**Explore 7 Spot Wajib di Lombok! | Solo Trip Lombok #2 — Transcript & Summary | SozAI**
Source: https://sozai.app/transcript/7-spot-wajib-lombok-solo-trip/

Jelajahi 7 spot wajib di Lombok lewat solo trip seru dengan motor, menikmati pantai, sunset, dan keramahan lokal yang tak terlupakan.

## Key Takeaways

- Lombok menawarkan keindahan alam yang memukau dan spot wisata pantai yang wajib dikunjungi.
- Sewa motor sangat membantu untuk eksplorasi bebas di Lombok karena transportasi umum terbatas.
- Keramahan penduduk lokal menambah nilai positif dalam pengalaman solo trip.
- Spot seperti Batu Bolong dan Bukit Malinu sangat cocok untuk healing dan menikmati sunset.
- Perjalanan solo trip dapat membawa pengalaman tak terduga dan kebaikan kecil yang berkesan.

## What the video covers

- Perjalanan solo trip dimulai dari Pelabuhan Lembar setelah naik kapal dari Surabaya.
- Kesulitan mencari transportasi umum dan akhirnya menyewa motor untuk eksplorasi Lombok.
- Menginap di rumah teman dan bertemu dengan penduduk lokal yang ramah.
- Menjelajahi Pantai Batu Bolong dengan pura unik dan pasir halus yang cocok untuk healing dan foto.
- Menikmati pemandangan indah sepanjang jalur pantai Senggigi dan mengunjungi Villa Hantu yang viral.
- Berhenti di spot Senggigi View untuk menikmati pemandangan garis pantai dan aktivitas pedagang lokal.
- Melanjutkan perjalanan ke Malaka dan Bukit Malinu untuk menikmati sunset yang memukau sambil makan bakso Arema.
- Perjalanan menampilkan keindahan alam, keramahan penduduk, dan pengalaman personal yang menyentuh.
- Video memberikan gambaran lengkap tentang spot wisata dan budaya di Lombok untuk solo traveler.
- Menunjukkan pentingnya fleksibilitas dan interaksi sosial dalam perjalanan solo.

## Chapters

1. 00:00 Perjalanan dari Surabaya ke Lombok dan tiba di Pelabuhan Lembar
2. 02:00 Mencari sarapan dan transportasi menuju Mataram
3. 03:19 Perjalanan bersama Pak Samsuri dan sewa motor di Mataram
4. 05:04 Bertemu penduduk lokal dan menginap di rumah Pak Ahmad
5. 06:58 Menjelajahi Pantai Batu Bolong dan suasana Pantai Senggigi
6. 08:57 Menikmati pemandangan Senggigi View dan Villa Hantu
7. 10:18 Perjalanan ke Malaka dan menikmati sunset di Bukit Malinu
8. 12:08 Menutup hari dengan makan bakso Arema dan refleksi perjalanan

Answers

## Questions about this video

Bagaimana cara transportasi terbaik untuk eksplorasi Lombok dalam video ini?

Karena transportasi umum terbatas, penulis menyewa motor Honda Beat selama 2 hari agar lebih bebas menjelajah berbagai spot wisata di Lombok.

Apa keunikan Pantai Batu Bolong yang ditampilkan dalam video?

Pantai Batu Bolong memiliki pura kecil di atas batu karang berlubang di tengahnya, pasir halus, dan suasana yang cocok untuk healing serta foto-foto ikonik.

Apa pengalaman menarik yang didapat selama solo trip di Lombok?

Penulis bertemu dengan penduduk lokal yang ramah, mendapat tawaran menginap di rumah warga, dan menikmati momen sederhana seperti makan bakso Arema sambil menikmati sunset.

## Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00

Speaker A

[Musik] Di episode sebelumnya aku udah ceritain pengalaman pertama kali naik kapal laut dari Surabaya menuju Lombok. Perjalanan panjang hampir 24 jam mulai dari merasakan vibes kapal Kirana 7, makan di atas laut sampai menikmati sunset dan sunrise yang luar biasa indah. Dan

00:33

Speaker A

akhirnya kapal pun bersandar di pelabuhan Lembar. Nah, di episode kali ini aku bakal ajak kalian untuk ke perjalanan berikutnya.

00:45

Speaker A

Untuk pertama kalinya aku bakal menginjakkan kaki di Pulau Lombok dan mulai explore keindahan pantai-pantai yang ada di sini.

00:56

Speaker A

Petualangan baru dimulai, jadi siap-siap nikmatin vibes healing trip yang sesungguhnya. [Musik] Oke, jadi ini aku ada di masjid di dekatnya Pelabuhan Lembar. Habis mandi, mandi-mandi tadi bersih-bersih. Terus tadi aku cari-cari sewa motor.

01:31

Speaker A

Dapat sih, tapi di Kota Mataram. Jadi kayaknya ini aku harus naik ojek online kali ya ke kota Mataram.

01:41

Speaker A

Coba aku cek dulu. Terus juga ini lapar ini belum makan. Mungkin cari-cari makan di sekitar sini dulu. Oke dari masjid ini aku mau bergerak dulu mau cari sarapan karena udah lapar banget ini kita keluar area masjid ya.

02:00

Speaker A

Oke seperti ini untuk jalanan di depan Pelabuhan Lembar. Di tempat-tempat parkir truk tuh di sana ada Indomaret.

02:09

Speaker A

Coba kita ke sana aja. Ada Indomaret. [Musik] Iya, Bapak ini kok enggak yakin ini.

02:18

Speaker A

Yes. Astagfirullah. Makanya kalau Bapak mau tambah saya 10, alhamdulillah. Gak ya apa saya bilang.

02:27

Speaker A

Oke. Itu sesuai kesepakatan awal dong. Rp70.000 ya. Iya. Kakak kalau mau Bapak tambah saya Rp10.000 ya. Kalau gak terserah Bapak itu bilang jujur aku agak bingung cari transportasi umum buat menuju ke kota Mataram.

02:47

Speaker A

Ternyata di sini enggak semudah itu ya. Pilihan kendaraan umum juga terbatas. Ada apa aja nih? Pesangok berapa? Pesang gepok Rp5.000.

02:58

Speaker A

Kalau singkong Rp5.000. Singkong aja deh satu ya. Di Indomaret dekat Pelabuhan Lembar tadi aku niatnya mau beli nasi ayam goreng ternyata udah habis. Untung aja nih ada pedagang singkong rebus jadinya aku beli singkong rebus untuk mengganjal perut.

03:19

Speaker A

Aku pun berbagi separuh dengan Pak Samsuri, sopir yang udah mengantarkan aku menuju ke kota Mataram. Sambil ngobrol santai, singkong rebus ini jadi teman di perjalanan kami.

03:36

Speaker A

Ini Pak Sam makasih Rp70.000 ya. Iya, makasih Pak Sam. Semoga jumpa lagi. Siap. Oke, itulah tadi semacam angkot ya yang mengantarkan aku ke titik sewa motor.

03:56

Speaker A

Nah, aku tinggal jalan kaki sedikit aja ini mau ke tempat sewa motornya. Dan inilah motor yang bakal nemenin aku selama 2 hari ke depan. Honda Beat.

04:07

Speaker A

Motor ini aku dapat dengan harga Rp150.000 untuk 2 hari. Menurutku cukup worth it lah karena dengan motor aku bisa bebas milih ke mana aja tanpa tergantung transportasi umum.

04:23

Speaker A

Sedikit cerita, waktu masih di Masjid Pelabuhan Lembar tadi aku iseng kirim foto masjid itu ke salah satu teman yang asli Mataram. Enggak disangka teman ini langsung nyuruh aku buat nginap di rumah orang tuanya. Berbekal lokasi yang dikirim, aku pun berangkat menuju rumah

04:43

Speaker A

Pak Ahmad, orang tua dari teman yang ada di Mojokerto. Sebelumnya juga waktu di kapal aku kenal sama Mas Faris, seorang pelukis asal Mataram yang juga menawarkan studio lukis miliknya untuk jadi tempat aku menginap. Jujur, aku kaget sekaligus senang. Ternyata perjalanan solo trip

05:04

Speaker A

kayak gini sering banget ketemu kebaikan-kebaikan kecil yang enggak terduga. [Musik] Setelah peristirahat sejenak di rumah Pak Ahmad, badan lumayan segar kembali.

05:24

Speaker A

Menjelang sore aku ditemani Mas Wahyu, cucu dari Pak Ahmad sekaligus keponakan dari temanku buat jalan-jalan ke arah Pantai Senggigi.

05:36

Speaker A

Perjalanan di kawasan wisata Pantai Senggigi benar-benar bikin mata dimanjakan. Jalannya membentang di antara dua pemandangan yang kontras tapi indah. Di sebelah kanan bukit-bukit hijau menjulang. Sementara di sebelah kiri laut biru terhampar luas sejauh mata memandang.

05:55

Speaker A

[Musik] Akhirnya aku berhenti dulu di pantai Batu Bolong. Lokasinya ini persis berada di tepi jalan.

06:07

Speaker A

[Musik] Untuk memasuki kawasan wisata pantai Batu Bolong, setiap pengunjung diwajibkan mengenakan kain kuning seperti ini dan diikat di pinggang.

06:19

Speaker A

Untuk tiket masuknya ini enggak ada tarif khusus. Pengunjung bisa memberi seikhlasnya. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Menurutku pantai ini unik sih. Jadi ada sebuah pura kecil yang berdiri kokoh di atas batu karang besar dan karangnya ini

06:58

Speaker A

ada lubangnya di tengahnya makanya disebut Batu Bolong. [Musik] Pantai Batu Bolong ini memiliki pasir yang halus. Jadi, aku tuh pengin banget nyeker jalan-jalan di sini.

07:33

Speaker A

Di beberapa sisi banyak batu-batu karang kecil yang bikin pantainya makin unik. Kalau ombak datang, buihnya pecah di antara karang. Kayak efek slow motion alami yang keren habis buat di-shoot kamera.

07:49

Speaker A

[Musik] Menurutku pantai Batu Bolong ini vibes-nya tuh campuran antara santai buat healing dan ikonik buat foto-foto.

08:00

Speaker A

Cocok banget buat kamu yang lagi road trip Lombok karena lokasinya juga dekat banget sama Pantai Senggigi.

08:10

Speaker A

[Musik] Setelah kurasa cukup puas menikmati keindahan dan personal dari pantai Batu Bolong, aku memutuskan untuk lanjut lagi melihat keindahan Lombok menyusuri jalur di sepanjang pesisir pantai. Suasana jalannya benar-benar bikin betah. Angin sore berhembus kencang bikin perjalanan makin seru.

08:37

Speaker A

[Musik] Enggak lama aku sampai di satu spot yang lumayan rame, Senggigi View. Di sini banyak banget pedagang makanan berjajar di pinggir jalan. Wajar sih, soalnya pemandangannya emang cakep banget. Dari sini kita bisa lihat garis pantai Senggigi yang memanjang. Lautnya tenang

08:57

Speaker A

dan kalau sore biasanya jadi tempat nongkrong favorit buat lihat sunset. Tapi kali ini aku milih buat lanjut jalan aja. Penasaran sama apa yang ada di depan.

09:11

Speaker A

Di sepanjang jalur ini, bangunannya didominasi sama hotel dan resort yang megah. Lokasinya pas banget. Langsung ngadap ke pantai dan laut lepas.

09:21

Speaker A

Bayangin bangun tidur, buka jendela langsung lihat view laut biru yang luas. Reading di jalan lebar mulus dengan pemandangan seindah ini rasanya bikin lagi dalam hati. Aku mikir suatu saat pengin balik lagi, ah touring ke sini.

09:40

Speaker A

Dan pada akhirnya sampai ke sebuah spot yang dulu pernah viral, namanya Villa Hantu berupa gedung kosong yang menjorok langsung ke arah pantai.

09:53

Speaker A

Dari sekian banyak hotel dan resort yang lalui, mataku sempat tertarik sama satu bangunan megah bernama Royal Avilla.

10:01

Speaker A

Dari luar udah kelihatan mewah dengan arsitektur modern yang langsung menghadap ke laut. Dalam hati aku berdoa semoga suatu saat dikasih rezeki buat bisa stay di sini. Pasti rasanya bakalan luar biasa.

10:18

Speaker A

Motor terus melaju. Jalannya seakan enggak pernah berhenti nyuguin keindahan. Beneran loh. Touring di sini bakal menjadi keinginan yang bakal aku wujudkan di masa mendatang.

10:32

Speaker A

[Musik] Sampai akhirnya aku masuk di daerah Malaka, Lombok Utara. [Musik] Di sini juga merupakan spot sunset terbaik.

11:06

Speaker A

Berada di Jalan Tikungan dan view-nya hmm lihat sendiri kan cakep banget. Setelah cukup puas di Malaka, aku memutuskan buat balik ke arah kota Mataram. Nah, sebelum sampai kota, aku nemuin nih satu spot keren buat lihat sunset namanya Bukit Malinu. Pemandangan

11:30

Speaker A

senja di sini benar-benar luar biasa. Cahaya matahari sore jatuh ke permukaan laut. Warnanya keemasan bikin suasana jadi sahdu banget.

11:42

Speaker A

[Musik] Wah ternyata di sini ketemu bakso Arema. Wong Malang, Pak. Iya. Kepanjen. Oh Panjen.

11:59

Speaker A

Iya. Berapa seporsi Bapak? Ini 15. Oke. Dua porsi ya. Iya. Mau naik. Iya.

12:08

Speaker A

Berapa orang, Mas? Saya sendirian. Ini saudara di dan pas banget nih ada bakso Arema. Dan ternyata Kang baksonya ini asli dari Kepanjen, Kabupaten Malang. Jadi meski lagi jauh di Lombok, aku masih bisa ngerasain cita rasa kampung halaman.

12:30

Speaker A

Duduk santai di trotoar, semangkok bakso panas di tangan sambil nikmatin pemandangan sunset di ufuk barat. Jujur ini momen sederhana tapi bahagianya enggak bisa diukur.

12:44

Speaker A

[Musik] Ya, jadi begitu perjalanan sore ini. Dari Batu Bolong, Senggigi View mampir ke Villa Hantu, terus lanjut sampai Malaka dan akhirnya nutup hari di Bukit Malinu sambil makan bakso Arema.

13:14

Speaker A

Aku nikmati momen di Bukit Malinu sampai matahari benar-benar tenggelam sebelum akhirnya balik ke kota.

13:32

Speaker A

Selama 2 malam aku bermalam di rumahnya Pak Ahmad. Pak Ahmad ini orangnya ramah dan juga baik banget.

13:41

Speaker A

Selama 2 malam di sini aku dijamu seperti keluarga sendiri. Disediakan tempat tidur, disediakan kamar mandi, dan juga diajak makan.

13:53

Speaker A

[Musik] Nah, ini akhirnya setelah tadi berangkat jam 1 atau jam seteng tiba di Bukit Marise ya. Bukit Marise ini sama saudara ini Mas Altop.

14:19

Speaker A

Tadi di jalan enggak sempat banyak dokumentasi karena gelap. Mungkin nanti waktu perjalanan balik ke Kota Mataram aku buat dokumentasinya.

14:32

Speaker A

Untuk masuk ke area ini dikenakan biaya Rp5.000 per motor. Jadi meskipun aku berdua tetap dihitung per motor bukan per orang. Murah banget sih menurutku.

14:45

Speaker A

Dari parkiran tinggal jalan sedikit dan mulai nanjak ke bukit. Enggak terlalu tinggi sih, tapi lumayan bikin ngos-ngosan kalau belum terbiasa. Kalau kalian enggak mau jalan kaki, di sini juga tersedia jasa ojek. Tapi tetap ya nanti juga bakal jalan kaki.

15:03

Speaker A

Jadi menurutku lebih baik dari awal jalan kaki saja. Untuk kondisi treknya juga enak kok, enggak licin dan juga aman banget sih menurutku.

15:18

Speaker A

Pemandangannya juga indah banget, jadi enggak bakal kerasa capeknya. [Musik] Keren banget. [Musik] Jadi inilah alasan mengapa aku subuh-subuh sudah datang ke Bukit Merese. Niatnya memang mau ngejar sunrise yang secakep ini.

15:49

Speaker A

Wah, suasananya luar biasa. Perlahan-lahan matahari muncul dari balik bukit. Cahayanya bikin langit orange keemasan, memantul ke laut yang tenang. Ombak kecil kelihatan bergilau kena sinar pertama pagi ini.

16:10

Speaker A

Duduk di atas rumput sambil ngelihatin matahari pelan-pelan naik. Rasanya kayak semua capek perjalanan langsung hilang.

16:21

Speaker A

[Musik] Udara pagi yang sejuk. Angin semilir ditambah pemandangan laut dan garis pantai yang panjang benar-benar jadi kombinasi sempurna buat hari ini.

16:38

Speaker A

[Musik] Buatku, sunrise di Bukit Merese bukan cuma indah, tapi juga punya vib ceiling banget. kayak reminder kecil kalau dunia itu luas, indah, dan selalu ada alasan buat banyak-banyak bersyukur.

16:55

Speaker A

[Musik] Oh iya, Bukit Merese ini seolah-olah berada di antara dua laut yang berbeda. Semakin menambah pesona keindahan tempat ini.

17:13

Speaker A

Selisih aku itu sebenarnya betah dan nyaman banget berada di sini. Tapi masih ada beberapa tempat lagi yang harus aku kunjungi. Jadi di sini aku mengucapkan selamat tinggal untuk Bukit Merese yang indah ini.

17:31

Speaker A

[Musik] Oke, dari Bukit Marise kita akan coba untuk bergeser ke Bukit Seger atau Seger atau Seger atau apalah ya di sana katanya itu background-nya kita bisa langsung melihat sirkuit Mandalika.

18:04

Speaker A

Kita akan ke sana. [Musik] Setelah puas menikmati sunrise di Bukit Merese, perjalanan aku lanjutkan ke spot yang lokasinya enggak terlalu jauh.

18:34

Speaker A

namanya Bukit Seger. Akses jalannya sejalur ke arah sirkuit Mandalika. Jadi, jalannya itu cor beton yang mulus dengan pemandangan bukit-bukit di sekitarnya.

18:50

Speaker A

Kondisi lalu lintas juga sepi banget. Hampir aku tidak menemui kendaraan yang lewat. [Musik] Setelah tadi sempat kesasar dan tanya-tanya, "Nih, aku ditunjukin jalan oleh warga setempat. Jadi, jalannya itu lewat ladang-ladang begini ya.

19:09

Speaker A

Sebenarnya mungkin ada jalur yang lebih proper, tapi aku enggak tahu. Jadi, ya aku mengikuti saran warga setempat aja untuk lewat di jalur ini.

19:20

Speaker A

Dan di depan itu sudah nampak Bukit Seger yang akan aku tuju. Untuk naik ke puncak bukitnya, kendaraan diperbolehkan untuk langsung ke atas.

19:32

Speaker A

Tarifnya Rp10.000 per kendaraan. Kebanyakan yang aku temui di daerah sini itu untuk tiketnya itu per kendaraan ya, beda dengan di tempatku. Kendaraan sendiri, orang sendiri. Tapi kalau di sini itu hitungannya per kendaraan.

19:49

Speaker A

[Musik] Karena kondisi jalan yang cukup licin menurutku ya. Lebih baik aku turun saja dari motor, kemudian lanjut ke puncak bukitnya, jalan kaki.

20:02

Speaker A

[Musik] Nampak di atas itu ada empat buah gazebo yang bisa digunakan untuk duduk-duduk. Aku pun memutuskan untuk istirahat sejenak di Gazebo ini. Dan ternyata di balik Gazebo ini ada pantai yang cukup bagus. Terus di belakangku nampak sirkuit Pertamina Mandalika

20:43

Speaker A

di Gazebo ini kami berdua membuka nasi bungkus yang dibawain oleh Pak Ahmad. Sedikit cerita, Pak Ahmad ini merupakan pengusaha nasi bungkus di Kota Mataram.

20:57

Speaker A

Rasanya nikmat banget. Makan nasi bungkus ditemani view secakep ini. Oke, tadi setelah makan kita lanjut naik ke Bukit Seghernya. Di sana ada pantai.

21:17

Speaker A

Lalu di sana ada sirkuit internasional Mandalika. Untuk bukit segernya di sebelah sana tuh. Kita jalan aja.

21:31

Speaker A

Dari atas Bukit Seger. Kita bisa lihat laut biru membentang luas dengan ombak yang cukup deras. Terus di bawah kelihatan pantai Seger dengan pasir putihnya yang memanjang. Kita bisa juga lihat deretan Bukit Hijau yang cantik banget jadi background alami.

21:49

Speaker A

Oke, sudah berada di bukit tertingginya Bukit Seger. Nampak jelas Pertamina Mandalika. Kita coba putar.

22:03

Speaker A

Nah, di sebelah sana ada laut Hun lepas. Coba kita lebih bergeser. [Musik] Huh. [Musik] Ternyata kalau mau naik dari sana itu juga juga bisa kalau mau naik dari sana.

22:40

Speaker A

Tapi aku tadi dari arah sana. Dari referensi yang aku dapat, Bukit Seger ini juga terkenal dengan cerita rakyatnya yaitu Putri Mandalika.

22:53

Speaker A

Setiap tahun biasanya ada tradisi bau nyaleh di pantai ini di mana orang-orang turun ke laut buat mencari cacing laut yang katanya jelmaan putri Mandalika.

23:05

Speaker A

Jadi, selain pemandangan, tempat ini juga punya nilai budaya yang kental banget. Jadi setelah puas berada di puncak Bukit Seger dan matahari pun juga mulai agak tinggi, aku memutuskan jalan kaki untuk menuruni Bukit Seger.

23:28

Speaker A

[Musik] Jadi mungkin karena aku pas datangnya ini pas di musim kemarau jadi Bukit Seger ini agak sedikit gersang. Mungkin agak sedikit beda cerita kalau aku datangnya di musim penghujan. Mungkin bukitnya ini akan lebih hijau seperti Bukit Teletabis.

23:48

Speaker A

Setelah menikmati view dari Bukit Seger, aku melanjutkan perjalanan ke pusatnya kawasan wisata Lombok yaitu Kuta Mandalika.

23:58

Speaker A

Perjalanan ke arah sana, aku melewati bagian luar dari sirkuit Mandalika. [Musik] Dari Bukit Seger ke Kuta, jaraknya dekat banget. Cuma beberapa menit naik motor.

24:13

Speaker A

Jalannya juga udah mulus dan lebar. [Tepuk tangan] [Musik] Oke, tadi parkir motor 5.000. Terus sekarang kita jalan kaki menuju ke Pantai Kuta Mandalika.

24:39

Speaker A

Kita lihat ya seperti apa Pantai Kuta Mandalika. Begitu sampai, Vibes modern langsung terasa. Berbeda sama spot-spot sebelumnya yang masih alami, di Kuta Mandalika ini sudah banyak fasilitas.

24:54

Speaker A

Ada hotel-hotel mewah, restoran, kafe, sampai pusat oleh-oleh. Area ini memang dikembangkan jadi destinasi wisata internasional.

25:09

Speaker A

[Tepuk tangan] [Musik] Pantai Kuta Mandalika sendiri punya pasir putih yang lembut. Air lautnya jernih banget dan garis pantainya panjang. Di beberapa bagian ada juga bukit-bukit kecil yang bisa dinaikin buat lihat view dari atas.

25:33

Speaker A

Pantai ini cocok banget buat main air, foto-foto, atau sekedar duduk-duduk santai sambil nikmatin angin laut.

25:41

Speaker A

[Musik] [Tepuk tangan] Rasanya unik banget. bisa menikmati perpaduan antara nuansa alami Lombok yang masih kental dengan sentuhan modern yang sudah mulai berkembang di kawasan Mandalika ini.

26:05

Speaker A

[Musik] Oke, saya rasa cukup di Pantai Kuta Mandalika. Berikutnya rencananya aku mau bergerak ke Desa Sade. Sade apa Sade ya bacanya?

26:22

Speaker A

Pokoknya semacam desa adat gitulah yang ada di Lombok. Seperti apa desa Sade. Kita langsung ke sana.

26:32

Speaker A

[Musik] Dari Kuta Mandalika, aku melanjutkan perjalanan ke sebuah desa adat yang cukup terkenal di Lombok, yaitu Desa Sade.

26:45

Speaker A

Lokasinya enggak terlalu jauh, cuma beberapa kilometer dari Kuta, jadi gampang banget dijangkau naik motor.

26:54

Speaker A

Untuk masuk ke desa Adat ini, pengunjung diwajibkan untuk mengisi buku tamu dan juga membayar tiket seikhlasnya.

27:05

Speaker A

[Musik] Ah ee Mas akan hormati ya, selamat datang di perkampungan kami ee suku Sasak Sade ya. E jadi di sini e sekarang terdiri dari 150 kepala keluarga dan kurang lebih 700-an orang yang tinggal sini. Nah, jadi yang 700 orang ini masih

27:25

Speaker A

satu garis keturunan karena di sini masih menikah sama sepupu sama kerabat ya. Jarang sekali menikah sama orang luar. Tapi kalau di sini pernikahannya sampai sekarang tidak boleh dilamar sama sekali. Jadi caranya dibawa lari sama dicolek, dipaksa. Nah, kalau yang kawin

27:42

Speaker A

lari ini ada unsur suka sama suka antara anak cowok sama anak gadisnya. Nah, kalau yang dicolek ini anak gadisnya dipaksa. Walaupun gadis tidak mau menikah, paksa itu hanya boleh berlaku kalau sama sepupu terdekat. Jadi di sini kebanyakan menikah sama sepukunya biar

27:58

Speaker A

nanti kalau ada sawah atau ternak tidak jatuh ke dengan orang lain jadi turun. Nah, seperti itu. Nah, kalau ee rumah adat ini ya namanya Bali tani ya dan atapnya ini dari rupertilala. Nah, ini boleh bertahan selama 7 tahun. Jadi

28:14

Speaker A

setiap 7 tahun atapnya baru diganti sama yang baru. Sedangkan kalau yang tinggal di perkampungan sasak ini sampai sekarang kalau anak gadis sama ibu-ibu yang tinggal sini tidak boleh merantau sama sekali. Tidak boleh kerja ke luar daerah atau ke luar negeri. Jadi tetap

28:30

Speaker A

di sini saja maka umur 10 atau 11 tahun sudah mulai belajar menun. Nah, biar ada aktivitas sehari-harinya di dalam perkampungan. Mari ya kita lanjutkan ke dalam.

28:45

Speaker A

Untuk menjelajah Desa Adat Sade ini, aku ditemani oleh seorang guide yang akan membantu menjelaskan dan menceritakan bagaimana sih desa Adet Sade ini. Begitu masuk ke area desa, suasananya langsung terasa berbeda. Di sini masih kental banget nuansa tradisionalnya, Dar.

29:06

Speaker A

[Musik] Oke, makasih Ina. Nah, kayak gini hasil-hasil tenunnya ya. Sekedap kita lihat sarung ya. Ini sarung tenun yang diproses selama 1 bulan ditenun kayak gitu. Nah, ada yang warna coklat ini dari serabut kelapa.

29:25

Speaker A

Pewarnaan warna alam semua. Ini udah langsung dijahit. Nah, kalau ini yang soket ya. Nah, sini yang spaket sama selendang. Tapi kalau di sini harganya tidak mahal karena buat sendiri ya. Jadi enggak bayar pajak, enggak bayar karyawan, cuma moda tenaga aja. Nah,

29:44

Speaker A

kalau mau nyewa bisa pakai songket nanti foto-foto keliling sambil pakai baju sama kecap juga bisa.

29:52

Speaker A

Untuk sewanya berapa? Itu 55 ya. Kalau mau sewa setengah bisa kecabut sama bajunya juga bisa.

30:00

Speaker A

Oh, kalau mau lengkap kan kalau setengah 25. Kalau setengahnya kayak karena pakai ini. Oh ya juga cuma gak pakai bawah saja. Oke.

30:09

Speaker A

Tapi kebanyakan kan full dia mungkin bau belum mandi. Pagi langsung ke meres tadi [Musik] langsung digolong ya.

30:27

Speaker A

[Musik] Kalau baru pakai ini kecapnya ini. Kalau di tempatku namanya udeng. Oh, di Bali ya.

30:42

Speaker A

Di gak di Jawa Timur. [Musik] Mana mau pakai selendang bebat selendang bebat ini Ini sudah mirip orang sasak saya.

31:22

Speaker A

Iya. Iya. Hak ada yang pakai. Nah, ini untuk lebih menjiwai masyarakat suku sasak aku putuskan untuk menyewa kostum atau menyewa baju adat dari suku Sasa.

31:36

Speaker A

[Musik] [Musik] rumah tempat buka sama tidak. [Musik] Rumah-rumah penduduk di sini terbuat dari anyaman bambu dengan atap alang-alang. Lantainya dari tanah liat dan semua tertata rapi berjecer sepanjang jalan desa.

32:18

Speaker A

Di bagian tengah desa terdapat sebuah menara atau mercu suar yang bisa dinaiki. [Musik] Dari bagian ini kita bisa dengan jelas melihat keseluruhan dari Desa Sade ini.

32:38

Speaker A

Desa Sade ini adalah Kampung Adat suku Sasak, suku asli Lombok. Jadi, selain lihat arsitektur rumah tradisional, kita juga bisa ketemu langsung sama masyarakatnya.

32:51

Speaker A

Nah, sekarang di sudah berada di tertingginya di dusun atau Desa Sade. dari [Musik] hal unik di sini, lantai rumah biasanya dibersihkan pakai kotoran kerbau yang dipercaya bikin lantai lebih kuat dan enggak mudah retak.

33:26

Speaker A

[Musik] Oke, sekarang kita turun ya. [Musik] Tepat di bagian bawah dari bangunan tinggi tadi, ada satu spot legendaris yang dikenal dengan sebutan pohon cinta.

33:48

Speaker A

Kalau dilihat sekilas, pohonnya udah tua, batangnya besar tapi lapuk. Daunnya juga enggak ada lagi. Tapi jangan salah, pohon ini bukan sembarang pohon. Menurut cerita masyarakat setempat. Dulu pohon cinta ini jadi saksi bisu perjalanan cinta anak-anak muda sasak. Banyak kisah

34:06

Speaker A

percintaan dan tradisi unik yang dimulai dari sini. Salah satunya adalah tradisi merarik atau kawin lari, sebuah adat khas Lombok. Katanya sih dulu para muda-mudi yang ingin menikah sering memulai petualangan cinta mereka dari bawah pohon ini sebelum akhirnya melanjutkan ke proses pernikahan.

34:28

Speaker A

[Musik] Sudah. Ayo ya nondok sedikit. Oke siap. Nah jadi ee dalam rumahnya kayak gini.

34:41

Speaker A

Sebentar aku pakai aduh pakai cahaya. Oke. Awas ya. Ah, kayak gini. Ini masaknya masih menggunakan e kayu bakar ya. Nah, seperti ini tempat masaknya.

34:54

Speaker A

Terus ini tempat fitur anak gadis. Tempat fitur anak gadis atau tempat melahirkan juga bisa.

35:00

Speaker A

Oh, alasnya tikar saja. Pakai tikar saja. Kalau di sini untuk bantalnya itu bantal ada bantal biasa ya. Bantal pad.

35:07

Speaker A

Iya, bantal biasa yang dari kampung bahag ini anak gadis. Iya. Terus masaknya di sini.

35:14

Speaker A

Oke masaknya. Terus di luar ini tempat tidur orang tua. Cuman ini lagi ada acara kemarin.

35:20

Speaker A

Oh beras ini. Beras ini ya beras. Oke. Ya, acara. Nah, ini tempat stedor orang tua.

35:26

Speaker A

Sama ya? Iya. Sebelah sini makanya dikosokkan sedikit. Sebenarnya di sini tapi ini ada berasnya jadi dia dibiarkan.

35:34

Speaker A

Nah, ini pakaian kalau cowok-cowok digantung biasa. Kalau ceweknya baru dia taruh. Kalau cewek enggak enggak boleh digantung.

35:40

Speaker A

Iya. ditaruh di dalam kemari jalan-jalan di Desa Sade rasanya kayak belajar langsung tentang cara hidup sederhana tapi penuh makna. Warganya ramah, suasananya tenang, dan setiap sudut desa punya cerita. Bukan cuma tempat wisata, tapi juga museum hidup yang masih bernafas sampai hari ini.

36:02

Speaker A

Permisi, [Musik] jadi semua sama ya. Luasnya aja ya mungkin yang beda ya. Iya. Kalau lu-luasnya beda tergantung luas rumah. Kalau pas aduh d lewat sini tadi ya.

36:34

Speaker A

[Musik] Menjelang sore aku memutuskan untuk menutup hari ini di sebuah pantai yang penuh sejarah yaitu pantai Ampenan.

36:49

Speaker A

Lokasinya ada di Kota Mataram dan pantai ini dulunya merupakan pelabuhan tua yang ramai di zaman kolonial Belanda.

36:59

Speaker A

Suasananya cukup ramai, banyak warga lokal yang nongkrong. Aku juga duduk-duduk santai sambil pesan jajanan ringan menikmati hembusan angin laut.

37:10

Speaker A

[Musik] Jadi kira-kira begitulah perjalanan hari ini. Mulai dari sunrise di Bukit Merese, mampir ke Bukit Seger, lanjut ke Kuta Mandalika, lalu singgah di Desa Adat Sade dengan segala cerita budayanya sampai akhirnya ditutup dengan sunset indah di Pantai Ampena. Tapi perjalanan

37:36

Speaker A

belum selesai, Bro. Besok aku akan mulai perjalanan ke Sembalun untuk naik ke Gunung Rinjani. ni [Musik]

Topics: Lombok solo trip pantai Batu Bolong Pantai Senggigi sunset Lombok sewa motor Lombok wisata Lombok travel vlog Indonesia healing trip Villa Hantu Lombok

Study this video

- [Flashcards from this video](https://sozai.app/tools/ai-flashcard-generator/?from=transcript&id=69880)
- [Quiz on this video](https://sozai.app/tools/quiz-generator/?from=transcript&id=69880)

Free, made by AI from this transcript. No signup.


---
This is the markdown twin of https://sozai.app/transcript/7-spot-wajib-lombok-solo-trip/ — the same content, without the markup.
Published by SozAI (https://sozai.app). Reuse and quotation are allowed with attribution and a link back.
Machine-readable index: https://sozai.app/llms.txt · data API: https://sozai.app/api/
