mengirim satu dua orang yang berlebih karena dananya kurang. Jadi kita selalu akan memaksimalkan dananya sehingga yang kita kirim selalu aman dari si pendataan sampai dia lulus. Mohon maaf bukan sampai dia lulus sampai dia waktunya

34:52

Speaker A

harusnya lulus. Karena kalau dia lewat maka dia akan kita putus beasiswanya dia akan hidup sendiri. Jadi kalau mau lulus menurut saya ya di substansi ada CV kita nilai, ada ESA yang kita nilai ya sebaik-baiknya ESA itu menunjukkan rencana hidup kamu, rencana studi kamu,

35:10

Speaker A

dan rencana kontribusi. Wawancara kira-kira akan bicara tadi kemampuan akademik dia, rencana dia, sama kira-kira masalah champion tadi.

35:20

Speaker A

Apakah ada memang orang-orang yang memang keren, jatuh bangkit lagi, orang yang PD tahu mau ke mana, membawa bangsa ini ke mana. Itu sih kira-kira. Jadi ee kalau Anda belum lulus bukan artinya Anda kurang bagus. Mungkin persaingannya memang sedang tinggi di situ.

35:36

Speaker A

Yang lain lebih bagus. Yang lain lebih bagus. Jadi kita selalu fokusnya mencari yang terbaik gitu kan.

35:41

Speaker A

Kira-kira itu aja sih simpel ya. Mencari yang terbaik dan tadi menarik ee walaupun ini untuk masa depan tapi kita mencari sosok-sosok seperti Soekarno dan Hatta ya representasi ya dari ee orang-orang keren lah yang kita bisa gampang untuk menceritakannya kan. Oke. Oke, Pak

35:57

Speaker A

Dularo. Terima kasih banyak. Ee banyak masyarakat Indonesia berharap pada LPDP. Kita mendoakan agar LPDP semakin banyak yang bisa diterima. Kalau tadi masih 10.000 ya. Mudah-mudahan lebih banyak lagi, lebih banyak lagi, lebih banyak lagi.

36:09

Speaker A

Dan bersiaplah ee apa teman-teman muda untuk bisa mengejar cita-cita dan LPDP memfasilitasi itu. Ya, saya sih ee pesan aja ee saya yakin betul Indonesia ini terbaik. Maka Ibu Pertiwi ini deserve the best, pantas mendapatkan yang terbaik dari putra-putri terbaik bangsa. Yang kedua,

36:33

Speaker A

ini pesan Bu Sri Mulyani saya selalu sampaikan jangan pernah lelah mencintai Indonesia dalam kondisi apapun dan kita optimis pada kondisi apapun bahwa bangsa ini memang terus maju bergerak. Nah, tentunya tugas kita bagaimana ini terus memajukan gitu kan dan terus mencintai bangsa ini. Dan yang

36:52

Speaker A

terakhir tentunya ini kaum intelektual mari terus jaga integritas karena intelektual ini kan ee garda terakhir untuk menjaga moralitas dan integritas.

37:03

Speaker A

Iya. Fungsi dari intelektual kan sebenarnya seperti itu ya. Menjaga itu memajukan bangsa lewat ilmu, lewat knowledge-nya begitu ya. Kalau bukan anda siapa lagi?

37:12

Speaker A

Anda orang yang terdidik yang paling maju kan gitu kan. Jadi kadang-kadang jangan bertanya juga masalahnya apa Indonesia ini masalah kita semua bagaimana solusinya ini solusi dari kita semua I jadi enggak perlu bertanya-ata lagi.

37:25

Speaker A

Alumni LPDP selalu harus siap untuk memecahkan segala masalah yang ada gitu kan. bagian dari solusi lah ya, bukan bagian dari masalah malah jangan malah itu kan problem solver jangan jadi problem maker.

37:37

Speaker A

Oke. Oke, Pak DRAso terima kasih banyak waktunya. Kita nanti bisa lanjutkan dalam kolaborasi-kolaborasi selanjutnya dengan LPDP dan teman-teman di GNI.

37:46

Speaker A

Terima kasih Masji. Terima kasih ya. Terima kasih.

Topics: LPDP beasiswa pendidikan tinggi dana abadi pendidikan SDM Indonesia STEM alumni LPDP Indonesia 2045 co-funding pengembangan SDM

Study this video

- [Flashcards from this video](https://sozai.app/tools/ai-flashcard-generator/?from=transcript&id=80503)
- [Quiz on this video](https://sozai.app/tools/quiz-generator/?from=transcript&id=80503)

Free, made by AI from this transcript. No signup.


---
This is the markdown twin of https://sozai.app/transcript/goodtalk-ir-dwi-larso-lolos-lpdp-dana-abadi/ — the same content, without the markup.
Published by SozAI (https://sozai.app). Reuse and quotation are allowed with attribution and a link back.
Machine-readable index: https://sozai.app/llms.txt · data API: https://sozai.app/api/
