**Film pengepungan dibukit duri  — Transcript & Summary | SozAI**
Source: https://sozai.app/transcript/film-pengepungan-dibukit-duri/

Film 'Pengepungan di Bukit Duri' mengisahkan konflik sosial dan perjuangan guru baru di sekolah rawan di Jakarta Timur.

## Key Takeaways

- Pentingnya peran guru dalam menegakkan disiplin dan memberikan pendidikan di lingkungan sulit.
- Kerusuhan dan diskriminasi sosial masih menjadi masalah serius di beberapa wilayah di Indonesia.
- Perbedaan suku dan latar belakang budaya dapat menimbulkan konflik yang harus dihadapi dengan bijak.
- Keterbatasan fasilitas dan kondisi sosial mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah rawan.
- Dukungan dan pengertian antar individu sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah sosial dan pendidikan.

## What the video covers

- Cerita dimulai dengan suasana pagi di sekolah dan interaksi siswa serta guru baru bernama Edwin.
- Edwin adalah guru pengganti yang menghadapi tantangan disiplin dan konflik antar siswa di sekolah yang bermasalah.
- Sekolah tersebut berada di wilayah rawan dengan latar belakang kerusuhan sosial dan diskriminasi antar suku.
- Edwin berusaha menegakkan otoritas dan mengajar dengan disiplin di tengah lingkungan yang keras dan penuh konflik.
- Konflik antar siswa dan ketegangan sosial sering terjadi, termasuk insiden kekerasan dan diskriminasi.
- Film menyoroti isu diskriminasi, ketidakadilan sosial, dan perjuangan guru dalam mendidik anak-anak bermasalah.
- Terdapat adegan yang menggambarkan kerusuhan dan ketakutan warga serta upaya guru menjaga keamanan siswa.
- Dialog dan interaksi antar karakter menunjukkan dinamika sosial dan perbedaan latar belakang budaya.
- Cerita juga menampilkan hubungan personal dan dukungan antar karakter di tengah situasi sulit.
- Film ini memberikan gambaran realistis tentang tantangan pendidikan di daerah rawan konflik sosial.

## Chapters

1. 00:00 Pagi di Sekolah dan Interaksi Siswa
2. 03:23 Guru Baru Edwin dan Tantangan Pertama
3. 10:17 Disiplin dan Konflik di Sekolah
4. 16:07 Kerusuhan dan Ketegangan Sosial
5. 24:07 Dinamika Sosial dan Diskriminasi
6. 27:46 Upaya Guru Menjaga Ketertiban
7. 31:40 Hubungan Personal dan Dukungan
8. 37:20 Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Answers

## Questions about this video

Apa tema utama film 'Pengepungan di Bukit Duri'?

Tema utama film ini adalah perjuangan seorang guru baru menghadapi tantangan pendidikan dan konflik sosial di sekolah rawan di Jakarta Timur.

Siapa tokoh utama dalam film ini dan apa perannya?

Tokoh utama adalah Edwin, seorang guru pengganti yang berusaha menegakkan disiplin dan memberikan pendidikan di lingkungan yang penuh konflik dan diskriminasi.

Bagaimana film ini menggambarkan kondisi sosial di daerah Bukit Duri?

Film ini menggambarkan kondisi sosial yang penuh ketegangan, kerusuhan, dan diskriminasi antar kelompok masyarakat, serta dampaknya terhadap proses belajar mengajar di sekolah.

## Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:25

Speaker A

Pagiku cerah, matahari bersinar. Ku gendong tas merahku diundang. Selamat pagi semua. Kunantikan dirimu di depan kelasku, menantikan kami.

00:54

Speaker A

Guruku tersayang, guru tercinta. Tanpamu apa jadinya aku?

01:17

Speaker A

Tak bisa baca tulis, mengerti bawah guruku. Terima kasihku yang tanya dirikuang buat marah lu adanya. Sil kan ya, boleh bantuin gua enggak kasih ini ke Silvie ya?

01:35

Speaker A

Apaan tuh? Surat surat cinta lu kasih aja sendiri tuh. Ada apaan nih? Dia mau ngasih surat cinta.

01:48

Speaker A

Buat siapa? Masa buat gue? Ya ampun, cak, hari gini masih pakai surat cinta. Mau ngelamar kerja. L kan bisa teks atau ngomong langsung.

02:10

Speaker A

Boleh ya? Bolehlah. Cuman diterima atau enggaknya belum tahu deh. Jadi ngomong gak C? Goblok. Mati dia. Jagoannya kok udah masuk ya? Perasaan baru 5 menit.

02:36

Speaker A

Ada apa sih? Anak-anak, hari ini sekolah diliburkan. Kalian harus segera pulang. Jangan ada yang ke mana-mana.

02:43

Speaker A

Ada apa, Pak? Ada kerusuhan. Kami enggak tahu seberapa parah. Yang penting kalian harus langsung pulang.

03:01

Speaker A

Yuk segera. Kalau di jalan ada lihat rame-rame, hindari ya. Hati-hati lu kan cinain. Ehin ayo ayo cepetan.

03:12

Speaker A

Kenapa mesti buru-buru sih? C ayo ikut aja. Ayo Silvie, ayo gua anterin. Enggak usah, bisa sendiri, enggak amat Sil. Ayo gua anin.

03:23

Speaker A

Enggak usah Pak, bapak duluan Pak. Oh iya. Baik, Mas. Mau turun. Gua temenin kalian.

03:43

Speaker A

Enggak usah gua temenin. Mas ini enggak lewat rumah, Ci. Iya, enggak apa-apa. Gue tahu kok harus turun di mana.

03:56

Speaker A

Udah coba telepon mama papa. Nomor yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi. Handphone-nya pada mati.

05:32

Speaker A

Semoga mereka ada di rumah deh. Cina tutup. Tutup pintu pintu. Tutupan tutup tutup. Silv Silv saya anti gua jangan diapa-apain.

05:53

Speaker A

Siapa yang nganggur lu? Tolong tolong jangan mereka teman saya bang I. Silvi. Hah? Bang, kenapa? Kenapa?

06:21

Speaker A

Loina juga. Hm. Bukan, bukan. Bang, ngapain lu bel-belin dia? Kurang ajar lu cabut gak?

08:08

Speaker A

Cabut luin. Gua bunuh lu ya. Guong lu cabut lu cabutang udah lu aja cic cic C Cana siit jangan ke sana bahaya.

09:03

Speaker A

B Mama mama B Atas peristiwa pemboman yang terjadi di malam tahun baru, beberapa pakar sosial budaya mengingatkan akan kemungkinan terjadinya kembali kerusuhan besar antar kelompok masyarakat di beberapa wilayah rawan di negeri ini. Pengamat sosial Haryono Sungkono mengatakan bahwa

09:28

Speaker A

bentrokan antar suku yang terjadi di daerah kota Timur Kamis lalu tidak bisa dianggap ringan.

09:49

Speaker A

Tugas rasional kami adalah tindakan kita bersama untuk kita semua antidiskriminasi. Masih masih diskriminasi. Kita semua sama.

10:17

Speaker A

Anjing kejar-kejar murid-murid di sini berbeda dengan di sekolah lain. Mereka butuh guru yang sangat disiplin. Saya sudah mengajar di 5 SMA sebagai guru pengganti selama 2 tahun terakhir, Pak.

10:28

Speaker A

Oh, lima sekolah dalam 2 tahun. Hm. Kenapa sering pindah-pindah? Ya, saya pindah setelah sekolahnya enggak butuh guru pengganti lagi.

10:41

Speaker A

Oh, ya. Kamu beruntung saat ini kami betul-betul kekurangan staf. Banyak yang mengundurkan diri. Kenapa Pak?

11:01

Speaker A

Bukan salah para siswa kalau itu yang Anda pikirkan. Orang dewasa harus menunjukkan kalau mereka punya otoritas dan anak-anak tidak akan mengganggu kita. Saat ini, satu-satunya hal yang mereka takutkan adalah kalau sampai disuruh masuk ke ruangan ini dan menghadap saya. Karena mereka tahu saya

11:10

Speaker A

punya otoritas. Kalau mereka sampai saya keluarkan, tidak saya kasih rekomendasi, mereka tidak bisa sekolah di mana-mana.

11:25

Speaker A

Akan saya ingat itu. Nama Anda Edwin itu saja. Iya. Tidak ada nama lain belakangnya gitu.

11:40

Speaker A

Juma Edwin, waktu saya baca surat lamaran Pak Edwin ini, saya tidak tahu kalau Bapak ini Cina ya.

11:55

Speaker A

Saya harap bukan masalah buat Bapak. Sampai saat ini saya mungkin satu-satunya orang yang masih tidak peduli dengan perbedaan suku.

12:10

Speaker A

Bapak saya dari Timur, ibu saya dari wilayah Barat. Mantu-mantu saya ada yang dari sini, dari utara, dari selatan, tapi enggak ada yang Cina.

12:55

Speaker A

Pak Edwin, saya ini teman Anda. Saya cuma khawatir kalau nanti Anda dapat masalah. Ini benar kelas 3F lu enggak bisa baca kamu kelas 3F.

13:07

Speaker A

Iya. Kenapa enggak masuk? Lu siapa sih? Saya wali kelas kalian yang baru. Kayak apa punya?

13:40

Speaker A

Enggak tahu. Harusnya kamu lebih tahu. Enggak tahu gua ang gua keluarganya. Selamat pagi. Selamat pagi.

13:57

Speaker A

Selamat pagi. Saya wali kelas kalian yang baru. Silakan duduk di bangku masing-masing. Main lempar aja kayak berak.

14:11

Speaker A

Apa? Ah, nama saya Edwin. Kalian tidak perlu manggil saya Bapak kalau kalian tidak mau.

14:18

Speaker A

Kenapa enggak pakai nama asli? Kayak Tanjung Ho atau apalah? Edwin nama asli saya. Nama kamu?

14:32

Speaker A

Tanjung Ho. Nama kamu Toni? Toni gue kali, Pak. Kalau kamu duduk di mangg Toni berarti kamu Rehan. Gimana? Rehan.

14:50

Speaker A

Berarti enggak ada satu pun yang duduk sesuai penempatan. Lu mau ngajar atau mau ngelawak? Kamu ngomong sama orang tua kamu juga gitu.

15:02

Speaker A

Dan kamu heran kenapa mereka benci sama kamu. Iya, saya tahu tipe anak macam kamu selalu marah dan bahkan kamu sendiri enggak tahu kenapa.

15:15

Speaker A

Mungkin karena bapak kamu selalu mengajar kamu, karena dia menganggap kamu enggak bisa diarepin. Nilai-nilai sekolah kacau, susah nangkap pelajaran, susah diatur. Iya.

15:31

Speaker A

Kita tahu Jeff. Diam. Oke, tenang semuanya. Kita lanjut. Kebetulan saya juga yang akan mengajar mata pelajaran seni.

16:04

Speaker A

Saya tahu banyak dari kalian yang menyepelekan mata pelajaran ini. Tapi yang ingin saya ajarkan adalah saya bisa aja nyari tahu siapa yang lempar.

16:25

Speaker A

Tapi enggak usahlah, saya udah tahu pasti orang lemah lemparannya payah. Kalau ada apa-apa ya di sini enggak ada sinyal.

16:38

Speaker A

Sinyalnya diacak supaya anak-anak enggak pada bisa pakai. Susah ngur mereka sekali pakai nyontek. Saya sebenarnya mau lihat jam enggak bawa lagi.

16:51

Speaker A

Aku Diana staf di sini. Iya udah tahu dari kepala sekolah gimana hari pertamanya. Nur pertama enggak ada yang mati-mati.

17:02

Speaker A

Hari pertama Anda dulu seperti apa? Gak ada yang mati juga, tapi sempat dibuat nangis sih. Dulu sebelum jadi guru jadi apa, Bu? Saya lagi buru-buru nanti besok.

17:20

Speaker A

Besok ya, Pak. Ya, di sekolah dia kok tahu sih. Eh, anjing, kaki lu [ \_\_ ] kotor sepatu lu.

17:28

Speaker A

Eh, kaki lu gua pakai kumis lu ya. Anta cing lihat lihat si babi ngapain coba?

17:36

Speaker A

Ada K 15 menit dia berdiri doang di situ. Najis kesung anjing nyari anak-anak buat diaw.

17:44

Speaker A

Dah dah kita cut aja babi. Jeff jef cari babi gak? Yuk let's go. Let's go.

18:02

Speaker A

Yes. Siapa? Yakin lu jil tuh sing? Sumpah nak. Gua lihat dari belakang tadi. Halo.

19:05

Speaker A

Kan urang ke mana lu anjing? Ras kenapa ini? Kenapa? Cek cek cek. Diam ew.

20:10

Speaker A

Ih, darah babi. Anjing. Oh, by strangers. Kayaknya hold on. I want to go. Kill and her namanya siapa?

20:44

Speaker A

Nama Edwin. Hah? Edwin. Oke. Ada yang butuh semangat di sini? Edwin. Edwin jol. Kaget ya.

20:58

Speaker A

Di sini emang kayak gitu. Di sini enggak boleh ada yang sedih. Let's get sedih kan? Eh, seniman guru em SMA.

21:10

Speaker A

Duri duri yang tempat anak-anak buangan itu. Tapi lu kan Cina enggak bahaya gitu ngajar di sana.

21:46

Speaker A

IR doanga enggak cukup itu nah on me. Habisin. Eh, bayarin orang aja lu. Wih, anjing.

22:36

Speaker A

Cuci tangan. Cuci tangan. Ya udah sih. Woi, siapa lu? Lu mau nusuk gua? Ayo cabut tangannya solusi ya.

22:49

Speaker A

Masih bisa berdiri kan kamu? Murid saya bukan? Namamu siapa? Kristo. Rumah di mana? Bersentar pelak.

23:29

Speaker A

Tak usah. Makasih. Win, gimana lu hari ini, Ci? Kapan pernah gua enggak baik? Gua lumayan kan, Win? Tetap bisa ngebesarin kita berdua walaupun enggak ada orang tua.

23:56

Speaker A

Lu mah bukan lumayan lagi, Ci. Lu cici terhebat sedunia. Lu harus cari dia. Siapa anak gue?

24:07

Speaker A

Gua udah coba tapi gagal. Yang gua tahu sekarang dia ada di SMA di Jakarta Timur.

24:28

Speaker A

Lo harus cari dia, ya, Win. Bilang sama dia, "Gua minta maaf." Bilang sama dia, "Gua sayang sama dia."

25:38

Speaker A

Gua mau istirahat. Lu jangan nangis. Siapa? Yang nangis, Di. Udah lu isirat. Nanti kita cari sama-sama gua janji.

25:57

Speaker A

Sebentar lagi kita akan di stasiun. Bagi Anda yang harap bersiap-siap. Aduh, untung ada Pak Edwin. Kan gua udah bilang to minum rumah gua aja.

26:10

Speaker A

Hah? Kalau ada kenapa-napa kayak gini, geng? Babi gebukin lu semalam. Iya, Anik. Gimana ceritanya?

26:20

Speaker A

Gua lagi di jalan pulang dari rumah Rangga. Tiba-tiba gua diculik, dimasukin ke mobil, dibawa ke Pecinan.

26:30

Speaker A

Jeff Jeff harus balas. Kita harus balas anjing. Selamat pagi sekolah nanti temuin gua langsung pulang.

26:53

Speaker A

Orang lagi. Silakan keluarkan kertas gambar kalian. Saya mau.

27:07

Speaker A

Enggak ada yang menarik perhatian gua. Sama sekali enggak ada. Gimana kalau kemarin 2 hari yang lalu?

27:24

Speaker A

Oke, kalau gitu saya kasih dispensasi gambar apa aja yang kau mau. Oke kan dikasih dispensasi karena semua orang harus ngertiin kamu ya. Enggak si?

27:37

Speaker A

Ayo tunggu apa lagi? Hebat kan punya reputasi perang ajar guru di sekolah. Paling kamu dikeluarin dan kalau SMA aja enggak tamat hari gini paling cuman jadi tukang parkir, Jeff.

27:52

Speaker A

Tepon parkir gelap. Tapi paling enggak kamu bakal mengkonfirmasi pikiran bapak kamu tentang kamu. Ayo tool aja.

28:27

Speaker A

Gambar apa kamu? Belum tahu, masih mikir. Ini kamu yang gambar. Hah? Bagus. Bagus. Let's go.

29:14

Speaker A

Sor banget bisa tolong maju. Mati. Ayo to. Yuk buru bisa ketemu nanti pulang sekolah. Kapan?

29:42

Speaker A

Ada yang perlu saya bicarakan dengan kamu? bisa buru-buru. Menurut gua, lu tuh enggak cocok deh buat masuk geng kita.

30:15

Speaker A

Emang kenapa to? Maksudnya apa sih? Lah lu kan rajin salat terus lu goblok. Ee apa namanya?

30:20

Speaker A

Entar dulu toh. Enggak lu kapan ng? Entar dulu, entar dulu. Dia juga rajin salat karena habis [ \_\_ ] anak orang.

30:24

Speaker A

Anak orang apaan? Sepupu kali si anjing. Santa gitu men. Santai men. Udah udah udah lucu sih. Enggak lucu jok lu, anjing.

30:34

Speaker A

Ya gitu doang. Apaan sih [ \_\_ ] Udahlah ya. Udah. Lu laki apa? I ngapain lu?

30:39

Speaker A

Banyak korban gua. Toko-toko banyak emasnya gua ambil, duitnya gua ambil. Lu tahu enggak keluarga dia tuh berus ber rusak banget, Men.

30:46

Speaker A

Emang kenapa enggak lu tadi apa? Bobol toko, terus bapak lu korupsi. Iya, yang penting enggak ngebuntingin anak orang aja sih, anjing.

30:53

Speaker A

Habis itu salat. Heo. He, what's up? Kenapa nih? Hai, Guys. Biasa apalagi ada yang baru nih di dalam Jeff. Let's go. Buka to. Ada yang siap? Siap banget nih.

31:10

Speaker A

Yet. Welcome to the club. Buka matanya atuh. Sombong banget lu anjing. Eh, ya kan emang emang apa emang emang apa tapi dia enggak sopan lihatnya sebelah mata dari gimana?

31:33

Speaker A

Ngelag dong sayang. Nangis. Ayo eh benar jalannya anjing. Eh [ \_\_ ] anjing. Eh kalau ngomong yang jelas jalan yang benar. Eh jalan yang benar jalan bang.

31:59

Speaker A

Eh, salah satu babi lu tuh ngegebukin orang gua anjir. Eh, sini jarang banget. Maju lagi. Maju lagi lagi coba to. Coba tuh tuh t anjing pasangat lagi angkat lagi.

32:36

Speaker A

Mukanya lihat Mya lihat M lihat lihat lihat lihat lihat lihat lihat liat hei hei woi. Bawa sini bawaah sini.

32:48

Speaker A

Let's go. Jangan sini masukin masukin masukin apa lu? Lu diam dulu di sini. Enggak usah bacot. Enggak usah bacot. Jadi kalau gua sama teman-teman gua nih yang orang-orang pada bosan, kita bisa main sama babi.

33:14

Speaker A

Bagus anjing. Hah? Lu doa aja gimanap pun caranya lu berdoa biar kita cepat balik.

33:19

Speaker A

Doa gimana caranya? Kalau enggak lu kelaperan. Lu mati kelaperan tuh ya. Enggak tahu dah dia kelaparan. Berarti kita harus bawa makanan ke sini buat dia, Jeff.

33:26

Speaker A

Ya ternak babi. Enggak. Ternak babi enggak? Dadah. Bye bye. Enggak apa-apa kan? Enggak apa-apa.

33:49

Speaker A

Kenapa? Ya, saya habis pikir aja. Soal kenapa kamu mau ngajar di sini? Karena aku perempuan.

33:59

Speaker A

Kamu bukan salah satu laki-laki dari masa lalu yang nganggap perempuan gak bisa nge-handle hal-hal sulit yang bisa di-handle laki-laki dong.

34:05

Speaker A

Bukan. Kamu kelihatan yang lebih war kau belum lihat gilanya aku aja. Lebih gampang lagi jadi guru perempuan di sini. Anak laki-lakinya enggak ada yang musuhin.

34:20

Speaker A

Oh ya. Kenapa gitu? Karena mereka enggak perlu lomba gede-gedean biji. Mereka enggak perlu ngerasa terintimidasi.

34:28

Speaker A

Gimana dengan anak-anak perempuan yang juga berandal? Anak perempuan biasanya ngikut yang laki-laki. H berarti secara enggak langsung kamu enggak mengakui emansipasi perempuan dong. Perempuan kan punya kemampuan berpikir sendiri, enggak tergantung laki-laki ya untuk hal-hal yang baik. Kalau yang

34:43

Speaker A

enggak baik itu semua pengaruh laki-laki. Aku juga heran kenapa kamu mau ngajar di sini.

35:00

Speaker A

Karena saya Cina. Emangnya ada alasan lain kamu ngumpet di sini? Tapi gila ya, kondisi sekarang memang lebih parah dari waktu kau kecil. Kamu ngajar apa?

35:13

Speaker A

Student counseling. Dulu waktu lulus dari psikologi aku ngerasa aku butuh tantangan dan ngajar di sini murid-muridnya sangat menantang.

35:23

Speaker A

Sejauh ini berhasil belum ada yang mati. Aku dengar ada baru di Pecinan. Katanya lagi ramai banget ya. Semua orang Cina ke sana tiap malam.

35:36

Speaker A

Baru Wijaya. Udah pernah ke sana? Udah. Mau dong ke sana. Mau ke sana. somehow you do impossible to do both have the same sensitive.

36:30

Speaker A

Mau minum apa? Mau minum apa? Negroni. Negroni satu susah enggak bikinnya? Yaah, enggak bisa lah.

36:48

Speaker A

Ya kayaknya susah sih ya. Heh. Ini enggak kemalaman kan buat kamu? Enggak ada yang nungguin kalau itu tujuan pertanyaan kamu.

36:58

Speaker A

Iya, tapi maksudnya enggak kemalaman kan. Emangnya mau sampai jam berapa? Makasih. Eh donate che kenapa pindah-pindah ngajar?

37:36

Speaker A

Kenapa udah kusuk soal saya sayang? Kamu sadar dong tanpa ditanya orang-orang ngomong sendiri. Saya lagi nyari seseorang.

37:51

Speaker A

Maksudnya saya cuman bisa bilang itu untuk saat ini. Kamu bukan intel kan? Bukan. Tapi profesi bagus tuh buat orang Cina.

38:11

Speaker A

Kan ada yang curiga. Joget yuk. Enggak. Gak bisa. Ayo joget. Gak bisa. Woi diam. Woi.

38:34

Speaker A

Ah. Kencengin, kencengin. Menurut laporan sementara yang kami terima, bentrokan antar umat beragama ini dimulai setelah terjadi percekcokan kecil antar pedagang di sebuah pasar tradisional yang kemudian meluas ke seluruh penjuru kota. Masyarakat mengkhawatirkan pertikaian akan meluas seperti 17 tahun yang lalu.

38:53

Speaker A

Ah, aneh masih jauh. Lanjut. Ah, lanjut musnya. Vera F. Suntuk nih dia. Emangnya itu apa?

39:29

Speaker A

Mudah-mudahan perusuhannya enggak menjala ke mana-mana ya. Enggak bisa dijamin kamu gak mau ngomong sesuatu yang bikin aku lebih tenang.

39:39

Speaker A

Bukannya psikolog harusnya bisa nenangin diri sendiri ya? Enggak. Teori dari mana tuh? Jadi negara kita itu kayak kaca yang paling tipis.

39:55

Speaker A

sedikit ada gangguan langsung pecah atau kayak bensin tuh kapal terbakar. Kamu pulang naik kereta kan?

40:08

Speaker A

Iya bukan ke arah sana. Anterin kamu dulu. Karena aku perempuan jadi harus diantar. Yang lebih bahaya itu kamu, Cina. Aku aja apa yang ngantar. Habis itu kamu ngantar aku lagi gitu aja. Terus ngelar-kelar. Jadi mendingan kita pulang masing-masing

40:26

Speaker A

tingkatin survival skill kita. Nah, kalau malam ini kita selamat, kita ketemu besok di sekolah. Gimana?

41:11

Speaker A

Ah. Eh Han lu mau ke mana anjing? Dia bisa ngamuk kentot. Entar kita yang kena tolol sih anjing. Diam dah.

41:21

Speaker A

Gimana sih lu? Enggak percaya sama J tolol tolol. Ah! Ah! cepat cepat cepat cepat ini nih nih ni ni nih aduh du du cat H aduh sakit tuh sakit tuh je belakang aja kamu enggak apa-apa enggak apa-apa Jeffre ada di ruang kepala sekolah

42:25

Speaker A

I saya menuju ke sana dipanggil kepala sekolah terus kamu mau bilang apa bilangnya saya tahu kalaupun dia dikeluarin dari sekolah itu enggak akan nyelesai masalah dia bakal tetap kuncingin ke kamu kamu mau saya bohong ke kepala sekolah Bain dia.

42:42

Speaker A

Aku cuma bilang harusnya kamu dari awal enggak usah ngeladilin dia. Sama kayak gua yang lain, takut sama murid sendiri.

42:53

Speaker A

Kalaupun dia kejar gua, seenggaknya di masalah gua, bukan masalah sekolah ini lagi. Ceritakan apa yang terjadi tadi malam.

43:15

Speaker A

Pulang dari mengantar Bu Diana, tiba-tiba saya diserang, Pak. sekitar jam 11. malam. Hei, kamu di mana jam segitu?

43:27

Speaker A

Di rumah, Pak. Laki-laki yang nyerang saya sempat ngeluarin pisau, Pak. Tapi saya berhasil menikam pahanya dengan pisaunya sendiri. Saya memela diri.

43:38

Speaker A

Berdiri kamu. Berdiri. Turunkan celanamu. Turunkan celana kamu. Baiklah. Silakan kemasi barang-barang kamu dan mulai besok kamu tidak usah sekolah di sini lagi, Pak. Tapi diam.

44:29

Speaker A

Seharusnya orang tua kamu tidak usah pernah melahirkan kamu. Kalau kamu anakku sudah aku buang dari dulu.

44:50

Speaker A

10 tahun aku jadi kepala di sini. Belum pernah satu kalip pun aku mengeluarkan murid.

45:00

Speaker A

Mengeluarkan murid berarti menyerah. Baru beberapa hari kamu kerja di sini, kamu sudah memaksa saya melakukan sesuatu yang paling saya benci.

45:16

Speaker A

Usia kamu dua kali lipat dari anak-anak itu. Seharusnya kamu bisa menjadikan keadaan tidak lebih parah.

45:29

Speaker A

Saya izin kembali ke kelas, Pak. Gimana anjing? Gimana sih? Enggak paham gua. Apa sih? Goblok.

45:44

Speaker A

Lagi. Siapin alat gambar kalian dan tolong bagiin ini. Oke, ada lagi yang mau ikut keluar?

46:12

Speaker A

Kalau enggak ada, kita akan belajar tentang perspektif dalam menggambar. Yakin pakai ini susu babi. Susu susu Deni.

46:27

Speaker A

Kristo, besok saya punya rencana buat ngedekor ruang kelas menjelang hari kemerdekaan. Bisa bantu saya besok libur? Iya, saya tahu. Makanya saya kerjaan besok sekalian. Saya mau nempelin hasil karya kalian. Bisa?

46:44

Speaker A

Saya boleh bawa rangkap? Eh, boleh jam 10 pagi ya. Ngajak gua anjing. Besok gua janji banget. Ah, enggak ada.

47:20

Speaker A

Halo. Ini aku Diana. Iya. Aku mau minta maaf. Aku rasa kamu udah ngelakuin hal yang benar.

47:34

Speaker A

Aku bisa ketemu kamu. Jangan sekarang. Oke, besok pagi jam 10. Saya ikut sekolah mau nempelin kabar anak-anak di kelas.

47:50

Speaker A

Kita bisa ketemu di sana kalau kamu mau. Oke, sekarang istirahat aja ya. Ya udah.

48:34

Speaker A

He. Apaan sih? Takut. Hah? Takut di hepak ya? Kaget. Gila lu aman. Udah entar gua jagain men.

49:16

Speaker A

Beneran? Iya gua jagain rungan pas lu hepak. Anjing kupuk anjing. Makasih ya sudah datang. Yo, Pak. Ayo.

49:33

Speaker A

Tatapannya dalam banget. Kalau lihat tu minta digandeng tahu tuh bagian tangan. Aduh. Aduh. Eh, gila lu. Aduh. Ketinggal ya.

49:45

Speaker A

Pak Edwin, Risto. Angga. Halo. Kenapa enggak? Saya kira Bapak gay makanya saya bawa rangga.

50:04

Speaker A

Karena kamu bawa Rangga, saya ajak Budi Diana. Tapi bukan berarti saya enggak kapa sih?

50:20

Speaker A

Anjing gua banget kayak gini. Hamdi jelek banget nih Pak. Bukan jelek enggak ada usahanya.

50:34

Speaker A

Tempel aja biar mungkin sadar kalau dilihatin. Kayaknya enggak bakal sadar, Pak. Kita kan bukan anak-anak TK. Mana peduli sama pelajaran menggambar.

50:45

Speaker A

No fans gak tersinggung lu. Lu mau kerja di mana nanti? Gua juga bingung, Bro. Kayaknya gua jadi pelatih fitness deh.

50:55

Speaker A

Kami terpaksa membatalkan acara yang sedang berlangsung untuk melaporkan breaking news tentang kerusuhan yang baru saja terjadi di ibu. Kerusal telah terjadi sejak lah gaji kita berapa buat usah dikunci.

51:12

Speaker A

Kejadian ini lebih parah dari 17 tahun yang lalu. Wah, tuh kan King Kongi bas.

51:27

Speaker A

Halo. Hah? Eh, anjing itu kenapa sih? Ada kerusuhan anjing. Gimana? Gimana? Gimana? Lihat lihat lihat lihat. Bobi-Bobi pada dihabisin ya. Demi apa anjing? Demiat rusuhan dengan cepat menjalar ke tempat-tempat lain. Aparat keamanan sampai saat ini masih belum cukup

51:51

Speaker A

terlihat di daerah-daerah kejadian. Kami sarankan kepada para pendengar untuk tidak keluar rumah dan bersatu dengan warga untuk kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan.

52:00

Speaker A

Mampus anjing nih kamera lagi enggak nih? Oh iya ya. Habis ya? Habis sih. Habis yah. Ini miring.

52:14

Speaker A

Saya bawa ini tapi enggak bawa gunting. Ee maaf Pak. Oh, ini mah bisa dirobek, Pak. Ini bisa kita semua enggak harus megang bekas ludah kamu dong Kris daripada pakai pantat ya pakai pantat sih bisa aja pantatnya basah.

52:42

Speaker A

Ya udah Pak saya ambil gunting dulu di ruang sekrityti ya siapa tahu ada. Ya, kalau kontak kamu bisa ngerobek saya bayarin sejuta tiap kali robek.

52:58

Speaker A

Saya ambil dulu, Pak. Guntingnya akhirnya B lu katanya sama lagi ya banyak tahu dia si goblok tanya bawa anak ambilambil tangan tajam tajam bawah tajam sorah Gua ini lah gua ini a lah ini satu lagi ambil kenal serius def

53:33

Speaker A

ambil aja sih udah bik saudara seperti yang Anda saksikan di belakang Saat ini keadaannya sangat kacau dan tidak bisa lagi dibedakan manau dan mana yang kalau Pak, pak je sama teman-temannya datang Pak. Bawa parang, bawa linggis, bawa gol

54:33

Speaker A

kalian tunggu sini. Hah? Pak, Pak, Pak, Pak. Ayo. Kalian pergi lewat emergency atas biar saya tunggu di sini. Ayo.

54:53

Speaker A

Enggak pakai barang. Kadang kamu nyari saya gak ada hubungan sama kalian. Ayo ayo. Gimana?

55:23

Speaker A

Lah bisa dibuka. Hah? Kuncinya di security. Iya. Apa gunanya pintu emergen bisa dikunci? Ayo Tai garisinya Harusnya kita enggak ikut lari. Kita enggak ada masalah apa-apa sama mereka.

56:44

Speaker A

Bokap gua tahu gua di sini. Dia pasti bakal nyamperin gua. Bokap lu enggak bakal nyariin lu walaupun enggak pulang 2 hari. Enggak bakal dia nyariin lu. Hari ini ada kerusuhan. Hah hah eh ada kerusuhan.

56:55

Speaker A

Tadi saya lihat beritanya di TV di ruang satpam. Terus satpamnya ke mana lagi? Nah, itu dia, Bu. Enggak ada, Bu. Pasti mereka pulang karena tahu ada kerusuhan.

57:05

Speaker A

Saya keluarin mereka. Pak mereka enggak akan ganggu kalian kalau mereka sudah dapat apa yang mereka mau.

57:13

Speaker A

Saya yang mereka mau. Terus kamu pikir mereka buat apa buat senjata-senjata itu? Yang pasti mereka enggak akan bunuh saya.

57:25

Speaker A

Mereka akan bunuh Bapak. Kok kamu gitu? Mereka pernah bunuh orang sebelumnya. Hah? Paling enggak Jeffre yang pernah waktu itu saya sempat dekat sama kelompok itu. Sampai suatu malam saya lagi berdua sama Jeffre. Dia mabuk berat. Terus dia cerita kalau dia pernah

57:41

Speaker A

bunuh orang. Siapa? Odi Nungroho. Odak di anjing. Eh waktu itu gua enggak percaya. Terus Jeffre ngemail gua link video di cloud Storage-nya bukti ngebunuh Audi katanya.

57:59

Speaker A

Tapi enggak pernah gua buka. Kenapa enggak lu buka? Gua gak berani gua syok gua lupain aja gu dari kan kirim videonya ke el tinggal bocor kita firarin ya udah ini bisa ketangkap mereka segampang itu anjing gua udah bilang ya

58:12

Speaker A

gua tuh enggak ngelihatin mukanya juga enggak kelihatan gua juga gak tahu kenapa dia ngirim ke gua muka kamu karena kamu kan percaya dia butuh ada yang tahu udah terus kenapa kamu enggak laporin polisi saya takut banget Bu kalau misalnya saya

58:29

Speaker A

enggak hati-hati juga udah pasti ngebunuh saya Kan I kan lu? Eh enggak. Kita lihat videonya. Buat apa sih?

58:39

Speaker A

Ya kita harus tahulah dia segila apa. Coba lihat. Ayo. Waktu itu dia ngirim pakai nama palsu bentar.

58:49

Speaker A

Ah ini nih. Anjing kan enggak ada sinyal. Woi, lu serahin tuh dobi. Gua biarin lu semua pulang.

59:03

Speaker A

Udah, Pak. Pak, saya aja Pak, Pak. Enggak apa-apa cari keluar dan mereka itu bakal bunuh kamu dan enggak akan biarin kita hidup karena kita bakal jadi saksi.

59:17

Speaker A

K ruangan apa? Lock keer room. Enggak ada jalan keluar dari situ. Iya. Eh eh enggak. Ini ini kunci pintu depan sama pintu belakang sama pintu belakang itu langsung menuju ke parkiran. I ya i. Oke.

59:32

Speaker A

A doa dulu yuk yuk. Ah kesung banget. Nomor yang Anda tuju sedang tidak dapat diul.

60:03

Speaker A

Halo Rangga. Halo. Halo, Bapak. Iya. Saya bapaknya Rangga. Rangga di dalam. Oh, ada Om.

60:20

Speaker A

Oh, iya ada Om. Entar kita tunjukin Om masuk ya. Sebentar ya, Om ya. Ayo, ayo. Ayo.

60:32

Speaker A

Serangga. Emangnya kalian enggak tahu ada kerusukan di mana-mana? Oh, tahu Om. Ya, terus kenapa enggak pulang? Orang tua kalian pasti khawatirlah. Oh, orang tua kita malah nyuruh kita di sini, Om.

60:45

Speaker A

Iya. Katanya malah aman. Betul. Aman. Gimana loh? Kerus tuh asapnya udah kelihatan dari sini kok.

60:51

Speaker A

Terus kalian ngapain di sini? Ngerjain PR bareng, Om. Ngerjain PR bareng. Ngumpul. Halo. Halo.

61:03

Speaker A

Rangga mana? Ada di dalam. Di dalam. Ada Om. Di dalam. Frangga. Rangga. Pak. Bang ini Pak Rangga bokap lo datang nih anjing.

61:24

Speaker A

Lu keluar sekarang atau kita habisin bokap lu? Lu basin bangsat. Jangan keluar gak tetap di dalam.

61:34

Speaker A

Mampus lu, Pak. Anjing lu, Ger. Saudara, kerusuhan yang terjadi 15 menit yang lalu dengan cepat melebar ke mana-mana. Aksi pengerusakan juga penjarahan hingga toko-toko dan gedung-gedung terjadi begitu dengan cepat. Kejadian ini mengingatkan kita kembali akan kejadian 17 tahun yang

61:52

Speaker A

lalu. Bisa dilihat? Enggak bisa, Pak. Udah. Saya kalau di bawah juga enggak selamat, Pak.

62:03

Speaker A

Iya. Tunggu dulu. Tunggu. Gimana Pak? Bahaya enggak? Bahaya. Tunggu dulu. Biar saya keluar. Biar saya keluar.

62:25

Speaker A

Kalian itu mau apa? H. Saya berjanji kami tidak akan lapor polisi kalau kalian mau melepaskan kami, kami berjanji.

62:50

Speaker A

Kami berjanji sebelum semuanya terlalu jauh. Tolong terlalu jauh. Semua orang mati di sana. Jeff, Jeff. E mungkin mungkin dia emang benar. Jeff lu ngelawan gua lu tahu lu tahu dia kayak banci. Korona kecil.

63:22

Speaker A

Apaan sih anjing? Enggak usah aneh-aneh lu. Kamu mau ngapain ini? Hah? Pak Heh, lu kenapa sih cengeng banget gitu doang? Enggak ada apa-apanya dibandingin ini. Lu lupa. Hah? Ingat enggak lu?

64:02

Speaker A

Lihat. Hah? Nih. Puas lu nih? Aku yang ngelakuin orang tua sama aja semua ya.

64:11

Speaker A

Lanjut Guys. Anjing. Jeff, Jeff. Iya, babi. Mau kamu apa? Gua mau lu keluar. Baik, saya akan keluar setelah kamu ngeluarin mereka semua.

64:49

Speaker A

Eh, gua heran ya orang setol lu kok bisa jadi guru ini. Kita udah sampai sini mana mungkin gua biarin lu pada keluar.

64:56

Speaker A

Jef, Jef, Jeff, Jeff, tolong dengarin sayang, sayang, saya minta maaf karena saya sudah ngomong yang enggak pantas ke kamu. Saya salah.

65:07

Speaker A

Oke, tapi pikirin keluarga kamu. Mereka pasti khawatir kalau kamu kenapa-napa. Saya yakin mereka sayang sama kamu.

65:14

Speaker A

Jeung Jeff Jeff. Semua gara-gara lu anjing. Eh eh gak gak ggarak i ini semua gara-gara sayaak saya minta maaf saya minta maaf.

66:01

Speaker A

Eh, pap gua di luar ma mati gara-gara lu kontrol doang lu tahu kan rasanya anjing kamu keluar kita semua bawa mati itu yang kamu Anjing bangsat mereka semua berdelapan kan?

66:44

Speaker A

Saya ingat kok. Iya engak apa ba? Waktu kamu lihat mereka masuk apa cuman segitu?

66:51

Speaker A

Iya kalian kenal. Kenal sama mereka semua? Kenal Pak. Oke Jeff. Jeffre, saya akan keluar.

67:02

Speaker A

Ya keluarlah. Saya akan keluar terakhir. Setelah mereka semua kamu lepasin. Bacot. Kita udah diskusiin soal itu tadi.

67:13

Speaker A

Enggak, enggak Jeff. Saya yang kamu mau. Saya akan keluar. Gimana mekanismenya, Pak Guru? Kalian semua mundur. Setelah itu Budiana, Kristo, Rangga, dan Bapaknya akan keluar. Setelah mereka berada di luar gedung, baru saya akan keluar.

67:31

Speaker A

Terus lu tahunya gimana kita udah mundur? Kalian sebutin nama kalian satu persatu. Lu masih mau ngabsen gua lagi.

67:38

Speaker A

Kamu mau saya keluar apa enggak? Mundur mundur mundur mundur. [ \_\_ ] babi. Edwin babi. Kita udah mundur.

68:02

Speaker A

Sekarang keluarin. Siap. Sekarang sebutin nama kalian satu persatu. Tol Jeffre. G Rehan anjing. Oke sekarang cepat keluarin mereka pakuru babi.

68:32

Speaker A

Keluar juga si babi. Si [ \_\_ ] Anjing. Bapak duduk sini aja, Pak. Duduk sini, Pak.

69:09

Speaker A

Sakit. Kenapa? Kenapa? Kenapa kita enggak dikeluarin, Pak? Heh, kenapa kita enggak jadi dikeluarin, Pak?

69:21

Speaker A

Bapak enggak percaya sama anak-anak. Anggga. Anggga. Pakwin benar. Pak Erwin benar. Bahaya. Enggak, Bu. Bu, maaf ya, Bu. Rencana tadi itu udah benar, Bu.

69:35

Speaker A

Aduh. Aduh. Kita pulang ya, Pak. Kita harus pulang ya, Pak. Kita pulang ya, Pak. Ini Bapak gua harus diobatin, Pak Edwin.

69:49

Speaker A

Kita harus keluar, Pak. Jefri apagi babi maaf Jeff tadi kami cuma mau mengecek apakah bapaknya Rangga masih hidup atau enggak [ \_\_ ] lu gak Jeff deya masih berlakus keluar gua udah gak percaya lagi sama Kamu harus percaya, Jeff. Enggak ada

70:30

Speaker A

lagi yang bisa kami lakuin selain keluar. Kamu harus percaya. Mundur mundur. Keluar juga. Mundur lagi C lagi C.

70:39

Speaker A

Mundur. Ini tolol banget sih. Oke, sekarang lu keluar. Jangan sampai kita suruh absen lagi anjing.

70:55

Speaker A

Gak bisa, Jeff. Tetap sebutin nama kalian satu persatu. Ah bangsat. Bet Jeff gere [ \_\_ ] cepat gua lu bangsat.

71:13

Speaker A

Habis kalian keluar, hah? Buka pintu itu dari luar. Bisa? Bisa. Pak, Pak. Kalau kuncinya diambil, kita gak bisa keluar dari sini.

71:24

Speaker A

Raga pasti akan buka pintunya. Yan. Jangan takut. Jatuh guetawain. Jatuh jatuh. Terus sekarang gimana?

72:24

Speaker A

Kami harus mastiin Rangka dan bapaknya bisa bebas keluar. Mereka akan keluar kok. Jangan Jeff, jangan.

72:34

Speaker A

Jangan mendekat. Santai aja. Gua tuh enggak pembohong kayak lu. Babi. Jeff bukan babi, bukan orang pengecut, bukan juga orang yang suka ngumpat.

72:55

Speaker A

Sampai mereka keluar dulu, Jeff. Hei, hei, hei, hei. Mereka aman. Tapi gini, Pak Edwin.

73:02

Speaker A

Kalau mang mereka aman, gua mau lu keluar, habis itu lu cium kaki gua sekarang. Gimana?

73:19

Speaker A

Kita tunggu. Ayo ini udah 15 menit mungkin dia lupa, Pak Jeffre Jeffre Jeff Jeff Jeffre.

74:03

Speaker A

Iya babi. Rangga dan bapaknya belum keluar siapa? Mereka udah keluar dari tadi. Enggak ggak gakak. Mereka belum keluar chef.

74:11

Speaker A

Sekarang lu semua keluar dan ini cepat berakhir. Enggak saya tahu mereka belum keluar. Lu nuduh gua pembohong atau ini cara licik lu lagi sih?

74:19

Speaker A

Saya tahu mereka belum keluar. [ \_\_ ] lah G sini lu G. Lu udah janji jef. Lu udah janji lu udah janji.

74:35

Speaker A

Udahlah Pak Guru. Mendingan lu semua pada keluar. Kalau lu emang mau diskusi soal hal ini, ayo.

74:41

Speaker A

Tapi lu keluar sekarang. El sama gua juga tahu itu mukul-mukul pintu enggak ada gunanya.

74:50

Speaker A

Jeff, Jeff dia enggak bawa keluar anjing. Pakai cara lain. Enggak mungkin nunggu sampai besok anjing.

74:56

Speaker A

Rehan Rehan. Je gi aja udah ambil bensin. Di mana gua cari bensin? Mobil Gary cari jerigen terus bawahnya tarik bodo amat pikir.

75:17

Speaker A

Oke. Iya ya. Cepetan lu apaan? barbecue ngapain kamu, Pak? Ini teman saya mobilnya mogok. Habis bensinnya. Jadi saya ambil dari sini.

76:03

Speaker A

Nah, ini mobil siapa? Mobil saya, Pak. Ada surat-suratnya? Ah, manarnya ini mobil teman saya. Mobil teman saya yang satunya lagi.

76:14

Speaker A

Jadi, mana teman-teman kamu? Yang mana, Pak? Dua-duanya. Yang punya mobil ini dan yang kehabisan bensin.

76:21

Speaker A

Oh, di sekolah. Ini sekolah kamu? Iya Pak. Coba tunjukin teman-teman kamu. Baik Pak. 21 jadi kopi.

76:37

Speaker A

Sunan butuh bantuan banget Mang. Ya kopi. Ini benar sekolah kamu? Sumpah, Pak. Kalau Bapak gak percaya, besok Papa datang aja lihat saya sekolah.

76:51

Speaker A

Ya sudah. Nanti pas pulang ambil Jaro Selatan. Masih aman. Siap Pak. Siap. Kalau dia mau curi, dia curi mobilnya, bukan bensinnya.

77:10

Speaker A

Ah, benar di Jeff. Kita bakar aja nih sekolah. Goblong. Kalau kita bakar sekolah yang ada kita harus cabut paket.

77:18

Speaker A

Belum lagi gua gak bisa masin kalau mereka pada mati. bego lu. Jadinya gimana, Jess?

77:32

Speaker A

Edwin gua hitung ambil lima. Kalau lu enggak keluar, bapaknya Rangga gua bakar. Udah aja ngomong.

77:49

Speaker A

Satu, dua, tiga, lima. Yeah. W Tolong, tolong tolong tolong. Woi, kejar kejar H Rot lu gak bisa keluar lu. Mau keluar mau ke mana? Ma polisi orang bunuh bapak gua anjing.

79:58

Speaker A

Ini semua orang tahu bapak gua ada apaan. Iya gua tahu bapak gua enggak ada.

80:03

Speaker A

Lu ikut kita sekarang aja. Kata anjing. Tenang dulu entar tenang dulu. Nanti payehan tolong apa sih anjing?

80:42

Speaker A

Sialat Phan anjing. H mau dibacok tadi di anjing ya. Aduh, mau dibaca mau mati juga.

80:49

Speaker A

Meski Anda tak ada di sana, Mas jiwa, Anda memastikan masa depan keluarga tetap terjaga.

80:59

Speaker A

Hari ini kita anjing besok kitaan lagian. Lu mau dilapor polisi? Bersama untuk masa depan.

81:54

Speaker A

Lu nangis. Heh, lu nangis. Kenapa lu nangis? Gua pengin pulang, Jeff. Pulang. Lu mau ikut masuk sana?

82:18

Speaker A

Gua cuman enggak ada lagi. Gua cuma enggak mau Jeff ada lagi yang mati. Enggak ada lagi yang mati.

82:26

Speaker A

Lu mau bilang itu ke orang-orang di luar sana. Hm. Terus pas lu keluar sana lu mau ngapain?

82:32

Speaker A

Hah? Nangis. Mau nangis? Hah? Ayo nangis. Ayo dong. Heh, cengeng lu. Hei, hei, coba nangis.

82:43

Speaker A

Ay, coba nangis lagi. Itu rencanamu. H mau lapor polisi? Enggak Jeff. H enggak Jeff.

82:51

Speaker A

Apa rencana lu, Jeff? Jeff, terus rencana lu habis ini apaan? Bukan gua yang punya rencana, tapi ini rencana kita semua.

83:07

Speaker A

Kita mati-matiin orang yang dalam sana. Terus mayat-mayatnya kita bawa ke gedung-gedung yang udah dibakar.

83:14

Speaker A

Tapi enggak ada yang tahu siapa yang matiin. Bisa? Bisa. Bisa, Chef. Bisa enggak? Enggak. Siapa yang mau nangis?

83:26

Speaker A

Ada yang nangis? Mesti ada jalan keluar dari sini. Kristal jangan ikut. Stay di pintu biar mereka enggak ada yang curiga.

84:01

Speaker A

Stay di pintu. Saya mau ikut. Jangan pukul pintunya sesekali biar mereka gak ada yang curiga. Ayo kepala sekolah benar. Aku cuma nambah-nambah masalah.

84:41

Speaker A

Harusnya aku enggak masuk sekolah ini. Tujuanku sebenarnya bukan buat ngajar, Bu. Itu tujuan kamu apa?

84:58

Speaker A

Kakakku diperkosa waktu kerusuhan 17 tahun yang lalu. Di depan mataku hamil. Lalu anaknya diserahin ke orang.

85:18

Speaker A

Du tahun lalu kakakku meninggal. akut. Ternyata sebelum ini disempaknya kemungkinan sekolah di beberapa SMA di Timur dan ini sekolah terakhir.

85:38

Speaker A

Kamu tahu namanya siapa? Baru meninggal. Hari ini aku ajak Ro ke sini buat nyari tahu.

85:49

Speaker A

Soal aku rasa dia anak kakakku. Kamis keluarga jago gambar dan Kristo jago gambar. Diana Kristo harus hidup.

86:41

Speaker A

Kamu tahu itu tembus ke mana? Enggak Pak. Kamu tahu di mana posisi scramble single handphone?

86:59

Speaker A

Di ruang security, Pak. Aku coba ke ruang security. Aku matiin. Kamu bawa handphone. Standby ya. Kalau udah mati aku telepon.

87:15

Speaker A

I hati-hatiin. Mau ke mana, Sim? Kencing. Oke ikut ba. Lu mau kencing? Ada enggak jaga diizin?

88:47

Speaker A

Aman. Mau ikutin Cing juga? Iya, Cing aja bawa-bawa paran. Dunakan ngapain lu? berak de Jep Gua jadi kencing lu.

90:19

Speaker A

Gua akan bisa kayak gini. banget si mana dan Pak, terima kasih akan bisa pakai tahu bagaimana Babi Edwin Edwin Edwin. Kenapa lu pada diam?

94:03

Speaker A

Woi, kami semua di sini, Jeff. Yang gua tanya Edwin, mana Pak Guru babi gua?

94:17

Speaker A

Lagi ngerencahin apa sih kalian? Hah? Kami semua di sini, Jeff. Bukan lu juga, [ \_\_ ] Edwin ngapain pada diam?

94:31

Speaker A

Pikir dong gimana cara bukanya. Hah? Pakai apaan anjing? Jeff, Jeff, gua pernah lihat anak praktikum teknik pakai blowor Jeff.

94:41

Speaker A

Kenapa gak dari tadi? Dari tadi sor Jeff gua baru ingat Jeff. Cepat ambil cepat.

94:48

Speaker A

To to. Kenapa diam? Cepetan. Jeff, je ngapain gua buka dong gua gak ngerti Jeff mana di mana?

95:51

Speaker A

Ah. Lah anjing anjing lu anjing. Jukan je woi adoting nyebar nyar cepan bangsatuh itu siapa keluar dari emergency atas sama terus anjing ya lu bilang ke dia gak berani kan lu depan dia di aja lu ngin Mereka anjing

97:16

Speaker A

Sim maksud lu? Iya Jeffre sama Sim kok lu bisa sih bunuh teman lu sendiri?

97:20

Speaker A

Ya terus ini kelewatan anjing. Kenapa emang menurut gua udah benar Jeffre sih? Hah? Anjing juga lu punya mulut.

97:30

Speaker A

Emang kenapa? Gimana pun juga SIM teman. Eh, Sim itu deser eh eh. Sim itu deserve ya. Sim itu deserve karena dia pusi, Bro. Dia pengecut.

97:38

Speaker A

Iya, bukan berarti Sim harus mati di tangan teman sendiri.Oot. Lu pernah mikir enggak? Mau gimanap pun juga teman anjing.

97:48

Speaker A

Eh, ngomongin soal pusi ya, soal pengecut ya. Bokap gua tuh juga anjing. Bapak gua lebih pusing tapi gak juga anjing. Gua bok sat bokap gua kalau bener gua gak di sini [ \_\_ ] gua gak bakal dik di sini.

98:14

Speaker A

Ini kunci pintu emergency amanah kamu mana aku mau ngalin perhatiin mereka begitu dapat sinyal langsung kabar jangan lupa saya pakai HP saya saya bisa pakai HP mod apa bangsat gu lagi anjing Oh.

98:59

Speaker A

Siapa tuh? Anjing. Bi. Jangan jangan kejar. Woi, woi, woi. Woi, ini semua masih belum terlalu jauh. Kita bisa keluar sama-sama dari sini. Bantu saya ngeluarin yang lain. Ayo.

99:40

Speaker A

Udah telat anjir bangsat. Anjing. Wah, udah cukup mati lagi. L bangsat. Ah. Ah. Anjing.

101:00

Speaker A

Mati. Ah cai mereka sekarangah [ \_\_ ] Bi sini bangsat bangsat bangsat gua juga pengin keluar dari sini gua gak cocok dikejar orang di luar kalau gua keluar dari sini ada yang gangguin gua, gua tinggal kasih tahu bokap gua siapa

101:57

Speaker A

ya lu kasih aja dikorupsi bokap lu ke orang-orang miskin biar jadi halal ya kalau itu mah bokap gua juga udah sering dia sering nyumbang ke masjid bahkan enggak cuma masjid yang penting masuk berita kalau gua, gua pengin jadi

102:07

Speaker A

hacker gua rebut duit-duit Orang kaya yang haram gua masukin ke rekening orang yang lebih butuh anjir. Gua ng pengin kayak bokap kotol anjing.

102:39

Speaker A

Cukup cukup anjirot pegang tangan saya buang senjatanya buang senjatanya pegang tangan saya mati. H kita bisa keluar sekarang.

103:12

Speaker A

Ada yang enggak perlu tahu samain apa? Dia itu ke sini bukan untuk belajar, tapi untuk nyari ponakannya.

103:20

Speaker A

Dia udah ketemu sama keponakannya. Dia itu berpikir kalau kamu itu ponakannya. Hah? Saya enggak mungkin keponakannya, Pak.

103:43

Speaker A

Enggak mungkin. Kamu tahu dari mana? Ibu saya TKW di Malaysia. Bapak saya orang Malaysia. Saya lahir di sana, Bu.

103:49

Speaker A

Tapi kamu enggak tahu pasti kan? Saya tahu pasti. Saya bukan keponakan Pak Edwin. Kecuali kalau keponakannya Pak Edwin kembar juga. Maksudnya saya kembar dari lahir, Bu. Kembar identik. Umur 10 tahun saudara saya meninggal karena kecelakaan.

104:05

Speaker A

Setelah itu saya dan keluarga pindah ke sini. Jeff. Cukup kita keluar sama-sama dari sini.

104:30

Speaker A

Kah Ah. Cabut gua je. Cukup giji gua anjing. Cukup jiji gua. Tolong gue. Woi. Woi. Berhenti. Tolongin gua.

106:32

Speaker A

Kita jalan sekarang. Percaya sama ibu kan? Kamu ikutin ibu. Kamu pasti selamat ya mati konyol atau masuk penjarain keluarga kalian.

106:48

Speaker A

Ini pembunuh kalian bukan pembunuh. Kalian masih punya masa depan. pergi ibu duluan. Ayo Kristo, kamu duluan. Ibu harus bantu Pak Edwin.

107:09

Speaker A

Eh, jangan Bu, Bu, Bu, Bu, kita cari bantuan. Tapi Pak Edwin, enggak, Bu. Bu, Bu, Bu, Bu. Kalau saya sendiri nanti saya ditangkap sama mereka, Bu. Bu, tolong Ibu. Bahaya, Bu.

107:19

Speaker A

Ayo, ayo tolongin gua. Hei, ini curat curat dot. Doti jangan sampai lu ninggalin gua. Doti, Dot dot sini Dot.

107:55

Speaker A

anikin kamu jadi anak setan ja salah salahku Dua apa? Hah? Hahh! Gua salah apa? Hah? Mati lu. Mati lu.

108:43

Speaker A

Gua salah. Hah? Jeff Jeff Jeff Jeff Jeff maaf maaf maaf. Maaf Jeff J je J je J Jam hari dan semua ini menjadi tantangan yang berat.

110:29

Speaker A

Marilah mengi barisan kita. Seluruhnya Indonesia. Lu bilang gua Cina. Hah? Gak Jeff? Emang iya gua Cina. Jeff nyokap gua Cina diperkosa rame-rame senang lu. Je bokup gua banyak. Gua kayak kolam [ \_\_ ] kayak tempat sampah.

110:59

Speaker A

Senang lu anjing. [ \_\_ ] lu semua. Woi Cina, wo sini ke belum masuk cepetan masuk.

111:50

Speaker A

Masuk Dari sejak kerusuhan dimulai pagi tadi, situasi semakin memburuk. Ini adalah peristiwa kerusuhan terburuk yang pernah terjadi di negeri ini. Tidak ada satuun yang bisa mengerti kenapa ini bisa terjadi.

112:38

Speaker A

Gua cuma bisa bantu semampu gua. Kalian akan gua bawa ke tempat yang aman, habis itu gua bakal balik buat yang lain.

112:50

Speaker A

Gua banca I'm not sure what you can do without me. Let me get my strength but my lips still.

114:15

Speaker A

of you But I can't resist the for tonight we on I mean you I'm not sure what you can do without me.

115:08

Speaker A

I cannot stram but my lip still see I'm on top of your game don't if you can help but I can't resist the for tonight on for tonight with on my tonight Счала суча So you

Topics: film Indonesia Pengepungan Bukit Duri guru pengganti konflik sosial sekolah rawan diskriminasi suku pendidikan kerusuhan Jakarta Timur drama sosial

Study this video

- [Flashcards from this video](https://sozai.app/tools/ai-flashcard-generator/?from=transcript&id=68976)
- [Quiz on this video](https://sozai.app/tools/quiz-generator/?from=transcript&id=68976)

Free, made by AI from this transcript. No signup.


---
This is the markdown twin of https://sozai.app/transcript/film-pengepungan-dibukit-duri/ — the same content, without the markup.
Published by SozAI (https://sozai.app). Reuse and quotation are allowed with attribution and a link back.
Machine-readable index: https://sozai.app/llms.txt · data API: https://sozai.app/api/
